Jumat, 15 Februari 2019

Prabowo Subianto Beri Pidato Kebangsaan di Hadapan Para Pendukungnya di Semarang

Capres Prabowo Subianto saat menyampaikan pidato kebangsaan di
hadapan ratusan para pendukungnya di Hotel PO Semarang, Jumat
(15/2) sore.
Semarang-Calon Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kebangsaan di hadapan ratusan para pendukungnya di Hotel PO Semarang, Jumat (15/2) sore. Pidato kebangsaan yang disampaikan Prabowo itu, bertema "Wujudkan Swasembada Energi, Pangan dan Air".

Prabowo mengatakan Indonesia akan bisa menghasilkan energi, pangan dan air yang melimpah serta bisa menyejahterakan masyarakat. Karena, bangsa Indonesia sebenarnya cukup kaya dan melimpah sumber daya alamnya.

Menurutnya, negara harus bisa menghasilkan energi sendiri dan tidak tergantung pada negara lain.

Mantan danjen Kopassus ini menjelaskan, negara-negara besar sudah meramalkan jika terjadi perang akan banyak memerebutkan sumber air. Sebab, air merupakan sumber kehidupan suatu bangsa.

"Tidak mungkin kita bisa menghasilkan pangan tanpa air. Oleh karena itu, kita harus swasembada pangan dan menyiapkan serta menyediakan pangan untuk rakyat kita. Negara yang merdeka tidak boleh ada rakyat yang kelaparan, negara yang berdaulat tidak boleh ada anak-anaknya yang kurang gizi," kata Prabowo.

Lebih lanjut Prabowo menjelaskan, ia siap untuk memerbaiki kualitas kehidupan masyarakat Indonesia jika diberikan mandat untuk memimpin negeri ini. 

Sementara itu, sebelum memberikan pidato kebangsaan, Prabowo Subianto melakukan salat Jumat di Masjid Agung Semarang di kawasan Pasar Johar. Prabowo tiba di Masjid Kauman pada pukul 11.50 WIB. 

Sejak datang hingga keluar dari kompleks Masjid Kauman, Prabowo melalui pintu samping masjid dan tidak berkata saat ditanya wartawan yang sudah menunggu sebelum waktu salat tiba.

Sejumlah petugas kepolisian dari Polrestabes Semarang dikerahkan, untuk melakukan pengamanan di sekitar masjid. Termasuk, mengatur arus lalu lintas yang menghubungkan Jalan Pemuda dengan Jalan Wahid Hasyim tersebut. (K-08)

Ganjar Beri Klarifikasi ke Bawaslu Jateng Soal Deklarasi Kepala Daerah Untuk Jokowi

Gubernur Ganjar Pranowo keluar ruangan usai dimintai klarifikasi dari
Bawaslu Jateng terkait deklarasi dukungan kepala daerah di Jateng
untuk pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin, Jumat (15/2) sore.
Semarang-Ganjar Pranowo datang ke kantor Bawaslu Jawa Tengah untuk memberikan klarifikasi terkait adanya deklarasi kepada Capres Joko Widodo di Kota Surakarta, Jumat (15/2) sore. Kedatangan gubernur Jateng itu disambut Ketua Bawaslu Fajar SAKA.

Kepada Bawaslu, Ganjar Pranowo mengatakan jika deklarasi itu murni spontanitas dan tidak mengatasnamakan diri sebagai kepala daerah di Jateng. Sebab, yang diundang adalah personal dan kebetulan memang menjabat sebagai kepala daerah di tempatnya masing-masing.

Menurutnya, dalam acara yang diadakan di sebuah hotel di Kota Solo itu tidak menggunakan fasilitas negara.

Ganjar menjelaskan, dalam pertemuan itu juga membahas banyak hal yang terjadi di Jateng. Di antaranya soal pelaksanaan pemerintahan, kebencanaan dan terkait penyakit demam berdarah (DB). Karena yang datang juga merupakan kader dari partai pendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin, maka sepakat memberikan dukungan dan kemudian digelar konferensi pers.

"Di dalam statement saya tetap menggunakan etika, dan tidak melanggar. Maka kita siapkan dukungan dari kekaderan masing-masing, semua jawab siap. Terus, kita semua menggelar konferensi pers," kata Ganjar.

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, jika proses klarifikasi yang dilakukan itu untuk membuat terang sebuah persoalan yang sedang hangat di masyarakat. Sehingga, tidak ada suatu aturan yang dilanggar.

Komisioner Divisi Humas dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Jateng Rofiuddin menjelaskan, klarifikasi yang dilakukan terhadap Gubernur Ganjar Pranowo itu bertujuan mengumpulkan data, fakta dan bukti untuk mencari kebenaran terkait dugaan pelanggaran pemilu saat deklarasi kepala daerah terhadap pasangan nomor urut 01 di Kota Solo beberapa waktu lalu.

Tidak hanya kepada Ganjar Pranowo saja, jelas Rofi, tetapi klarifikasi juga dilakukan kepada kepala daerah yang ikut memberikan dukungan.

"Sekali lagi, kami itu menggali data, mencari fakta dan bukti begitu. Kalau saat kami periksa yang bersangkutan dan menyangkut salah seorang, maka kami juga akan melakukan klarifikasi," ujar Rofi.

