Kamis, 16 Mei 2019

Sambut Lebaran, Masyarakat Mulai Borong Barang Elektronik

Mesin cuci adalah salah satu barang elektronik yang paling banyak di-
cari masyarakat pada saat menjelang Lebaran.
Semarang-Menyambut Lebaran, banyak cara yang dilakukan masyarakat. Salah satunya adalah mengganti barang-barang elektronik lama, agar saat sanak keluarga datang bisa dinikmati bersama.

Pemilik Modern Electronic Semarang Indrawati mengatakan sejak masuk bulan puasa, pihaknya sudah mulai kebanjiran permintaan akan barang-barang elektronik. Lemari es dan pendingin ruangan atau AC, adalah barang elektronik yang paling dicari masyarakat.

Menurutnya, kondisi itu hampir terjadi setiap tahun menjelang hari raya dan sudah menjadi tradisi di masyarakat Kota Semarang.

Oleh karena itu, jelas Indrawati, guna memenuhi kebutuhan masyarakat akan barang elektronik, pihaknya menggelar pameran di Atrium Javamal mulai 16 Mei sampai 2 Juni 2019. Bahkan, untuk memudahkan masyarakat memberi barang elektronik yang dibutuhkan, pihaknya menggandeng jasa pembiayaan dan perbankan.  

"Semua barang elektronik itu banyak dibutuhkan masyarakat, untuk mengganti yang baru menyambut Lebaran. Untuk peningkatannya selama Ramadan dan Lebaran, biasanya signifikan. Bisa mencapai 200 persen. Kalau Lebaran itu kan banyak keluarga kumpul, dan bisa menikmati semua," kata Indrawati, Kamis (16/5).

Lebih lanjut Indrawati menjelaskan, untuk memenuhi permintaan masyarakat akan barang elektronik, pihaknya sejak awal Ramadan sudah mulai menyetok barang. Tujuannya, saat libur Lebaran tiba masyarakat tidak kesulitan mendapatkan barang kebutuhannya.

Sementara, Sales Marketing Sharp Semarang Didit Murtopo menambahkan, produk lemari es paling banyak dicari masyarakat selama Ramadan ini. Hal itu karena masyarakat banyak menginginkan kulkas, terutama untuk menyimpan produk makanan berupa sayuran dan buah-buahan tetap segar.  

"Ya terutama kulkas untuk saat ini kenaikannya luar biasa. Karena demandnya tinggi, otomatis kita selalu kekurangan barang. Kenaikannya bisa 30-40 persen. Barang itu kosong terus, dan di cabang jarang ada. Dalam artian harus inden," ujar Didit.

Didit lebih lanjut menjelaskan, selain lemari es, produk elektronik lainnya yang paling banyak dicari saat Ramadan dan menjelang Lebaran adalah pendingin ruangan dan mesin cuci. Khusus untuk pameran menjelang Lebaran di Atrium Javamall ini, pihaknya menargetkan transaksi sebesar Rp2 miliar selama tiga pekan pameran. (K-08)

Jelang Libur Lebaran, Sejumlah Operator Telekomunikasi Akui Telah Persiapan Infrastruktur Memadai

Sejumlah pekerja Smartfren sedang memersiapkan battle mobile yang
akan dipasang untuk memerkuat jaringan selama Lebaran. ISTIMEWA
Semarang-Menjelang libur keagamaan Lebaran dan arus mudik nanti, sejumlah operator telekomunikasi di Tanah Air sudah sejak jauh hari melakukan persiapan. Terutama, untuk menghadapi dan mengantisipasi terjadinya peningkatan penggunaan data internet.

Regional Network Operations and Maintenance Central Java Smartfren Wahyudiono mengatakan pihaknya menyiapkan 13 unit battle mobile, yang disebar di sejumlah titik di wilayah Jawa Tengah. Terutama, di sepanjang ruas jalan tol Trans Jawa.  

Menurutnya, pada Lebaran tahun ini pihaknya menaikkan kapasitas sebesar tiga kali lipat dari sebelumnya. Termasuk, menyiagakan 200 tim task force untuk mengatasi gangguan selama masa libur Lebaran.

"Menghadapi Lebaran ini, kita sudah siapkan penambahan kapasitas sampai 25 persen dari penggunaan normal. Masih di bawah 60 persen. Artinya, Smartfren siap menghadapi lonjakan hingga dua kali lipat," kata Wahyu, kemarin.

Lebih lanjut Wahyu menjelaskan, pada masa libur Lebaran tahun ini diperkirakan kenaikan penggunaan data sudah mulai terjadi pada H-7 sebelum hari raya.

Corporate Communication XL Axiata Yoseo Maya menambahkan, selama masa libur Lebaran ini pihaknya sudah mengantisipasi adanya kenaikan penggunaan data. Sehingga, pihaknya meningkatkan kualitas jaringan di sepanjang jalur mudik Lebaran.

Maya menjelaskan, di sejumlah areal di central region juga ditambah kapasitas jaringan hingga 30 persen dari penggunaan normal harian.

"Untuk Jawa Tengah kami prediksi, akan ada peningkatan traffic penggunaan data di wilayah Brebes sebesar 60 persen. Wilayah Brebes ini peningkatannya lebih besar dari daerah lainnya di Jawa Tengah. Kalau untuk daerah Yogya, perkiraan kita kenaikan traffic di wilayah dalam kota. Kenaikannya sekitar 65 persen," ujar Maya.

