Jumat, 08 Maret 2019

KPU Jateng Coret 12 WNA Yang Masuk di DPT Pemilu 2019

Paulus Widiyantoro
Komisioner KPU Jateng
Semarang-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah terus melakukan pemeliharaan daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019. Bahkan, data dari Kementerian Dalam Negeri yang menyebut adanya warga negara asing (WNA) masuk DPT sudah ditindaklanjuti. Hasilnya, 12 WNA yang masuk di DPT Pemilu 2019 sudah dilakukan pencoretan.

Koordinator Divisi Data dan Informasi KPU Jateng Paulus Widiyantoro mengatakan ke-12 WNA yang dicoret karena masuk di DPT Pemilu 2019 itu, tersebar di delapan kabupaten/kota di provinsi ini. Rerata berasal dari Filipina, Malaysia dan Bangladesh.

Menurutnya, rerata WNA yang masuk di DPT Pemilu 2019 itu karena menikah dengan warga negara Indonesia (WNI).

Paulus menjelaskan, selain menikah dengan WNI, para WNA itu juga bekerja di Indonesia. Semua WNA tersebut sudah didatangi petugas KPU masing-masing daerah, dan dilakukan verifikasi data. 

"Di Kabupaten Banyumas dan Kota Surakarta ada dua WNA. Kemudian di Sragen, Kota Magelang, Purbalingga, Kota Salatiga dan Kota Tegal masing-masing satu orang WNA. Serta ada tiga orang WNA di Purworejo. Ke-12 nama WNA itu sudah kita minta verifikasi di lapangan untuk bertemu dengan orangnya atau keluarga dan perangkat RT-nya. Dari ke-12 WNA itu sudah kita temukan semua, dan mereka itu menikah dengan WNI dan tercatat di kartu keluarga. Tapi, kami sudah pastikan jika mereka itu dicoret dari DPT," kata Paulus, Jumat (8/3).

Lebih lanjut Paulus menjelaskan, pihaknya akan terus menyisir data WNA yang telah melakukan rekam data KTP elektronik bekerjasama dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil setempat.

"Tidak menutup kemungkinan, masih ada lagi WNA yang masuk di DPT dan kita coret. Kami terus periksa nama, NIK di dalam KK-nya," jelas Paulus.

Diketahui, Bawaslu Jateng menemukan ada 200 tenaga kerja asing (TKA) yang melakukan rekam data KTP elektronik di kantor Dispendukcapil setempat. Keberadaan para WNA itu terus dipantau, agar tidak ikut menggunakan hak pilih di Pemilu 2019.

"Ada 200 lebih WNA yang mengantongi izin tinggal, sehingga berhak melakukan rekam data KTP elektronik. Kami pantau keberadaan mereka, untuk memastikan tidak menggunakan hak pilihnya," ujar Ketua Bawaslu Jateng, Fajar SAKA. (K-08)

BPJS Semarang Terus Rangkul Pekerja Informal Jadi Peserta

Kepala BPJS ketenagakerjaan Semarang Suwilman Rachmat (dua dari
kanan) berjabat tangan dengan Ketua FWPJT Damar Sinuko usai pe-
nandatangan nota kesepahaman kerja sama, belum lama ini.
Semarang-Pekerja informal yang belum mendapat perlindungan sosial, perlu mendapat perhatian dari semua pihak. Salah satunya adalah BPJS Ketenagakerjaan Semarang, yang berupa merangkul seluruh pekerja informal menjadi peserta jaminan sosial.

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Semarang Suwilman Rachmat mengatakan pihaknya merupakan badan pemerintah yang mengutamakan pelayanan, dan berupaya memberi manfaat kepada manfaat. Pihaknya mengutamakan kepuasan peserta tanpa membedakan golongan tertentu, dan semua mendapat pelayanan yang sama.

Menurutnya, banyak pekerja informal yang belum terlindungi jaminan sosial, di bidang ketenagakerjaan.

