Minggu, 07 April 2019

GO-JEK dan Pemkot Semarang Berkolaborasi Bangun Inovasi Pelayanan Publik

VP Regional Public Policy&Government Relation GOJEK Damar Juniato
(kiri) bersama Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (kanan) berdiskusi
tentang kolaborasi pemerintah dengan swasta.
Semarang-Menjadikan layanan yang lebih mudah, cepat dan transparan akan berdampak pada ekonomi masyarakat. Sehingga, kualitas pelayanan publik yang diinginkan masyarakat di era digital saat ini bisa dirasakan.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan pemerintah daerah sekarang ini dihadapkan pada sejumlah tantangan, untuk mewujudkan keinginan masyarakat. Sehingga, untuk mewujudkannya dibutuhkan kolaborasi dengan pihak swasta yang memiliki kemajuan teknologi.

Menurutnya, sudah banyak kota atau kabupaten yang berhasil bersinergi dengan swasta untuk menghadirkan layanan publik berkualitas. 

Hendi menjelaskan, Kota Yogyakarta sukses mewujudkan Jogja Smart Service, Kota Bandung dengan Minilab Food Security dan inovasi dari Kota Depok tentang mereduksi sampah organik menggunakan black soldier fly.

"Salah satu alasan utama kolaborasi dengan swasta, karena pengembangan kota metropolitan tidak hanya bisa mengandalkan APBD kota masing-masing semata. Mengenai pengembangan smart city, dari sisi anggaran, APBD kita tidak sepadan dengan Jakarta, Bandung, Surabaya dan kota-kota besar lainnya. Untuk itu, dalam upaya membangun sebuah kota metropolitan, pemerintah harus bisa memfasilitasi perusahaan swasta untuk berkolaborasi. Ibarat mobil, kita harus bisa bergerak sama," kata Hendi. 

Oleh karena itu, jelas Hendi, dengan menggandeng GOJEK sebagai layanan on-demand, pihaknya berupaya berkolaborasi dalam membangun inovasi digital di bidang pelayanan publik.

Vice President Regional Public Policy & Government Relation GO-JEK, Damar Juniarto menambahkan, kolaborasi dengan Pemkot Semarang telah dilakukan sejak 2018. Tidak hanya dari sisi pelayanan publik saja, tetapi juga membantu pertumbuhan ekonomi di Kota Semarang.

"Melalui ekosistem kami, GO-JEK percaya bahwa pemanfaatan teknologi tidak hanya memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam berkegiatan sehari-hari, tetapi juga bisa dimanfaatkan pemerintah untuk memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat. Misalnya layanan publik yang lebih murah, cepat dan transparan serta berkembangnya ekonomi kerakyatan," ujar Damar.

Damar menjelaskan, beberapa contoh konkrit kerja sama yang telah dilakukan bersama Pemkot Semarang adalah cashless payment di Bus Rapid Transit (BRT) Trans-Semarang dengan menggunakan GO-PAY. Kemudian juga ada pelatihan UMKM binaan Pemkot Semarang, dan pembayaran PBB secara nontunai. (K-08)

RNI Gelar Kelas Kreatif BUMN, Dorong Kreativitas Milenial

Menteri BUMN Rini Soemarno melihat proses peracikan kopi saat me-
ngunjungi kelas barista di acara Kelas Kreatif BUMN di Sumenep.
Semarang-Guna mendukung program pemerintah mengembangkan industri kreatif kepada generasi milenial, Kementerian BUMN menggelar program Kelas Kreatif BUMN di 31 kota di Indonesia selama Maret-April 2019. Acara tersebut juga dalam rangka, untuk memeringati HUT ke-21 Kementerian BUMN dan ditargetkan diikuti 10 ribu orang peserta.

Acara Kelas Kreatif yang digawangi Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) di Sumenep dibuka Direktur Utama RNI, B. Didik Prasetyo bersama Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi dan dihadiri Menteri BUMN RI Rini Soemarno.

Dirut RNI, B. Didik Prasetyo mengatakan Kelas Kreatif BUMN di Sumenep diikuti 345 peserta dengan empat pilihan kelas keterampilan, yaitu barista, make up artis, vlog dan digital marketing. Kelas Keterampilan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan generasi muda, sehingga pelatihan yang dilaksanakan betul-betul bermanfaat dan menjadi bekal untuk memasuki dunia kerja atau mendirikan usaha. 

Menurutnya, dipilihnya keempat keterampilan itu tidak lepas dari tingginya minat dan pertumbuhan keempat bidang tersebut belakangan ini. 

