Senin, 25 Maret 2019

Komunitas Jeep Wrangler Jajal Pertamax Turbo Turing ke Kebun Kopi Jolong Pati

Komunitas Jeep Wrangler Semarang sedang mengisi Pertamax Turbo
di SPBU Sultan Agung Semarang, baru-baru ini.
Semarang-Manajer Retail Fuel Marketing Pertamina MOR IV Rahman Pramono Wibowo mengatakan Pertamax Turbo merupakan bahan bakar berkualitas, untuk kendaraan bermesin bensin. Sebab, Pertamax Turbo didukung teknologi Ignition Boost Formula (IBF) yang membuat bahan bakar lebih responsif terhadap proses pembakaran.

Menurutnya, kendaraan yang mengonsumsi Pertamax Turbo akan membuat pembakaran di dapur pacu kendaraan lebih sempurna. Sehingga, torsi kendaraan menjadi lebih tinggi. 

"Pertamax Turbo memang cocok untuk kendaraan berteknologi masa kini, dan membutuhkan performa mesin yang prima," kata Rahman dikutip dari rilis.

Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR IV Andar Titi Lestari menambahkan, Pertamina terus berupaya untuk mendekatkan produk Pertamax Turbo kepada masyarakat luas. Terutama, pemilik kendaraan yang membutuhkan bahan bakar berkualitas tinggi.

Menurutnya, pelanggan yang ingin merasakan Pertamax Turbo bisa mengisi di SPBU khusus.

"Bagi warga Semarang yang ingin kendaraannya menghasilkan performa maksimal, bisa mengisi Pertamax Turbo di 12 lokasi SPBU yang tersebar di Kota Semarang," ujar Andar.

Sementara, komunitas Jeep Wrangler Owners Semarang menjajal keunggulan Pertamax Turbo dengan turing ke Gunung Muria, Kudus dan Perkebunan Kopi Jolong, Pati, Sabtu (23/3) kemarin. Mobil petualang berjenis SUV itu, menggunakan Pertamax Turbo untuk efektivitas kinerja mesin 4x4 tersebut. (K-08)

Sumur Warga Purworejo Kotor Karena Banjir, Dinkes Jateng Beri Disinfektan

Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yulianto Prabowo sudah memberikan
disinfektan untuk sumur warga Purworejo yang terdampak banjir.
Semarang-Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yulianto Prabowo mengatakan banjir yang saat ini sudah mulai surut, meninggalkan dampak bagi masyarakat setempat. Terutama, soal kebutuhan air bersih warga.

Menurutnya, warga yang kembali dari lokasi pengungsian ke rumah masing-masing kesulitan mendapatkan air bersih dari sumur dekat rumah.

Yulianto menjelaskan, pihaknya bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo langsung melakukan langkah-langkah strategis untuk membantu warga mendapatkan air bersih. Salah satunya, memberikan kaporit dan menyemprot cairan antikuman atau disinfektan ke sumur-sumur milik warga yang kotor akibat banjir. 

"Saya juga sudah menengok ke sana, dan masalah kesehatan yang terkait banjir ini terutama kesehatan lingkungan. Sebab, sumber-sumber air bersih di sumur warga ini kemasukan air kotor dari banjir. Sehingga, saya sama teman-teman di Kabupaten Purworejo sudah menguras sumur dan kita jernihkan dengan kaporit dan juga disinfektan. Sehingga, air sumur itu layak dikonsumsi warga," kata Yulianto, Senin (25/3).

Yulianto lebih lanjut menjelaskan, tim tenaga medis yang saat ini masih berada di Purworejo terus memberikan pelayanan kesehatan kepada warga. Terutama, untuk para lansia dan balita.

"Penyakit kulit yang paling sering dikeluhkan warga korban banjir. Kami juga sudah kirim obat-obatan, dan menyediakan posko kesehatan di kecamatan," jelasnya.

Diketahui, bencana banjir melanda Kabupaten Purworejo sejak sepekan dan membuat sekira 1.500an jiwa warga harus mengungsi ke titik-titik pengungsian. Sebab, belasan desa dari empat kecamatan terendam banjir. Selain itu, sumber-sumber air milik warga seperti sumur menjadi kotor karena banjir. (K-08)

Politik Kesehatan di Hulu Harus Dibenahi, Ganjar: Masyarakat Harus Mau Bergaya Hidup Sehat

Gubernur Ganjar Pranowo menyerahkan sertifikat ODF kepada sejumlah
daerah di Jateng di acara Rakerkesda Jateng 2019 di Hotel MG Setos,
Senin (25/3).
Semarang-Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan bergaya hidup sehat harus dimulai sejak dini, dan diajarkan kepada anak-anak ketika masih duduk di bangku sekolah taman kanak-kanak. Sehingga, budaya hidup sehat sudah tertanam di usia muda. Pernyataan itu dikatakannya ketika membuka rapat kerja kesehatan daerah (Rakerkesda) tingkat provinsi di Hotel MG Setos, Senin (25/3).

