Minggu, 19 Januari 2020

KPU Siap Selenggarakan Pilkada Meski Paslon Tunggal

Semarang-Ketua KPU Jawa Tengah Yulianto Sudrajat mengatakan ada 21 kabupaten/kota di provinsi ini, yang bakal menggelar pilkada pada 23 September 2020 mendatang. Di antaranya Kota Semarang, Kota Magelang, Kabupaten Semarang dan Rembang.

Yulianto menjelaskan, daerah-daerah yang akan menggelar pilkada juga sudah memersiapkan tahapan dan menyiapkan perangkat pendukung. Di antaranya adalah menyiapkan personel petugas pemilih kecamatan (PPK).

Menurutnya, yang saat ini masih berproses ada di tingkat internal partai dalam menyiapkan pasangan untuk maju di pilkada.

Namun, bila nanti di suatu daerah hanya akan diikuti satu pasangan calon saja tidak akan menjadi masalah bagi KPU di kabupaten/kota. 

"Kalau masalah calon tunggal, tentu kami sudah ada perangkat regulasinya. Jadi, kami sudah siap kalau memang sewaktu-waktu calonnya tunggal. Bagi kami tidak ada masalah gitu ya. Tentu, ini soal publik ya. Publik tentunya akan baik kalau disuguhi dengan banyak pilihan. Maka, tentu ini tantangan dari partai politik agar lebih dinamis dalam rangka mengusulkan pasangan calon. Sehingga, rakyat bisa disuguhi dengan baik pilihan," kata Yulianto, Sabtu (18/1).

Yulianto lebih lanjut menjelaskan, munculnya satu pasangan calon di pilkada bukan menjadi persoalan berat bagi KPU. Sebab, pada pilkada serentak sebelumnya di Jateng juga ada daerah dengan satu pasangan calon saja. (K-08)

Kurangi Beban PLN, Dinas ESDM Jateng Dorong Masyarakat Pakai PLTS Atap

Sudjarwanto Dwiatmoko
Kepala Dinas ESDM Jateng
Semarang-Kepala Dinas ESDM Jawa Tengah Sudjarwanto Dwiatmoko mengatakan masyarakat harus diajak untuk bisa memanfaatkan energi matahari, menjadi sumber energi baru terbarukan. Hal itu sesuai dengan arahan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) 2025 

Sudjarwanto menjelaskan, pemprov akan memacu penggunaan PLTS Atap dengan memasang instalasi pemakaian energi matahari di gedung-gedung pemerintahan atau perkantoran. Termasuk gedung hotel maupun perumahan.

"Jadi, saya pikir ini adalah kita betul-betul memanen energi gratis dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Karena apa? Matahari kan gratis. Nah, kita mampu memanen itu dan kalau itu terjadi semakin meluas inilah harapan kita kedaulatan energi akan segera terwujud. Dana di APBD kita itu kurang lebih dari Rp7 miliar untuk tenaga suryo. Untuk di pemprov, sudah ada gedung yang pakai tenaga surya. Ada di kantor ESDM, Bappeda dan gedung Setwan," kata Sudjarwanto, kemarin.

Lebih lanjut Sudjarwanto menjelaskan, dalam dua tahun terakhir ini baru ada gedung pemerintahan milik Pemprov Jateng yang sudah menggunakan instalasi PLTS Atap. Salah satunya kantor Dinas ESDM, dengan kapasitas 35 kWh dan mampu menghemat pemakaian listrik hingga 31 persen.

"PLTS atap dapat digunakan di siang hari, dan kalau malam dengan listrik PLN. Nanti di tahun ini, kami rencanakan ada 17 kantor OPD yang siap pakai PLTS atap," tandasnya. (K-08)

Pemprov Jateng Dan BNPB Reboisasi Lereng Patiayam

Gubernur Ganjar Pranowo mengajak warga di sekitar pegunungan Pati
ayam Kudus untuk menanam pohon.
Semarang-Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan pihaknya bersama jajaran Pemprov Jawa Tengah, mengajak masyarakat ikut bertanggung jawab mengembalikan fungsi hutan di wilayah lereng pegunungan Patiayam. Terutama, dalam upaya mengembalikan fungsi lahan di kawasan hulu.

Doni menjelaskan, kerusakan hutan di wilayah hulu menjadi penyebab utama terjadinya bencana banjir. Oleh karena itu, reboisasi menjadi satu-satunya upaya mencegah terjadinya bencana.

"Kritis dan sangat kritis sekitar 12 ribu hektare. Jadi, kalau setiap hektare butuh 400 batang pohon maka kalau ada 12 ribu kali 400 pohon. Itu ada 40 juta pohon, dan itu tidak cukup hanya dalam waktu yang singkat," kata Doni, kemarin.

Gubernur Ganjar Pranowo menambahkan, pengembalian ekosistem di kawasan hulu menjadi cara ampuh untuk menanggulangi bencana banjir. Sebab, banjir yang terjadi di bagian hilir karena sungai-sungai dipenuhi sedimentasi.

Akibat lereng gunung atau bukit gundul, lanjut Ganjar, maka tanah dari bukit terbawa air hujan dan menumpuk di sungai menjadi sedimentasi.

"Ini waktu yang tepat untuk menanam. Ketika terjadi banjir dan sedimentasi tinggi, bukit-bukit yang semacam ini menjadi kontributor utama. Karena inilah yang akan membawa sedimen ke bawah. Hulunya yang mesti kita selesaikan. Harapan kita, semua komponen masyarakat mendukung," ujar Ganjar. (K-08)

Jumat, 17 Januari 2020

Polda Sebut Keraton Agung Sejagad Sudah Tersebar di Sejumlah Wilayah

Irjen Pol. Rycko Amelza Dahniel
Kapolda Jateng
Semarang-Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel mengatakan dari hasil pemeriksaan lanjutan dari kedua tersangka kasus Keraton Agung Sejagad dan penyelidikan di lapangan, diketahui sudah ada beberapa cabangnya di sejumlah daerah di provinsi ini.

Dari hasil perkembangan kasus Keraton Agung Sejagad dengan motif penipuan dan kebohongan publik, jelas Rycko, telah diketahui mulai terdeteksi jaringan di sejumlah wilayah. 

Kapolda menjelaskan, kedua tersangka saat dimintai keterangan di Mapolda memberikan keterangan berbeda. Tersangka Toto Santosa mampu kooperatif kepada penyidik, sedangkan tersangka Fanni Aminadia justru masih menganggap dirinya mendapat wangsit untuk mendirikan kerajaan untuk menjaga perdamaian dunia. 

"Ada beberapa cabang di antaranya di Klaten yang cukup banyak, kemudian di sekitar Solo Raya juga ada dan hampir ke Wonogiri juga ada. Ini memang pengikutnya cukup banyak, sehingga diperlukan tindakan kepolisian untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat agar tidak mudah diiming-imingi menjadi bagian dari kerajaan. Padahal, tujuannya sedang ditunggu iuran dari para tersangka," kata kapolda, Jumat (17/1).

Lebih lanjut Rycko menjelaskan, untuk saat ini belum ada penambahan tersangka baru dan masih terus melakukan pemeriksaan. Terutama, kepada mahapatih atau koordinator di tiap wilayah mengenai peran sertanya.