Berdasarkan data yang dirilis Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) pada awal 2019, jelas Didik, sub sektor fashion dan kuliner masuk tiga besar penyumbang ekspor ekonomi kreatif Indonesia. Begitu pula dengan video dan animasi, yang menjadi menjadi sub sektor dengan pertumbuhan tertinggi kedua, kemudian disusul digital marketing yang terus tumbuh seiring dengan meningkatnya pengguna internet di Indonesia.

Didik menjelaskan, data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) 2017, pengguna internet di Indonesia sekira 143 juta lebih tinggi dari pengguna internet di 2016 yang hanya 132,7 juta. Bekraf memprediksi, setiap tahun industri ekonomi kreatif tumbuh sekira Rp70 triliun.

"Dengan adanya pilihan kelas keterampilan, para peserta bisa memilih mengikuti kelas yang dirasa sesuai dengan minat, bakat dan kebutuhannya. Kehadiran Kelas Kreatif BUMN di Sumenep bisa mengispirasi generasi milenial untuk tetap semangat berkarya dan mengejar cita-cita," kata Didik dikutip dari rilis.

Lebih lanjut Didik menjelaskan, saat mengikuti kelas para peserta tidak hanya mendapat teori tetapi juga diajak lebih mendalami melalui praktek. Porsinya, 25 persen materi berupa teori, sedangkan 75 persen adalah praktik. 

Wabup Sumenep Achmad Fauzi menambahkan, tingginya animo peserta yang ikut menunjukkan jika generasi muda di Sumenep ingin berkontribusi mengembangkan ekonomi kreatif daerahnya. 

"Ekonomi kreatif Provinsi Jawa Timur sebesar 9,37 persen, atau berada di posisi keempat di bawah Yogyakarta sebesar 16,12 persen, Bali 12,57 persen dan Jawa Barat 11,81 persen," ujar Fauzi.

Kelas Kreatif BUMN, lanjut Fauzi, merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat karena memberikan berbagai pelatihan yang relevan dengan kebutuhan dan minat generasi milenial saat ini. Harapannya, Kelas Kreatif BUMN bisa membantu generasi muda Sumenep menghadapi persaingan yang sudah semakin mengglobal. (K-08)

Mau Liburan, ke Kampoeng Kopi Banaran Bawen Saja

Kereta wisata mengantar pengunjung menikmati pemandangan di alam
Agrowisata Kampoeng Kopi Banaran, Bawen, Kabupaten Semarang.
Semarang-Bingung mau ke mana tapi tidak ingin pergi jauh dari Kota Semarang, mungkin salah satu tempat di wilayah Bawen, Kabupaten Semarang bisa menjadi alternatif liburan. Agrowisata Kampoeng Kopi Banaran yang dikelola PT Perkebunan Nasional IX, bisa memanjakan keluarga dan menghilangkan stres setelah lelah bekerja.

Agrowisata Kampoeng Kopi Banaran terletak di Jalan Raya Semarang-Bawen KM1,5 Kabupaten Semarang. Agrowisata ini bisa dijangkau dengan mudah, apalagi warga Kota Semarang. Cukup masuk tol menuju tol Semarang-Salatiga, dan nanti memilih keluar di Exit Bawen.

General Manager Kampoeng Kopi Banaran Widya Banu Aji mengatakan pihaknya menawarkan edukasi untuk anak-anak dengan tiga pilihan, yaitu keliling kebun kopi, karet dan kakao. Semuanya menggunakan kereta wisata untuk menikmati pemandangan di sekitar kebun.

Khusus untuk wisata tanaman kopi, jelas Banu, anak-anak bisa diajak berkeliling dan mengetahui cara pengolahan kopi hingga disajikan sebagai minuman.

"Jadi, salah satu wahana wisata untuk anak-anak adalah wisata edukasi. Wisata edukasi tergantung pilihan, bisa memilih wisata edukasi untuk tanaman kopi, tanaman karet atau tanaman kakao. Untuk wisata edukasi kopi bisa sampai ke pengolahan kopi. Wisata itu juga kita gabungkan dengan outbond kid, dan keliling menggunakan kereta wisata," kata Banu, Sabtu (6/4).

Banu lebih lanjut menjelaskan, harga per paketnya Rp50 ribu untuk satu orang dan bisa diambil satu paket atau satuan. Sedangkan untuk kereta wisatanya dibanderol dengan harga Rp85 ribu, dan bisa diisi 5-7 orang.