Suwilman menjelaskan, pedagang dan nelayan serta wartawan lepas merupakan pekerja informal yang juga wajib terlindungi jaminan sosial dari BPJS Ketenagakerjaan. Sebab, banyak risiko yang akan dialami ketika sedang menjalankan tugas.

Bahkan, lanjut Suwilman, Pemkot Semarang dan beberapa pemerintah daerah yang ada di wilayah kewenangannya sudah mendaftarkan pekerja informal atau honorer menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Hal itu menunjukkan, jika menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan dianggap penting.

"Untuk di Kota Semarang itu yang nonASN sudah tercover sebanyak 6.449 orang di lingkup Pemkot Semarang. Kemudian, untuk di Kendal seluruh perangkat desa sudah ikut. NonASN itu ada yang disebut honorer pemda. Yang informal ada 55 ribu orang, termasuk wartawan. Wartawan kan jam kerjanya tak terbatas. Sebetulnya ini kan melindungi dirinya sendiri untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan," kata Sulwilman, Jumat (8/3).

Sulwiman menjelaskan, biaya iuran yang dibebankan para pekerja informal sebesar Rp16.800 per bulan dan berbeda dengan pekerja formal. Para pekerja informal disarankan bisa mendaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

"Kami berupaya menjaring dan menjalin kerja sama sebanyak-banyaknya, dengan kelompok informal yang belum menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan," pungkasnya. (K-08)

Genangan Banjir Surut, Tol Caruban-Madiun Sudah Dibuka

Sejumlah petugas Jasamarga Ngawi Kertosono sedang membersih-
kan sisa lumpur dari banjir yang sempat menggenangi tol Madiun.
Semarang-Jasamarga Ngawi Kertosono (JNK) sebagai operator jalan tol Ngawi-Kertosono bekerjasama dengan aparat kepolisian membuka kembali jalur tol Caruban-Madiun, Jumat (8/3) dini hari tadi. Hal itu dilakukan, setelah genangan air banjir mulai surut, dan ketinggian air diperkirakan lima sentimeter, sehingga dianggap aman untuk dilalui kendaraan.

General Manager Operasi dan Pemeliharaan Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri Charles Lendra dalam rilis mengatakan jalan tol yang semula ditutup karena tergenang air banjir, saat sudah dibuka dan bisa dilalui kendaraan.

Sebelumnya, jelas Charles, pihak JNK dan kepolisian menutup jalan tol karena adanya genangan air dari luapan Sungai Jeroan di jalur tol Caruban-Madiun KM603+600-KM604+000. Sehingga, akses jalan tol sempat terputus selama 24 jam lebih dan harus dilakukan rekayasa lalu lintas dengan pengalihan jalur maupun pemberlakuan sistem contra flow.

"Saat ini, di lokasi bekas genangan air telah dilakukan pengaturan dan pemberian rambu-rambu petunjuk demi keamanan pengguna jalan. Selain itu, kami juga akan terus melakukan monitoring terhadap ketinggian air pada jalur tol yang di sekitarnya tergenang air dan melakukan pemantauan terhadap cuaca sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi kejadian serupa," kata Charles.

Lebih lanjut Charles menjelaskan, JNK juga menyiapkan kantong pasir untuk menahan masuknya air ke jalan tol. Apabila diperlukan, pihaknya juga akan menyiapkan mesin pompa air di titik genangan sebagai upaya air lebih cepat surut. 

"Kondisi dan laporan cuaca yang diperkirakan curah hujan masih tinggi pada beberapa pekan ke depan, kepada pengguna jalan diimbau tetap berhati-hati dan waspada apabila berkendara. Terutama pada saat hujan turun lebat. Kami senantiasa berupaya, agar pengguna jalan tol bisa berkendara di jalan tol dengan lancar, aman dan nyaman," jelasnya.