"Kita masih melihat peran dan koordinator atau mahapatih di tiap kabupaten, apa masuk dalam kategori ikut membantu atau tidak," pungkasnya. (K-08)

Gus Yasin: Pemprov Komit Sediakan Air Bersih Bagi Masyarakat

Taj Yasin
Wagub Jateng
Semarang-Wagub Jawa Tengah Taj Yasin mengatakan pemprov terus berkomitmen, untuk menyediakan air bersih dan sanitasi sehat bagi masyarakat. Utamanya, bagi keluarga berpenghasilan rendah atau prasejahtera.

Gus Yasin menjelaskan, pemprov terus berupaya menyediakan air bersih bagi masyarakat dengan menjalin kerja sama dengan sejumlah elemen atau kemitraan bersama organisasi kemanusiaan dunia. Sehingga, dengan menjalin kemitraan dengan semua pihak bisa memberikan jaminan penyediaan air bersih dan sanitasi sehat.

Menurutnya, penyediaan air bersih dan sanitasi sehat merupakan salah satu faktor untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat.

"Saat ini, memang negara butuh air bersih. Bagaimana pun juga, masyarakat kita butuh air bersih. Penanganan kesehatan dan pengentasan kemiskinan, salah satunya dimulai dari lingkungan. Sanitasi ini dibutuhkan untuk menekan angka stunting, dan merawat lingkungan," kata wagub, belum lama ini.

Lebih lanjut Gus Yasin menjelaskan, pemprov berusaha mencapai Universal Access 100-0-100 yang artinya akses air minum terpenuhi sebesar 100 persen dan nol persen kawasan kumuh serta 100 persen sanitasi lingkungan terpenuhi dengan baik.

"Pemerintah menargetkan tercapainya 100 persen akses santitasi layak secepatnya. Karena, sanitasi merupakan bagian dari enam target SDG's pada 2030 mendatang. Kami juga menjamin ketersediaan dan pengelolaan air serta sanitasi yang berkelanjutan bagi semua orang," tandasnya. (K-08)

Rekayasa Air Hujan Bisa Jadi Cadangan Air Bersih

Nur Sa'adah
Anggota Komisi D DPRD Jateng
Semarang-Anggota Komisi D DPRD Jawa Tengah Nur Sa'adah mengatakan pihaknya selalu mendorong, agar kebutuhan air bersih masyarakat bisa terpenuhi. Salah satunya, dengan mencoba merekayasa air hujan diolah sebagai cadangan air bersih bagi masyarakat.

Sa'adah menjelaskan, masing-masing dinas dengan program unggulannya bisa membuat sumur resapan dan biopori untuk menampung air hujan meresap ke tanah. Sehingga, ketika masuk musim kemarau cadangan air hujan yang sudah direkayasa bisa dimanfaatkan masyarakat.

"Bagaimana Pemerintah Provinsi Jawa Tengah itu bisa merekayasa, anugerah dari Tuhan berupa air hujan tidak menjadi bencana tetapi menjadi sumber daya air yang nantinya akan modal selama musim kemarau. Dari situ, maka program-program yang dituangkan di dalam program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah hendaknya bisa mencukupi dari kebutuhan air masyarakat," kata  Sa'adah, Jumat (17/1).

Lebih lanjut Sa'adah menjelaskan, selama ini pemprov juga sudah berusaha dengan pembuatan 81 embung pada 2018 dan di 2019 dibangun 11 embung dalam penyediaan sumber air bersih.

"Pembangunan embung-embung itu diharapkan bisa sesuai dengan analisa yang tepat, sehingga ketika musim kemarau bisa berfungsi sebagai cadangan air masyarakat," pungkasnya. (K-08)

Bandara Ahmad Yani Sosialisasi Tarif Baru Jasa Penumpang Pesawat Udara

Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani. Foto: ISTIMEWA
Semarang-Berdasarkan surat dari Kementerian Perhubungan tentang persetujuan tarif pelayanan jasa penumpang pesawat udara (PJP2U), Angkasa Pura I akan melakukan  penyesuaian tarif PJP2U domestik dan internasional di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang.

General Manager Angkasa Pura I Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang Hardi Ariyanto mengatakan besaran tarif PJP2U untuk penerbangan domestik dari sebelumnya Rp50 ribu, menjadi Rp100 ribu per pax. Sedangkan untuk tarif penerbangan internasional dari semula Rp150 ribu, menjadi Rp210 ribu per pax. 

Menurutnya, penyesuaian tarif baru tersebut sudah termasuk Pajak Penambahan Nilai (PPN) 10 persen.

Hardi menjelaskan, penyesuaian tarif mulai berlaku sejak pembelian tiket pesawat atau penerbitan tiket pada 25 Januari 2020.

"enyesuaian tarif PJP2U ini sangat diperlukan, dalam mendukung kelangsungan usaha Angkasa Pura I sebagai pengelola bandara yang berada di Ibu Kota Jawa Tengah," kata Hardi dalam rilis.

Lebih lanjut Hardi menjelaskan, pihaknya terus melakukan sosialisasi dan pemberitahuan kepada pengguna jasa bandara. Baik melalui media visual, digital maupun cetak dan melakukan koordinasi dengan maskapai penerbangan.

Diketahui, penyesuaian tarif PJP2U bisa ditinjau setiap dua tahun sekali. Hal ini sejalan dengan telah beroperasinya terminal baru Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, pada Juni 2018. (K-08)

Kamis, 16 Januari 2020

E-tilang Dapat Dukungan Dari Pemkot Semarang

Semarang-Pelaksana Harian Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti mengatakan penerapan Electronic Traffic Law Enforcement yang memanfaatkan kecanggihan kamera pengawas atau CCTV di sejumlah jalan, tujuannya untuk menekan angka pelanggaran lalu lintas di jalan raya. Sehingga, pemkot sangat mendukung kebijakan yang dilakukan jajaran Polda Jateng. 

Mbak Ita menjelaskan, keberadaan kamera CCTV di jalan akan menjadi pembelajaran bagi masyarakat untuk bisa tertib berlalu lintas. Sehingga, kebiasaan untuk melanggar lalu lintas bisa dihindarkan.

"Ya tentunya kan kami dari pemkot juga akan senang, dengan adanya e-tilang itu. Saat ini, kalau penerapan itu bisa berhasil dan sukses akan dikembangkan ke wilayah-wilayah yang lain. Tentunya, di wilayah-wilayah yang banyak terjadi pelanggarannya. Kami sangat dukung, apalagi jika kemudian dampaknya membuat masyarakat menjadi tertib," kata Mbak Ita, Kamis (16/1).

Sementara, salah satu ketua komunitas mobil di Semarang, Ismayanto menyebutkan masih banyak kasus pelanggaran lalu lintas di jalan raya. 

Menurutnya, penerapan e-tilang yang diberlakukan aparat kepolisian Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Tengah sangat disambut baik dan perlu didukung semua pihak. Sebab, diakui atau tidak, masih banyak terjadi pelanggaran lalu lintas di jalan.

Isma menjelaskan, yang terpenting adalah setiap kebijakan atau aturan baru itu harus sudah tersosialisasikan kepada masyarakat.

