Rabu, 17 April 2019

DPD Partai Gerindra Jateng Pilih Tunggu Hasil Akhir Pemilu

Sekretaris DPD Partai Gerindra Jateng Sriyanto Saputro memilih untuk
menunggu hasil akhir pemilu dari KPU.
Semarang-Kantor DPD Partai Gerindra Jawa Tengah tidak terlihat suasana hiruk pikuk, dan relatif tenang, Rabu (17/4) malam. Dari pantauan yang ada, beberapa orang terlihat keluar masuk kantor yang terletak di kawasan Gayamsari.

Sekretaris DPD Partai Gerindra Jateng Sriyanto Saputro ketika dihubungi lewat telepon mengatakan pihaknya masih terus mengumpulkan data-data di lapangan, dan menunggu penghitungan di tingkat TPS selesai. Terutama, laporan dari masing-masing saksi yang sudah ditempatkan di sejumlah TPS.

Menurutnya, Gerindra belum memercayai hasil hitung cepat yang dilakukan sejumlah lembaga survei dan juga beberapa media televisi nasional.

Yang dilakukan Badan Pemenangan Nasional (BPN) maupun Badan Pemenangan Daerah (BPD) Prabowo-Sandi, jelas Sriyanto, menunggu hasil penghitungan resmi yang dilakukan KPU.

"Kami belum bisa matur, karena memang ya banyak sekali. Tapi yang pasti kan, kita tidak ingin terpengaruh dengan quick count yang di tivi-tivi ya. Kita lebih fokus apapun hasilnya itu, yang kita jadikan acuan dari lembaga resmi. Kita masih menunggu dulu," kata Sriyanto.

Lebih lanjut Sriyanto menjelaskan, pihaknya sebelum dilakukan pencoblosan juga telah melakukan survei internal. Hasilnya, suara untuk pasangan Prabowo-Sandi di Jateng cukup bagus.

"Kalau survei internal yang kita lakukan positif ya. Di Jawa Tengah bagus perolehannya. Tapi, kita tunggu hasil akhirnya saja," jelasnya.

Diketahui, dari hasil hitung cepat yang dilakukan sejumlah lembaga survei masih menempatkan pasangan Jokowi-Ma'ruf unggul sementara dan meninggalkan pasangan Prabowo-Sandi. (K-08)

PDIP Jateng Optimistis Jokowi Menang di Atas 70 Persen

Sejumlah relawan Jokowi melakukan aksi cukur gundur di Kantor DPD
PDIP Jateng, Rabu (17/4) sore.
Semarang-Ketua DPD PDIP Jawa Tengah Bambang Wuryanto mengatakan saat ini, pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin masih unggul sementara berdasar hitung cepat. Apabila hingga tiga hari ke depan tidak ada goncangan, maka kemenangan diharapkan bisa menembus angka 73,6 persen hingga 75,6 persen. Hal itu dikatakannya saat menyaksikan relawan melakukan aksi cukur gundul di halaman kantor DPD PDIP Jateng Panti Marhen, Rabu (17/4).

Menurutnya, kemenangan pada Pemilu 2019 ini diharapkan bisa lebih tinggi bila dibandingkan Pilpres 2014 lalu.

Bambang yang juga Ketua Tim Kampanye Daerah Jokowi-Ma'ruf di Jateng menjelaskan, pada hasil survei internal yang dilakukan DPD PDIP Jateng pada Sabtu (13/4) kemarin menempatkan Jokowi menang mutlak. 

"Cuma tinggal menangnya menang spektakuler atau menang biasa. Yang saya sebut menang biasa itu kalau sama dengan kemenangan 2014. Itu menang biasa. Tapi kalau lebih dari itu, menang spektakuler. Tahun 2014 kemarin 66,65 persen. Kalau Jawa Tengah sebagai komandan lapangannya saya, yang kami pikirkan bagaimana caranya menang setinggi-tingginya," kata Bambang.

Lebih lanjut Bambang menjelaskan, pihaknya akan terus melakukan konsolidasi dengan DPC PDIP kabupaten/kota se-Jateng. Sehingga, target kemenangan untuk pasangan Jokowi-Ma'ruf bisa tercapai. (K-08)

Jokowi Menang Telak di TPS Ganjar

Suasana penghitungan suara di TPS 1 Gajahmungkur yang dimenang-
kan Jokowi-Ma'ruf.
Semarang-Joko Widodo dan Ma'ruf Amin menang telak di TPS 1 Kelurahan Gajahmungkur, Kecamatan Gajahmungkur setelah dilakukan penghitungan suara. Pasangan 01 itu meraup suara 201 suara, dan meninggalkan jauh pasangan Prabowo-Sandiaga yang hanya mendapat 29 suara saja. 

TPS 1 Gajahmungkur itu merupakan TPS Gubernur Ganjar Pranowo dan keluarganya menyalurkan hak pilih di Pemilu 2019 ini.

