Kamis, 28 Maret 2019

Polda Jateng Tangkap Pelaku Pengoplos Elpiji di 3 Kota

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Agus Triatmaja (empat dari
kiri) didampingi Direktur Reskrimsus Kombes Pol Hendra Suhartiyono
(dua dari kanan) saat gelar perkara pengoplosan elpiji di kantor Ditres-
krimsus, Kamis (28/3).
Semarang-Pengoplosan isi tabung elpiji dari yang bersubsidi ke tabung elpiji nonsubsidi masih ditemukan, untuk mendapatkan keuntungan dengan merugikan orang lain. Dari perbuatan ilegal itu, aparat Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah membongkar kasus pengoplosan elpiji di tiga kota di provinsi ini. Yakni Kota Semarang, Kabupaten Boyolali dan Sukoharjo.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Agus Triatmaja mengatakan modus yang dilakukan tiga pelaku dari tiga lokasi itu, dengan memindahkan isi elpiji tiga kilogram ke tabung elpiji 5,5 kilogram dan 12 kilogram. Dengan modus pengoplosan elpiji subsidi ke nonsubsidi itu, pelaku mendapatkan keuntungan lumayan besar dibanding menjadi agen resmi elpiji Pertamina.

Menurutnya, praktik ilegal itu terungkap setelah pihak kepolisian mendapat informasi dari warga yang menyebutkan para tersangka menjual elpiji Pertamina dengan harga di bawah pasaran.

Agus menjelaskan, para pelaku ini di dalam memindahkan isi tabung elpiji bersubsidi ke nonsubsidi cukup mudah. Pelaku hanya membutuhkan alat sederhana berupa selang, dan menyambut antara lubang elpiji satu ke satunya.

"Para tersangka ini mendapatkan tabung-tabung ini beli satu per satu dari toko atau warung. Setelah terkumpul, kemduain dipindahkan dengan menggunakan selang ke tabung nonsubsidi yang 5,5 kilogram dan 12 kilogram. Untuk tabung 12 kilogram dari keterangan tersangka, membutuhkan antara 4,5 tabung sampai lima tabung," kata Agus usai gelar perkara pengoplosan elpiji di Kantor Ditreskrimsus Polda Jateng, Kamis (28/3).

Agus lebih lanjut menjelaskan, dari perbuatan yang dilakukan para pelaku, polisi menjeratnya dengan Undang-Undang tentang Perlindungan Konsumen, Undang-Undang tentang Perdagangan dan Undang-Undang tentang Metrologi. 

Unit Manager Communication and CSR Pertamina MOR IV Andar Titi Lestari menambahkan, pihaknya mengapresiasi tindakan dari aparat kepolisian yang berhasil menangkap pelaku pengoplosan elpiji subsidi ke nonsubsidi.

"Bahwa kasus ini sangat merugikan masyarakat sebagai konsumen, dan semoga ini bisa terus diusut sampai nanti benar-benar terungkap siapa orang-orang di baliknya," ujar Andar.

Sementara itu, selain menangkap tiga orang pelaku, polisi juga mengamankan 579 tabung elpiji berbagai ukuran dan sebagian di antaranya siap dijual ke masyarakat. (K-08)

Anggaran Kementerian PUPR Diblokir Kemenkeu, Basuki: Hal Yang Biasa Bukan Persoalan Serius

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengaku, jika anggarannya yang di
blokir Kementerian Keuangan bukan masalah serius.
Semarang-Anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebesar Rp9.17 triliun pada tahun ini, masuk daftar blokir Kementerian Keuangan. Alasannya, terdapat sejumlah data pendukung yang belum dilengkapi.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pemblokiran anggaran di kementerian yang dipimpinnya itu, merupakan hal biasa dan bukan persoalan serius. Karena, pemblokiran anggaran sudah biasa terjadi setiap tahunnya akibat data yang belum lengkap.

Menurutnya, alasan utama adanya pemblokiran anggaran di Kementerian PUPR adalah saat dilakukan akselerasi belanja modal di awal tahun terdapat data yang belum dilengkapi.

Basuki menjelaskan, data yang belum dilengkapi itu adalah desain kriteria dan nomor land regristration belum ada. Apabila seluruh data pendukung sudah dilengkapi, maka anggaran bisa dicairkan.  

"Jadi itu biasa. Setiap tahun ada saja anggaran yang diblokir. Mungkin karena data pendukungnya belum lengkap, atau desain kriteria belum dilengkapi. Termasuk, belum adanya nomor land registrationnya. Tapi, kalau sudah ada nomornya, biasanya cair," kata Basuki ketika kunjungan ke Semarang.