Guna mendapatkan informasi terkini di jalan tol, lanjut Charles, para pengguna jalan tol bisa mengakses kanal informasi resmi milik Jasa Marga. Yakni bisa melalui call center Jasa Marga 24 jam di 14080, atau lewat Twitter @PTJASAMARGA. (K-08)

Pemprov Jateng Siap Pasarkan Produk UMKM ke Rusia

Gubernur Ganjar Pranowo berdiskusi dengan Kadinperindag Jateng
Arief Sambodo, terkait dengan potensi perdagangan dengan Rusia.
Semarang-Pemprov Jawa Tengah tidak pernah putus asa, di dalam mengangkat produk UMKM naik kelas dan dijual sampai keluar negeri. Setelah memberikan fasilitas berjualan di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang lewat Galeri UKM, pemprov dalam waktu dekat juga akan menawarkan produk hasil UMKM ke pasar Rusia.

Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan pihaknya sudah berbicara dengan Duta Besar RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarusia, Mohamad Wahid Supriyadi, untuk membawa produk UMKM asal Jateng dan dipromosikan ke negara beruang putih itu. Karena, banyak produk UMKM dari Jateng yang sebenarnya bisa dipasarkan dan diminati masyarakat Rusia.

Menurutnya, pemprov sedang mengidentifikasi produk yang bisa dititipkan untuk dipromosikan kepada masyarakat Rusia.

Ganjar menjelaskan, pihaknya juga siap mengirim tim khusus untuk ikut menjelaskan keunggulan dari produk UMKM asal Jateng kepada masyarakat Rusia. Sebab, hal itu juga pernah dilakukan saat pameran di Jeddah, Arab Sauid dan mampu membawa pulang 13 kontrak perdagangan. 

"Ternyata, produk-produk halal yang ada seperti kosmetik dan makanan itu diminati. Harapan kita nanti, itu disampaikan ke sana dan kalau mereka setuju ada pameran di April dan Agustus. Begitu itu disampaikan, kita akan ikut. Dulu sudah pernah diundang, tapi saya engga mau ikut karena engga ada yang beli. Kok saya suruh datang," kata Ganjar, Jumat (8/3).

Ganjar lebih lanjut menjelaskan, tidak hanya soal perdagangan yang bisa ditawarkan kepada Rusia tapi juga sektor lain. Misalnya seni dan sosial budaya.

Duta Besar RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarusia, Mohamad Wahid Supriyadi menambahkan, dari sekian banyak hal yang disukai warga Rusia dari Indonesia, kerajinan dan seni serta fesyen paling diminati. Sebab, setiap menggelar acara Bazar Indonesia dan Festival Indonesia di Moscow selalu dipadati pengunjung.

"Pengunjung bazar sampai membludak hingga 135 ribu orang. Tidak ada barang yang tidak laku dijual di sana. Ada batik, lurik, nasi goreng hingga sambel," ujar Wahid.

Wahid berharap, acara bazar yang diadakan di Moskow setiap April dan Agustus bisa menjadi pintu bagi Jateng mengirimkan produk unggulannya ke Rusia. (K-08)

Buwas: Saka Milenial Harus Jadi Pramuka Yang Tahu Perkembangan Zaman dan Ikut Tangkal Hoax

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dikukuhkan menjadi Kamabigus
Kwarda Jateng bersama jajaran muspida lainnya.
Semarang-Anggota Pramuka sekarang ini tidak hanya dituntut bisa hidup mandiri dan tolong menolong kepada sesama serta cinta Tanah Air saja, tapi juga harus melek terhadap kemajuan dan perkembangan zaman. Termasuk, melek terhadap perkembangan teknologi masa kini.

Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Komjen Pol (Purn) Budi Waseso mengatakan adanya Saka Milenial yang dibentuk Kwarda Jawa Tengah, menjadi jawaban untuk anggota Pramuka bisa mengikuti perkembangan dan kemajuan teknologi. Apalagi, sekarang ini semakin banyak beredar informasi yang menyesatkan atau hoax di tengah masyarakat.

Menurutnya, adanya Saka Milenial menjadikan anggota Pramuka semakin dibutuhkan masyarakat untuk mengarahkan dan memberikan informasi yang benar lewat program-program kekiniannya.

