Kamis, 14 November 2019

Sabu 2 Kilogram Lebih Disembunyikan Dalam Microwave

Petugas Bea Cukai dan BNNP Jateng menunjukkan barang bukti sabu
seberat dua kilogram yang diselundupkan dari Malaysia, Kamis (14/11).
Semarang-Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Emas Tjertja Karya Adil mengatakan jajarannya berhasil menggagalkan upaya penyelundupan sabu dari luar negeri yang masuk ke Indonesia melalui Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, belum lama ini. Total sabu yang berhasil diselundupkan sebesar dua kilogram lebih, dan disembunyikan dalam microwave.

Petugas Bea Cukai Tanjung Emas yang berada di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, jelas Tjertja, mencurigai salah satu penumpang pesawat tujuan dari Kuala Lumpur-Semarang. Penumpang berkewarganegaraan Indonesia berjenis kelamin perempuan berinisial V ini, kedapatan membawa barang bawaan berupa tas dan dus berisi microwave. 

Tjertja menjelaskan, dari hasil pemeriksaan citra X-Ray diketahui jika dalam lapisan microwave itu ditemukan kristal bening yang diduga metamphetamine berupa sabu dan disembunyikan dalam kantong plastik empat buah. Dari hasil penimbangan, diketahui total sabu seberat 2,07 kilogram.

"Modusnya bikin kompartemen palsu pakai microwave, mereka berpikir kita tidak akan mendeteksi. Dipikirnya kita akan menduga itu hanya microwave, sehingga mereka yakin bisa lolos dan dimasukkan. Dua kilogram lebih itu jumlah yang banyak untuk bandara. Ini terbesar dalam dua tahun terakhir. Kalau modus baru bukan, tapi hanya memanfaatkan orang-orang baru anak-anak milenial yang diiming-imingi uang Rp20 juta," kata Tjertja dalam gelar perkara di kantornya, Kamis (14/11).

Kepala BNNP Jateng Brigjen Pol Benny Gunawan menambahkan, bandara merupakan salah satu pintu masuk peredaran narkoba yang harus mendapat pengawasan ketat. Karena, beberapa kali upaya penyelundupan sabu melalui bandara.

"Ini menandakan bahwa di Jawa Tengah ini sepertinya dipelajari, untuk supaya diperketat lagi dengan pengalaman ini. Kita tahu bahwa di Jawa Tengah ini selain punya bandara internasional, pelabuhan dan transportasi daratnya yang begitu bagus. Sehingga, memudahkan peredaran ke mana-mana," ujar Benny. (K-08)

Wakapolda: Amankan Kantor Polisi Dengan Cara Humanis

Personel Brimob Polda Jateng bersenjata mengamankan upacara HUT
ke-74 Korps Brimob, Kamis (14/11).
Semarang-Wakapolda Jawa Tengah Brigjen Pol Achmad Luthfi mengatakan anggota kepolisian yang berjaga di setiap markas polisi, sudah mendapat petunjuk dan perintah, untuk selalu siap siaga dan meningkatkan pengamanan di kantornya masing-masing. Termasuk, mendeteksi kedatangan orang-orang yang patut dicurigai dan pengiriman barang mencurigakan. Pernyataan itu dikatakan usai menghadiri peringatan HUT ke-74 Korps Brimob di Mako Brimob Jateng, Kamis (14/11).

Menurutnya, personel yang bertugas di pintu penjagaan sudah mendapat bekal pengetahuan dalam mendeteksi potensi yang bisa membahayakan. 

Oleh karena itu, jelas Achmad, pihaknya tetap melakukan kewaspadaan tetapi tidak melupakan fungsi pelayanan kepada masyarakat.

"Sebenarnya sudah rutin, ya. Bahwa mako merupakan benteng terakhir yang harus kita amankan. Jadi, pengamanan yang kita lakukan baik itu terhadap orang dan barang tapi tidak meninggalkan rasa humanis kita. Karena, Polri pada dasarnya adalah melayani masyarakat. Jadi, diperketat terkait dengan selektif prioritas kepada orang dan barang yang masuk mako kita," kata Achmad.

Komandan Sat Brimob Polda Jateng Kombes Pol Tory Kristianto menambahkan, pihaknya juga telah memerintahkan anggota untuk melakukan pengamanan di setiap markas Brimob di wilayah Jateng. 

"Kemarin ada ledakan di Polrestabes Medan, juga merupakan tantangan bagi kami. Mudah-mudahan, di Jawa Tengah bisa kondusif. Beberapa kegiatan sebenarnya sudah kita lakukan, dan ini tetap kita lakukan terus," ujar Tory. (K-08)

Anggota Dewan Jateng Minta Pemprov Antisipasi Bangunan Sekolah Yang Rawan Roboh

Muh Zen
Anggota DPRD Jateng
Semarang-Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah Muh Zen mengaku prihatin, mendengar adanya bangunan sekolah negeri yang roboh dan kemudian menimpa guru serta siswa hingga meninggal dunia. 

Sarana dan prasarana bangunan sekolah negeri, jelas Zen, harus menjadi perhatian serius dari pemerintah. Tidak hanya bangunan sekolah secara umum saja, tapi juga ruang kelas dan juga ruang lainnya yang berkaitan dengan kegiatan belajar mengajar.

