Minggu, 14 April 2019

Peringati Hari Kartini, Hotel Pessona Semarang Bagi 2 Voucher Nginap Gratis

Hotel Pessona Semarang di Jalan Depok.
Semarang-Yang mau menginap di hotel gratis, Hotel Pessona Semarang bagi dua voucher menginap secara cuma-cuma kepada masyarakat. syaratnya cukup mudah, cukup mengikuti Selfie Contest di Instagram sejak 6 April hingga 19 April 2019.

Public Relation Hotel Pessona Semarang Twinika Sativa mengatakan dalam rangka memeringati Hari Kartini tahun ini, pihaknya mengadakan Selfie Contest di Instagram dengan tema "Kartini Masa Kini".

Menurutnya, selfie contest melalui instagram ini merupakan program spesial yang bertujuan mengajak masyarakat kembali mengenang sosok RA Kartini sebagai perjuang wanita.

Twinika menjelaskan, selfie contest di Instagram dilakukan dengan cara mengunggah foto bersama dengan wanita yang dianggap sebagai sosok Kartini masa kini. Postingan itu kemudian disertai dengan komentar tentang Kartini masa kini.

"Bagi masyarakat yang ingin mengikuti Kartini Masa Kini Selfie Contest, caranya sangat mudah. Pertama, follow akun instagram Pesonna Hotel Semarang. Kemudian upload foto selfie bersama sosok yang dianggap sebagai Kartini masa kini, dan beri komentar. Lomba boleh diikuti wanita maupun pria. Kemudian mention akun instagram @PesonnaHotelSemarang dan tiga akun Instagram teman," kata Twinika dikutip dari rilis.

Lebih lanjut Twinika menjelaskan, postingan harus mencantumkan tanda pagar #PesonnaHotelSemarang #LifestyleandHalalConcept #KartiniMasaKini.

"Akan diambil dua orang pemenang, satu pemenang wanita dan seorang pemenang pria dengan poto selfie dan kutipan terbaik. Pemenang akan diumumkan pada 21 April 2019. Kedua pemenang akan diberikan hadiah masing-masing satu voucher menginap di kamar Deluxe," jelasnya.

Program Kartini Masa Kini Selfie Contest, lanjut Twinika, diharapkan berdampak positif pada peningkatan kunjungan dan jumlah follower akun sosial media Instagram Hotel Pesonna Semarang. (K-08)

Tingkatkan Kesehatan Masyarakat, Nakes Puskesmas Intensif Datangi Rumah Warga

Kasi Sumber Daya Manusia dan Kesehatan Dinkes Jawa Tengah Heri
Purnomo (kanan) saat berbincang dengan sejumlah perawat.
Semarang-Meningkatkan kesehatan masyarakat diperlukan adanya strategi jemput bola, dengan mendatangi rumah-rumah warga yang dilakukan para tenaga kesehatan puskesmas setempat. Tujuannya, untuk melakukan pendataan penyakit sekaligus pemeriksaan kesehatan melalui Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PISPK).

Kepala Seksi Sumber Daya Manusia dan Kesehatan Dinas Kesehatan Jawa Tengah Heri Purnomo mengatakan para tenaga kesehatan dan jug perawat di puskesmas memiliki andil, di dalam mewujudkan cakupan pelayanan kesehatan semesta. Karena, sebagai tenaga kesehatan harus mampu melaksanakan tugas Asuhan Keperawatan (Askep) di tempatnya bekerja.

Menurutnya, para tenaga kesehatan puskesmas juga berkewajiban mengadakan kunjungan kepada keluarga penderita yang dipandang perlu. Serta, mendatangi sekolah-sekolah di wilayah kerjanya untuk melakukan penyuluhan kesehatan.

Berbeda dengan tenaga kesehatan di rumah sakit, jelas Heri, yang hanya melakukan tugas Askep ke pasien atau keluarga pasien saat dirawat di rumah sakit saja. 

Heri menjelaskan, para tenaga kesehatan juga mempunyai andil besar di dalam mewujudkan PISPK di tengah masyarakat. Karena juga bertugas meningkatkan status kesehatan dan gizi ibu anak, meningkatkan pengendalian penyakit dan meningkatkan akses dan mutu pelayanan dasar.

"PISPK itu kan program, ya. Program Indonesia dengan pendekatan keluarga. Jadi, perawat dan juga tenaga kesehatan itu datang ke keluarga dan menanyakan tentang 12 indikator. Termasuk, intervensi kalau ada keluhan kesehatan. Ke-12 indikator itu di antaranya adalah JKN, perilaku tidak merokok dan akses jamban sehat," kata Heri belum lama ini.

Heri lebih lanjut menjelaskan, tenaga kesehatan puskesmas ini tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan saja tapi juga mengumpulkan data profil kesehatan keluarga. Tujuannya, sebagai promosi kesehatan untuk upaya promotif dan preventif. (K-08)

Rini: Milenial BUMN Harus Bisa Kelola Secara Profesional

Menteri BUMN Rini Soemarno memberi sambutan di acara HUT ke-21
yang diadakan di Marina Convention Center Semarang, Sabtu (13/4).
Semarang-Badan Usaha Milik Negara (BUMN) harus dikelola secara profesional, dikelola secara transparan dan bersinergi antarBUMN untuk terus berkembang. Pernyataan itu dikatakan Menteri BUMN Rini Soemarno ketika menghadiri HUT ke-21 BUMN di Marina Convention Center (MCC) Semarang, Sabtu (13/4).

Rini Soemarno mengatakan pada 2014 lalu keuntungan BUMN mencapai Rp143 triliun, dan masih ada banyak BUMN yang merugi. Namun, pada 2018 kemarin keuntungan seluruh BUMN bisa tembus di atas Rp200 triliun.

Menurutnya, hal itu menunjukkan kerja keras dan kinerja positif yang terus dibangun semua pimpinan BUMN dan juga seluruh pegawai BUMN.

Rini menjelaskan, melalui tema ulang tahun "Spirit of Millennial" ini dirinya mengajak seluruh kaum muda dan anak-anak milenial di BUMN mampu memberikan ide dan pemikirannya untuk kemajuan BUMN. Sehingga, dengan makin banyak ruang yang diberikan kepada generasi milenial akan banyak hal positif bisa diraih untuk membangun negeri.

"Sehingga, kita bisa dengan bangga menunjukkan kalau BUMN bersatu, bersinergi satu dengan yang lain kita bisa mengalahkan siapapun juga. Saya titip, bahwa BUMN harus memberi ruang yang lebih besar pada milenial. Jadi, saya minta milenial BUMN harus lebih semangat, kreatif, inovatif dan berani menyuarakan pemikirannya, sehingga BUMN makin maju dan makin besar serta makin tangguh," kata Rini.

Rini juga meminta, untuk selalu menjaga keberlangsungan BUMN hingga di masa mendatang. "Ini untuk anak cucu kita kelak," ujarnya.

Sementara itu, di HUT ke-21 BUMN di Kota Semarang juga dilakukan pemecahan rekor dan dicatatkan di MURI. Yakni kategori sajian nasi kuning sebanyak 5.821 porsi, nasi tumpeng berbentuk stupa Candi Borobudur ukuran 6x6x4,12 meter dan pencatatan transaksi melalui QR code link aja sebanyak 35 ribu kurang dari lima jam. (K-08)