Kamis, 25 Juli 2019

Gojek Ubah Logo, Sejarah Baru Evolusi Layanan Ride Hailing

Logo baru Gojek.
Semarang-Gojek melakukan pergantian logo atau rebranding, dan menjadi tonggak sejarah baru yang menandai evolusi Gojek dari layanan ride-hailing menjadi sebuah ekosistem terintegrasi menggerakkan orang, barang dan uang.

Founder dan CEO Gojek Grup Nadiem Makarim mengatakan dengan logo baru itu, Gojek terus berinovasi menghadirkan berbagai cara pintar, dalam mengatasi tantangan yang dihadapi. Selain itu, Gojek juga terus memberikan dampak sosial dan ekonomi nyata bagi masyarakat, sekaligus membangun posisi Indonesia sebagai hubungan teknologi di Asia Tenggara.

"Logo ini melambangkan satu tombol untuk semua. Di lain pihak, lingkaran di logo baru ini mewakili ekosistem Gojek yang semakin solid memberikan manfaat untuk semua," kata Nadiem dikutip dari rilis.

Nadiem menjelaskan, logo baru tersebut mewakili semangat perusahaannya untuk selalu menawarkan cara pintar dalam mengatasi tantangan yang dihadapi para pengguna. Tidak hanya bagi konsumen, tapi juga akses pendapatan tambahan yang lebih luas bagi mitra dan para merchant.

"Dengan Gojek #PastiAdaJalan. Itu intinya," jelasnya.

Co-Founder Gojek, Kevin Aluwi menambahkan, sejak diluncurkan lima tahun lalu, pencapaian Gojek cukup luar biasa. Teknologi Gojek telah berevolusi dari aplikasi mencari order, menjadi aplikasi yang tidak hanya memermudah mitra mendapat dan menjalankan order tetapi juga membukakan akses pada berbagai produk finansial serta fitur keselamatan dan keamanan.

Menurutnya, di aplikasi konsumen yang awalnya hanya menyediakan tiga layanan, kini telah berevolusi menjadi 22 layanan on-demand untuk berbagai kebutuhan. 

"Pertumbuhan Gojek sangatlah pesat sejak kami luncurkan. Dari Juni 2016 hingga Juni 2019, jumlah transaksi yang diproses dalam platform kami melesat hingga 1.100 persen atau naik 12 kali lipat. Pertumbuhan signifikan ini didorong dengan peningkatan permintaan konsumen akan layanan terintegrasi dari Gojek," ujar Kevin. 

Diketahui, data yang dilansir Nikkei menyebutkan jumlah pengguna aktif bulanan Gojek di Indonesia paling banyak dibanding dengan aplikasi on-demand lainnya. Jumlah pengguna aktif bulanan Gojek di Indonesia, setara dengan jumlah pengguna aktif bulanan aplikasi ride-sharing terbesar dunia di Amerika. (K-08)


Undip Siap Jadi Universitas Rangking 500 Dunia

Rektor Undip Yos Johan Utama berjabat tangan dengan alumni IKA FIB
yang akan mengadakan seminar nasional tentang Manusia dan Politik
Kebudayaan.
Semarang-Rektor Universitas Diponegoro Yos Johan Utama mengatakan Undip masuk dalam rangking 800 world class university, dan terus berupaya bisa tembus di rangking 500 dunia. Berbagai upaya dan strategi dilakukan, untuk bisa mencapai rangking 500 dunia.

Undip, jelas Yos Johan, sudah memersiapkan sejumlah hal yang diperlukan untuk bisa mencapai rangking 500 dunia sesuai dengan arahan dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti). Yakni menyiapkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas dunia dari dosen dan tenaga pendidiknya, sehingga Undip membentuk Badan Pengembangan SDM untuk memetakan kualitas.

Menurutnya, upaya lainnya adalah memerkuat infrastruktur yang ada dengan penambahan laboratorium tidak hanya unggul di Indonesia tapi juga Asia Tenggara.

"Kita ada satu capaian yang namanya world class university. Saat ini, Undip sudah world class university di rangking 800. Ini satu prestasi juga, karena dari sekian ribu perguruan tinggi di Indonesia hanya ada delapan dan Undip salah satunya. Kita ingin menyiapkan sejumlah pilar-pilar untuk mencapai world class university untuk lebih baik, kata Yos Johan," Kamis (25/7).

Lebih lanjut Yos Johan menjelaskan, tujuan yang paling utama adalah menyiapkan lulusan Undip yang berkualitas dunia. (K-08)

Penanganan Sampah Plastik di Jateng, Pemprov Ajak Pengusaha Keroyok Bareng

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Direktur Sinar Jaya Plastindo,
Whelly Sujono menunjukkan bio plastic yang ramah lingkungan.
Semarang-Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan dalam memerangi sampah plastik di provinsi ini, harus ada upaya nyata untuk mengatasinya. Sebab, Indonesia dikenal menjadi negara kedua penyumbang sampah plastik terbesar di dunia setelah Tiongkok. Sehingga, perlu ada usaha serius untuk mengampanyekan gerakan tidak lagi menggunakan plastik. 