"Karena kan saya melihat di medsos itu sudah jauh-jauh hari ya, ada informasi tentang e-tilang dari kepolisian. Kecuali kalau tiba-tiba tidak ada pemberitahuan dari pihak kepolisian bahwa ada penerapan seperti ini, itu kita keberatan. Tapi ini kan sudah diinfokan sejak lama," kata Isma, Kamis (16/1).

Isma lebih lanjut menjelaskan, dengan adanya penerapan e-tilang ini juga akan membuat masyarakat semakin jera dan bisa meningkatkan kesadaran lalu lintas dari masyarakat. (K-08)

Pemprov Jateng Siapkan Asuransi Pertanian

Suryo Banendro
Kepala Distanbun Jateng
Semarang-Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah Suryo Banendro mengatakan pemprov sudah menyiapkan asuransi usaha tani padi (AUTP), bagi lahan pertanian yang terdampak banjir. 

Suryo menjelaskan, asuransi pertanian yang sudah disiapkan itu nantinya akan diberikan kepada petani. Setiap petani di Jateng, akan mendapat asuransi sebesar Rp6 juta per hektarenya.

Menurutnya, asuransi pertanian itu akan diberikan kepada petani yang sudah terdaftar melalui kelompok-kelompok tani resmi.

"Yang terkena banjir kan 5.722 hektare, ada di beberapa kabupaten/kota. Apa kalau sudah terjadi? Kita sudah siapkan terkait asuransinya. Kita ada asuransi usaha tani padi, yang di APBD provinsi tersedia 35 ribu hektare dan kalau nasional ada 200 ribu hektare. Kita sediakan juga traktor gratis. Kalau benih, nanti lewat kabupaten/kota karena anggarannya ada di APBD kabupaten/kota," kata Suryo, kemarin.

Lebih lanjut Suryo menjelaskan, lahan pertanian yang terdampak banjir di Jateng itu di antaranya adalah tanaman bawang di Tegal dan Brebes. 

"Untuk saat ini, dari total lahan pertanian yang tergenang banjir sudah surut. Jumlahnya ada empat ribuan hektare. Kami juga masih memantau di lapangan," tandasnya. (K-08)

Semarang Jadi Kota Pertama di Jateng Sediakan SPKLU

GM PLN UID Feby Joko (dua dari kanan) bersama Kepala Dinas ESDM
Sudjarwanto Dwiatmoko dan Plh Wali Kota Semarang Hevearita mem-
dapat penjelasan tentang SPKLU, Kamis (16/1).
Semarang-GM PLN Unit Induk Distribusi Jawa Tengah-Yogyakarta Feby Joko Priharto mengatakan Kota Semarang menjadi kota kelima di Indonesia, yang sudah menyediakan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Kota Semarang juga menjadi kota pertama di Jateng, yang menyediakan SPKLU untuk mendorong masyarakat beralih menggunakan kendaraan bermotor berbasis motor listrik.

Keberadaan SPKLU ini, jelas Feby, akan memberikan dan melayani kebutuhan masyarakat dalam pengisian energi bagi kendaraan berbasis energi listrik. Karena, kendaraan berenergi listrik dibanding berbahan bakar minyak akan jauh lebih hemat dan murah.

Oleh karenanya, lanjut Feby, jika semakin banyak masyarakat mulai menggunakan kendaraan bermotor listrik maka infrastruktur SPKLU akan ditambah di sejumlah tempat dan kota di Jateng.

"Kami juga terus mengejar kemudahan, agar masyarakat masyarakat bisa mendapatkan. Jadi, semudah masyarakat mendapatkan segala sesuatunya di gadget. Kita harapkan, tentu ke depan karena semakin efisien itu semakin bisa terjangkau harga listrinya oleh masyarakata. Untuk pembayarannya di SPKLU, kita nanti akan menggunakan semacam uang elektronik," kata Feby di sela pengoperasian SPKLU di kantor PLN Semarang, Kamis (16/1).

Kepala Dinas ESDM Jateng Sudjarwanto Dwiatmoko menambahkan, keberadaan SPKLU tujuan ke depannya akan mendorong masyarakat semakin banyak mengonsumsi listrik daripada BBM dan elpiji. Sebab, hal itu sesuai dengan Perpres Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Penggunaan Kendaraan Motor Berlistrik di dalam negeri.

"Ini bentuk nyata dari kebijakan kita, untuk mengalihkan penggunaan energi primer langsung ke energi sekunder yang disebut listrik. Kalau ini terus digulirkan, maka kita bisa memusatkan pusat pembangkitan yang energi primer dan masyarakat sementara menggunakan listrik," ujar Sudjarwanto. (K-08)

Penyebab Banjir di Brebes Karena Terjadi Sedimentasi Parah di Sungai

Gubernur Ganjar Pranowo melihat sedimentasi yang parah di sungai di
wilayah Ketanggungan, Brebes.
Semarang-Sedimentasi yang parah di sungai di wilayah Ketanggungan, sangat disayangkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Menurutnya, jebolnya tanggul sungai diperparah dengan adanya kerusakan hutan di bagian hulu. 

Oleh karena itu, jelas Ganjar, Pemkab Brebes harus memetakan kerusakan di bagian hulu sungai untuk segera diambil tindakan penyelamatan. 

"Ini spesial, bukan tanggulnya yang jebol tapi enggak ada tanggulnya. Maka, sedimentasinya sangat tinggi. Hampir-hampir antara jalan dengan permukaan airnya itu terlalu pendek. Nah sekarang, khusus untuk Brebes ini dibuat tanggul baru," kata Ganjar.

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, masyarakat juga harus mau peduli dengan penyelamatan dan kelestarian lingkungan di tengah perubahan cuaca yang semakin ekstrem. Jika tidak segera diantisipasi, akan menimbulkan bahaya bagi masyarakat.

Sementara, Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung Happy Mulya menyatakan jika banjir yang terjadi di sebagian wilayah di Ketanggungan karena adanya tanggul jebol dan tidak bisa menahan limpasan air dari bagian hulu sungai. Hal itu terjadi, lantaran kerusakan di bagian hulu sungai sangat parah.

Happy menjelaskan, akibat kerusakan di bagian hulu membuat sedimentasi di sungai menjadi bertambah parah. Akibatnya, sungai tidak mampu menampung debit air.

"Saat ini tanggul jebol itu di Ketanggungan, Brebes. Banjir kemarin pada 8 Januari itu, ada beberapa titik yang limpas atau jebol. Selain jebol, ada limpas dan di situ sedimentasi tinggi sekali. Kita akan tangani dari hulu ke hilir. Kira-kira antara 500 meter sampai satu kilometer," kata Happy, kemarin.

Happy menyebutkan, di wilayah Cimanuk Cisanggarung ada 379 titik rawan banjir dan di Kabupaten Brebes ada 49 titik rawan. (K-08)

Rabu, 15 Januari 2020

Bawaslu Jateng Minta Kepala Daerah Tak Mutasi Pejabat Jelang Pilkada

Semarang-Komisioner Bawaslu Jawa Tengah Rofiuddin mengatakan jajarannya di kabupaten/kota sudah melakukan pemantauan di daerahnya masing-masing, terkait adanya proses mutasi jabatan yang dilakukan kepala daerah. Terutama, di daerah yang akan menggelar Pilkada Serentak 2020 mendatang. 

