Sabtu, 13 April 2019

Kapolda dan Pangdam Ajak Masyarakat Doa Bersama Untuk Pemilu 2019 Aman dan Damai

Ribuan warga ikut larut dalam doa bersama yang diadakan Polda Jawa
Tengah untuk Pemilu 2019 damai di Lapangan Simpang Lima, Jumat (
12/4).
Semarang-Menjelang hari tenang Pemilu 2019 sekaligus peringatan Isra Miraj, jajaran Polda Jawa Tengah dan Kodam IV/Diponegoro menggelar doa bersama dengan masyarakat di Lapangan Simpang Lima, Jumat (12/4) malam. Doa bersama yang diikuti masyarakat se-Jateng itu, kurang lebih ada 15 ribu orang.

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono mengatakan lima hari lagi, bangsa Indonesia akan menentukan calon pemimpin legislatif dan juga presiden/wakil presiden. Sehingga, masyarakat harus ikut berpartisipasi menyampaikan hak suaranya dengan memilih para calon pemimpin bangsa.

Menurutnya, meskipun ada banyak perbedaan pilihan di pemilu ini jangan sampai memunculkan perpecahan di tengah masyarakat. Sehingga, perlu diingatkan melalui acara doa bersama yang dipimpin para tokoh agama.

Condro menjelaskan, secara umum memasuki masa tenang pemilu ini berjalan dengan baik. Sebagai penanggungjawab keamanan, Jateng relatif aman meski sempat ada gesekan di antara para pendukung masing-masing pasangan calon presiden/wakil presiden. 

"TNI dan Polri bersama masyarakat melaksanakan peringatan Isra Miraj, sekaligus doa bersama untuk Pemilu 2019. Tujuannya, agar pemilu lancar dan aman serta damai menyejukkan. Kita semua hadir di sini, termasuk para kapolres dan dandim serta tokoh-tokoh agama dari Muhammadiyah dan NU se-kabupaten/kota di Jawa Tengah," kata kapolda.

Lebih lanjut Condro menjelaskan, jajaran TNI/Polri terus mengajak masyarakat untuk tetap waspada dan tidak mudah terpancing isu provokasi atau hoax yang disebar lewat media sosial. Sebab, bahwa pemilu merupakan alat untuk mencapai keberadaban. Sehingga, alat itu jangan sampai menimbulkan perpecahan, tapi harus menimbulkan persatuan dan kesatuan.

"Berbeda pilihan tetapi harus tetap menjaga silaturahim. Tanpa dukungan masyarakat, kami dari TNI dan Polri tidak bisa menciptakan suara pemilu yang aman dan kondusif serta lancar," jelasnya.

Diketahui, Polda Jateng mengerahkan 35 ribu personel gabungan dari TNI/Polri. Kebanyakan untuk penjagaan kegiatan kampanye terbuka, yang dilakukan masing-masing kabupaten/kota. (K-08)