Selasa, 09 Juli 2019

Kemenhub Minta Masyarakat Berperilaku Santun Dalam Berlalu Lintas

Kementerian Perhubungan menggelar dialog publik mengatakan tema
"Konektivitas Membangun Bangsa" di Hotel Semesta, Selasa (8/7).
Semarang-Pada masa arus mudik balik Lebaran tahun ini, jumlah angka kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan hingga 65 persen dari Lebaran sebelumnya. Hal itu mengindikasikan, jika kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas sudah mulai ada perbaikan lebih baik.

Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengatakan aspek keselamatan dan keamanan di jalan raya harus bisa lebih diutamakan, terutama bagi masyarakat sebagai pengendara. Baik kendaraan pribadi maupun pengendara angkutan umum, yaitu sopir bus antarkota. Pernyataan itu dikatakannya saat membuka dialog publik "Konektivitas Membangun Bangsa" di Hotel Semesta, Selasa (9/7).

Menurutnya, meski angka kecelakaan lalu lintas di jalan raya pada masa arus mudik balik Lebaran 2019 mengalami penurunan. Namun, bukan berarti perilaku masyarakat berkendara juga telah mengalami perubahan.

Budi menjelaskan, pengendara kendaraan masih mengedepankan ego dengan pemikiran lebih cepat sampai ke tempat tujuan. Padahal, kondisi jalan sekarang kapasitasnya terus bertambah dan jumlah kendaraannya semakin bertambah.

Oleh karena, melalui kegiatan dialog itu diharapkan bisa meningkatkan pengetahuan dan pemahaman berlalu lintas bagi masyarakat.

"Keselamatan dengan keamanan transportasi, mari kita lihat bagaimana sebagian dari kita perilaku berkendara. Jadi, sebagian dari kita masih punya perilaku seperti ini dalam berlalu lintas. Kita dalam mengendarai kendaraan atau kita sebagai pelaku transportasi, ego tidak diutamakan di jalan tapi saling menghormati," kata Budi.

Budi lebih lanjut menjelaskan, untuk memerbaiki perilaku berkendara masyarakat di jalan, Kementerian Perhubungan membuat program rencana umum nasional keselamatan lalu lintas. Karena, jalan bukan tempat pengendara beradu kecepatan.

"Untuk mengaplikasikan program nasional itu, maka tiga elemen utama harus bisa berperan dalam keamanan dan keselamatan berlalu lintas. Yakni regulator, operator dan masyarakat," pungkasnya. (K-08)

Peringatan Hari Koperasi Nasional di Purwokerto Bebas Kertas dan Plastik

Sekjen Dekopin Moch Sukri menyebutkan peringatan HUT ke-72 Hari
Koperasi Nasional akan diadakan di Purwokerto, Banyumas.
Semarang- Puncak peringatan Hari Koperasi Nasional ke-72 akan diadakan di Purwokerto, Kabupaten Banyumas pada 12 Juli 2019 dan dihadiri Presiden Joko Widodo. Peringatan Hari Koperasi Nasional tahun ini akan menjadi awal bagi koperasi, untuk lebih dekat lagi kepada masyarakat.

Sekjen Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Mohammad Sukri mengatakan koperasi bukan perusahaan yang tertinggal, tetapi koperasi sudah akrab dengan teknologi industri dan digital teknologi. Sehingga, pada peringatan Hari Koperasi Nasional ke-72 mengangkat tema "Reformasi Total Koperasi di Era Industri 4.0".

Menurutnya, pergeseran paradigma tentang koperasi akan dilihat dalam peringatan Hari Koperasi Nasional tahun ini.

Sukri menjelaskan, yang paling bisa dirasakan adalah hadirnya aplikasi My Coop dan bisa diunduh masing-masing peserta dari Papua hingga Aceh. Aplikasi itu akan memberi kemudahan bagi peserta dalam mencari destinasi wisata, hotel dan lokasi menuju peringatan berlangsung.

Bahkan, lanjut Sukri, peringatan Hari Koperasi Nasional akan menjadi satu-satunya peringatan hari nasional yang ramah lingkungan. Yakni, tidak menggunakan kertas panduan bagi peserta dan tidak memakai plastik.

"Melalui peringatan Hari Koperasi ke-72 di Banyumas itu adalah mungkin baru kali pertama di Indonesia, hari nasional yang paperless dan plasticless. Maksudnya paperless apa? Informasi digital akan diterapkan dalam Hari Koperasi Nasional di Banyumas, dengan menggunakan aplikasi My Coop. Dengan My Coop ini, akan paperless," kata Sukri saat di Semarang.

Lebih lanjut Sukri menjelaskan, peringatan Hari Koperasi Nasional ke-72 di Purwokerto akan diupayakan ramah lingkungan. Karena, sesungguhnya koperasi sangat ramah dengan lingkungan.

"Tidak ada lagi botol minuman dari plastik yang disuguhkan kepada peserta. Bahkan, lokasi expo atau pameran juga tidak menggunakan plastik sebagai bungkus barang belanjaan," jelasnya.