Ketua KPPS TPS 1 Gajahmungkur, Ary Agung mengatakan sebenarnya ada 237 pemilih yang masuk di daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019, namun tidak semuanya bisa hadir dan hanya 234 pemilih saja bisa menggunakan hak suaranya. 

"Ada tiga orang tidak menggunakan hak pilihnya. Satu warga meninggal dunia, dan dua orang pindah domisili," kata Ary.

Ary menjelaskan, saat penghitungan suara untuk pilpres ada empat suara dinyatakan tidak sah. Yakni surat suara dicoblos dua-duanya, dan ada yang tidak dicoblos.

Gubernur Ganjar Pranowo menyatakan, semua calon yang ikut kontestasi Pemilu 2019 ini harus siap menerima seluruh hasil pilihan masyarakat.

"Ya menang kalah biasalah. Kita sudah terbiasa kok. Jangan sampai hiruk pikuk yang mengerikan begitu. Gak usah dengan drama-drama yang seram-seram, dan menakutkan. Banyak orang tanya kepada saya, pak besok pemilu geger. Engga, pemilu tidak geger. Pemilu ramai, meriah dan menyenangkan. Sehingga, menang kalah adalah hal yang biasa saja," ujar Ganjar.

Ganjar juga meminta kepada masyarakat Jateng, untuk bisa menerima hasil dari Pemilu 2019. Sehingga, siapapun yang menang harus didukung. Karena, calon yang ikut berkontestasi juga merupakan putra-putra terbaik bangsa. (K-08)

Ganjar: Siapapun Yang Menang dan Kalah, Kita Tetap Indonesia

Gubernur Ganjar Pranowo ditemani istri dan putranya saat di TPS 1
Kelurahan Gajahmungkur, Kecamatan Gajahmungkur.
Semarang-Sebuah kontestasi, pasti akan keluar pemenangnya. Sehingga, baik yang menang maupun pihak kalah tidak perlu membuat drama.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan provinsi ini telah membuktikan ketika pilihan gubernur (pilgub) 2018 kemarin, dan setelahnya semua elemen masyarakat kembali bersatu membangun Jateng.

Hal yang sama, jelas Ganjar, juga harus bisa dilakukan setelah Pilpres 2019 ini. Sehingga, siapapun yang menang tidak perlu merayakan secara berlebihan. Sedang pihak yang kalah, juga tidak perlu membuat drama mengerikan dan masyarakat menjadi ketakutan.

Menurutnya, semua calon yang ikut kontestasi Pemilu 2019 ini harus siap menerima seluruh hasil pilihan masyarakat.

"Ya menang kalah biasalah. Kita sudah terbiasa kok. Jangan sampai hiruk pikuk yang mengerikan begitu. Gak usah dengan drama-drama yang seram-seram, dan menakutkan. Banyak orang tanya kepada saya, pak besok pemilu geger. Engga, pemilu tidak geger. Pemilu ramai, meriah dan menyenangkan. Sehingga, menang kalah adalah hal yang biasa saja," kata Ganjar, Rabu (17/4).

Ganjar juga meminta kepada masyarakat Jateng, untuk bisa menerima hasil dari Pemilu 2019. Sehingga, siapapun yang menang harus didukung. Karena, calon yang ikut berkontestasi juga merupakan putra-putra terbaik bangsa. (K-08)

13 Pasien RS Elisabeth Bisa Gunakan Hak Pilih di Pemilu 2019

Anggota keluarga salah satu pasien di RS Elisabeth Semarang saat me
masukkan surat suara ke kotak suara yang dibawa anggota Linmas.
Semarang-Sebanyak 13 pasien yang sedang dirawat di RS Elisabeth Semarang bisa menggunakan hak suaranya di TPS 33 Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Candisari, Rabu (17/4). Mereka menggunakan hak pilihnya, dengan didampingi keluarga terdekat.

Humas RS Elisabeth Semarang Probowatie Tjondronegoro mengatakan sebenarnya ada 208 pasien yang diajukan ke KPU Kota Semarang, untuk bisa menggunakan hak suaranya di Pemilu 2019. Namun, pada H-1 dilakukan verifikasi dan hanya menyisakan 14 pasien saja boleh menggunakan hak suaranya.

Menurutnya, masih banyak pasien atau keluarga pasien yang dirawat mengajukan untuk bisa menggunakan hak suaranya. Namun, karena terbentur regulasi dari Mahkamah Konstitusi (MK) yang memberi batasan H-7 sebelum pencoblosan, sehingga banyak tidak terakomodasi.

Sementara, jelas Probowatie, karyawan atau tenaga kesehatan di RS Elisabeth yang bisa menggunakan hak suara dengan A5 atau undangan C6 juga diberi kesempatan datang ke TPS di sekitar rumah sakit. Jumlahnya mencapai 200 tenaga kesehatan.

