Sabtu, 01 Juni 2019

Kapolri: TNI/Polri Siapkan Beri Rasa Aman ke Pemudik Dari Ancaman Kejahatan Begal

Jend. Pol Tito Karnavian
Kapolri
Semarang-Jajaran Polda Lampung sudah diminta, untuk membuat Satuan Tugas (Satgas) Anti Begal, untuk memberikan rasa aman bagi pemudik yang ingin berhari raya di kampung halaman.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan pihaknya bersama jajaran TNI bersepakat memberikan rasa aman kepada masyarakat pemudik, yang akan pulang ke kampung halaman.

Menurutnya, pada masa Lebaran ini kejahatan yang perlu mendapat kewaspadaan ekstra adalah perampokan atau pembegalan.

Tito menjelaskan, pihaknya tidak akan mentolerir kepada pihak-pihak yang mencoba menakuti masyarakat atau membuat pemudik tidak aman selama melakukan perjalanan ke kampung halaman.

"Kasus-kasus konvensional, misalnya begal. Polda Lampung sudah kita ingatkan, untuk membentuk Satgas Anti Begal. Secara proaktif melakukan pemetaan kelompok-kelompok itu dan kemudian melakukan langkah, baik soft maupun tindakan-tindakan tegas. Kemudian, membentuk pos gabungan TNI/Polri di sepanjang jalur Bakauheni sampai dengan Sumatera Selatan. Dan ketiga, adanya patroli gabungan di sepanjang jalur rawan begal," kata kapolri, kemarin. 

Lebih lanjut Tito menjelaskan, pihaknya sejak awal puasa sampai Lebaran untuk mencegah gangguan kamtibmas. TNI/Polri akan terus melakukan patroli rutin yang difokuskan di kawasan permukiman.

"Masyarakat boleh menitipkan hartanya, misal kendaraan yang ditinggalkan ke markas TNI atau polisi terdekat," tandasnya. (K-08)

Antisipasi Arus Balik Macet, Kapolri Imbau Pemudik Pulang ke Jakarta Lebih Awal

Kendaraan pemudik mulai memadati GT Kalikangkung, Sabtu (1/6).
Semarang-Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian meminta kepada masyarakat pemudik, untuk bisa memanfaatkan waktu yang ada di masa libur Lebaran. Terutama, bagi yang memanfaatkan pulang ke kampung halaman.

Menurutnya, pada masa arus mudik Lebaran ini sedikit berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sebab, persebaran kendaraan pemudik merata dan tidak bertumpu pada satu hari saja.

Tito menjelaskan, panjangnya masa libur Lebaran ini membuat masyarakat bisa merencanakan perjalanan mudik sejak jauh hari. Termasuk, memilih rute perjalanan bisa sampai ke kampung halaman.

Namun demikian, lanjut kapolri, para pemudik yang akan kembali ke Jakarta diimbau bisa memilih waktu secara tepat. Sehingga, tidak terjadi penumpukan kendaraan yang berakibat kemacetan panjang di jalur-jalur mudik.

"Nah, kembalinya mungkin nanti kita lihat waktunya pendek. Hari Jumat masih cuti bersama, dan sisa waktu dua hari di Sabtu dan Minggu. Senin sudah mulai hari kerja, sehingga kita mengimbau kepada masyarakat jangan memilih pulang ke Jakarta di hari Sabtu dan Minggu. Mungkin nanti akan terjadi lonjakan. Jadi, saran saya Jumat sudah ada yang berangsur-angsur kembali," kata Tito ketika melakukan peninjauan di GT Kali Kangkung, Semarang, Jumat (31/5).

Lebih lanjut Tito menjelaskan, dengan memilih waktu pulang ke Jakarta secara tepat, maka tidak akan ada lonjakan volume kendaraan secara bersamaan. 

"Prediksi saya memang di waktu arus balik ini yang perlu diantisipasi," jelasnya.

Sementara itu, sebelum melakukan peninjauan di GR Kali Kangkung, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian yang didamping Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Menteri Kesehatan Nila Moeloek juga melakukan peninjauan di Brebes Timur dengan menggunakan dua buah helikopter. Dari pantauan di udara, situasi arus lalu lintas di jalan tol Trans Jawa cukup kondusif.

"Kepadatan hanya sedikit di Cikampek karena ada pekerjaan underpass. Lepas dari sana lancar sampai Cikopo, Brebes sampai Semarang," pungkasnya. (K-08)