Setelah rangkaian klarifikasi selesai dilakukan, lanjut Rofi, maka pihaknya akan melakukan kajian dengan jajaran Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu). (K-08)

Aptrindo Semarang Beri Pilihan ke Konsumen Untuk Pilih Lewat Tol Atau Jalur Pantura

Presiden Joko Widodo saat meresmikan penggunaan jalan tol Batang-
Semarang pada Desember 2018 kemarin.
Semarang-Tol Trans Jawa yang diresmikan langsung Presiden Joko Widodo dan digunakan untuk arus mudik libur Natal dan Tahun Baru kemarin, cukup diminati masyarakat para pengendara mobil pribadi. Sebab, memersingkat waktu tempu dari Jakarta ke Subaya ataupun sebaliknya.

Namun, tol Trans Jawa itu tidak sepenuhnya mendapat sambutan baik dari sopir truk dan kemudian memanfaatkannya. Alasannya, tarif tol yang dianggap terlalu mahal.

Ketua DPC Aptrindo Tanjung Emas Semarang Supriyono mengatakan tarif tol Trans Jawa dari Semarang ke Jakarta itu, dipandang cukup memberatkan para supir truk. Sebab, jika sekali jalan dari Semarang ke Jakarta melalui tol Trans Jawa membutuhkan dana sebesar Rp1 juta.

Menurutnya, seorang sopir truk ketika mengantar barang dari Semarang ke Jakarta akan mendapat uang saku sebesar Rp3,5 juta. Uang itu digunakan untuk sopir dan kernet sebagai biaya operasional, selama mengantar barang ke tempat tujuan.

Supriyono menjelaskan, apabila perusahaan berdasarkan permintaan konsumen menginginkan barang diantar cepat sampai tujuan dan harus melalui tol Trans Jawa, maka ada biaya tambahan untuk melalui jalan tol. Namun, jika tidak permintaan barang cepat sampai, maka para sopir tetap melalui jalur pantura atau jalan nasional.

"Dari DPC Aptrindo, semua kita serahkan ke masing-masing perusahaan. Kalau ada yang pengen cepet lewat tol, tentunya ada tambahan biaya untuk tolnya. Tapi, kalau mau menggunakan jalur biasa tidak buru-buru ya kita tetap pakai jalan nasional. Karena yang jelas, cukup berat dengan tarif tol sekarang ini. Dari Semarang ke Jakarta saja, bisa Rp1 juta sekali jalan dan kalau PP ya Rp2 juta," kata Supriyono, Jumat (15/2).

Lebih lanjut Supriyono menjelaskan, sebenarnya ada dampak positif lain dari dibukanya jalan tol Trans Jawa bagi para sopir dan itu dianggap cukup menguntungkan. Yakni, jalur pantura menjadi lebih lancar dan tidak terlalu padat.

"Dengan jalan tol, sebenarnya sangat diuntungkan. Karena, jalan nasional akan lebih lengang ,sebab mobil pribadi banyak lewat jalan tol. Truk akan lebih lancar, karena bus pariwisata juga lewat tol. Ini keuntungan lainnya," jelasnya.

Diketahui, tarif tol dari Jakarta hingga Surabaya untuk golongan V sebesar Rp1,38 juta. (K-08)

Pemprov Jateng Siapkan Skema Subsidi Transportasi Jual Bawang dan Cabai ke Luar Jawa

Gubernur Ganjar Pranowo akan membantu petani bawang merah dan
cabai yang akan menjual produk pertaniannya ke luar Pulau Jawa
lewat subsidi transportasi.
Semarang-Pemprov Jawa Tengah tidak akan tinggal diam, untuk membantu kesejahteraan para petani di provinsi ini. Termasuk, para petani bawang merah dan cabai yang kerap mengeluh karena mengalami kerugian karena harga anjlok.

Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan para petani, dengan cara menjual produk hasil pertanian Jateng ke luar Pulau Jawa. Hal itu juga sebagai salah satu cara, untuk stabilisasi harga pangan.

Menurutnya, pemprov sudah menemukan pasar yang bagus di luar Pulau Jawa. Yakni di Padangraya, Kalimantan Tengah. Kemudian juga ada di Batam dan Kalimantan Selatan.

Ganjar menjelaskan, untuk mengirim produk komoditas ke luar Pulau Jawa dengan biaya transportasi terjangkau, pihaknya sedang mencari mekanisme subsidi transportasi. Apakah akan menggunakan dana pemerintah, bantuan sosial pihak swasta atau bekerjasama dengan TNI menggunakan pesawat Hercules.

"Sekarang dipermasalahan cabai dan bawang merah, ada kenaikan biaya kargo. Jadi, kita tidak bisa ngirim. Mahal sekali, dari Rp12 ribu menjadi Rp34 ribu per kilogram. Ini yang kita lagi minta apakah boleh mendapatkan kemudahan? Baik dalam bentuk subsidi transportasi umpamanya. Untuk pemasaran ke luar Pulau Jawa yang sudah dilakukan pengirima dari Kebumen dan Banjarnegara ke pasar Padangraya," kata Ganjar, Jumat (15/2).

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, beberapa mekanisme subsidi transportasi yang dipikirkan itu untuk mengatasi anjloknya harga pertanian. Sehingga, mampu mengendalikan inflasi yang ada di Jateng.

"Soal jarak dan waktu bisa dipangkas menggunakan pesawat terbang, tapi persoalannya biaya kargo pesawat mahal," jelasnya.

Sementara itu, beberapa waktu lalu pemprov pernah menginstruksikan kepada aparatur sipil negara (ASN) untuk membeli cabai dan bawang merah langsung dari petani. Tujuannya, agar petani tidak merugi dan mendapatkan uang untuk perekonomian keluarganya. (K-08)