Menurutnya, pemprov sangat mengapresiasi adanya pabrik plastik yang memproduksi bio plastic atau plastik ramah lingkungan.

"Ditampilkan karya masyarakat dan termasuk juga dunia usaha, yang ternyata kita sudah punya bio plastic. Sayangnya, bio plastic belum populer dan untuk itu perlu kita populerkan. Kalau tahun depan kita buat policy 50 persen gunakan bio plastic, maka ini menjadi gerakan memerangi plastik. Harapan saya, kalau serius dua tahun bisa 100 persen. Kita akan mendorong insentif kepada pabrik plastik, agar dia membuat bio plastic," kata Ganjar belum lama ini.

Gubernur Ganjar Pranowo saat melakukan penanaman
mangrove di Pantai Mangunharjo, Tugu, Kota Semarang.
Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, persoalan sampah plastik memang menjadi perhatian serius pemerintah. Sehingga, tidak mengherankan jika Presiden Joko Widodo mengumpulkan seluruh gubernur dan bupati/wali kota terkait penanganan sampah.

"Oleh karenanya, perusahaan-perusahaan yang ada di Jawa Tengah ikut mengatasi persoalan sampah plastik. Karena, di dalam mengatasi persoalan sampah tidak bisa dibebankan kepada pemerintah saja. Pelibatan masyarakat dan juga dunia usaha sangat diperlukan, terutama untuk bisa mengelola sampah yang dihasilkan sendiri," jelasnya. 

Ganjar menjelaskan, dengan melibatkan dunia usaha akan meringankan beban pemerintah dalam mengatasi persoalan sampah. Sebab, perusahaan memiliki infrastruktur memadai untuk mengolah sampahnya sendiri dan tidak sampai menjadi limbah yang mengganggu.

"Kita lihat di Pantai mangkang ini, sampahnya luar biasa. Luar biasa banyaknya. Kalau banyak perusahaan pedulu, maka kita bisa bersinergi. Istilah saya dulu ada orang bicara triplehelic dan pentahelic, maka saya bica heliccopter. Semua terlibat. Ini yang kemudian saya ajak untuk perusahaan-perusahaan peduli pada lingkungan, dan punya aksi-aksi. Sehingga, kita menjadi peduli pada lingkungan karena ini untuk masa depan kita," ucap Ganjar.

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar kongres sampah. Diharapkan, semua perusahaan bisa peduli dan ikut bergerak menangani sampah. (K-08)

Gelar Seminar Nasional Tentang Kebudayaan, Undip Undang Puan Maharani

Rektor Undip Yos Johan Utama (tengah) menyampaikan tujuan diada-
kan seminar nasional yang mengundang Menko PMK Puan Maharani.
Semarang-Rektor Undip Yos Johan Utama mengatakan majunya digitalisasi dan era revolusi industri 4.0 saat ini, membuat kebudayaan di setiap bangsa tercampur dengan budaya bangsa lain. Padahal, budaya memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Karena, apapun alat atau sistem yang dipakai ada seseorang sebagai pengendalinya. 

Menurutnya, manusia Indonesia yang berbudaya harus bisa menjaga dan memiliki kualitas serta sifat keluhuran sebagai bangsa Indonesia.

Oleh karena itu, jelas Yos Johan, Undip memandang perlunya mengingatkan kembali akan kebudayaan bangsa Indonesia. Sehingga, Menko Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani akan diundang sebagai pembicara di acara seminar nasional dengan tema "Manusia dan Politik Kebudayaan", Jumat (26/7) besok.

"Apapun istilahnya, hal-hal yang sifatnya material yang kita hadapi sekarang ini kunci utamanya adalah man behind the gun. Ya manusia itu yang berbudaya, memegang nilai-nilai Pancasila. Di Undip kita mewarisi sifat-sifat Diponegoro, yaitu jujur, adil, berani dan peduli. Semua spirit itu, bermuara pada nilai-nilai luhur Pancasila," kata Johan. 

Dekan Fakultas Ilmu Budaya Nurhayati menambahkan, seminar nasional yang digelar itu merupakan inisiasi dari para alumni FIB. Karena, tema yang diangkat saat ini relevan dengan kondisi kebudayaan manusia sekarang. Terlebih lagi, bangsa Indonesia usai menggelar pemilihan umum (Pemilu) 2019.

"Fakultas Ilmu Budaya sangat konsen dengan masalah kebudayaan manusia. Jadi, di era revolusi industri 4.0 ini, maka pembangunan manusia yang berbudaya dan berkarakter itu penting. Sehingga, manusia di Indonesia tidak terbawa arus yang tidak ada jalurnya," ucap Nurhayati. (K-08)