Selasa, 08 Oktober 2019

Bantu Tuna Netra, Sahabat Mata Kenalkan Alquran Braille

Penyandang tuna netra belajar Alquran braille.
Semarang-Ketua Komunitas Sahabat Mata Basuki mengatakan pihaknya terus berusaha, untuk membantu penyandang tuna netra mengenal huruf Braille. Utamanya, untuk menambah ilmu pengetahuan.

Basuki menjelaskan, Sahabat Mata selama ini memberikan bantuan dan pendampingan kepada para penyandang tuna netra di dalam memeroleh pengetahuan. Termasuk, bagaimana bisa membaca kitab suci Alquran bagi pemeluk agama Islam. Sehingga, pihaknya menyediakan Alquran Braille bagi penyandang tuna netra.

Menurutnya, dengan modul pembelajaran baca Alquran Braille ini bisa mengajari bagaimana membaca Braille meski belum pernah membaca Braille latin.

"Hari ini mindset teman-teman tuna netra, kalau belajar Quran Braille harus belajar Braille latin dulu. Kita mencoba untuk tidak seperti itu, karena ternyata banyak saudara kita yang tuna netra belum pernah atau bahkan sama sekali tidak tahu Braille. Kita berharap dengan modul ini, walaupun belum pernah kenal Braille bisa belajar langsung Braille Arab otomatif Braille latin," kata Basuki belum lama ini.

Lebih lanjut Basuki menjelaskan, pihaknya juga akan mengadakan training of trainers (TOT) sebagai pendamping belajar Alquran Braille. Termasuk, memelajari fikih disabilitas di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) pada 22-24 Oktober 2019. (K-08)

SLB Butuh Bus Khusus Disabilitas

Seorang anak penyandang disabilitas dibantu masuk ke bus khusus.
Semarang-Kepala SLB-D Semarang Kartikawati mengatakan penyediaan sarana prasarana yang ramah terhadap para penyandang disabilitas, menjadi tugas dan kewajiban dari pemerintah. Mulai dari penyediaan ruang terbuka hijau ramah difabel, hingga adanya akses bagi penyandang disabilitas di kantor-kantor pemerintahan.

Kartika menjelaskan, masih ada yang belum terpenuhi dari sektor transportasi ramah bagi penyandang disabilitas. Yakni, ketersediaan bus umum atau bus wisata Kota Semarang khusus penyandang disabilitas.

Menurutnya, Pemkot Semarang perlu menyediakan bus BRT atau bus wisata yang khusus digunakan untuk para penyandang disabilitas. 

"Bus BRT mbog ya ada khusus untuk kursi roda. Itu kemarin kita ada bus yang keliling Kota Semarang, kita ke sana ternyata akses masuk kursi rodanya cuma dua. Padahal, anak-anak pengen menikmati di atas tapi sulit karena sempit. Ya tolonglah Pemerintah Kota Semarang, ada satu bus yang khusus untuk anak difabel kursi roda. Mungkin Pemerintah Kota Semarang mengadakan satu atau dua bus khusus, yang bisa kita pakai untuk jalan-jalan ke luar kota," kata Kartika, Selasa (8/10).

Lebih lanjut Kartika menjelaskan, khusus untuk bantuan pendidikan bagi para siswa penyandang disabilitas maupun lembaga sekolah tidak ada kendala. Bahkan, bantuan dari pemerintah terus mengalir ditambah bantuan dari pihak swasta atau donatur. (K-08)

Targetkan Literasi Membaca Naik, Perpusda Jateng Tawarkan Pinjam Buku Secara Online

Sejumlah warga memanfaatkan mobil perpustakaan keliling untuk me
minjam atau membaca buku.
Semarang-Kepala Perpusda Jawa Tengah Noor Hadi mengatakan masyarakat yang memanfaatkan layanan perpustakaan, dari waktu ke waktu terus mengalami peningkatan. Tidak hanya soal jumlah kunjungan ke perpustakaan, tetapi juga mengenai jumlah buku yang dipinjam.

Dalam meningkatkan literasi membaca masyarakat pada zaman sekarang, jelas Noor Hadi, pihaknya terus berupaya meningkatkan layanan kepada masyarakat. Salah satunya, mengenalkan aplikasi layanan peminjaman secara online kepada masyarakat. Tujuannya, untuk meningkatkan minat membaca kepada masyarakat.

Melalui aplikasi itu, lanjut Noor Hadi, masyarakat bisa meminjam buku kapan saja dan di mana saja. Bahkan, aplikasi itu juga memberikan informasi kepada masyarakat tentang ketersediaan buku di perpustakaan.