Nantinya, di peringatan Hari Koperasi Nasional ke-72 akan melibatkan kaum milenial di acara tersebut. Karena, tema dan kegiatannya tidak lepas dari keseharian kaum milenial. (K-08)

Investor Baru Banyak Pilih Lokasi Dekat Exit Tol Trans Jawa

Aktivitas muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.
Semarang-Jalan tol Trans Jawa yang melintasi wilayah Jawa Tengah, memberikan dampak positif bagi provinsi ini. Terutama, dalam hal meningkatkan jumlah investasi di Jateng.

Kabid Pengendalian dan Pengembangan Penanaman Modal Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Jateng Didik Subiyantoro mengatakan jalan tol Trans Jawa memerlancar arus lalu lintas tidak hanya orang, tapi juga barang-barang produksi ekspor ataupun impor. Bahkan, karena jalan tol Trans Jawa juga sudah banyak calon investor yang masuk ke provinsi ini.

Menurutnya, beberapa investor yang masuk itu merupakan pengusaha besar yang mampu menampung ribuan karyawan.

Didik menjelaskan, beberapa wilayah di Jateng yang dilirik para investor baru itu memang kebanyakan berada di lintasan jalan tol Trans Jawa. Misalnya Kabupaten Brebes, Pemalang dan Kendal. 

"Tol itu menjadi daya tarik bagi calon investor ke Semarang, misal di Pemalang. Alasannya, Pemalang itu dekat dengan tol Trans Jawa. Jadi, kalau mau ekspor lewat Jakarta atau Surabaya itu jaraknya sama. Lha berarti, jalan tol itu sudah ada untungnya atau manfaatnya. Kabupaten/kota, itu perlu melakukan pengawalan terhadap rencana investasi," kata Didik, belum lama ini.

Lebih lanjut Didik menjelaskan, dengan adanya jalan tol Trans Jawa membuat akses semakin mudah dan cepat. Sehingga, jalan tol menjadi daya tarik tersendiri bagi pertumbuhan investasi di Jateng.

"Dengan adanya jalan tol Trans Jawa, sejumlah kawasan industri terpadu dan iklim investasi yang kondusif dipastikan investasi semakin tumpuh pesat di Jateng. Tahun lalu target Rp47 triliun, kami bisa realisasikan sampai Rp59 triliun. Tahun ini, target kami Rp56 triliun," jelasnya.

Pihaknya, lanjut Didik, juga memberikan pelayanan perizinan satu pintu secara online. Di samping itu, pemprov juga memiliki tim percepatan pembangunan kawasan industri di bawah waki gubernur dan satuan tugas percepatan pelaksanaan berusaha. (K-08)

Pemprov Jateng Dukung Pembangunan LRT di Kota Semarang

Ganjar Pranowo
Gubernur Jawa Tengah
Semarang-Pembangunan transportasi masal di Kota Semarang dan juga kota-kota besar di Jawa Tengah perlu mendapat dukungan, terutama untuk mengurangi kepadatan dan mengurai kemacetan di wilayah yang bersinggungan. Termasuk, pembangunan Light Rail Transit (LRT) di Kota Semarang mendapat dukungan dari Pemprov Jateng.

Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan memang saat ini, pemerintah pusat sedang mengembangkan moda transportasi masal. Salah satunya adalah LRT, yang saat ini sudah terbangun di Palembang dan Jakarta.

Menurutnya, pemerintah pusat kini bersiap membangun proyek serupa di Surabaya, Bandung dan Medan.

Khusus untuk di Kota Semarang, jelas Ganjar, dirinya juga telah mendapat informasi dari Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang juga berniat membangun LRT sebagai transportasi masal bagi warga kotanya. Bahkan, konsep itu sudah disiapkan sejak lama dan maketnya juga telah dikeluarkan.

"Sebenarnya Pak Hendi, Wali Kota Semarang sudah menyiapkan itu sudah beberapa lama. Maketnya juga sudah dikeluarkan sama Pak Hendi. Tapi mungkin, lagi bicara tentang pembiayaan dengan pusat. Juga apakah nanti akan dibiayai negara atau investor. Tapi, Pak Hendi sudah menyiapkan lama dan sudah bicara serta minta dukungan saya. Dan kita dukung, karena Kota Semarang sudah perlu kayaknya," kata Ganjar belum lama ini.

lebih lanjut Ganjar menjelaskan, pembangunan LRT di Kota Semarang masih terus dikebut dan masuk dalam pembahasan pembiayaan. Dirinya siap memberikan dukungan terkait program transportasi masal yang dikembangkan Pemkot Semarang itu, karena memang saat ini sangat dibutuhkan.

"Saya dukung penuh, karena Semarang memang sudah perlu. Nah, mungkin kalau Semarang sudah jadi bisa dikembangkan ke daerah lain. Bisa jadi ada LRT yang menghubungkan Solo dan Yogya," jelasnya.

Diwartakan, Pemkota Semarang berencana membangun LRT sebagai transportasi masal muncul pada akhir 2018. Rencananya, LRT yang akan dibangun itu memiliki rute Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang menuju kawasan Tugu Muda. (K-08)