Dari hasil pemantauan di kabupaten/kota yang akan menggelar pilkada, jelas Rofi, rerata kepala daerah melakukan mutasi atau rotasi jabatan di awal Januari 2020 kemarin. Atau, sebelum batas waktu minimal enam bulan sebelum penetapan sebagai calon kepala daerah pada 8 Juni 2020.

Rofi menjelaskan, Bawaslu di 21 kabupaten/kota juga telah berkoordinasi dengan pamkab/pemkot setempat untuk tunduk pada aturan perundangan yang berlaku terkait dengan pilkada. Daerah-daerah yang menggelar mutasi jabatan di antaranya adalah Kabupaten Rembang, Wonosobo, Grobogan, Kota Magelang dan Kota Semarang.

"Bawaslu Jateng melakukan berbagai upaya, untuk mencegah potensi pelanggaran terkait mutasi pejabat di kabupaten/kota yang menggelar Pilkada 2020. Jajaran kami Bawaslu di Jawa Tengah selalu berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota secara langsung maupun berkirim surat, mengimbau agar jika memang ada mutasi pejabat di lingkungan pemerintah kabupaten/kota harus dilakukan enam bulan sebelum penetapan calon kepala daerah," kata Rofi, Rabu (15/1).

Lebih lanjut Rofi mengapresiasi kepada para kepala daerah, yang telah mematuhi aturan perundangan tentang pilkada. Hal itu sesuai dengan UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota. (K-08)

KPU Jateng Minta Kabupaten/Kota Selenggarakan Pilkada Serentak Dengan Transparan

Semarang-Ketua KPU Jawa Tengah Yulianto Sudrajat mengatakan jajarannya di tingkat KPU kabupaten/kota tetap berkomitmen dan menjaga netralitas, untuk menyelenggarakan Pilkada Serentak 2020 secara transparan dan akuntabel serta dipercaya masyarakat. Hal itu akan menepis anggapan masyarakat, yang tidak percaya dengan kinerja KPU pascakasus mantan Komisioner KPU RI Wahyu Setiawan terjerat kasus suap.

Yulianto menjelaskan, kasus suap yang menimpa salah satu komisioner KPU RI saat ini sudah ditangani aparat penegak hukum. Bahkan, yang bersangkutan juga telah mengundurkan diri dari lembaga penyelenggara pemilu.

Menurutnya, jajarannya di tingkat kabupaten/kota se-Jateng akan terus mawas diri dalam rangka menyelenggarakan Pilkada Serentak 2020 mendatang. Salah satunya, dengan menegakkan integritas dan netralitas dari para penyelenggara pemilu.

"Hal ini sudah kami tegaskan kepada kawan-kawan di kabupaten/kota, dan kami akan bekerja secara transparan dan akuntabel serta kami yakin publik masih mempercayai kinerja kami yang ada di Jawa Tengah. Intinya, teman-teman KPU di 35 kabupaten/kota siap bekerja transparan dan menjaga integritas," kata Yulianto, Rabu (15/1).

Lebih lanjut Yulianto menjelaskan, masyarakat di kabupaten/kota yang menyelenggarakan pilkada diharapkan tetap memberikan kesempatan kepada KPU kabupaten/kota bekerja maksimal. Sehingga, pesta demokrasi memilih calon kepala daerah bisa berjalan lancar.

"Kami dari KPU Jateng, juga akan mengawal kinerja KPU kabupaten/kota dari setiap tahapan penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020," pungkasnya. (K-08)

Kapal Pesiar Singgah di Semarang Berkah Bagi Pariwisata Jateng

Kepala Disporapar Jateng Sinoeng Rachmadi memberikan karangan
bunga kepada salah satu penumpang kapal MV Aidavita di Pelabuhan
Tanjung Emas, Rabu (15/1).
Semarang-Kepala Disporapar Jawa Tengah Sinoeng Rachmadi mengatakan pemprov memang tengah menggenjot jumlah kunjungan wisatawan mancanegara, untuk datang dan menikmati obyek wisata di provinsi ini. Salah satunya, dengan menarik lebih banyak wisatawan mancanegara yang kebetulan menumpang kapal pesiar dan singgah di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang untuk turun menuju ke destinasi wisata di Jateng.

Dengan semakin banyak wisatawan penumpang kapal pesiar yang merapat di Pelabuhan Tanjung Emas, jelas Sinoeng, maka akan memberikan dampak positif dalam upaya menggenjot jumlah kunjungan wisatawan asing ke Jateng. 

Menurutnya, kapal pesiar MV Aidavita berbendera Jerman ini merupakan kapal cruise pertama di 2020 yang singgah di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Sinoeng menjelaskan, kapal pesiar MV Aidavita ini mengangkut 1.238 wisatawan mancanegara yang sebagian besar berkebangsaan Jerman dan sisanya dari Austria, Belanda dan Thailand. Sehingga, menjadi nilai plus bagi Jateng di dalam menawarkan potensi wisata kepada para pelancong.

"Dan ini harapannya akan membuka kita, untuk menyambut kunjungan-kunjungan wisatawan mancanegara berikutnya. Tentu, kalau kita mau melakukan sesuatu, jangan yang biasa saja tapi ada suatu hal yang menjadi pembeda. Karena, yang beda itu yang wisatawan asing minati. Mereka minatnya masih tetap di Borobudur yang utama, karena menjadi ikon Jawa Tengah di tingkat nasional dan internasional. Ada juga city tour di Kota Semarang, yang nanti akan dikomunikasikan dengan Pemkot Semarang," kata Sinoeng saat menyambut wisatawan yang turun dari kapal pesiar MV Aidavita di Pelabuhan Tanjung Emas, Rabu (15/1).

Lebih lanjut Sinoeng menjelaskan, Disporapar Jateng menginginkan adanya kerja sama lebih kreatif dalam meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dan lama tinggal di Jateng. (K-08)

Kerajaan Agung Sejagad Ternyata Motifnya Penipuan

Kapolda Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel menggelar kasus yang peni-
puan dengan kedok Kerajaan Agung Sejagad di Mapolda, Rabu (15/1).
Semarang-Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel mengatakan dari hasil laporan dari masyarakat dan Pemkab Purworejo, pihaknya membentuk tim khusus dari Direktorat Reskrimum Polda Jateng untuk menelusuri dan mencari informasi mengenai Kerajaan Agung Sejagad. Dari hasil investigasi dan penyidikan awal, diketahui jika kerajaan abal-abal itu ternyata sebuah kedok untuk menutupi kejahatan penipuan.

Kapolda menjelaskan, dua orang yang berperan sebagai "raja" dan "ratu" itu sebenarnya melakukan penipuan kepada masyarakat dan orang luar Purworejo. Modusnya dengan meminta penyetoran uang dari calon pengikut, agar nantinya mendapatkan kehidupan lebih baik dan selamat dari malapetaka.

