Rabu, 28 Agustus 2019

PUPR Ingatkan Instalasi Listrik di Pasar Johar Harus Aman Dari Bahaya Kebakaran

Sejumlah pekerja tampak menyelesaikan pengerjaan revitalisasi Pasar
Johar Semarang.
Semarang-Pembangunan Pasar Johar Semarang setelah terbakar hebat beberapa waktu lalu, saat ini sudah hampir selesai. Proyek revitalisasi pasar terbesar di Kota Semarang itu, saat ini sudah mencapai 94 persen.

Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Danis Hidayat Sumadilaga mengatakan pihaknya mengingatkan kepada kontraktor yang membangun Pasar Johar, untuk memerhatikan instalasi listrik. Sehingga, risiko terbakar karena masalah kelistrikan bisa dicegah.

Danis menjelaskan, PUPR memang ada tanggung jawab pekerjaan terhadap revitalisasi Pasar Johar. Yakni pembangunan di bagian tengah dan utara pasar, dengan nilai kontrak konstruksi sebesar Rp146,09 miliar.

Menurutnya, pekerjaan PUPR itu di antaranya adalah rehabilitasi bangunan, pekerjaan rangka atap lengkung, mekanikal elektrikal dan pemasangan paving block. 

"Kontraknya sampai akhir tahun ini, tapi progresnya sudah sekitar 94 persen. Artinya sudah beres, dan tinggal bersih-bersih serta pemasangan instalasi listriknya. Selain itu juga tempat pembuangan air. Jadi yang major, yang utama sudah selesai. Khusus instalasi listrik, saya bilang harus hati-hati, karena dulu terbakarnya karena itu. Jadi, saya ingin itu betul-betul menjadi perhatian," kata Dinis belum lama ini.

Danis lebih lanjut menjelaskan, renovasi Pasar Johar memerhatikan keselarasan lingkungan dan memertahankan kearifan lokal. Selain itu, juga mengutamakan prinsip pelestarian bangunan cagar budaya.

Diketahui, Pemkot Semarang memastikan penyelesaian revitalisasi Pasar Johar sesuai jadwal yang ditetapkan hingga akhir tahun. Bahkan, Pasar Johar akan dilengkapi teknologi untuk mencegah kebakaran. (K-08)

Menristekdikti Terus Jalin Kerja Sama Dengan Luar Negeri Untuk Tingkatkan Hasil Riset

Semarang-Kerja sama riset antara peneliti Indonesia dengan luar negeri terus dilakukan, dalam mendorong inovasi sains dan teknologi serta membangun hubungan dengan periset dari luar negeri.

Menristekdikti Muhammad Nasir mengatakan tujuan kerja sama riset dengan luar negeri adalah untuk memajukan sains dan teknologi, yang berguna bagi para peneliti muda berbakat. Sehingga, akan meningkatkan persepktif yang luas dalam lintas displin dari budaya berbeda.

Menurutnya, pemerintah terus meningkatkan kerja sama penelitian dengan lembaga penelitian asing. 

Penelitian yang dikerjasamakan itu, jelas Nasir, difokuskan pada bidang kesehatan dan obat-obatan. Sebab, kerja sama dengan peneliti asing akan mendatangkan banyak keuntungan bagi peneliti riset muda dalam negeri.  

"Saya bekerja sama dengan Inggris. Jadi, kolaborasi dalam riset yang menghasilkan inovasi antara Inggris dan Indonesia. Tahun 2018 saya kembangkan lagi dengan Amerika Serikat. Tahun ini, dikembangkan lagi dengan Amerika lewat MIT Indonesia Riset Assosiation. Bagaimana riset bersama antara Amerika Serikat (MIT) dengan Indonesia. Ini sudah berjalan dengan baik," kata Nasir belum lama ini.

Lebih lanjut Nasir menjelaskan, secara umum sejumlah kolaborasi antara periset dalam negeri dengan asing sangat penting. Terutama di bidang kesehatan.

"Sekarang problemnya adalah obat itu diimpor, dan ini jadi masalah. Produksinya dalam negeri tapi bahannya dari luar negeri," pungkasnya. (K-08)

Pemprov Akan Tambah Sekolah Gratis di Jateng

Gubernur Ganjar Pranowo menyatakan pembangunan 15 SMK Negeri
Jateng yang baru akan dimulai tahun depan.
Semarang-Program sekolah gratis yang digagas Pemprov Jawa Tengah melalui SMK Negeri Jateng dengan sistem boarding school, saat ini masih ada tiga sekolah. Jumlah ini dianggap belum maksimal, dan akan ditambah mulai tahun depan.

Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan pemprov akan menambah jumlah SMKN Jateng dari tiga sekolah menjadi 15 sekolah, dan diprioritaskan ada di wilayah zona merah kemiskinan. Pembangunan sekolah gratis di Jateng, akan dimulai pada tahun depan.

Ganjar menjelaskan, pembangunan sekolah gratis yang diprioritaskan di wilayah zona merah kemiskinan itu untuk mengurangi angka kemiskinan. Sebab, di Jateng masih ada 14 kabupaten yang masuk zona merah kemiskinan.

Menurutnya, dengan penambahan 15 SMKN Jateng baru di sejumlah kabupaten zona merah kemiskinan akan memberikan fasilitas pendidikan yang gratis kepada masyarakat.

"Ternyata eksperimen kita pada tiga sekolah SMK Jateng boarding school, yang gratis itu memang manfaat. Dan kita akan tambah 15 sekolah lagi, kita anggarkan tahun depan Rp1,6 triliun. Kalau bisa, harapan saya itu. Tapi saya tidak berhenti di situ, kemarin kami ada tamu dari Jerman dan ada kerja sama mengambil kurikulum Jerman. Dan ternyata, Jerman menarik. Cara mendapatkan siswa itu tidak ke sekolah. Daftarnya siswa ke perusahaan, dan perusahaan menyeleksi dan kemudian disekolahkan ke SMK," kata Ganjar, belum lama ini.

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, selain menambah jumlah sekolah gratis, pemprov juga akan menjalin kerja sama dengan pemerintah Jermah. Bahkan, pemprov akan mengadopsi kurikulum sekolah vokasi dari Jerman untuk diterapkan di SMKN Jateng.

"Kurikulum Jerman itu sistemnya lima hari belajar, tiga hari di perusahaan dan dua hari di sekolah. Jadi, lulusannya benar-benar expert di bidangnya," jelasnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng Jumeri menambahkan, untuk pembangunan 15 SMKN Jateng yang baru bisa dilakukan pembelajarannya pada 2021 mendatang. (K-08)