Jumat, 14 Juni 2019

Habis Lebaran, Dinkes Jateng Tes Kebugaran ASN

Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yulianto Prabowo melakukan cek tensi
sebelum mengikuti tes kebugaran di Tri Lomba Juang, Jumat (14/6).
Semarang-Dinas Kesehatan Jawa Tengah melakukan tes kebugaran bagi para aparatur sipil negara (ASN) di Stadion Tri Lomba Juang (TLJ), Jumat (14/6). Setiap pegawai di lingkungan Dinkes Jateng sebelum melakukan tes kebugaran, diperiksa tekanan darahnya dan diukur berat serta tinggi badan.

Kepala Dinkes Jateng Yulianto Prabowo mengatakan tes kebugaran dilakukan itu, merupakan agenda wajib yang harus diikuti setiap pegawai di lingkungan Dinkes Jateng. Termasuk juga, para aparatur sipil negara (ASN) yang ada di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jateng.

Menurutnya, sangat penting para ASN itu selalu menjaga kebugarannya. Sebab, nantinya juga berkaitan dengan performa memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Yulianto menjelaskan, dengan rutin dan rajin menjaga kebugaran tubuhnya maka juga akan terhindar dari penyakit tidak menular (PTM). Misalnya penyakit jantung, kolesterol, darah tinggi dan juga asam urat.

"Jadi, kesehatan itu terkait sekali dengan kebugaran. Untuk itu, pegawai di Dinas Kesehatan Jawa Tengah kita ukur tingkat kebugarannya. Jadi, mengelilingi lapangan ini empat kali kurang lebih 1.600 meter. Nanti, kita ukur waktunya dan ada tabel yang bisa kita lihat apakah bugar atau kurang bugar. Jadi, kalau ada yang kurang nanti kita adakan latihan-latihan," kata Yulianto.

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Jateng Wahyu Setianingsih menambahkan, pengukuran kebugaran tidak hanya dilakukan pegawai di Dinkes Jateng saja tapi juga telah dilakukan di lingkungan Bappeda dan Inspektorat serta Satpol PP Jateng.

Wahyu menjelaskan, dari hasil pengukuran kebugaran itu nantinya akan didapatkan rekomendasi terkait jenis latihan atau olahraga jika pegawai dinyatakan kurang bugar.

"Ini adalah kegiatan rutin yang kita lakukan. Bukan hanya Dinas Kesehatan, tapi seluruh OPD di provinsi juga kita lakukan hal yang sama. Sehingga, kita tahu seluruh ASN di Jawa Tengah ini tingkat kebugarannya seperti apa," ucap Wahyu.

Wahyu juga mengajak ASN serta masyarakat luas, untuk tetap rutin melakukan olahraga setiap hari minimal 30 menit. Sebab, sehat dimulai dari diri sendiri. (K-08)

Ganjar: Pemudik Yang ke Jateng dan Belanja Ikut Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

Gubernur Ganjar Pranowo bersilaturahim ke rumah Wagiyo, guru SD-
nya di SDN 2 Tawangmangu, belum lama ini.
Semarang-Lebaran meskipun telah usai, namun momentumnya masih tetap terasa sampai sekarang. Terutama sektor pariwisatanya dan kulinernya, sehingga mampu menggeliatkan perekonomian masyarakat sekitar.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan pada masa libur Lebaran kemarin, banyak pemudik yang pulang ke kampung halamannya masing-masing atau sekadar singgah sebelum melanjutkan perjalanan. Kepulangan para pemudik ke kampungnya atau melintas ke Jateng, turut mendongkrak perekonomian masyarakat sekitar.

Menurutnya, tradisi mudik Lebaran cukup memberikan dampak pada peningkatan ekonomi masyarakat sekitar.

Ganjar menjelaskan, meskipun peningkatan perekonomian itu belum bisa diukur secara statistik dari Badan Pusat Statistik (BPS), namun paling tidak bisa dirasakan ada geliat ekonomi. Yakni, perputaran uang yang ada di wilayah Jateng. 

"Setidaknya mereka belanja oleh-oleh dan baju, piknik dan kuliner di wilayah atau daerah yang dikunjungi di Jawa Tengah. Saatnya diaspora kampung itu yang sukses, kembali dan memikirkan kampungnya masing-masing. Mari ikut berantas kemiskinan dan kebodohan, agar tempat lahirnya atau kampung halamannya itu maju," kata Ganjar, Jumat (14/6).

Ganjar lebih lanjut menjelaskan, para pemudik yang pulang kampung atau singgah di Jateng akan mengeluarkan sejumlah uang untuk membeli sekadar oleh-oleh berbelanja kebutuhan masing-masing. Sehingga, pedagang makanan maupun oleh-oleh khas daerah mendapat berkah di hari raya.

"Ada banyak perputaran uang, minimal di sekitar tempat tinggal atau kampung halamannya. Itu akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah," jelasnya.

Lebih lanjut Ganjar juga meminta kepada masyarakat Jateng yang merantau, untuk bisa ikut memikirkan kemajuan daerahnya. Sehingga, bantuan dari perantau Jateng yang sukses akan memberikan manfaat bagi kemajuan daerahnya.