"Ini juga merupakan sebuah fenomena di masyarakay kita, yang dengan mudah percaya simbol-simbol tertentu. Ini tentu menjadi tantangan bagi kita semua, baik dari kepolisian dan TNI serta aparatur pemerintahan dan media untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat agar tidak mudah percaya," kata kapolda saat gelar perkara di Mapolda, Rabu (15/1).

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna menambahkan, para pengikut dari Kerajaan Agung Sejagad untuk bisa mendapatkan jabatan harus menyetorkan uang dengan besaran nomimal bervariasi.

Iskandar menyebutkan, Kerajaan Agung Sejagad juga memiliki struktur layaknya sebuah negara.

"Mereka juga punya yang namanya resi, atau setara kementerian. Ada bidang ekonomi, sosial, budaya dan politik. Di bawah resi, juga ada bhre atau selevel gubernur dan di bawahnya ada bekel atau lurah. Jadi, banyak jabatan di kerajaan itu," kata Iskandar.

Iskandar menjelaskan, sampai dengan saat ini pihak kepolisian masih terus mendalami kedua tersangka dan memintai keterangan para pengikutnya.

Diketahui, beberapa waktu lalu masyarakat di Kabupaten Purworejo digegerkan dengan adanya "kerajaan" penerus trah Majapahit. Dua orang, yaitu Totok Santosa dan Fanni Aminadia mendeklarasikan diri sebagai "raja" dan "ratu". Keduanya mengaku mendapatkan wangsit lewat mimpi, untuk mendirikan sebuah "kerajaan". (K-08)

Selasa, 14 Januari 2020

Ganjar: Buang Sampah Jangan ke Sungai

Gubernur Ganjar Pranowo berjalan di antara tumpukan sampah yang
baru saja dibersihkan dari saluran air dekat rumah pompa.
Semarang-Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta, masyarakat ikut merawat sungai maupun saluran air di sekitar tempat tinggalnya. Salah satunya, dengan tidak membuang sampah ke sungai.

Menurutnya, sampah-sampah yang menumpuk di saluran air maupun sungai akan menyumbat dan bisa menyebabkan banjir.

"Ini tidak ada artinya, kalau kita tidak bisa merawat sungai dengan tidak membuang sampah ke sungai. Jadi, kita harapkan masyarakat bareng-bareng membantu. Tadi kita pesankan, jangan buang sampah di sungai agar tidak membikin persoalan baru nantinya yang ada di sungai," ujar Ganjar.

Ganjar menjelaskan, untuk mengelola sampah di Jateng pihaknya pernah mendapat tawaran bantuan dari Pemerintah Republik Ceko. Yakni dengan teknologi waste to energy, yang selama ini diterapkan di London, Inggris.

Sementara itu, beberapa hari kemarin banjir yang menggenang di kawasan Genuk Kota Semarang banyak diakibatkan karena saluran tersumbat sampah. Bahkan, Jalan Raya Kaligawe yang sempat tergenang banjir itu karena pompa tertutup sampah-sampah plastik.

Seorang warga di Padi Raya, Kelurahan Gebangsari, Giyanto mengaku hampir setiap hari selalu membersihkan sampah di saluran air di ujung jalan menuju Kaligawe. Dengan menggunakan tongkat panjang sekira dua meter dengan jaring di ujungnya, sampah-sampah yang terbawa arus diambil dan dimasukkan ke drum.

Giyanto menjelaskan, sampah-sampah yang diambil dari saluran air itu kebanyakan merupakan sampah hasil produksi warung-warung di sepanjang Jalan Padi Raya. Rerata, berupa sampah bungkus plastik dan beberapa daun-daun yang jatuh ke saluran air.

Menurutnya, jika sampah-sampah tidak dibersihkan dikhawatirkan akan menimbulkan bau tidak sedap. 

"Kalau kalinya kotor, baunya jadi enggak enak. Sampah-sampahnya biasanya dari warung-warung, sama orang buang sampah sembarangan pas lewat. Tiap hari kalau bersih sampah di saluran air ini, paling satu drum kadang bisa sampai dua drum. Tapi itu tidak tentu. Kebanyakan berupa plastik-plastik," ucap Giyanto. (K-08)


Cegah Banjir, Gerakan Penghijauan Harus Kembali Digalakkan

Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza mengawali gerakan menanam
pohon yang dilakukan di halaman RS Bhayangkara Semarang.
Semarang-Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Rycko Amelza Dahnial menyatakan pada tahun ini pihaknya menargetkan bisa menanam 1,5 juta pohon. Terdiri dari tanaman keras berupa pohon Jati dan Trembesi, serta tanaman buah-buahan berupa bibit pohon mangga dan rambutan.

Pohon-pohon yang ditanam itu, jelas Kapolda, tersebar di sejumlah tempat. Termasuk, di kantor polisi yang ada di wilayah Jateng.

"Yaitu Gerakan Polri Peduli Penghijauan, Polri peduli kepada lingkungan dan sudah dilaksanakan pada November 2019 kemarin. Program dari Polda Jawa Tengah ini, kemudian diangkat menjadi program nasional. Kami, bercita-cita di tahun 2020 bisa menanam 1,5 juta pohon. Mudah-mudahan tercapai 1,5 juta pohon. Mari kita galakkan kegiatan menanam dan merawat pohon," kata kapolda, baru-baru ini.

Sudaryanto
Kalahar BPBD Jateng
Kalahar BPBD Jateng Sudaryanto menyatakan, memasuki musim hujan merupakan waktu yang cocok untuk melaksanakan program penanaman hutan kembali atau reboisasi. Sehingga, pada saat memasuki musim hujan tahun depan sejumlah lahan kritis sudah teratasi dengan penanaman pohon kembali.

Menurutnya, masyarakat Jateng harus didorong untuk bisa menyukseskan program penanaman pohon kembali di daerah lahan kritis.

"Prinsipnya adalah bagaimana menghijaukan kembali menjadi ijo royo-royo, dan memakmurkan rakyat. Jadi, kalau gak pernah ditanami lagi ya tetep gundul. Kalau masyarakat itu diajak, tentunya mereka akan mau ikut memelihara. Karena kepentingannya kan di samping secara ekologi, juga secara ekonomi akan mendapat hasilnya. Ini kan jangka panjang," ujar Sudaryanto, kemarin. (K-08)


Meski Banjir Surut, Sebagian Pengungsi Masih Bertahan

Sebagian pengungsi yang terdiri dari orang tua, wanita dan anak-anak
masih bertahan di kantor Kecamatan Guntur, Demak.
Semarang-Camat Guntur Ali Mahbub mengatakan jebolnya tanggul di alur Sungai Tuntang di Kabupaten Demak beberapa hari kemarin, menyebabkan 2.677 jiwa mengungsi. Kebanyakan, ditampung di kantor Kecamatan Guntur, Demak.

Banjir yang menerjang Desa Trimulyo beberapa hari kemarin, jelas Ali, untuk saat ini sudah mulai surut. Sebagian warga juga sudah memilih kembali ke rumah masing-masing, untuk membersihkan sisa banjir.

Ali menjelaskan, meski sudah ada yang kembali ke rumah, beberapa warga lain tetap memilih mengungsi. Bahkan, warga tetap diminta berada di lokasi pengungsian hingga keadaan sudah dibuatkan aman.