Menurutnya, pemerintah Jepang sudah sejak lama melakukan investasi kesehatan kepada masyarakatnya dan bangsa Indonesia harus bisa mencontohnya.

Ganjar menjelaskan, anak-anak di Jepang sejak dini sudah ditanamkan budaya hidup sehat. Bahkan, pemerintah Jepang memberikan peraturan yang ketat tentang kesehatan kepada masyarakatnya. Sehingga, orang-orang Jepang memiliki kualitas kesehatan yang jauh lebih baik dari warga negara lain di kawasan Asia terutama.

Oleh karena itu, jelas Ganjar, masyarakat Indonesia juga harus mau diajak bergaya hidup sehat dan menerapkan pola konsumsi sehat. Pemerintah menyediakan BPJS Kesehatan bukan mengharuskan masyarakat sakit, namun untuk upaya penjaminan warga ketika masuk rumah sakit tidak terbebani biaya.

"Kita perlu mengarahkan politik kesehatan ke hulu. Kalau ke hilir itu orang sakit dijamin BPJS, lalu merasa sudah dijamin BPJS biar sakit tidak apa-apa. Itu paradigma yang keliru. Sekarang dibalik, kita harus sehat maka jangan sampai sakit ke rumah sakit. Sederhana, maka cuci tangan sebelum makan pakai sabun, olahraga dan makan buah serta sayur. Tiga hal itu saja yang perlu dilakukan dan dibudayakan. Kalau sudah terbiasa, Insya Allah sehat. Nah, yang begini-begini sekarang kita ajarkan kepada mereka," kata Ganjar.

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, dengan Rakerkesda Jateng yang diikuti seluruh Dinas Kesehatan di seluruh provinsi ini bisa menghasilkan rumusan permasalahan kesehatan. 

"Tadi ada yang menyebut merokok, buang sampah sembarangan dan soal obesitas. Nah, mari dibahas bersama untuk menghasilkan solusi kesehatan bagi masyarakat Jawa Tengah," pungkasnya. (K-08)

Pemprov Pastikan UNBK SMK di Jateng Berjalan Lancar

Gubernur Ganjar Pranowo mengecek pelaksanaan UNBK yang ada di
SMK Negeri Jateng, Senin (25/3).
Semarang-Para siswa SMK sebanyak 247.089 siswa yang ada di Jawa Tengah mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK) hari pertama, Senin (25/3). Pada hari pertama UN ini, siswa mengerjakan ujian mata pelajaran Bahasa Indonesia. Hari pertama ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah memastikan pelaksanaan UNBK berjalan lancar.

Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) untuk tingkat SMK, pada hari pertama berjalan lancar. Hal itu dikatakannya ketika melakukan peninjauan pelaksanaan UNBK di SMK Negeri Jateng.

Menurutnya, untuk hari pertama pelaksanaan ini belum ada laporan adanya gangguan terkait UNBK tingkat SMK di Jateng.

Ganjar menjelaskan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng sudah diperintahkan untuk terus melakukan pengecekan selama pelaksanaan UNBK berlangsung. Sehingga, para peserta UNBK tidak mengalami kendala saat mengerjakan ujian. 

"Persiapan UN sampai hari ini Alhamdulillah bagus, ya. Pelaksanaan dan alat-alatnya serta komputernya cukup. Ahli IT yang ditugasi juga sudah nunggoni, sehingga kalau ada gangguan bisa segera diatasi. Siswanya juga relatif sudah siap, dan mudah-mudahan bisa berjalan dengan baik. Gangguan listrik juga sudah diatasi dengan genset, jadi tidak ada masalah," kata Ganjar.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng Sulistyo menjelaskan, sebanyak 1.538 sekolah SMK di provinsi ini bisa melaksanakan UNBK. Sebab, UNBK sudah dipersiapkan sejak jauh hari.

Bahkan, jelas Sulistyo, pihaknya juga telah meminta pihak sekolah untuk menyiapkan genset jika terjadi gangguan listrik.

"Rata-rata nunutnya ke sekolah-sekolah yang dekat saja. Mayoritas SMK dari jumlah sekolah, sudah bisa selenggarakan UN mandiri yang dalam artian pelaksanaan UN-nya," ujar Sulistyo.

Diketahui, pelaksanaan UNBK dimulai pada 25-28 Maret 2019. Sedangkan untuk siswa SMA dan MA, akan dilaksanakan pada 1,2,4 dan 8 April 2019. (K-08)