Senin, 11 Februari 2019

Pemprov Gandeng Semua Pihak Untuk Bantu Entaskan Warga Miskin

Gubernur Ganjar Pranowo saat berbincang dengan seorang peminta di
sebuah emper warung makan di daerah Kabupaten Magelang.
Semarang-Angka kemiskinan di Jawa Tengah saat ini mencapai 11,32 persen, atau sekira 2.890.000 jiwa. Kebanyakan, warga miskin Jateng berada di perdesaan.

Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan masih banyak warga miskin yang butuh pertolongan semua pihak, dan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah saja. Sehingga, harus ada sinergi bersama antara pemerintah daerah bersama perusahaan negara atau swasta dengan masyarakat sekitar.

Menurutnya, ada banyak cerita tentang warga miskin di Jateng yang bisa dibantu melalui corporate social responsibility (CSR) perusahaan maupun bantuan langsung dari masyarakat sekitar.

Ganjar menjelaskan, upaya untuk mengentaskan kemiskinan di Jateng harus didukung semua pihak dan dilakukan secara bertahap. Terutama, bantuan-bantuan langsung yang bisa diberikan dan dimanfaatkan masyarakat miskin.

"Sebenarnya cerita semacam ini ada di tempat lain, tapi yang penting adalah masyarakat bisa membantu yang seperti ini. Satu, memberikan informasi dan kedua kita bertindak. Kita tidak bisa sakdek saknyet, tapi kalau kita bisa mencari mereka yang miskin dan butuh bantuan kita juga bisa cepat. Bisa bersumber dari APBD, dari CSR perusahaan dan ketiga dari Baznas. Sebenarnya masyarakat sekitar juga bisa terlibat," kata Ganjar, Senin (11/2).

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, upaya untuk membereskan warga miskin harus dilakukan secara cepat. Misalnya rehabilitasi rumah tidak layak huni, dan juga bantuan nontunai yang diberikan untuk jaminan hidup setiap harinya.

"Kita juga harus berburu, dan kenapa kita harus berburu, agar bisa dibereskan," ujarnya.

Ganjar menjelaskan, pihaknya juga akan mengarahkan dunia usaha untuk ikut membantu pengentasan kemiskinan berdasarkan skala prioritas di sejumlah daerah. Sehingga, pemberian bantuan dari perusahaan tidak hanya terfokus di beberapa daerah saja. (K-08)

Aptrindo Tanjung Emas Beri Pengetahuan Sopir Truk Soal Mesin Euro 4

Ketua Aptrindo Tanjung Emas Semarang Supriyono (kiri) menjelaskan
tentang mesin disen Euro 4 yang akan diterapkan di Indonesia kepada
para sopir truk di diler Isuzu, Senin (11/2).
Semarang-Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Tanjung Emas Semarang Supriyono mengatakan kendaraan berat bermesin Euro 4 akan segera diterapkan di Indonesia, menggantikan mesin Euro 2 yang saat ini masih banyak digunakan para pengusaha transportasi di Tanah Air. 

Selama ini, jelas Supriyono, kendaraan berat yang dipakai pengusaha transportasi di Indonesia masih menggunakan mesin Euro 2 atau memakai mesin disel konvensional. Sedangkan mesin Euro 4 yang akan diterapkan di Indonesia, menggunakan mekanisme kerja common rail.

Menurutnya, dengan mesin yang baru dan penerapannya masih menunggu kebijakan dari pemerintah itu, maka para sopir wajib untuk mengetahui cara kerja dan perawatannya.

Supriyono menjelaskan, para sopir yang memang sehari-hari menjalankan kendaraan tersebut setidaknya bisa mengetahui dan bagaimana perawatan kendaraan bermesin common rail itu.

"Perawatan-perawatan harian itu harus tahu sopir, dan harus punya skill untuk merawat kendaraannya sendiri. Kegiatan seperti ini saya harap bisa terus dilanjutkan, minimal enam bulan sekali untuk meningkatkan kemampuan sopir," kata Supriyono di sela pelatihan sopir truk di diler Isuzu Semarang, Senin (11/2).

Lebih lanjut Supriyono menjelaskan, para anggota DPD Aptrindo Tanjung Emas Semarang harus memahami bagaimana merawat atau memerbaiki sendiri ketika kendaraan yang dipergunakan mengalami kendala teknis. Sehingga, tidak mengganggu proses pengiriman barang milik konsumen.

Kepala Bengkel Astra International-Isuzu Semarang Majapahit, Khomaidi menambahkan, dengan adanya pelatihan bagi sopir truk itu akan meningkatkan kemampuan sopir dalam berkendara maupun saat perawatan ringan di jalan. Sebab, sangat penting bagi sopir truk untuk mengetahui karakter bagi kendaraan yang dibawanya.
  