"Kan kalau sore hari itu biasanya tambah, karena di lokasi banjir kan gelap. Selain itu juga, ada kesulitan-kesulitan tertentu di kampungnya. Misalnya cuaca belum bersahabat. Posisi tadi malam pada saat distribusi selimut itu ada 198 jiwa, dan kalau pagi bapak-bapak balik ke rumah tengok ternaknya," kata Ali, kemarin.

Lebih lanjut Ali menjelaskan, di kantor Kecamatan Guntur juga sudah disediakan ruang pemeriksaan kesehatan. Kebanyakan warga yang periksa, mengeluhkan gatal-gatal dan masuk angin. (K-08)

Tol Semarang-Demak Segera Konstruksi Fisik

Dirut PP Tol Semarang-Demak Handoko Yudianto (kiri) dan Gubernur
Ganjar Pranowo membahas pekerjaan fisik tol Semarang-Demak.
Semarang-Direktur Utama PT PP Semarang-Demak Handoko Yudianto mengatakan jalan tol Semarang-Demak yang terbagi dalam dua seksi, akan memasuki masa pekerjaan fisik atau konstruksi. Diperkirakan, pengerjaan konstruksi akan dimulai pada akhir Januari atau awal Februari 2020.

Pengerjaan jalan tol Semarang-Demak, jelas Handoko, akan dimulai dari wilayah Kabupaten Demak atau di seksi dua sepanjang 16,31 kilometer dari Sayung ke Demak. Ditargetkan, pengerjaan fisik selesai pada akhir 2021 mendatang.

Handoko menjelaskan, untuk seksi satu atau yang berada di wilayah Kota Semarang akan dilakukan belakangan. Hal itu karena proses pembebasan lahannya, baru mencapai 20 persen.

"Kalau untuk tol Semarang-Demak, yang sudah bebas itu kira-kira 20 persen. Kalau yang seksi dua dari Sayung ke Demak, itu sudah hampir 60 persen pembebasan lahannya. Mungkin di akhir Januari atau di awal Februari sudah dimulai pekerjaan fisiknya. Tapi yang seksi satu agak belakang, karena seksi satu persiapan untuk pendanaan. Jadi, yang seksi satu itu tanggung jawab pemerintah," kata Handoko, Selasa (14/1).

Lebih lanjut Handoko menjelaskan, untuk pengerjaan fisik di seksi satu dibutuhkan dana sebesar Rp9 triliun dengan konstruksi jalan layang sepanjang delapan kilometer dan tinggi lima meter dari permukaan air laut.

"Yang pasti kita kerjakan seksi dua dulu, dan telah berjalan. Mungkin sudah selesai di akhir 2021, dan kendaraan bisa melintas dari Sayung ke Demak," tandasnya. (K-08)

Senin, 13 Januari 2020

Menteri PUPR CEK Rumah Pompa Sringin

Basuki Hadimuljono
Menteri PUPR
Semarang-Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan Kota Semarang sudah memiliki banyak rumah pompa, yang fungsinya untuk mengatasi dan mengendalikan banjir tidak sampai masuk ke permukiman warga. Namun, dari hasil peninjauan ke rumah pompa Sringin Semarang masih ada pompa yang belum bekerja secara maksimal.

Basuki menjelaskan, dari lima pompa yang tersedia baru dua bisa aktif bekerja. Namun, dari dua pompa yang aktif itu hanya satu pompa bisa bekerja sesuai kapasitas. Yakni, sebesar dua ribu liter per detik.

Menurutnya, rumah pompa Sringin ini direncanakan ada lima pompa dengan kapasitas per pompa dua ribu liter per detik. Namun dirinya yakin, jika rumah pompa Sringin akan maksimal bekerja pada akhir Januari 2020 mendatang.

Paling lambat saya minta akhir Januari, karena Februari akan lebih tinggi (curah hujannya). Kita ikuti terus prediksinya (dari BMKG). Kalau Semarang kan ada tiga polder sekarang, untuk mengatasi banjir di tiga wilayah. Wilayah barat, tengah dan timur," kata Basuki di sela kunjungan kerja ke Semarang, kemarin.

Lebih lanjut Basuki menjelaskan, rumah pompa Sringin memiliki peranan cukup penting dalam mengatasi banjir dan rob di sekitar Terboyo dan jalur pantura timur Semarang dan Demak. Rumah pompa Sringin memiliki lima pompa, dan mampu mengoptimalkan Sistem Polder Kali Sringin untuk pengendalian banjir di Semarang bagian timur.

"Sistem Polder Kali Sringin dirancang dapat menyedot air hingga 10 meter kubik per detik, atau 10 ribu liter per detik dengan lima pompa berkapasitas dua ribu liter per detik. Pompa-pompa itu akan memompa air ke laut," pungkasnya. (K-08)

BMKG Semarang Sebut Fenomena MJO Pengaruhi Curah Hujan

Iis Widya Harmoko
Prakirawan BMKG Semarang
Semarang-Kasi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Kelas 1 Semarang Iis Widya Harmoko mengatakan hujan deras yang mengguyur di wilayah Jawa Tengah, dipengaruhi aktivitas gelombang Atmosfer Madden Julian Ocillatin (MJO) fase basah. Sehingga, curah hujan akan lebih tinggi dan dampaknya terjadi banjir di sejumlah wilayah.

Dengan adanya fenomena MJO itu, jelas Iis, warga Jateng harus waspada terhadap potensi terjadi bencana banjir karena intensitas curah hujan meningkat. Rerata, hujan turun dengan intensitas 158 milimeter per hari.

Menurutnya, fenomena MJO tidak hanya terjadi wilayah Jateng saja tetapi berada di seluruh wilayah di Indonesia.

Iis menjelaskan, fenomena Atmosfer MJO saat ini terbentuk memanjang di sekitar Pulau Jawa dan membentuk pola siklonik di sekitar benua Asutralia. Fenomena atmosfer MJO juga memerkuat terbentuknya awan Cumulonimbus, yang berpotensi menambah curah hujan.

"Fenomena MJO ini merupakan sebuah sirkulasi udara, dengan periode antara 30-60 hari. Yang saat ini melewati kita adalah MJO fase basah. MJO fase basah ketika melewati musim hujan, tentu saja akan berpotensi menambah curah hujan. Kalau MJO fase kering ketika melewati musim hujan, akan mengurangi curah hujan," kata Iis, kemarin.

Lebih lanjut Iis menjelaskan, fenomena atmosfer MJO diperkirakan masih terjadi sepekan ke depan di wilayah Jateng. Sehingga, masyarakat diminta lebih waspada terhadap potensi terjadinya bencana alam berupa banjir dan tanah longsor. (K-08)

Polda Jateng Pasang Kamera Pemantau Pelanggar Lalin

Dirlantas Polda Jateng Kombes Pol Rudy Antariksa menunjuk mobil
yang melakukan pelanggaran lalu lintas dan terpantau CCTV.
Semarang-Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Rudy Antariksa mengatakan kecelakaan lalu lintas, selalu didahului dengan adanya pelanggaran lalu lintas. Terutama, pelanggaran karena faktor manusia. 

