Selasa, 31 Desember 2019

Dukung Wisata Jateng, Menhub Resmikan KA Bandara Adi Soemarmo

Menhub Budi Karya (kiri) dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo ber-
bincang sambil menikmati perjalanan menggunakan KA bandara.
Solo-Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meresmikan Kereta Api (KA) Bandara Adi Soemarmo, Minggu (29/12) kemarin. Peluncuran KA Bandara dilakukan dengan sangat sederhana dan tidak ada acara seremonial.

Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan KA Bandara Adi Soemarmo merupakan satu-satunya kereta api, yang masuk ke bandara. Yakni dari Stasiun Solo Balapan, kereta api akan membawa penumpang masuk ke areal terminal bandara.

Budi menjelaskan, KA bandara tidak hanya sekadar alat transportasi masal perkotaan tapi juga untuk mendukung pariwisata di Jateng. Dengan akses moda transportasi yang semakin mudah, diharapkan para wisatawan akan lebih nyaman saat berkunjung ke provinsi ini.

Menurutnya, waktu tempuh dari Stasiun Balapan menuju Bandara Adi Soemarmo hanya 19 menit saja.

"Meski di Medan, Jakarta, Palembang dan Padang ada KA bandara, tapi KA Bandara Adi Soemarmo ini langsung masuk ke bandara. Jadi, masyarakat bisa lebih mudah untuk berpindah transportasi. Jadi bukan hanya untuk angkutan masal perkotaan, tapi KA bandara juga bisa mendukung pariwisata," kata Menhub.

Gubernur Ganjar Pranowo menambahkan, keberadaan KA bandara bisa mengurangi kemacetan di jalan. Selain itu, bisa memercepat masyarakat yang hendak ke bandara atau dari bandara menuju ke kota.

"Mudah-mudahan bermanfaat. Semoga ini, juga bisa mendukung perkembangan pariwisata di Jawa Tengah. Jadi, para turis yang turun dari pesawat bisa langsung naik kereta menuju kota. Kalau sewaktu-waktu ingin melanjutkan ke Prambanan atau Borobudur, itu gampang karena sudah terhubung," ujar Ganjar.

Diketahui, KA Bandara Adi Soemarmo akan melayani 60 perjalanan pulang pergi dari bandara menuju Stasiun Balapan. Satu rangkaian KA Bandara terdiri dari empat rangkaian kereta, dengan kapasitas angkut sebanyak 393 penumpang.

KA bandara dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang untuk kenyamanan penumpang, di antaranya ruangan dengan pendingin udara, layar TV LED untuk hiburan dan informasi posisi kereta. 

Selama dua bulan sejak diresmikan, yakni Januari-Februari 2020, KA bandara gratis digunakan penumpang. (K-08)

Presiden Jokowi Minta Bank Wakaf Mikro Bisa Salurkan Pembiayaan ke Masyarakat Sekitar

Presiden Jokowi melihat penganan hasil usaha dari masyarakat sekitar
pondok pesantren di Kaliwungu, Kabupaten Kendal, kemarin.
Kendal-Presiden Joko Widodo mengatakan pendirian sejumlah Bank Wakaf Mikro (BWM) bertujuan, untuk mengembangkan ekonomi umat dengan cara memerluas penyediaan akses keuangan bagi para pelaku usaha mikro dan kecil (UMKM) yang belum bisa menjangkau fasilitas perbankan. Pernyataan itu dikatakannya usai membuka dua BWM di Pondok Pesantren Salaf Apik dan Pondok Pesantren Al-Fadllu, Kecamatan Kaliwungu di Kabupaten Kendal, Senin (30/12). 

Presiden Jokowi menjelaskan, BWM dikhususkan untuk segmen usaha-usaha kecil dan usaha-usaha mikro yang utamanya berada di sekitar lingkungan pondok pesantren. Sehingga, masyarakat sekitar bisa memulai atau mengembangkan usaha kecil yang telah berjalan.

"Tadi pak ketua OJK sudah menyampaikan, akan disiapkan kurang lebih 50 Bank Wakaf Mikro yang dibuka lagi. Ini patut kita syukuri. Tapi saya titip, ini hati-hati kalau dapat pinjaman dari Bank Wakaf Mikro agar disiplin mengangsurnya. Kalau disiplin mengangsur, nanti akan bisa ditambah lagi menjadi Rp2 juta, menjadi Rp3 juta agar usahanya berkembang," kata presiden. 