"Bantu kampungmu, agar tempat lahirmu menjadi maju. Jadi, tolong dilihat apa yang perlu dibantu untuk dikembangkan," tandasnya. (K-08)

Pemprov Jateng Ingin Tradisi Balon Udara Tak Bahayakan Jalur Penerbangan

Ratusan balon udara mengudara di Stadion Hoegeng Kota Pekalongan
dalam acara Java Baloon Festival 2019.
Semarang-Pulau Jawa merupakan salah satu rute jalur penerbangan tersibuk di dunia, tidak hanya penerbangan domestik tapi juga internasional. Namun, setiap memasuki masa liburan Lebaran jalur penerbangan itu selalu mengalami gangguan dari tradisi masyarakat di Jawa Tengah. Terutama di wilayah Kabupaten Wonosobo dan Kota Pekalongan, yang memiliki tradisi menerbangkan balon udara.

Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan tradisi menerbangkan balon udara setiap Lebaran, harus bisa menjadi momentum pariwisata setiap tahunnya. Terutama di Kabupaten Wonosobo dan Kota Pekalongan.

Menurutnya, tradisi menerbangkan balon udara saat Syawalan jika tidak dilakukan pembinaan akan membahayakan penerbangan. Sehingga, pihaknya mengapresiasi langkah dari AirNav Indonesia yang mengelompokkan masyarakat dalam satu wadah festival balon udara.

Oleh karena itu, jelas Ganjar, untuk tahun-tahun mendatang pihaknya tidak akan memberikan toleransi kepada masyarakat yang tetap menerbangkan balon udara tanpa kontrol atau dianggap liar. 

"Kemarin itu banyak balon yang terbang liar, terus banyak pilot melaporkan. Saya komunikasi dengan Kementerian Perhubungan. Ada dua yang menjadi dilema, satu itu tradisi masyarakat tapi sisi sebelahnya ada bahaya. Yaitu terganggunya penerbangan, akibat balon lepas bebas. Saya tidak bisa berkompromi lagi kalau ada yang bercanda bapak ini bagaimana, itu wong tradisi. Itu kalau kena pesawat, masuk mesin njebluk terjadi kecelakaan penerbangan, siapa yang disalahkan dan dirugikan," kata Ganjar, belum lama ini. 

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, pihaknya tidak akan membatasi atau menghapus tradisi di masyarakat namun harus tetap memerhatikan keselamatn sekitarnya.

Diwartakan sebelumnya, Pemkot Pekalongan dan AirNav Indonesia menggelar Java Baloon Festival di Stadion Hoegeng Pekalongan, Rabu (12/6) kemarin. Sebanyak 105 peserta, mengikuti festival tersebut dan menampilkan beragam warna serta keunikan balon udara. (K-08)

Masih Ada 15 Persen Pemudik Belum Balik, Pertamina Tetap Siagakan SPBU Kantong di Jalur Mudik

Petugas SPBU di Rest Area KM 379A Batang mengisi BBM kendaraan
pemudik saat arus Balik Lebaran.
Semarang-Data dari Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Tengah menyebutkan, jika masih ada sekira 15 persen pemudik yang belum melakukan perjalanan balik ke Jakarta dan sekitarnya. Sehingga, diperkirakan masih terjadi arus balik pada Sabtu (15/6) dan Minggu (16/6/ besok.

GM Pertamina MOR IV Iin Febrian mengatakan karena masih ada pemudik yang belum melakukan perjalanan balik ke tempat asal, pihaknya tetap menyiapkan bahan bakar minyak (BBM) memadai di sepanjang jalur mudik. Baik itu di ruas jalan tol Trans Jawa, maupun di jalan reguler pantura dan selatan.

Menurutnya, Pertamina sejak 20 Mei sampai 13 Juni 2019 kemarin telah melaksanakan satgas pengamanan BBM dan juga elpiji selama Lebaran. 

Iin menyebutkan, selama masa arus mudik balik Lebaran kemarin tingkat konsumsi BBM jenis Gasoline naik 26 persen dengan puncak konsumsi tertinggi terjadi pada H-1 sebesar 19.500 Kilo Liter (KL). Sedangkan lonjakan konsumsi BBM saat arus balik terjadi di H+4, sebesar 17.032 KL atau naik 65 persen dari rerata harian normal yang hanya 10.433 KL.

"Kalau di tol, kita tetap mencadangkan SPBU kantong yang memang bisa mengantisipasi lonjakan kebutuhan. Posisi saat ini full stock, dan ini terjadi di seluruh SPBU. Elpiji juga kita tetap waspadai, karena ada beberapa wilayah yang menggelar tradisi Lebaran ketupat. Utamanya di wilayah pantura. Secara aturan, Satgas Pertamina akan berlangsung penuh sampai tanggal 20 Juni," kata Iin, Jumat (14/6).

Lebih lanjut Iin menjelaskan, tingginya minat masyarakat mudik balik menggunakan jalan tol Trans Jawa, membuat peningkatan konsumsi BBM di seluruh SPBU dan Kios Pertamina Siaga hingga lima kali lipat dibanding Lebaran 2018.

"Dibanding Lebaran tahun kemarin, konsumsi BBM meningkat seiring dengan beroperasinya rest area di jalan tol Trans Jawa. Sehingga, Pertamina mengoptimalkan stok dan penyaluran BBM sebagai upaya antisipasi peningkatan konsumsi saat Lebaran," jelasnya.

Unit Manager Communication and CSR Andar Titi Lestari menambahkan, untuk konsumsi elpiji juga mengalami kenaikan sebesar tujuh persen. Yakni untuk elpiji bersubsidi sebesar 3.488 MT dari rerata harian normal, menjadi 3.733 MT. Sedangkan yang nonsubsidi, mengalami kenaikan sebesar satu persen dari rerata harian normal.

"Kebutuhan total elpiji saat arus balik tertinggi terjadi pada H+5, naik sebesar 16 persen dari rata-rata harian normal. Yakni dari 3.864 MT menjadi 4.500 MT," ucap Andar. (K-08)