Jumat, 21 Juni 2019

Penggunaan Data Smartfren Saat Lebaran Naik 30 Persen

Posko Lebaran milik Smartfren di pusat keramaian diserbu masyarakat
yang akan membeli paket kuota internet ataupun sekadar bertanya.
Semarang-Sepanjang libur Lebaran kemarin, terjadi kenaikan penggunaan data internet Smartfren dari hari biasanya. Terutama di layanan streaming dan aplikasi sosial media.

Head of Customer Experience and Analytic Smartfren Sharizan Zaki Pondren mengatakan setiap Ramadan dan Hari Raya Lebaran, operator telekomunikasi selalu mengalami kenaikan trafik data.

Smartfren, jelas Sharizan, mencatat adanya kenaikan trafik komunikasi melalui layanan streaming dan aplikasi sosial media.

Sharizan sudah memprediksikan, jika Ramadan dan Lebaran 2019 akan terjadi kenaikan lalu lintas data. Khususnya di layanan streaming video, dan media sosial. Namun, meski mengalami kenaikan penggunaan data internet itu, pihaknya sukses melayani dan memberikan kelancaran komunikasi bagi setiap pelanggannya.

"Berdasarkan data yang kami miliki, mobilitas pelanggan Smartfren selama mudik Lebaran paling banyak terjadi di Semarang, Medan, Makassar dan Palembang. Ada fenomena baru di tahun 2019 ini, yaitu terjadi peningkatan arus komunikasi dan data di sepanjang jalan tol Trans Jawa," kata Sharizan belum lama ini.

Lebih lanjut Sharizan menjelaskan, pihaknya sejak jauh hari sebelum masuk masa mudik Lebaran sudah melakukan langkah antisipasi. Yakni dengan menurunkan 180 Mobile BTS dan 76 kontainer di sepanjang jalur mudik balik Lebaran.

"Kami juga melakukan monitoring 24 jam dalam seminggu dari NOC di seluruh jalur mudik, lokasi publik dan kota tujuan. Sepanjang Ramadan, kami juga menghadirkan beragam pilihan paket kuota internet mulai dari unlimited hingga kuota super besar," pungkasnya. (K-08)

Selama Lebaran, Pengiriman Barang di JNE Naik 100 Persen per Hari

Presdir JNE Feriadi (kanan) memberikan kenang-kenangan ke salah
satu mitra JNE Explore Jakarta Barat, Elly Tan.
Semarang-Presiden Direktur JNE M Feriadi mengatakan tradisi berbagi kebahagiaan saat hari Lebaran kemarin, berimbas pada peningkatan transaksi dan pengiriman barang lewat perusahaan logistik. 

Pada bulan puasa sampai Lebaran kemarin, jelas Feriadi, pihaknya mengakui ada peningkatan pengiriman barang dari konsumen di atas periode normal harian. Yakni di atas 100 persen bila dibanding pengiriman hari biasa.

Menurutnya, bila dibanding bulan puasa dan Lebaran tahun ini dengan tahun sebelumnya mengalami peningkatan lebih dari 40 persen.

Feriadi menjelaskan, tradisi berbagi kebahagiaan dan merayakan Lebaran tersebut mendorong peningkatan pengiriman barang. Tidak hanya di dalam negeri saja, tapi hingga luar negeri.

"JNE terus menjalankan langkah-langkah untuk memaksimalkan kualitas pelayanan, agar bisa selalu memenuhi kebutuhan pengiriman masyarakat yang terus berkembang saat ini. JNE, juga terus melanjutkan transformasinya menjadi perusahaan jasa pengiriman ekspres dan logistik di era digital," kata Feriadi, Jumat (21/6).

Lebih lanjut Feriadi menjelaskan, pihaknya terus mengembangkan fasilitas dan infrastruktur agar pelanggan bisa semakin mudah bertransaksi.

"Kami berharap, pengembangan yang JNE lakukan bisa memberikan kontribusi nyata terhadap berbagai pihak. Baik swasta dan pemerintahan, di era industri 4.0," pungkasnya. (K-09)

Terapkan Konsep Ramah Lingkungan, PLTU Tanjung Jati B Manfaatkan Limbah Batu Bara Jadi Batako

Proyek pembangunan PLTU Tanjung Jati B di Kabupaten Jepara akan
memanfaatkan limbah batu bara jadi batako dan paving block.
Semarang-General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan Tanjung Jati B, Komang Parmita mengatakan sebagai pembangkit listrik yang menggunakan bahan baku batu bara, PLTU Tanjung Jati B di Kabupaten Jepara berupaya menjadi perusahaan ramah lingkungan atau go green. 

Pihaknya, jelas Komang, terus mengupayakan penanganan limbah baru bara dari PLTU Tanjung Jati B yang berupa Fly Ash dan Bottom Ash.

Menurutnya, PLN sedang berupaya mengoptimalkan pemanfaatan limbah PLTU untuk bahan baku pembuatan paving block, batako dan cor beton yang saat ini dalam proses perizinan di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). 

"Bahwa saat ini pemanfaatan Fly Ash dan Buttom Ash mengalami tren penurunan. Fly Ash turun 60 persen, dan Bottom Ash turun 70 persen selama empat tahun terakhir ini," kata Komang, Jumat (21/6).

Lebih lanjut Komang menjelaskan, pihaknya kini masih memproses perizinan di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Sehingga, limbah batu bara bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.

