Jumat, 25 Oktober 2019

Sumur RDG-PJ Target Sumbang 300 BPOD Minyak Mentah Tahun Ini

Sumur RDG-PJ yang ada di Desa Panjalin, Kecamatan
Sumberjaya, Kabupaten Majalengka.
Majalengka-Drilling Supervisor RDG-PJ Arif Fandi Harjono mengatakan pengeboran minyak mentah di sumur RDG-PJ sudah dimulai sejak 5 Oktober 2019, dan saat ini telah mencapai 19.944 jam kerja selamat. Dari sumur RDG-PJ ini, diharapkan bisa memberikan tambahan produksi minyak mentah sebesar 300 BOPD (Barrel Oil Per Day).

Arif menjelaskan, pengeboran minyak mentah di Desa Panjalin di Kecamatan Sumberjaya Kabupaten Majalengka ditargetkan bisa mencapai kedalaman 1.978 meter selama 42 hari kerja. 

Menurutnya, sumur RDG-PJ ditargetkan bisa selesai tepat waktu dan memberi kontribusi terhadap APBD setempat. Karena, sumur RDG-PJ yang masuk wilayah Asset 3 Jatibarang Field ini diharapkan bisa menyumbang produksi minyak tahun ini.

"Sumur RGD-PJ 59 ini adalah sumur eksploitasi, dan sumurnya sampai kedalaman 1.979 meter. Targetnya ada di lapisan batu raja, di situ ada batu gamping. Rencana kerjanya selama 42 hari, dengan biaya kurang lebih US$7,7 juta. Target eksploitasi minyaknya sampai 200 BOPD, bisa jadi lebih besar dan bisa jadi lebih kecil atau sesuai dengan target," kata Arif, kemarin.

Lebih lanjut Arif menjelaskan, setelah minyak mentah diangkat kemudian dikirim ke stasiun-stasiun pengumpul di wilayah Pertamina EP yang terdekat. Setelah itu, dilakukan pemisahan sederhana dan pengolahan menjadi produk-produk Pertamina adalah kewenangan dari Pertamina sektor hilir.

"Pertamina EP Jatibarang Field mengelola wilayah operasi di Kabupaten Indramayu dan Cirebon serta Majalengka. Angka produksi minyak mentahnya, sampai 7.940 BOPD dan gas sebesar 41,4 juta standar kaki kubik per hari," jelasnya.


Diketahui, Pertamina EP Jatibarang Field menggunakan teknologi pengeboran baru bernama underbalance drilling untuk meningkatkan produksi minyak dan gas (migas) nasional. Kelebihan underbalance drilling mampu menghasilkan tekanan hidrostatik kolom fluida, sehingga pengeboran lebih kecil dari tekanan formasi. (K-08)

BRT Trans Jateng Koridor Semarang-Kendal Siap Beroperasi Pekan Depan

BRT Trans Jateng Koridor Bawen-Semarang saat meng-
angkut calon penumpang.
Semarang-Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah Satriyo Hidayat mengatakan guna memberikan pelayanan transportasi yang memadai dan menjangkau di dua wilayah berdekatan, pemprov akan meluncurkan BRT Koridor Semarang-Kendal pada Senin (28/10). 

Pemprov, jelas Satriyo, terus mengembangkan angkutan algomerasi menghubungkan wilayah atau kabupaten satu dengan lain yang saling berdekatan. Hal ini sesuai dengan permintaan dari masyarakat, akan tersedianya moda transportasi yang murah dan nyaman.

Menurutnya, saat ini Pemprov Jateng sudah memiliki BRT Trans Jateng sebagai algomerasi angkutan masal antarwilayah. Yang saat ini tersedia adalah BRT Trans Jateng koridor Semarang-Bawen, dan Purwokerto-Purbalingga.

Satriyo menjelaskan, yang bakal dibuka lagi adalah koridor Semarang-Kendal untuk melayani rute Terminal Mangkang di Kota Semarang menuju Terminal Bahurekso di Kabupaten Kendal.

"Algomerasi adalah angkutan yang melayani secara conmuter, antara dua kabupaten yang berdekatan. Dan akan kita pilih, karena kita lakukan studi kelayakan dulu supaya tidak salah sasaran. Di Kota Semarang misalnya, angkutan umumnya sudah disusun sedemikian rapi. Di Kota Semarang hingga akhir 2019 nanti, sampai delapan koridor akan beroperasi dari rencana 12 koridor. Kami akan menuju ke sana, sehingga orang itu kalau pindah angkutan ada titiknya. Ketertarikan para investor juga akan tinggi, karena ada layanan transportasi bagi buruh," kata Satriyo, kemarin.