"H-7 kan regulasinya. Jadi, kami hanya dapat 14 pemilih karena sebagian sudah pada pulang. Karyawan kami ada yang dapat A5. Itu ada 200 orang, dan dikoordinir di daerah sekitar rumah sakit. Seharusnya banyak yang bisa nyoblos, tapi kemudian mereka pulang karena sudah sembuh," kata Probowatie

sementara itu, di TPS 33 Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Candisari yang kebetulan berada di areal parkir belakang kapel RS Elisabeth dari 166 pemilih, 130 pemilih sudah menggunakan hak suaranya. Dari 166 pemilih itu, terdiri dari 81 pemilih laki-laki dan 85 pemilih perempuan. (K-08)

Gubernur Harap Partisipasi Masyarakat di Pemilu 2019 Meningkat

Gubernur Ganjar Pranowo (kanan) didampingi Siti Atiqoh (tengah) dan
Alam setelah nyoblos dan menunjukkan surat suara di TPS 1.
Semarang-Usai menyoblos di TPS 1 Kelurahan Gajahmungkur, Kecamatan Gajahmungkur, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melanjutkan dengan kunjungan ke sejumlah TPS. Yakni ke TPS 12 dan TPS 14 di Kelurahan Bendan Ngisor, serta di TPS 40 Gajahmungkur.

Dalam pantauan singkat itu, Ganjar memotret keseruan dan antusiasme masyarakat datang ke TPS sejak pagi hari. Bahkan, ada beberapa yang datang bersama keluarga. 

Menurutnya, untuk Pemilu 2019 di Jateng ini angka partisipasi pemilih bisa meningkat dibanding Pemilu 2014 lalu.

"Ya harapan kita partisipasi meningkat, karena gegap gempitanya luar biasa senang. Ada legislatifnya, ada eksekutif, yaitu pilpres yang ramai sekali. Mudah-mudahan partisipasi meningkat karena media dengan kampanye terbuka ramai itu, bisa mendorong masyarakat untuk mau datang berpartisipasi nyoblos. Ini harapan kita, mudah-mudahan partisipasi di Jawa Tengah itu meningkat," kata Ganjar, Rabu (17/4).

Setelah melakukan pantauan di sekitar Kelurahan Bendan Ngisor dan Gajahmungkur, Ganjar Pranowo kembali ke Puri Gedeh. Pada hari ini, gubernur memiliki agenda ke Jakarta dan menjadi narasumber di dua stasiun televisi nasional yang berbeda. Yakni diskusi tentang "Pemilu Bahagia" dan "Merayakan Demokrasi Bersama Para Penentu Suara". (K-08)

Datang ke TPS, Ganjar Naik Sepeda Lipat

Gubernur Ganjar Pranowo menunjukkan surat suara sebelum dicoblos.
Semarang-Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo didampingi Siti Atiqoh dan Muhammad Zinedine Alam datang ke TPS 1 Kelurahan Gajahmungkur, Kecamatan Gajahmungkur sekira pukul 07.20 wib, Rabu (17/4). Ketiganya datang ke TPS menggunakan sepeda, dan diantar komunitas gowes Kota Semarang. 

Kedatangan Gubernur Ganjar Pranowo yang sudah dinanti puluhan jurnalis itu, langsung menarik perhatian sejumlah warga di sekitar TPS. Ganjar dan keluarganya langsung mendaftar ke KPPS, dan mendapatkan nomor antrean.

Sambil menunggu antrean namanya dipanggil, Ganjar Pranowo melayani pertanyaan sejumlah media. Termasuk, alasan menggunakan formulir A5 dan bukan formulir C6. Sebab, jika melihat di daftar pemilih tetap (DPT) KPU Kota Semarang seharusnya ada di TPS 2 Kelurahan Gajahmungkur, Kecamatan Gajahmungkur.

Menurutnya, ia dan keluarganya hanya mengikuti arahan dari staf yang mengurus dan mengarahkan ke TPS 1.

"Saya engga tahu. Wong kemarin cuma dikasih, pak besok di TPS 1. Yo gitu aja. Persiapannya tidak ada, wong saya belum makan. Mandi dulu yang jelas, terus salat sunah sebelum berangkat biar aman Jawa Tengah," kata Ganjar.

Usai menggunakan hak pilihnya, Ganjar menyempatkan berbincang dengan beberapa warga yang juga telah menyalurkan hak suaranya di bilik suara. 

"Tentukan pilihanmu dan jangan golput. Ini untuk masa depan Indonesia," jelasnya.

Muhammad Zinedine Alam yang kali pertama menggunakan hak pilih di Pemilu 2019 ini mengaku senang, bisa ikut berkontribusi melalui hak suaranya.

"Ini pengalaman pertama saya nyoblos di pemilu. Kesannya gimana ya, seperti mau berangkat sekolah hari pertama," ujar Alam tertawa.

Sementara itu, di TPS 1 Kelurahan Gajahmungkur, Kecamatan Gajahmungkur jumlah DPT-nya sebanyak 237 pemilih. Rinciannya, 119 laki-laki dan 118 perempuan. (K-08)