Sabtu, 28 September 2019

Manjakan Pecinta Film, Gojek Luncurkan GoPlay

Manajemen Gojek saat meluncurkan platform GoPlay di Jakarta belum
lama ini.
Semarang-Gojek resmi meluncurkan GoPlay, platform video-on-demand. GoPlay memberikan akses lebih luas untuk konten unik dan berkualitas, sejalan dengan misi mengoptimalkan industri film di Indonesia. Kehadiran GoPlay memberikan kemudahan bagi para pecinta film, untuk menikmati beragam konten di manapun dan kapan pun.

Co-Founder Gojek Kevin Aluwi dalam rilis mengatakan GoPlay menjadi wadah bagi sineas nasional, untuk memerkenalkan karya ke pasar yang lebih luas. GoPlay menyajikan konten yang diproduksi sendiri, yaitu GoPlay Originals.

Menurutnya, pengguna juga bisa mengunduh konten dan menikmatinya secara offline dengan kualitas high definition menggunakan perangkat mobile

Kevin menjelaskan, para pengguna Gojek maupun pecinta film di seluruh Indonesia bisa mengunduh aplikasi GoPlay dan menikmati beragam konten berkualitas. Pada tahap pertama, pengguna memeroleh kemudahan mengakses GoPlay dengan biaya Rp89 ribu selama sebulan penuh. Atau, biaya Rp99 ribu bisa menikmati GoPlay sekaligus ongkir GoFood gratis senilai Rp600 ribu (60 voucher) selama sebulan.

"GoPlay merupakan inovasi terbaru dari Gojek, melengkapi ekosistem yang telah sukses berevolusi dari layanan ride hailing menjadi platform teknologi terdepan di Asia Tenggara. Sebagai perusahaan anak bangsa, kami selalu mencari cara untuk memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi masyarakat, sekaligus memberikan dampak sosial untuk kemajuan tanah air. Di sisi industri kreatif terutama industri konten dan film, kami melihat masih terdapat tantangan dalam menyediakan akses kepada penonton," kata Kevin.

Lebih lanjut Kevin menjelaskan, kehadiran GoPlay bisa menjembatani para sineas berbakat dengan jutaan pengguna smartphone di Indonesia yang selalu mencari konten berkualitas. Gojek yang sudah didownload lebih dari ratusan juta kali di Indonesia, telah memiliki pengguna setia yang bisa langsung dijangkau para sineas.

"GoPlay bisa menciptakan dampak sosial ekonomi yang positif, bagi kemajuan ekosistem industri kreatif di Indonesia," pungkasnya. (K-08)

XL Salurkan Bantuan Untuk Warga Kalimantan Tengah Yang Dilanda Bencana Kabut Asap

Tim Axiata membagikan masker kepada warga Palangka Raya yang
terdampak bencana kabut asap.
Semarang-PT Axiata Tbk menyalurkan bantuan kepada warga di Palangka Raya dan Sampit, Kalimantan Tengah yang dilanda bencana kabut asap belum lama ini. Bantuan yang diberikan kepada warga di Kalimantan Tengah itu berupa masker dan tabung oksigen.

Regional Group Head Central Region XL Axiata Sofia Purbayanti mengatakan bantuan tanggap darurat yang diberikan selain masker dan tabung oksigen, juga diberikan vitamin untuk masyarakat. Untuk penyaluran bantuan, pihaknya bekerja sama dengan aparat setempat agar pendistribusian sampai ke warga yang membutuhkan. 

Sofia menjelaskan, pihaknya selain menyalurkan bantuan kepada warga di Kalimantan Tengah juga memastikan kesiapan jaringan tetap aman. Sehingga, jaringan tetap berjalan di situasi darurat bencana.

"Sebagai bagian dari masyarakat Kalimantan Tengah, kami turut prihatin atas dampak yang ditimbulkan dari kebakaran hutan dan lahan ini. Karena itu, bantuan kami salurkan untuk ikut meringankan beban warga yang menjadi korban. Selain itu, kami memastikan layanan XL Axiata di beberapa titik terdampak kabut asap tersebut tetap tidak terpengaruh dan beroperasi secara normal," kata Sofia dikutip dari rilis.

Sofia lebih lanjut menjelaskan, hingga saat ini layanan dan perangkat XL Axiata di Kalimantan Tengah dan sekitarnya tetap beroperasi secara normal. Pihaknya menempatkan beberapa petugas, untuk terus berjaga selama masa rawan bencana kabut asap. 

"Tim teknis telah menyiapkan segala keperluan yang dibutuhkan, apabila terjadi kondisi darurat. Misalnya genset dan bahan bakar tambahan, untuk keperluan infrastruktur BTS," jelasnya.

Diwartakan, kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah sebagian besar karena faktor musim kemarau. Berdasarkan data yang dirilis BNPB, titik panas masih terdeksi di enam provinsi di Kalimantan. Terdeteksi, masih ada 1.996 titik panas dan tersebar di sejumlah wilayah. (K-08)