Lebih lanjut Presiden Jokowi menjelaskan, pemerintah ingin dari ponpes dan lingkungan ponpes bisa membesarkan usahanya. Jangan sampai, masyarakat meminjam ke rentenir.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso yang ikut hadir dalam peresmian dua BWM di ponpes Kaliwungu menambahkan, BWM menyasar para santri dan masyarakat sekitar ponpes untuk bisa memulai atau mengembangkan usaha.

Sejak diluncurkan pada Oktober 2017, jelas Wimboh, hingga saat ini BWM sudah menyalurkan pembiayaan kepada kurang lebih 25 ribu orang nasabah yang tersebar di 18 provinsi dengan jumlah pembiayaan mencapai Rp33,9 miliar.

"BWM menyalurkan pembiayaan kepada masyarakat, dengan nilai maksimal sebesar Rp3 juta tanpa agunan. Pengelola BWM juga menyediakan pelatihan dan pendampingan kelompok, bagi para nasabah untuk menjalankan usahanya," ucap Wimboh. (K-08)

Presiden Jokowi Inginkan BLK Cetak Tenaga Kerja Sesuai Kebutuhan Industri

Presiden Jokowi saat membuka BLK Komunitas di Kendal, kemarin.
Kendal-Presiden Joko Widodo meminta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi mulai dari provinsi hingga kabupaten/kota yang mengelola Balai Latihan Kerja (BLK), bisa menyiapkan tenaga kerja yang diserap langsung industri dan dibutuhkan pasar kerja. Pernyataan itu dikatakannya usai meresmikan BLK Komunitas di Pondok Pesantren Al Fadlu 2, Senin (30/12).

Presiden Jokowi mengatakan penentuan jurusan kejuruan yang dipilih, harus tersambung dengan kebutuhan dunia industri. Karena, selama ini lulusan kejuruan belum sesuai dengan kebutuhan industri.

Jokowi memberi contoh perbankan dan lembaga keuangan, yang saat ini membutuhkan banyak teknisi coding dan programming. Namun, sumber daya manusianya nyaris tidak ada karena pelatihan di bidang tersebut minim.

Oleh sebab itu, jelas Jokowi, keberadaan BLK Komunitas diharapkan bisa menyambungkan antara skil SDM dengan kebutuhan industri. BLK Komunitas harus berkomunikasi terlebih dahulu dengan industri, untuk mengetahui kebutuhan tenaga kerja. Setelah mengetahui kebutuhan industri, baru BLK Komunitas menentukan jurusan kejuruan yang dibuka. 

"Coba tanya bank, berapa butuh teknisi coding? Tidak ada yang menyiapkan ke sana. Tanya butuhnya teknisi programming berapa? Banyak yang butuh, tapi ndak ada yang menyiapkan," kata Jokowi.

Lebih lanjut Presiden Jokowi menjelaskan, sebelum melatih calon tenaga kerja tersebut perlu ditanyakan kepada calon penggunanya (industri).

"Ajarkan sesuai yang dibutuhkan industri, sehingga nyambung. Jangan diajari semuanya," jelasnya.

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah menambahkan, keberadaan BLK Komunitas untuk mendekatkan sarana keterampilan kerja dengan manusia yang perlu dilatih. Serta, memertemukan akses pelatihan dengan calon peserta.

Saat ini, Ida, total ada 10 program pelatihan vokasi yang dikembangkan. Pelatihan vokasi itu di antaranya adalah teknik otomotif, pengolahan hasil pertanian dan perikanan, teknik listrik dan teknologi informasi komputer. 

"Kementerian Ketenagakerjaan juga sudah menyiapkan program, untuk melatih tenaga instruktur dan pengolah BLK Komunitas agar mereka mampu mengelola BLK dengan baik. Penentuan kejuruan, ditentukan sendiri dari lembaga penerima bantuan BLK Komunitas," ucap Ida.

Diketahui, sejak 2017 Kementerian Ketenagakerjaan mendirikan BLK Komunitas di pondok pesantren di seluruh Indonesia. Hingga 2019, sudah ada 1.113 BLK Komunitas yang didirikan. (K-08)