"Saat ini kami sudah punya tempat pengelolaan limbah batu bara. Jika izin sudah keluar, produksi paving dan batako sudah bisa segera dilaksanakan dan tentunya akan membuka peluang usaha untuk masyarakat sekitar," tandasnya. (K-08)

Galakkan Gemar Makan Ikan, DKP Jateng Minta Semua Sekolah Ajak Siswa Makan Ikan Sepekan Sekali

Seorang pekerja makanan olahan dari ikan sedang membungkusi.
Semarang-Tingkat konsumsi makan ikan masyarakat Jawa Tengah yang masih rendah, menjadi dasar bagi Dinas Kelautan dan Perikanan Jateng menggalakkan gemar makan ikan. Terutama bagi usia dini yang masih berada di bangku sekolah, agar makan ikan bisa menjadi budaya hingga dewasa.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jateng Fendiawan Tiskiantoro mengatakan pada 2018 kemarin saja, tingkat konsumsi makan ikan masyarakat di provinsi ini hanya 29,19 kilogram per kapita per tahun. Bila dibanding daerah lain semisal Jawa Timur, maka Jateng kalah jauh. 

Menurutnya, masyarakat Jatim tingkat konsumsi makan ikannya mencapai 36 kilogram per kapita per tahun dan untuk tingkat nasional 51,5 kilogram per kapita per tahun.

Oleh sebab itu, jelas Fendiawan, diperlukan adanya gerakan yang masif untuk meningkatkan konsumsi makan ikan bagi masyarakat Jateng. Salah satunya, dimulai dengan mengajak sekolah-sekolah di Jateng untuk bisa ikut mengampanyekan gerakan makan ikan kepada para siswanya.

"Sekarang sudah ada bakso ikan, naget ikan dan macam-macam. Ini yang kita kenalkan kepada anak-anak TK dan SD. Kita sudah diskusi dengan pak sekda, bagaimana kalau dibikin surat edaran dari gubernur untuk PAUD dan TK dalam satu minggu wajib ada menu ikan. Kemudian untuk SMP dan SMA, kita juga imbau hal yang sama. Instansi pemerintah kalau ada acara-acara, ya mbog masak ikan sebagai hidangan," kata Fendiawan baru-baru ini.

Lebih lanjut Fendiawan menjelaskan, pada tahun ini pihaknya menargetkan tingkat konsumsi makan ikan bisa mencapai 30 kilogram per kapita per tahun jika gerakan konsumsi ikan ke tingkat sekolah bisa berhasil.

"Gerakan gemar makan ikan harus digenjot, caranya lewat inovasi produk olahan ikan. Sehingga, anak-anak atau mungkin orang dewasa yang tidak suka makan ikan bisa menjadi suka karena sudah diolah sedemikian rupa," jelasnya.

Diketahui, lanjut Fendiawan, ikan memiliki banyak kandungan gizi yang baik bagi kesehatan. Terutama, baik untuk pertumbuhan dan kecerdasan anak-anak serta guna mencegah stunting. (K-08)

Dinporapar Jateng Minta Pemkot Semarang Siapkan Paket Wisata Bagi Kontingen ASEAN School Games

Sinoeng N Rachmadi
Kepala Dinporapar Jateng
Semarang-Pelaksanaan ASEAN School Games ke-11 tahun ini Indonesia menjadi tuan rumahnya, dan Jawa Tengah ditunjuk sebagai lokasi pelaksanaan kegiatannya. Salah satunya adalah Kota Semarang, tempat upacara pembukaan sekaligus penutupannya.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Jateng Sinoeng N Rachmadi mengatakan setidaknya ada 10 kontingen dari negara-negara anggota ASEAN yang mengikuti kejuaraan tersebut, dan memastikan akan datang untuk menyaksikan pesta pembukaan ASEAN School Games ke-11 tersebut.

Menurutnya, momentum tersebut bisa digunakan Pemkot Semarang untuk mendongkrak dari sisi pariwisatanya. Yakni, dengan menyiapkan paket-paket wisata menarik atau city tour ke sejumlah obyek wisata yang sudah dipersiapkan.

Sinoeng menjelaskan, paket wisata city tour yang bisa digarap misalkan mengemas perjalanan ke kawasan Kota Lama, Desa Wisata Kandri, Kelenteng Sam Poo Kong, Kampung Batik dan Lawang Sewu. Sehingga, para kontingen dari negara-negara ASEAN yang mengikuti city tour bisa ikut mempromosikan obyek wisata Kota Semarang lewat postingan di media sosialnya.

"Kita berkoordinasi dengan Kota Semarang, karena kita ini kedapuk ketiban sampur oleh Kemenpora dan Kemenpar untuk menjadi tuan rumah terkait dengan opening ceremony dan closing ceremony. Sementara, untuk teknis venue itu dari pihak Kemenpora. Kami sudah matur dengan pak wali kota dan ibu wakil wali kota serta jajarannya, Pemkot Semarang siap untuk memberikan paket-paket menarik pada saat sebelum pembukaan," kata Sinoeng, Jumat (21/6).

Lebih lanjut Sinoeng juga menjelaskan, masyarakat Kota Semarang dan kota-kota lain yang ketempatan sebagai lokasi pertandingan ASEAN School Games ke-11 juga bisa ikut berpartisipasi. Caranya, dengan menyiapkan souvenir khas daerahnya masing-masing.

"Bisa juga membuat kaos dengan gambar-gambar kearifan lokal sekitar, lalu jual ke venue-venue terdekat di daerahnya," jelasnya.

Diwartakan sebelumnya, ASEAN School Games ke-11 tahun memertandingkan sembilan cabang olahraga. Yaitu atletik, bola basket, tenis meja, bola voli indoor, tenis lapangan, sepak takraw, renang, bulu tangkis dan pencak silat.

ASEAN School Games ke-11 yang dilaksanakan di Jateng itu, akan dimulai pada 17-25 Juli 2019 mendatang. (K-08)