Maya menjelaskan, pihaknya juga menyiapkan dukungan mobile BTS di sejumlah wilayah di central region. Yakni di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Yogyakarta. (K-08)

PLTU Tanjung Jati B Jepara 2 Tahun Lagi Bisa Jadi Tulang Punggung Kelistrikan di Jawa-Bali

Kompleks PLTU Tanjung Jati B Jepara terlihat di waktu malam.
Semarang-Progres pembangunan PLTU Tanjung Jati B Jepara unit 5 dan 6, saat ini sudah mencapai 55-60 persen. Berjalan pelan tapi pasti, pembangkit listrik terbesar di Asia Tenggara itu akan siap memasok listrik di wilayah Jawa-Bali pada September 2021 mendatang.

Asmen Komunikasi PLTU Tanjung Jati B Jepara Grahita Muhammad mengatakan nantinya, produksi listrik yang bisa dihasilkan setelah unit pembangkit beroperasi penuh adalah 4,640 MW. Kapasitas produksi itu jauh lebih besar jika dibandingkan Paiton di Kabupaten Probolinggo Jawa Timur, yang hanya sekira 4.100 MW serta PLTU Suralaya di Banten sekira 3.800-3.900 MW.

Menurutnya, apabila seluruh unit di PLTU Tanjung Jati B Jepara sudah beroperasi penuh maka bisa menopang antara 14-15 persen kelistrikan di wilayah Jawa-Bali.

Grahita menjelaskan, produksi litrik yang dihasilkan PLTU Tanjung Jati B Jepara itu dijamin bisa mencukupi kebutuhan listrik untuk industri Jawa-Bali. Termasuk nantinya ketika produksi masal mobil dan sepeda motor listrik sudah mulai banyak.

"Jadi, Insya Allah 2021 kebutuhan listrik nasional yang sangat bertumpu pada pembangunan unit 5-6 atau Jawa 4 ini akan sesuai dengan rencana. Ini kompleks pembangkit listrik terbesar di Asia Tenggara. Jepara ini menjadi salah satu tulang punggung kelistrikan nasional, terutama Jawa-Bali selain di Paiton dan Suralaya," kata Grahita, Rabu (15/5).

Lebih lanjut Grahita menjelaskan, pembangunan unit 5 dan 6 sebenarnya sudah dimulai sejak 2017 lalu. Dari kedua unit itu, nantinya dijadwalkan beroperasi pada 2021 dan 2022.

"Dari kedua unit pembangkit listrik itu, akan menghasilkan 2x1.000 MW. Total seluruhnya mencapai 4.640 MW," jelasnya.

Sementara, lanjut Grahita, bahan baku di PLTU Tanjung Jati B Jepara berasal dari Kalimantan dan kebutuhan per bulannya mencapai 24 ribu ton atau setara delapan juta ton setahun untuk memenuhi kebutuhan empat pembangkit. (K-08)

Ganjar: Masih Terbuka Ruang Untuk Ajukan Keberatan Terhadap Hasil Pemilu 2019

Gubernur Ganjar Pranowo ditemani Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko
Amelza saat mengunjungi kantor KPU Jateng saat proses rekapitulasi.
Semarang-Proses rekapitulasi penghitungan perolehan suara Pemilu 2019 di Jawa Tengah telah selesai, dan hasilnya juga sudah dikirim ke KPU RI untuk direkapitulasi. Namun, dalam proses rekapitulasi di tingkat provinsi kemarin menyisakan pertanyaan karena salah satu kubu enggan menandatangani berita acara.

Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan sebenarnya ketika proses rekapitulasi penghitungan perolehan suara di tingkat kecamatan hingga kabupaten, semua saksi menandatangani berita acara form C1. Hanya saja, di tingkat provinsi saja enggan melakukan tanda tangan.

Oleh karena itu, jelas Ganjar, karena sudah ada aturan yang mengatur tentang proses keberatan maka ia menyarankan kepada pihak tertentu untuk menggunakan koridor konstitusi.  

"Lalu secara konstitusional, semua sudah diatur. Ada pelanggaran, ada Gakumdu. Ada yang tidak bisa menerima, ada lembaga banding, silakan menggugat ke MK. Saya kira cara itu paling baik dengan menyiapkan bukti dari masing-masing. Dengan bukti yang disiapkan masing-masing, maka semua akan berjalan dengan lancar. Inilah kenapa konstitusi dan aturan dibuat, sehingga kita bisa berdemokrasi berada dalam koridor yang benar," kata Ganjar, Rabu (16/5).

Zulkifli Hasan
Ketua Umum PAN
Sementara, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan ketika kunjungan ke Semarang Rabu (15/5) kemarin memberi dukungan kepada kadernya untuk tidak gentar menggugat jika merasa ada kecurangan.

Menurutnya, petinggi PAN akan memberikan dukungan moral dan materiil jika ada yang akan menggugat. 

"Orang protes kan boleh, kalau orang protes menyampaikan pikirannya silakan dijawab. Misal soal yang mati 500, dijelaskan kenapa. Percaya engga percaya terserah, tapi sudah dijelaskan. KPU ini ada begini-begini, dijawab. Tapi kalau engga dijawab kan orang menjadi distrust. Sekali lagi, dalam demokrasi itu boleh saja sepakat untuk tidak sepakat tapi bukan untuk membuat bermusuhan," ujar Zulhas.

Sementara, Wakil Ketua DPW PAN Jateng Ahsin Ma'ruf mengaku belum ada laporan mengenai dugaan kecurangan di pemilu tingkat Jateng. Namun, jika memang ada dan ditemukan kecurangan maka akan segera disampaikan ke DPP PAN. (K-08)