Rabu, 08 Mei 2019

Awal Tahun, BKD Pecat 4 PNS Yang Indisipliner

Gubernur Ganjar Pranowo saat berkunjung ke kantor BKD Jateng.
Semarang-Pada awal tahun ini, BKD Jawa Tengah menjatuhkan sanksi cukup berat terhadap empat orang pegawai negeri sipil (PNS) yang melakukan kesalahan indisipliner. Sedangkan tiga PNS lainnya, mendapatkan penurunan pangkat lebih rendah selama satu tahun hingga tiga tahun.

Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan pihaknya terus berupaya, untuk mewujudkan reformasi birokrasi demi pelayanan kepada masyarakat lebih baik. Sehingga, dalam mekanisme reward and punishment yang diterapkan kepada PNS berdasarkan skala kesalahannya.

Menurutnya, bagi PNS yang melakukan pelanggaran akan diberi sanksi tegas berupa penurunan pangkat maupun pemberhentian. Sedang yang memiliki prestasi kinerja baik, akan mendapat penghargaan tambahan penghasilan pegawai (TPP).

Ganjar menjelaskan, pihaknya juga menggelar talent scouting bagi PNS yang ingin meningkatkan jenjang kepangkatan atau karirnya.  

"Proses reward and punishment lebih pada kinerja, kalau mereka punya masalah baru kita berikan sanksi. Tadi disampaikan BKD ada penurunan pangkat sampai dua tingkat di bawahnya, ada juga yang dipecat juga. Tapi mereka yang punya prestasi bagus dengan promosi terbuka, kita beri jalan dia agar naik pangkat jauh lebih baik dengan pola seleksi terbuka. Kita juga membuat talent scouting, mencari bakar itu dengan mekanisme dan instrumen yang telah disiapkan BKD," kata Ganjar, Rabu (8/5).

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, dengan penjenjangan karir yang terbuka diharapkan nilai-nilai kepantasan, kepatutan dan integritas serta profesionalisme bisa terwujud.

"Mereka yang mengikuti talent scouting masuk di database, jadi ketika ada pos yang kosong tinggal dimasukkan," jelaskan.

Kepala BKD Jateng Wisnu Zahro menyatakan pada 2018 kemarin ada 22 kasus pelanggaran disiplin yang dilakukan PNS di provinsi ini. Dari pelanggaran itu, delapan PNS dihukum penurunan pangkat selama setahun dan 11 PNS lainnya turun pangkat selama tiga tahun.

"Ada tiga PNS yang dibebaskan dari tugas, dan sisanya diberhentikan," ujar Wisnu. (K-08)

BI Jateng Antisipasi Antrean Panjang Pembayaran di Gerbang Tol Dengan Siagakan Sales Person

Soekowardojo
Kepala KPw BI Jateng
Semarang-Lebaran tahun ini di wilayah Jawa Tengah yang akan menjadi titik kepadatan, diprediksi ada di Gerbang Tol Kali Kangkung dan Banyumanik. Keduanya diperkirakan menjadi titik kepadatan, karena merupakan gerbang tol dari Jakarta dan juga gerbang tol dalam Kota Semarang.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jateng Soekowardojo mengatakan pada Lebaran tahun ini, kedua gerbang tol itu mendapat perhatian penuh. Terutama, untuk kelancaran pembayaran jalan tolnya.

Menurutnya, untuk mengurai kepadatan lalu lintas di kedua gerbang tol itu, pihaknya sudah bekerja sama dengan pihak terkait untuk fasilitas pendukungnya.

Oleh karena itu, jelas Soekowardojo, perbankan yang memiliki kartu pembayaran e-toll akan membantu kelancaran pembayaran dengan menyiagakan sales person dan unit layanan gerak. 

"Dengan telah terintegrasinya tol Trans Jawa, Bank Indonesia telah melakukan koordinasi dengan Badan Usaha Jalan Tol dan bank fasilitator untuk persiapan antisipasi peningkatan volume lalu lintas di jalan tol. Khususnya kelancaran di titik-titik pembayaran tol, misalnya GT Kali Kangkung dan GT Banyumanik. Layanan yang diberikan itu, terkait dengan unit layanan gerak pada arus mudik mulai 29 Mei sampai 3 Juni, dan arus balik pada 7-12 Juni. Unit layanan gerak disediakan di 10 titik sepanjang ruas tol Trans Jawa, mulai Batang sampai Salatiga. Sales person saat arus mudik akan bekerja selama 16 jam di tiga titik, yaitu Bawen, Banyumanik dan Kali Kangkung. Tugasnya membantu kelancaran pembayaran tol atau top up saldo," kata Soekowardojo baru-baru ini.

Lebih lanjut Soekowardojo menjelaskan, guna menambah kelancaran lalu lintas di jalan tol, pihaknya juga telah meminta operator jalan tol untuk menyampaikan informasi tarif tol kepada pengguna jalan. Tujuannya, jangan sampai pengguna jalan tol kehabisa saldo saat berada di gerbang tol. Akibatnya nanti, bisa memicu terjadinya kepadatan.