Guna menekan angka pelanggaran lalu lintas di jalan, jelas Rudy, pihaknya memasang dua kamera pengawas yang bisa memantau pelanggaran lalu lintas. Kedua kamera pengawas pelanggaran lalu lintas itu, terpasang di Jalan Pandanaran Semarang yang mengarah ke Simpang Lima dan Jalan Pekunden.

Rudi menjelaskan, keberadaan kamera pengawas pelanggaran lalu lintas itu akan menjadi dasar bukti yang kuat kepada para pelanggar. Sehingga, pelanggar tidak bisa berkelit.

Menurutnya, untuk saat ini masih dalam tahap sosialisasi kepada masyarakat untuk memulai tertib berlalu lintas.

"Yang tentunya pelanggaran ini kita bisa rekam, apakah itu pelanggaran tidak menggunakan sabuk pengaman atau pelanggaran alat pengatur lalu lintas maupun pelanggaran lalu lintas lainnya. Semua pelanggaran lalu lintas akan terekam, sehingga ini akan membantu kepolisian bisa lebih efektif dan lebih cepat tidak manual lagi," kata Rudi di RTMC Polda Jateng, Senin (13/1).

Lebih lanjut Rudi menjelaskan, untuk selanjutnya kamera pengawas pelanggaran lalu lintas akan ditambah menjadi delapan unit di delapan titik. Sehingga, mampu membantu Kota Semarang di dalam mewujudkan sebagai smart city. (K-08)

Disdik Jateng Minta Sekolah Kembalikan SPP ke Siswa

Jumeri
Kepala Disdik Jateng
Semarang-Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah Jumeri mengatakan program SPP gratis untuk siswa SMA/SMK/SLB negeri itu, untuk meringankan beban keluarga tidak mampu dan meningkatkan angka partisipasi sekolah di provinsi ini. Bagi siswa yang sudah terlanjut membayar SPP hingga Juni 2020, maka pihak sekolah wajib mengembalikannya secara utuh.

Jumeri menjelaskan, kepala sekolah dan komite sekolah harus bisa transparan dan tidak bermain soal anggaran sekolah. Para siswa juga diminta menjadi agen antikorupsi di sekolahnya masing-masing, jika mengetahui sekolahnya menerapkan biaya tidak transparan.

Menurutnya, sekolah-sekolah juga harus mengurangi jumlah pungutan kepada siswa.

"Sekolah-sekolah sudah kita minta untuk mengubah RKAS, rencana kerja anggaran sekolah. Jadi, yang tadinya berbasis Juli 2019-Juni 2020 dan yang Juli sampai Desember 2019 sudah selesai. Nah, yang Januari sampai Juni 2020 dibuat RKAS baru sehubungan dengan aturan baru. Yaitu sumber dana operasional sekolah, bersumber dari pemerintah. Baik itu BOS ataupun BOP," kata Jumeri, kemarin.

Lebih lanjut Jumeri menjelaskan, sekolah yang menyelenggarakan pungutan akan diawasi secara intensif. Namun, untuk saat ini sekolah tidak boleh menyelenggarakan pungutan tanpa seizin Dinas Pendidikan.

"Pungutan harus selektif, dan ada izin dari Dinas Pendidikan. Kami akan lihat urgensi dari pungutan itu. Kepada siswa yang tidak mampu, harus dibebaskan dari segala bentuk pungutan," jelasnya.

Diwartakan, Pemprov Jawa Tengah pada tahun ini menggratiskan biaya pendidikan, bagi siswa di jenjang pendidikan SMA/SMK dan SLB negeri. Untuk mendukung kebijakan itu, digelontorkan anggaran sebesar Rp860,4 miliar. (K-08)

SMAN 2 Pati Kembalikan SPP Milik Siswa

Semarang-Kepala SMAN 2 Pati Budi Santosa mengatakan pihaknya menjadi sekolah pertama di Jawa Tengah, yang mengembalikan uang SPP siswanya. Hal itu menyusul kebijakan dari pemerpov, untuk mengembalikan uang SPP siswa yang terlanjut dibayarkan.

Menurutnya, SMAN 2 Pati mengembalikan kelebihan bayar SPP untuk 486 siswa dengan total uang mencapai Rp209.420.000.

Budi menjelaskan, meskipun belum turun petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis dari Dinas Pendidikan soal pengembalian uang SPP, namun pihaknya sudah memulai dulu. Hal ini menjadi inisiatif dari pihak sekolah, di dalam mendukung program pendidikan gratis di Jateng.

"Kami SMAN 2 Pati telah mengembalikan kelebihan bayar SPP, mulai dari bulan Januari dan seterusnya. Ada sekitar 480 anak yang kelebihan bayar, dengan total Rp209 juta lebih. Ini kita kembalikan kepada yang berhak, karena pak gubernur sudah menginstruksikan bahwa pendidikan di Jawa Tengah gratis," kata Budi, Senin (13/1).

Budi lebih lanjut menjelaskan, di sekolah yang dipimpinnya sebagian orang tua sudah membayar SPP selama setahun atau enam bulan sejak awal tahun ajaran baru. Pihaknya akan terus menyelesaikan pengembalian uang SPP, yang terlanjur dibayarkan orang tua siswa.

Diketahui, program SPP gratis yang digalakkan Pemprov Jateng mulai tahun ini disambut baik masyarakat di provinsi ini. Bahkan, sejumlah sekolah di bawah pengelolaan pemprov sudah mulai mengembalikan SPP yang kadung dibayarkan siswanya. (K-08)

Minggu, 12 Januari 2020

Buka Donasi, JNE Kerja Sama Dengan BenihBaik.com

Presdir JNE Feriadi (dua dari kanan) dan CEO BenihBaik.com Andy F
Noya (dua dari kiri) foto bersama usai penandatangan kerja sama.
Semarang-Dalam upaya memudahkan masyarakat melakukan donasi kepada sesama yang membutuhkan, JNE berkolaborasi dengan BenikBaik.com untuk pengiriman paket sumbangan di mana pun dan kapan pun secara digital melalui BenihBaik.com.

Presiden Direktur JNE Feriadi mengatakan langkah kerja sama ini, menjadi salah satu perwujudan dari tagline JNE yaitu "Connecting Happiness" yang bermakna mengantarkan kebahagiaan. Langkah ini juga merupakan salah satu upaya JNE, dalam merespon bencana yang melanda masyarakat.

"Kerja sama JNE dengan BenihBaik.com adalah sebuah pengembangan dalam mengajak dan memudahkan setiap orang, untuk bersedekah serta berbagi dalam rangka membantu sesama. Dengan kolaborasi bersama BenihBaik.com, JNE bisa semakin memaksimalkan upayanya untuk memberikan manfaat seluas-luasnya kepada masyarakat," kata Feriadi dikutip dari rilis.

Menurut Feriadi, JNE berada di tengah-tengah masyarakat dan telah menjadi bagian hidup banyak orang. Oleh karena itu, JNE harus bisa membantu masyarakat yang terdampak bencana.

CEO BenihBaik.com Andy F Noya menambahkan, sebagai platform digital menyediakan fasilitas kegiatan pengumpulan dana masyarakat secara sukarela. Sehingga, siapa pun dengan mudah dan secara langsung bisa berdonasi membantu sesama.