Menurutnya, sarana dan prasarana pendidikan yang ada di wilayah Jateng ini kondisinya juga tidak begitu baik atau masih jauh dari kata layak untuk menggelar kegiatan belajar mengajar. Bahkan, bisa dikatakan rusak dan harus segera mendapatkan perhatian dari pemerintah untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan.

"Secara umum, sebetulnya di Jawa Tengah itu kondisinya hampir merata. Karena, standar pendidikan nasional khususnya sarana dan prasarana sekolah yang menjadi kewenangan Jawa Tengah belum ada yang 100 persen memenuhi standar nasional pendidikan. Bahkan, data dari pusat itu menyebut rata-rata masih di bawah nilai tujuh. Artinya, masih dalam kategori rendah. Sehingga, banyak sekolah di Jawa Tengah ini yang butuh perhatian dari pemerintah," kata Zen, Rabu (13/11).

Lebih lanjut Zen menjelaskan, Komisi E yang salah satu tugasnya membidangi pendidikan meminta kepada pemerintah untuk memantau dan mendata sekolah-sekolah rawan roboh.  Sehingga, jangan sampai kejadian sekolah roboh di Pasuruan terjadi di wilayah Jateng.

Diketahui, sebuah bangunan sekolah di wilayah Kota Pasuruan, Jawa Timur roboh dan menimpa guru serta siswanya. Akibatnya, seorang guru dan seorang murid meninggal dunia tertimpa reruntuhan bangunan ruang kelas. (K-08)

Anggaran Pendidikan di APBD Jateng Tahun Depan Harus Bertambah

Muh Zen
Anggota DPRD Jateng
Semarang-DPRD Jawa Tengah mengesahkan APBD 2020 pada Selasa (12/11) kemarin, dan untuk sektor pendidikan dialokasikan sebesar Rp6,77 triliun naik dibanding tahun sebelumnya yang hanya Rp6,08 triliun. Namun, anggaran yang dialokasikan untuk sektor pendidikan di Jateng masih dirasa kurang maksimal.

Anggota Komisi E DPRD Jateng Muh Zen mengatakan dari postur APBD Jateng 2020 itu, sebenarnya anggaran untuk sektor pendidikan di provinsi ini belum maksimal. Sehingga, anggarannya belum bisa merata untuk memenuhi kebutuhan di bidang pendidikan. 

Menurutnya, anggaran di sektor pendidikan di APBD Jateng 2020 itu dianggap belum cukup untuk pembangunan gedung sekolah, maupun fasilitas penunjang pendidikan lainnya.

"Anggaran pendidikan sebetulnya menurut data dari Kemendikbud, Jawa Tengah termasuk salah satu provinsi yang belum mencapai 20 persen dari APBD. Tapi kalau mengakuisisi dari transfer APBN, baik melalui BOS atau DAU dan DAK serta lainnya sudah di atas 20 persen dan bahkan mencapai 40 persen. Tapi itu kan alokasi dari APBN yang diakuisisi provinsi. Jadi, harapan kami ke depan komitmen soal anggaran pendidikan dan pemerataan penganggaran di dalam pendidikan betul-betul memperhatikan kondisi yang riil di masyarakat," kata Zen, Rabu (13/11).

Zen lebih lanjut menjelaskan, masih banyak kebutuhan di sektor pendidikan yang harus dipenuhi. Misalnya pembangunan gedung sekolah, perawatan gedung-gedung sekolah dan penambahan fasilitas penunjang pendidikan.

"Kita dorong ke depannya, Pemprov Jawa Tengah ini serius lagi terhadap sektor pendidikan dan tidak mengandalkan alokasi dana dari pusat," tandasnya. (K-08)


Kapolda: Tingkatkan Rasa Aman Lewat Kehadiran Polisi di Tengah Masyarakat

Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel
Kapolda Jateng
Semarang-Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel mengatakan guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, jajarannya terus melakukan pengamanan. Termasuk, meningkatkan patroli petugas secara intensif ke lingkungan masyarakat.

Kapolda menjelaskan, upaya preventif dan preemtif terus dilakukan dalam rangka menekan angka kejahatan yang terjadi di tengah masyarakat. Tujuannya, untuk memersempit ruang gerak dari pelaku kejahatan melakukan aksinya.

Salah satu yang bisa dilakukan dan ditingkatkan, jelas Rycko, dengan rutin menggelar patroli ke lingkungan warga. Bahkan, patroli petugas juga bisa dilakukan dengan menggunakan sepeda.

Menurutnya, petugas yang berpatroli menggunakan sepeda akan mampu menjangkau daerah di tengah perkampungan. 

"Kita tingkatkan kehadiran polisi di tengah malam sampai dengan pagi dini hari. Kita akan tindak tegas, siapapun yang mengganggu keamanan dan mengganggu warga di Jawa Tengah dengan tindakan-tindakan kriminal. Sehingga, kita bisa memberikan efek cegah kepada siapa saja yang mengganggu keamanan di Jawa Tengah," kata kapolda ketika menggelar acara bersepeda bersama wartawan, kemarin.

Rycko lebih lanjut menjelaskan, dengan semakin banyak petugas berpatroli dan hadir di tengah masyarakat akan menciptakan rasa aman dan nyaman. Masyarakat juga bisa melaporkan kepada petugas, jika menjumpai hal-hal yang mencurigakan. (K-08)