Buwas menjelaskan, langkah progresif dan inovatif dari Kwarda Jateng membentuk Saka Milenial patut mendapat apresiasi dan nantinya bisa aplikasikan ke daerah lain di seluruh Indonesia.

"Kita harus mengikuti perkembangan situasinya dan zamannya. Maka, perlu dibangun Saka Milenial. Sekarang kan tidak seperti yang dulu. Program-programnya kekinian, supaya pembinaannya bisa pas kepada generasi-generasi yang akan datang. Di Jateng memang jadi pilot project, harapan hasilnya nanti disamakan di seluruh Indonesia," kata Buwas di Semarang.

Lebih lanjut Buwas menjelaskan, anggota Pramuka saat ini memiliki tantangan untuk ikut berperan dalam pembangunan bangsa melalui gerakan kepanduan.

Ketua Majelis Pembina Daerah Kwarda Jateng Ganjar Pranowo menambahkan, banyak hal positif yang bisa dilakukan anggota Saka Milenial selain ikut menangkal hoax. Misalnya hal-hal sederhana yang berkaitan dengan kelestarian lingkungan, mulai dari tidak membuang sampah plastik sembarangan dan ikut mengurangi penggunaan kantong plastik.

Menurutnya, Saka Milenial yang lahir dari usulan generasi muda ini karena sikap keprihatinan banyak informasi hoax tersebar di dunia media sosial (medsos).

"Mereka ini dulunya bergelut dengan dunia teknologi informasi, dan rupanya kelompok imi sangat responsif terhadap perkembangan zaman. Sehingga, nanti program-program kita akan didorong untuk disebarkan hal yang positif dan hoax-nya dilawan," ujar Ganjar.

Dengan adanya Saka Milenial, lanjut Ganjar, diharapkan bisa menjadi bagian dari upaya menyelamatkan masyarakat terpengaruh informasi yang menyesatkan. (K-08)

Polda Jateng Ajak Generasi Milenial Ikut Perangi Hoax di Pemilu 2019

Kombes Pol Agus Triatmaja
Kabid Humas Polda Jateng
Semarang-Menjelang hari H pemungutan suara Pemilu 2019, informasi yang menyesatkan atau hoax semakin banyak bertebarang di media sosial (medsos). Sepanjang 2018 kemarin, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memblokir sekira 900 ribu situs berkonten negatif dan hoax. Kebanyakan, tersebar di dunia maya.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Agus Triatmaja mengatakan perkembangan teknologi informasi sekarang ini, membuat berita bohong atau hoax mudah menyebar di medsos dan dikonsumsi banyak orang. Terutama, generasi milenial yang paling sering memanfaatkan atau berselancar di dunia maya.

Menurutnya, generasi milenial merupakan kalangan yang rentan tersusupi informasi hoax. Sehingga, perlu ada edukasi dan diajak untuk memerasi informasi bohong.

Agus menjelaskan, para generasi milenial perlu diajak untuk memerangi hoax di tahun politik sekarang ini. Karena, menekan penyebaran hoax tidak bisa dilakukan kepolisian saja dan perlu keterlibatan semua pihak. Termasuk, kalangan milenial.

"Hoax ini kan dampaknya luar biasa, apalagi mendekati pileg dan pilpres ini. Banyak sekali hoax yang muncul. Makanya, saya mengambil sasaran kaum milenial dan para mahasiswa serta pelajar. Diharapkan, mereka teredukasi bahwa seperti ini lho dampaknya hoax. Dengan teredukasinya mereka, akan mengurangi potensi konflik atau gangguan yang diakibatkan hoax itu," kata Agus, Jumat (8/2).

Lebih lanjut Agus menjelaskan, para generasi milenial juga diajak bijak menggunakan medsos.

"Kami berharap, mereka bisa membantu melawan medsos yang menyebar hoax dan memecah persatuan serta kesatuan bangsa," pungkasnya. (K-08)