"Sampai dengan saat ini, jumlah pengunjung di Agrowisata Kampoeng Kopi Banaran per harinya sebanyak 150 orang. Sedangkan di libur akhir pekan atau masa liburan, bisa mencapai 300 orang," pungkasnya. (K-08)

43 Perawat PNS Ikut Uji Kompetensi Jabatan Fungsional

Seorang penguji tengah memeriksa berkas milik perawat yang ikut uji
kompetensi jabatan fungsional di Dinkes Jateng,
Semarang-Sebanyak 43 perawat berstatus pegawai negeri sipil (PNS) mengikuti uji kompetensi jabatan fungsional yang diadakan Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Jumat (5/4). Para perawat itu berasal rumah sakit milik pemprov dan unit pelaksana teknis (UPT) Dinkes Jateng.

Kepala Seksi Sumber Daya Manusia dan Kesehatan Dinkes Jateng Heri Purnomo mengatakan uji kompetensi bagi perawat fungsional ini, untuk memfasilitasi para perawat naik jabatan ke jenjang lebih tinggi. Para perawat yang mengikuti uji kompetensi, akan menjalani dua tahap pengujian. Yakni pengujian fortopolio atau administrasi selama 1-2 tahun yang sudah dikumpulkan untuk diverifikasi, dan uji lisan atau wawancara.

Menurutnya, uji kompetensi ini juga dalam rangka untuk menjamin kualitas dari para tenaga kesehatan yang ada di Jateng.

"Uji kompetensi ini dua kali dilakukan, yaitu periode April dan Oktober karena naik pangkat itu pada April dan Oktober. Jadi, setahun ada dua kali. Jadi, uji kompetensi ini hanya untuk menyatakan bahwa dia layak naik jabatan ke jenjang berikutnya. Sehingga, nanti saat itu sertifikasi kompetensi digunakan bersama dengan Penilaian Angka Kredit untuk diajukan ke BKD sebagai dasar dia naik ke jenjang berikutnya," kata Heri.

Salah satu perawat yang mengikuti uji kompetensi, Dedy Aryo mengaku sudah menyiapkan seluruh berkas persyaratan. Ia yang menjadi perawat di RSJ Kota Surakarta sejak 2010 itu, menyatakan jika uji kompetensi diperlukan untuk bekal naik pangkat.

"Tugas utama perawat adalah memberi asuhan keperawatan kepada pasien. Kebetulan saya bekerja di rumah sakit jiwa, tentu pasiennya memiliki gangguan kejiwaan. Kalau dibandingkan dengan rumah sakit umum, lebih menantang di rumah sakit jiwa. Karena, pasien dengan gangguan jiwa memiliki ciri khas yang unik berbeda pasien pada umumnya," ujar Dedy. (K-08)

Jalin Keakraban, Media dan Manajemen Patra Semarang Hotel Main Paint Ball Bareng

Manajemen Patra Semarang Hotel and Convention bersama jurnalis
usai mengikuti kegiatan paint ball bersama.
Semarang-Dalam upaya menjalin keakraban dan menjaga tali silaturahim, Patra Semarang Hotel and Convention mengajak jurnalis Kota Semarang bermain paint ball bareng di areal vila kompleks hotel, belum lama ini. Guna lebih mengakrabkan, antara jurnalis dengan manajemen hotel dicampur dan dibagi dalam empat tim.

General Manager Patra Semarang Hotel and Convention I Gusti Made Juniarta mengatakan mengusung konsep outdoor activities, seluruh peserta bermain bersama mulai dari permainan ringan hingga acara inti, paint ball.

Seorang peserta paint ball bersembunyi di balik pohon.
Menurutnya, dengan mengajak jurnalis Semarang ikut berkegiatan bersama akan semakin meningkatkan keakraban yang sudah terjalin sejak lama.

"Kegiatan ini merupakan salah satu program manajemen Patra Semarang Hotel and Convention, untuk menjalin silaturahim dan memererat hubungan dengan media," kata Juniarta, Kamis (4/4).

Juniarta menjelaskan, menjaga hubungan baik dengan jurnalis sangat penting karena media mempunyai andil besar terhadap eksistensi Patra Semarang Hotel and Convention. Selain itu, para jurnalis juga selama ini dinilai banyak memberikan kontribusi dan dukungan bagi perkembangan perhotelan.

"Program ini juga merupakan ungkapan syukur kita atas dukungan dari teman-teman media selama ini. Tanpa dukungan dari jurnalis ini, tentu kami tidak bisa berkembang memenuhi kebutuhan masyarakat," jelasnya.

Usai berkegiatan bersama, acara media gathering ditutup dengan makan siang bersama dan pembagian doorprize bagi peserta yang beruntung. (K-08)