Lebih lanjut Satriyo menjelaskan, untuk melayani rute Semarang-Kendal ini pihaknya sudah menyiapkan 14 armada. Termasuk, adanya angkutan feeder ke Kawasan Industri Kendal. (K-08)

Ganjar: Usulan Plh Sekda Jateng Sudah Diusulkan ke Kemendagri

Sri Puryono saat menjabat sebagai
Sekda Jateng.
Semarang-Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan pihaknya bergerak cepat, dalam mengisi pejabat pelaksana harian (Plh) untuk sekretaris daerah (sekda) setelah Sri Puryono menyelesaikan masa tugasnya pada 24 Oktober 2019 kemarin. 

Ganjar Pranowo menjelaskan, pihaknya segera menunjuk pejabat untuk duduk sebagai plh sekda Jateng. Pemprov sudah mengurus segala hal, yang terkait dengan administrasi penunjukkan plh sekda Jateng.

Menurutnya, pemprov juga sudah berkomunikasi dengan Kementerian Dalam Negeri. Dan saat ini, surat untuk Presiden Joko Widodo juga akan segera dikirimkan.

"Selanjutnya, saya mau menetapkan Plh sekda hari ini. Terus, ada proses surat menyurat yang kami sampaikan ke Kemendagri. Kami sudah konsultasi dengan Sekjen Kemendagri dan KSN. Sekarang tinggal satu surat kita layangkan ke presiden. Jadi, prosesnya sudah bagus dan evaluasi juga sudah dilakukan. Kemarin pak sekda juga sudah pamitan, beliau akan jadi profesor di Undip," kata Ganjar di Kabupaten Pekalongan, Jumat (25/10).

Ganjar lebih lanjut menjelaskan, untuk pengisian jabatan sekda Jateng yang definitif akan dilakukan dengan mekanisme lelang jabatan. Sehingga, aparatur sipil negara (ASN) yang memenuhi persyaratan bisa mengikuti lelang jabatan untuk sekda Jateng. (K-08)

Sri Puryono Pamitan ke Staf Setda Jateng

Sri Puryono foto bersama kepala OPD di lingkungan Setda Jateng usai
berpamitan dengan staf Setda Jateng, Jumat (25/10).
Semarang-Usai apel pagi, seluruh staf di lingkungan Setda Jawa Tengah berjabat tangan dengan Sri Puryono, Jumat (25/10). Sebab, Sri Puryono sejak 24 Oktober 2019 resmi mengakhiri jabatannya sebagai Sekda Jateng yang diembannya sejak lima tahun lalu.

Sri Puryono mengatakan karena sudah tidak lagi menjabat sebagai Sekda Jateng dan dikukuhkan menjadi guru besar ilmu manajemen lingkungan dan dosen tidak tetap di Universitas Diponegoro, dirinya mengambil cuti besar selama tiga bulan. Pengajuan cuti besar itu, juga sudah disetujui Gubernur Ganjar Pranowo.  

Sri Puryono menjelaskan, sejak awal dirinya tidak pernah menyatakan untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Bahkan, juga tidak pernah mengajukan pensiun sebelum masa bhaktinya usai.

Menurutnya, tidak ada yang perlu dipolemikkan dari pengajuan dan dikabulkannya cuti besarnya. Sebab, hal itu telah dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

"Saya bukan menolak dievaluasi, saya tidak menolak dievaluasi. Waktu itu, bulan Februari mengajukan. Di aturan mainnya itu kan tiga bulan sebelumnya dilakukan evaluasi. Saya tidak menolak, dan tidak bisa menolak. Kalau itu perintah undang-undang dan perintah pimpinan, saya juga harus patuh. Tapi, juga harus itu dilihat dulu mengenai aturan mainnya. Jadi, itu perlu saya luruskan. Saya sudah dievaluasi hari Selasa kemarin, tanggal 22 Oktober itu. Hasil evaluasinya ya dilaporkan ke beliau (gubernur)," kata Sri Puryono usai beramah tamah dengan seluruh staf di lingkungan Setda Jateng, Jumat (25/10).

Lebih lanjut Sri Puryono menjelaskan, dirinya juga taat terhadap peraturan yang berlaku. Bahkan, dirinya juga siap ditegur jika melakukan kesalahan.

"Harapan saya, masalah ini tidak perlu dibesar-besarkan. Nanti Plh sekda Jateng akan menjalankan tugas-tugas yang saya tinggalkan," tandasnya. (K-08)