Lebih lanjut Basuki menjelaskan, pemblokiran anggaran di kementeriannya diungkap ketika rapat kerja bersama Komisi V DPR RI beberapa waktu lalu. Saat itu, dirinya menjelaskan ada alasan yang membuat anggaran belum bisa dicairkan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan, pihaknya akan membuka anggaran Kementerian PUPR jika dokumen pendukung sudah dilengkapi. Oleh karenanya, Kementerian PUPR diminta segera menyelesaikan kelenggaran dokumen, agar anggaran bisa dicairkan.

"Masalahnya biasa, soal dokumen saja tidak lebih. Padahal, pemerintah berupaya meningkatkan akselerasi belanja modal di awal tahun untuk mendorong pertumbuhan," ujar Sri.

Sri Mulyani menyatakan, anggaran milik Kementerian PUPR yang diblokir itu akan digunakan untuk membangun kampus Universitas Islam Internasional Indonesia dan rehabilitasi kantor terpadu meliputi balai-balai di daerah. (K-08)

TB Jadi Ancaman Kesehatan Bagi Masyarakat, Dinkes Sosialisasikan Pergub Soal Penanggulangan TB

Dinkes Jateng melakukan sosialisasi pergub tentang penanggulangan
Tuberkulosis dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
Semarang-Sebagai upaya penanggulangan Tuberkulosis (TB) dikeluarkan Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 93 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Daerah Penanggulangan Tuberkulosis Jateng 2018-2023.

Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yulianto Prabowo mengatakan rencana aksi daerah penanggulangan TB itu merupakan program, yang berisi langkah-langkah konkrit dan terukur serta sudah disepakati para pemangku kepentingan.

Menurutnya, penanggulangan TB mengutamakan aspek promotif dan preventif tanpa mengabaikan aspek kuratif dan rehabilitatif untuk melindungi kesehatan masyarakat.

Yulianti menjelaskan, dengan sosialisasi tentang pergub penanggulangan TB itu diharapkan bisa menurunkan angka kesakitan, kecacatan atau kematian dan memutus penularan TB. 

"Sosialisasi ini membangun komitmen bersama, baik dengan provinsi dan kabupaten/kota serta linta sektor. Tidak lupa juga melibatkan LSM dan semua pihak terkait, ya. Bersama-sama berkomitmen bahwa pada 2028, ingin mengeliminasi TB di Jawa Tengah. Komitmen itu diwujudkan dalam bentuk peraturan gubernur dan peraturan bupati/wali kota," kata Yulianto di sela sosialisasi pergub tentang penanggulangan TB di Hotel Harris Semarang, Kamis (28/3).

Lebih lanjut Yulianto menjelaskan, dengan sosialisasi pergub tentang penanggulangan TB ini akan memercepat eliminasi dengan menurunkan angka kesakitan dan kematian pada 2028 di Jateng.

Cara Penularan TB
Ahli Klinis dari RSUP dr Kariadi Semarang Thomas Handoyo mengatakan TB memang penyakit yang ditakuti masyarakat, sebab juga menjadi penyakit mematikan di dunia. Karena, penularan TB sangat mudah terutama jika melakukan kontak dengan penderita. 

Menurutnya, risiko terkena atau terjangkit TB akan lebih mudah jika daya tahan tubuh seseorang menurun. Terutama, jika mengidap suatu penyakit tertentu.

Thomas menjelaskan, beberapa penyakit yang menggerogoti daya tahan tubuh seseorang itu di antaranya adalah Diabetes Melitus (DM) dan juga HIV/AIDS. Penderita yang mengidap penyakit tersebut, akan lebih mudah tertular TB. 

"Faktor risiko mudah terkena TB itu yang pertama adalah Diabetes Melitus, HIV dan ibu hamil serta berat badan sangat rendah atau under weight. Lewat tindakan medik juga bisa, misal transplantasi ginjal terhadap penderita TB. Karena, penyakit-penyakit itu menyebabkan daya tahan tubuh seseorang menurun. Faktor eksternal dari lingkungan juga bisa menjadi sarana penyebaran TB, misal tinggal serumah dengan penderita TB, berada di lapas dan rumah yang sempit dan ventilasi kurang," ujar Thomas.

Lebih lanjut Thomas menjelaskan, beberapa stigma yang salah tentang penularan TB juga harus diluruskan. Misalnya tentang kontak dengan air liur penderita, dan menggunakan alat makan yang sama. (K-08)