"Ya paling tidak diberi tahu kisi-kisi sebatas sopir yang ketahui, kan engga mungkin bisa sampai tahu dalam-dalamnya. Paling tidak dia bisa ngecek hariannya, dan bisa ngecek gejala-gejala upnormal apabila ada kerusakan. Sehingga, bisa segera diinformasikan kepada pihak terkait," ujar Khomaidi. (K-08)

Desa Lolong Layak Dikembangkan Jadi Destinasi Wisata Unggulan, PLN: Cocok Untuk Wisata Air dan Sarana Olahraga Rafting

Para peserta mengikuti parade Festival Durian 2019 dengan memakai
pakaian wayang.
Semarang-Pelaksana tugas Manager Komunikasi Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah-DIY Haris mengatakan Obyek Wisata Desa Lolong, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pemalang layak dikembangkan menjadi destinasi unggulan yang ada di Jawa Tengah. Terutama wisata alamnya dengan potensi debit air sungai yang lumayan deras, bisa menjadi wahana olahraga rafting atau arung jeram.

Menurutnya, ada beberapa upaya yang bisa untuk pengembangan kawasan wisata di Desa Lolong tersebut. Salah satunya adalah pemanfaatan debit air sungai, yang bisa digunakan untuk olahraga pemacu adrenalin. Yakni rafting.

Haris menjelaskan, dengan semakin memberdayakan dan mengembangkan potensi obyek wisata di Desa Lolong, akan memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar.

"Pengembangan ini tidak hanya meningkatkan ekonomi, tetapi juga diharapkan menjadi wadah para atlit rafting untuk mengembangkan keahlian mereka. Sehingga, berkompetisi secara nasional maupun internasional," kata Haris dikutip dari rilis.

Lebih lanjut Haris menjelaskan, PLN juga saat ini sedang merintis sekolah sungai untuk mengedukasi dan mengajak anak-anak sekitar Desa Lolong untuk menjadikan membaca buku sebagai budaya sehari-hari. Sehingga, lewat pembelajaran gemar membaca buku akan meningkatkan pengetahuan anak-anak di Desa Lolong.

Sementara itu, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi menambahkan, saat ini untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di Desa Lolong, setiap tahun digelar Festival Durian. Festival yang diadakan setahun sekali itu, sukses menarik belasan ribu pengunjung dari berbagai daerah di Jateng. Terutama di sekitaran Kabupaten Batang, Pemalang, Kota Pekalongan dan bahkan Kabupaten/Kota Tegal.

Menurut bupati, yang dilakukan UID PLN Jateng-DIY patut mendapat apresiasi. Sebab, mampu menghidupkan potensi alam di Desa Lolong.

"Saya mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih sebesar besarnya kepada PLN, yang sudah berkontribusi secara aktif dan nyata memberikan sarana penunjang bagi tumbuh kembangnya wisata di Kabupaten Pekalongan. Terutama di Desa Lolong ini," ujarnya. 

Asip menambahkan, dengan berkembangnya objek wisata di Desa Lolong akan memberikan dampak yang positif terhadap pengembangan pariwisata di Kabupaten Pekalongan. 

"Desa Lolong sejak dulu memang terkenal akan keindahan alamnya. Selain itu, daya tarik Lolong juga ada pada komoditas durian. Dengan adanya bantuan dari PLN ini, secara signifikan memicu pertumbuhan ekonomi di Pekalongan yang dulunya sektor pariwisata persentasenya kecil, saat ini sudah meningkat," ujarnya.

Dalam rangka Festival Durian tahun ini dimeriahkan, dengan pembagian seribu buah durian gratis kepada para pengunjung. Selain itu, juga ada lelang dan parade durian yang diikuti seluruh kecamatan di Kabupaten Pekalongan. Saat parade Festival Durian, PLN menampilkan gunungan durian yang disusun secara menarik di atas perahu. (K-08)

Hati-hati Peredaran Jamu Ilegal, Sekda: Jangan Cari Yang Cespleng Langsung Sembuh

Petugas Balai Besar POM Semarang memajang produk jamu dan juga
makanan ilegal hasil sitaan di acara CFD Pahlawan, kemarin.
Semarang-Banyaknya jamu ilegal yang beredar di pasaran dengan harga terjangkau, cukup banyak diminati masyarakat. Terlebih lagi, mampu memberikan efek "cespleng" yang dianggap cepat sembuh.