Melalui JNE yang setiap bulan mengirimkan jutaan paket, jelas Andy, proses donasi menjadi lebih mudah karena JNE memberikan dukungan berupa penyediaan QR Code BenihBaik.com di setiap kemasan paket yang dikirim.

"Dengan adanya fasilitas dari JNE dan BenihBaik.com tersebut, pelanggan dan masyarakat yang ingin berdonasi tinggal men-scan QR Code BenihBaik.com yang tercetak di kemasan paket JNE. Donasi bisa diberikan secara cashless menggunakan OVO, Link Aja! Atau DANA," ujar Andy.

Sampai saat ini, lanjut Andy, BenihBaik.com telah menyalurkan ratusan bantuan ke seluruh Indonesia. Antara lain untuk penyandang disabilitas, kaum lansia, perbaikan musala, sarana pendidikan dan ratusan kasus penggalangan dana yang masih berlangsung sampai saat ini," pungkasnya. (K-08)

Pemprov Dirikan Posko Terpadu Banjir di Wisper

Para relawan bersama TNI/Polri dan warga membuat tanggul darurat
yang terbuat dari karung pasir.
Semarang-Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan pihaknya mendirikan posko terpadu siaga banjir, yang ditempatkan di Wisma Perdamaian. Posko itu tidak hanya bersifat informatif saja, tetapi akan memvalidasi data kondisi terkini di seluruh wilayah di Jateng. Termasuk, untuk menentukan langkah-langkah penanganan yang harus dilakukan.

Ganjar menjelaskan, informasi dari BMKG menyebutkan jika di sejumlah wilayah di Jateng dimungkinkan mengalami curah hujan mencapai 500 milimeter. Padahal, curah hujan mencapai 150 milimeter saja sudah dianggap ekstrem.

Oleh karena itu, lanjut Ganjar, informasi yang diterima itu diolah dan ditindaklanjuti dengan berkomunikasi bersama kabupaten/kota di Jateng. Tujuannya, agar ada upaya antisipasi ataupun penanganan jika terjadi banjir atau tanah longsor.

Menurutnya, fungsi posko juga bisa mengurangi risiko bencana karena ada deteksi dini.

"Pak mendagri meminta kita ada posko khusus, dan sebenarnya back up yang harian datanya ada di posko kita di BPBD. Namun demikian, karena ini cuacanya kemungkinan dalam dua bulan cukup ekstrem maka posko ini kita minta untuk siaga dalam beberapa hari ke depan," kata Ganjar, kemarin.

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, posko terpadu bencana itu menjadi wujud kehadiran pemerintah untuk sigap dan tanggap dalam mengatasi bencana. 

"Tujuannya, memberikan ketenangan dan kenyamanan serta kepastian bahwa pemerintah itu hadir. Kalau ada kejadian, pemerintah bersama elemen lainnya siap siaga dapat memberikan bantuan penanganan dan pengiriman logistik," pungkasnya. (K-08)

BPBD Jateng Buat Tanggul Darurat Dengan Sand Bag

Sudaryanto
Kalahar BPBD Jateng
Semarang-Kalahar BPBD Jawa Tengah Sudaryanto mengatakan tanggul-tanggul sungai yang jebol di wilayah Brebes, Grobogan, Pati dan Demak sudah dilakukan penanganan darurat. Yakni, dengan pembuatan sand bag atau karung pasir yang ditumpuk di sepanjang tanggul sungai.

Pembuatan tanggul sementara itu dilakukan, jelas Sudaryanto, sebagai tindakan darurat kebencanaan. Dengan tanggul-tanggul sementara itu, diharapkan mampu menahan limpasan air dari sungai.

Tanggul-tanggul sungai yang jebol di wilayah Jateng dan menyebabkan banjir sekarang sudah mulai surut. Warga yang terdampak banjir, juga telah kembali ke rumah masing-masing dan melakukan upaya pembersihan sisa genangan banjir yang membawa lumpur.

Menurutnya, yang saat ini masih mengungsi adalah warga di Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur di Kabupaten Demak karena tanggul Sungai Tuntang jebol.

"Brebes sudah berangsur surut, dan juga di Grobogan juga sudah surut. Warga desa sudah bersih-bersih rumahnya, yang sempat terendam banjir. Yang Demak karena banjirnya agak besar akibat limpahan air, sudah ditangani BBWS untuk tanggul jebolnya. Yang baru saja terjadi di Pati lagi, karena hujan cukup deras di Dukuhseti. Sudah ditangani teman-teman dari PU bersama BPBD dan BBWS serta sudah ditanggul dengan sand bag," kata Sudaryanto lewat sambungan telepon, kemarin.

Sudaryanto lebih lanjut menjelaskan, untuk korban banjir atau bencana alam lainnya ketersediaan logistik masih aman terkendali. Beberapa sudah didistribusikan ke masing-masing kabupaten/kota, dan siap disalurkan ke korban bencana.

"Kalau berbicara logistik, sudah beres semuanya. Kalau masih kurang, tinggal minta lagi. Peralatan dan personel juga siap semuanya," tandasnya. (K-08)

19 Tanggul Sungai di Jateng Rawan Jebol

Alat berat dikerahkan untuk perbaikan tanggul sungai yang jebol.
Semarang- Wakil Ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah Hadi Santoso mengatakan sejumlah wilayah diterjang banjir, akibat jebolnya tanggul sungai. Tanggul sungai yang sudah jebol itu di antaranya di Kabupaten Brebes, Grobogan, Pati dan Demak.

Hadi menjelaskan, cuaca ekstrem diprediksi masih terjadi hingga pertengahan Februari 2020 mendatang. Sehingga, harus ada upaya untuk antisipasi pencegahan terjadi bencana alam. Baik itu tanah longsor.

Pihaknya, lanjut Hadi, sudah melakukan pengecekan ke lapangan di sejumlah wilayah di Jateng dan mendapati ada 19 tanggul sungai di provinsi ini rawan jebol. Meskipun kemudian, beberapa di antaranya sudah jebol sebelum dilakukan perkuatan tanggul.

Menurutnya, salah satu tanggul rawan jebol yang perlu mendapat perhatian ada di Kali Bodri Kabupaten Kendal. Sebab, jika sampai jebol akan berdampak pada 10 ribu kepala keluarga (KK) di sekitarnya.

"Titik merah rawan bencana banjir dan longsor, sangat banyak di Jawa Tengah. Kemarin kita identifikasi, ada 19 sungai yang saat ini ada potensi mengalami kerusakan tanggul. Nah, di tempat-tempat tersebut dilakukan perkuatan dengan pekerjaan-pekerjaan sementara. Apakah itu dengan sand bag, atau bronjong-bronjong yang bisa dikerjakan secara cepat. Kedua, early warning system kepada masyarakat ini perlu disampaikan. Di titik-titik tersebut segera dilakukan apel relawan untuk antisipasi bencana banjir," kata Hadi, kemarin.

Lebih lanjut Hadi menjelaskan, dengan pekerjaan penguatan tanggul-tanggul yang rawan jebol itu akan mencegah terjadinya bencana banjir jika hujan deras dan debit air sungai melimpah. Sehingga, masyarakat yang berada di sekitar sungai bisa terselamatkan dari bencana banjir. (K-08)