"Kami juga imbau kepada masyarakat yang akan mudik menggunakan jalan tol, pastikan saldo lebih dari cukup ketika memulai perjalanan pulang ke kampung halaman," pungkasnya. (K-08)

Pemprov Jateng Harap Konstruksi Jalan Tol Semarang-Demak Bisa Dilakukan Pertengahan Tahun Ini

Jalur pantura Semarang-Demak selalu padat lalu lintas kendaraan.
Semarang-Jalan tol Semarang-Demak sepanjang 27 kilometer, saat ini sudah ada pemenang lelangnya. Yakni PT PP, Wijaya Karya dan Misi Mulia Metrical.

Sekda Jawa Tengah Sri Puryono mengatakan dengan telah ditetapnya pemenang lelang, diharapkan konstruksi bisa laksanakan tahun ini dan selesai pada 2021 mendatang.

Menurutnya, pembangunan jalan Tol Semarang-Demak itu untuk meningkatkan aksebilitas dan kapasitas jaringan jalan dalam melayani kawasan utara Jawa.

Sekda menjelaskan, kondisi lalu lintas di kawasan utara Jawa sudah mencapai kepadatan yang cukup tinggi. Sehingga, dengan terbangunnya jalan tol Semarang-Demak akan mengurangi kepadatan dan membuat mobilitas masyarakat menjadi lancar.

"Kami harapkan konstruksi segera akan dilakukan, kan pemenang lelangnya sudah ada. Dulu target kita di pertengahan tahun ini, paling lambat Juni. Ya mudah-mudahan bisa sesuai jadwal," kata Sri Puryono belum lama ini.

Lebih lanjut sekda menjelaskan, jalan tol Semarang-Demak yang dibangun dengan investasi sekira Rp15,3 triliun itu nantinya akan diintegrasikan bersama tanggul laut di pantai utara Kota Semarang. Yakni mulai dari wilayah Kaligawe hingga Kali Sayung di Kabupaten Demak.

"Tanggul laut berfungsi untuk mengatasi banjir, rob dan penurunan muka tanah di Semarang Utara bagian timur dari Kaligawe sampai Sayung," jelasnya.

Terpisah, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono saat kunjungan ke Semarang memastikan, tol Semarang-Demak bisa dibangun tahun ini.

"Ground breaking itu kalau sudah ada penetapan BUJT-nya, dan pasti akan melakukan penetapan kontraktornya siapa. BUJT bukan kontraktornya, dia badan usaha jalan tol. Jasa Marga itu investornya, tapi yang melaksanakan nanti kontraktor lain," ujar Basuki.

Diwartakan sebelumnya, jalan tol Semarang-Demak akan memiliki empat simpang susun. Yaitu Kaligawe, Terboyo, Sayung dan Demak. Nantinya, kecepatan rencana 100 kilometer per jalan dengan arah pelebaran jalur awal 2x2 dan jalur akhir 2x3. (K-08)

Pemprov Tahun Ini Kembali Fasilitasi Warga Jateng di Jakarta Yang Mau Mudik

Sekda Jateng Sri Puryono menyebut tahun ini program mudik gratis
akan digelar kembali.
Semarang-Program mudik gratis yang dilakukan Pemprov Jawa Tengah, kembali digelar tahun ini. Warga Jateng yang tinggal di wilayah Jabodetabek bisa mendaftar, untuk ikut di program mudik gratis bersama pemprov.

Sekda Jateng Sri Puryono mengatakan untuk program mudik gratis dari Jakarta ke beberapa kota di Jateng ini, akan fokus pada tiga titik padat pemudik. Yakni wilayah Banyumas, Solo dan Semarang.

Menurutnya, hampir sama dengan tahun sebelumnya, pemprov menyediakan moda angkutan gratis kereta api, bus dan kapal.

Sekda menjelaskan, tahun ini direncanakan ada 207 armada bus dan tiga rangkaian kereta api serta sebuah kapal pelayaran. Sehingga, masyarakat Jateng yang kebetulan tinggal di Jakarta bisa pulang ke kampung halaman dengan suasana kebahagiaan.

"Kita dari provinsi juga memfasilitasi mengenai mudik gratis, dari Jakarta ke Jawa Tengah. Kereta api dari dirut KAI sudah memberikan fasilitas ke kita, dan dari pemprov ditambah pemkab/pemkot sementara ada 171 bus. Belum lagi yang dari dunia usaha ikut memberikan mudik gratis, pasti jumlahnya lebih besar lagi. Pokonya, pada intinya kita memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pemudik. Nampaknya, kendaraan roda dua sudah mulai berkurang," kata sekda, Rabu (8/5).

Lebih lanjut Sri Puryono menjelaskan, untuk bisa mengikuti program mudik gratis Pemprov Jateng cukup datang ke Kantor Perwakilan Jateng di Jalan Prapanca II Nomor 11 Jakarta Selatan. Pendaftaran dibuka mulai 24 April 2019, hingga sampai kuota terpenuhi.

"Ini upaya kita dari Pemprov Jawa Tengah, untuk mengurangi angka pemudik yang menggunakan sepeda motor dari Jakarta pulang ke kampung halaman. Sepeda motor itu kan tidak disarankan untuk perjalanan jauh, maka kita sarankan memilih bus, kereta atau kapal," jelasnya.

Diketahui, Lebaran tahun ini ada 5,6 juta pemudik dari Jabodetabek masuk ke Jateng. Wilayah Jateng akan menjadi provinsi terbanyak, dalam menerima pemudik dari total 14 juta pemudik. Diperkirakan, masyarakat yang akan mudik memilih 31 Mei dan 1-2 Juni sebagai waktu ideal pulang kampung. (K-08)