"Kita memiliki tiga layanan aplikasi, yang pertama layanan i-Jateng dan kedua layanan Perpusda Jawa Tengah serta ketiga layanan e-Perpusda Jawa Tengah. Aplikasi itu bisa memudahkan masyarakat pembaca, bisa mengakses dan mengunduh aplikasi i-Jateng. Bisa meminjam dan memilih buku secara gratis di mana saja dan kapan saja. Ada 10 ribu buku yang bisa dipinjam secara online," kata Noor Hadi, Senin (7/10).

Upaya lain di dalam meningkatkan literasi membaca kepada masyarakat, jelas Noor Hadi, pihaknya juga meningkatkan layanan perpustakaan keliling ke sejumlah sekolah yang jauh dari pusat kota. Layanan terpadu sekolah itu, diselenggarakan di 98 titik yang ada di Jateng.

"Kami siapkan 10 armada yang siap melayani sekolah-sekolah, dengan menyediakan ribuan buku yang diganti setiap bulan sekali. Tidak ke sekolah, layanan perpustakaan keliling juga bisa ditemui di masjid agung, taman wisata dan di lembaga pemasyarakatan," pungkasnya. (K-08)

Pemprov Pulangkan Warga Jateng di Wamena Besok

Pengungsi dari Wamena akan diangkut menggunakan pesawat milik
TNI Angkatan Udara.
Semarang-Kepala Biro Kesra Jawa Tengah Imam Masykur mengatakan pemprov masih terus berkomunikasi dan berkoordinasi, dengan pemerintah di Wamena terkait warga Jateng di daerah tersebut. Sedianya, pemprov akan memulangkan seluruh warganya yang ada di Wamena maksimal 11 Oktober 2019.

Pemulangan seluruh warga Jateng yang ada di Wamena, jelas Imam, akan difasilitasi pemprov bersama pemkab masing-masing dibantu pemerintah pusat.

Imam menjelaskan, dari 57 orang warga Jateng yang berada di Wamena sekarang tinggal menyisakan 30 orang saja. Sebanyak 27 warga dari Jateng diketahui sudah pulang kampung ke halamannya dengan biaya sendiri, atau difasilitasi pemkab masing-masing.

Menurutnya, pemerintah sudah menyediakan kapal laut di Jayapura untuk membantu proses pemulangan warga Jateng ke daerah masing-masing.

"Jumlah 57 orang ini, ada sebagian yang sudah pulang dengan difasilitasi pemerintah kabupaten/kota. Misal Pemkab Blora memfasilitasi lima orang warganya, dan pulang hari Rabu besok. Kabupaten Tegal ada dua orang yang pulang dengan biaya sendiri, dan ada empat orang difasilitasi. Kalau pemkab tidak memfasilitasi, kami arahkan untuk ikut kapal tanggal 9-11 Oktober gratis dari Jayapura ke kota tujuan masing-masing. Ini instruksi langsung dari waki presiden," kata Imam, Senin (7/10).

Lebih lanjut Imam menjelaskan, ke-30 warga Jateng yang masih bertahan itu diketahui berada di lima posko pengungsian. Di antaranya di Resimen Induk Kodam XVII/Cendrawasih, Pangkalan TNI AU Silas Papare dan Lantamal X Jayapura.

"Kondisi mereka dilaporkan sehat, cuma ada salah satu yang sedang hamil dan keguguran saat terpeleset di pengungsian. Sekarang sudah ditangani," tandasnya. (K-08)

Tahun Depan SP 2020 Digelar Dengan Sistem Online

Semarang-Kepala BPS Kota Semarang Erisman mengatakan Sensus Penduduk 2020 akan kembali digelar, dan kali ini sistemnya berbeda dengan 10 tahun yang lalu. BPS akan bekerja sama dengan sejumlah kementerian terkait, untuk menyukseskan Sensus Penduduk 2020.

Khusus di Kota Semarang, jelas Erisman, pihaknya menyiapkan sekira tiga ribuan petugas sensus. Termasuk, petugas pengawas untuk membantu masyarakat yang mengisi data kependudukan secara mandiri lewat online.

Erisman menjelaskan, tiga ribuan petugas itu akan dibekali pengetahuan tentang bagaimana mengarahkan warga mengisi data kependudukan secara online. Bagi warga yang tidak paham tentang internet, ada petugas untuk melakukan pendampingan melakukan pengisian sekaligus mencocokkan data kependudukannya.

"Nanti Sensus Penduduk 2020 itu kita menggunakan dua pendekatan, yaitu de jure dan de facto. Insya Allah, kita akan coba membangun satu data kependudukan. Ke depannya nanti, data hanya satu atau single data. Baik dari Adminduk maupun BPS, sama datanya nanti," kata Erisman, belum lama ini.

Erisman lebih lanjut menjelaskan, Sensus Penduduk direncanakan dilakukan pada Maret-April 2020 hingga seluruh data kependudukan sudah masuk semuanya. Tujuannya, untuk memerbaiki data kependudukan yang tertera di dalam kartu identitas penduduk. (K-08)