Padahal, yang dirasakan tersebut merupakan efek dari campuran bahan kimia dari proses pembuatan jamu ilegal. Pernyataan itu dikatakan Sekda Jawa Tengah Sri Puryono di sela gerakan minum jamu bersama dalam rangka HUT ke-18 Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di arena car free day (CFD) Jalan Pahlawan Semarang, Minggu (10/2).

Menurut sekda, masyarakat jangan terkecoh dengan jamu yang ditawarkan akan memberikan efek sembuh secara instan.

Sri Puryono menjelaskan, jamu-jamu ilegal yang ditawarkan dan dijual di pasar atau toko obat itu banyak mengandung bahan kimia berbahaya. Sebab, takaran yang dipakai tidak sesuai dengan standar kesehatan.

"Saya berpesan kepada masyarakat harus hati-hati dalam mengonsumsi jamu atau makanan, harus ada izin dari Badan POM. Ini penting. Kalau cespleng itu kadang takaran dosisinya berlebihan. Obat itu kan takarannya harus pas. Jangan percaya begitu saja, minum pagi siangnya sudah sembuh," kata Sri Puryono.

Kepala Balai Besar POM Semarang Syafriansyah menambahkan, dengan mengajak masyarakat dengan memberikan informasi tentang produk jamu dan makanan ilegal, maka bisa terhindar dari produk berbahaya.

"Karena memang kita sangat membutuhkan peran serta masyarakat dalam pengawasan semesta obat dan makanan, dengan memberikan edukasi dan pengetahuan kepada masyarakat. Minimal mereka bisa melindungi diri sendiri, dengan cara memilih produk obat dan makanan yang benar," ujarnya.

Syafriansyah menjelaskan, sampai dengan saat ini, Balai Besar POM Semarang melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaku UMKM dan industri jamu di Jateng sebanyak 90 pelaku usaha. Sementara di 2018 kemarin, setidaknya ada delapan pelaku usaha dan distributor produk jamu dan makanan ilegal dipidanakan. (K-08)

Bawaslu Jateng Minta KPU Amankan Surat Suara Pemilu 2019 Secara Maksimal

Dua anggota Bawaslu mengecek surat suara yang sudah dikirim KPU
ke sejumlah daerah di Jawa Tengah.
Semarang-Beberapa daerah di Jawa Tengah sudah mendapat distribusi surat suara untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, baik untuk legislatif maupun presiden dari KPU RI. Namun, kenyataan di lapangan ditemukan Bawaslu Jateng jika proses pendistribusian surat suara itu tanpa pengawalan dan pengamanan.

Komisioner Divisi Humas dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Jateng Rofiuddin mengatakan dari hasil pemantauan di lapangan ditemukan, jika distribusi logistik pemilu tanpa ada pengawalan dan pengamanan. Sehingga, sangat rawan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Menurutnya, pada saat proses distribusi logistik surat suara Pemilu 2019 juga tanpa perencanaan dan tidak ada pemberitahuan soal kepastian datangnya logistik tersebut.

Rofi meminta kepada KPU Jateng dan jajarannya di kabupaten/kota untuk serius di dalam proses pengiriman logistik Pemilu 2019. Pihaknya juga mengharapkan KPU bisa memberikan jadwal kedatangan logistik, untuk memonitor pergerakan logistik Pemilu 2019.  

"Bawaslu Jawa Tengah sudah melakukan pengawasan dalam distribusi logistik, terutama logistik surat suara. Kami menemukan jajaran KPU seperti tidak ada perencanaan dan persiapan, di dalam distribusi logistik tersebut. Misalnya tanpa ada pengamanan dan pengawalan pada saat distribusi surat suara, dan itu hanya dilakukan sopir saja. Serta, tidak ada jawdal yang pasti soal kedatangan surat suara," kata Rofi, Senin (11/2).

Lebih lanjut Rofi menjelaskan, Bawaslu juga meminta KPU memisahkan surat suara antara daerah satu dengan daerah lainnya. Hal itu dilakukan, untuk mencegah terjadinya surat suara yang tertukar.

"Ada mobil box yang digunakan untuk mengirim surat suara, yang dipakai untuk dua kabupaten sekaligus. Itu ada untuk Kabupaten Kendal dan Rembang, rawan terjadi surat suara tertukar. Kabupaten Kendal dan Rembang itu kan berbeda daerah pemilihan," ujarnya.

Rofi menyebutkan, dari 35 kabupaten/kota di Jateng, hingga saat ini baru 13 kabupaten/kota yang sudah menerima pengiriman logistik surat suara Pemilu 2019. Di antaranya Kota Tegal, Kota Pekalongan, Kota Salatiga, Kota Magelang, Kabupaten Kudus, dan Kabupaten Tegal. (K-08)