Jumat, 03 Januari 2020

Cadangan Pangan di Jateng Lebih Dari Cukup Jika Terjadi Bencana

Dua pekerja memanggul karung berisi beras di gudang Bulog Kaliwungu
Kendal, kemarin.
Semarang-Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jawa Tengah Basirun mengatakant ketersediaan pasokan beras lebih dari cukup, karena ada stok sebanyak 143.749 ton beras medium. Stok yang dimilikinya itu, sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga enam bulan ke depan. 

Basirun menjelaskan, untuk menghadapi kondisi darurat karena bencana alam juga tidak perlu khawatir. Karenam ketersediaan stok beras di Jateng masih aman hingga saat ini.

"Seandainya ada, ketersediaan pasokan tidak perlu khawatir. Dari pemerintah kabupaten/kota, kita terus koordinasi karena apa? Kita dituntut kecepatan untuk menyiapkan pangan sampai ke titik masyarakat yang membutuhkan, apabila terjadi bencana yang menyebabkan kekurangan pangan. Pengajuannya mudah, dari kepala daerah cukup dengan membuat surat pernyataan ke Bulog dan dilampirkan dengan keterangan bencana serta data korban," kata Basirun baru-baru ini.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Jateng Agus Wariyanto menyatakan, jika memang status ketersediaan pangan di provinsi ini masih mencukupi. Sehingga, jika ada kabupaten/kota yang mengalami bencana alam dan membutuhkan pasokan beras tidak perlu khawatir. 

"Kami juga masih ada cadangan pangan pemerintah provinsi, dalam rangka menghadapi bencana di musim hujan. Pak gub itu setiap tahun mencadangkan tidak kurang 200 ton beras, dan posisi sekarang masih ada 150 ton yang ada di gudang di Soropadan. Jadi itu untuk menangani, apabila terjadi kondisi darurat," ujar Agus.

Agus lebih lanjut menjelaskan, stok beras yang ada di Jateng juga tak hanya siap untuk memenuhi kebutuhan warganya saja. Jika ada daerah yang mengalami defisit pangan, Jateng siap memenuhi permintaan. (K-08)

Pemprov Minta Pemkot Semarang Perbaiki Pompa Sringin Yang Rusak

Gubernur Ganjar Pranowo mengecek kondisi pompa di Rumah Pompa
Kali Sringin, Kaligawe.
Semarang-Pemkot Semarang diminta segera memerbaiki dua pompa di Rumah Pompa Kali Sringin Kaligawe yang rusak, untuk mencegah terjadinya banjir di wilayah Kaligawe dan sekitarnya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan rumah pompa sangat diandalkan, untuk mengatasi dan mengantisipasi bencana banjir. Namun, jika pompa dalam keadaan rusak dan tidak berfungsi akan merugikan masyarakat yang terdampak bencana banjir.

Menurutnya, kerusakan pompa di Rumah Pompa Kali Sringin terjadi akibat tersumbat sampah. Sehingga, pompa tidak bisa berfungsi.

"Kedatangan hari ini untuk memastikan, bahwa pompa on semua dan personel juga on semua. Tadi saya juga lihat kolam retensi harus dikuras dulu, sehingga nanti kalau terjadi hujan cukup deras bisa menampung. Tinggal sekarang kita berdoa, agar curah hujan tidak terlalu tinggi dan teman-teman siaga. Makanya, selama musim hujan saya minta laporan bencana-bencana setiap hari," kata Ganjar, kemarin.

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, proyek penanggulangan banjir di Kota Semarang sudah direncanakan sejak lama. Dengan rampungnya proyek itu, maka bencana banjir di Kota Semarang bisa teratasi.

"Alatnya sudah canggih, masyarakatnya juga harus canggih. Ikut terlibat menjaga fasilitas penanggulangan banjir ini," pungkasnya. (K-08)

Bupati/Wali Kota se-Jateng Diminta Sediakan Gethek Saat Terjadi Banjir

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat
Setda Jateng Sarwa Pramana (kiri) meninjau ke
salah satu markas PMI.
Semarang-Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Jawa Tengah Sarwa Pramana mengatakan bencana banjir merupakan salah satu potensi bencana alam, yang kerap terjadi di provinsi di musim hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Sehingga, langkah-langkah antisipasi atau mitigasi bencana harus sudah disiapkan sejak awal.

Sarwa menjelaskan, salah satu yang memungkinkan dan bisa dilakukan di seluruh kabupaten/kota di provinsi ini adalah pembuatan gethek atau perahu kecil terbuat dari bilah-bilah bambu sebagai sarana evakuasi bagi warga. Selain itu juga, tempat-tempat dan jalur pengungsian warga harus sudah disiapkan.

Menurutnya, dengan kearifan lokal di daerah masing-masing sangat dibutuhkan dalam upaya memitigasi bencana alam. Tidak hanya banjir, tetapi juga ancaman kebencanaan lainnya.

"Sehingga, perlu ada kearifan lokal untuk didorong. Mulai hari ini, saya minta kepada bupati/wali kota paling tidak menyiapkan gethek untuk bisa dipakai untuk evakuasi. Kedua, siapkan ban dalam mobil atau truk yang besar. Nanti suatu saat banjir, itu bisa dibagikan. Ketiga, hidupkan siskamling untuk antisipasi terjadi bencana alam di malam hari. Baik itu banjir, atau tanah longsor," kata Sarwa, Jumat (3/12).

Sarwa lebih lanjut menjelaskan, pada saat terjadi bencana banjir yang paling penting diperhatikan adalah jangan menempatkan para pengungsi di tenda-tenda. Terutama, dengan kondisi cuaca yang tidak memungkinkan pengungsi berada di luar ruangan dengan terpaan air secara langsung.

"Sebaiknya gunakan aula atau balai desa, untuk menampung para pengungsi. Saya juga sudah minta PMI di kabupaten/kota, untuk selalu siaga penuh di musim hujan sekarang ini," jelasnya.

Sementara itu, lanjut mantan kalahar BPBD Jateng, pemprov masih mempunyai dana peduli bencana kurang lebih Rp600 juta. Termasuk, dana tak terduga sekira Rp23 miliar. (K-08)

Pemprov Jateng Siap Kirim Bantuan Personel ke Jakarta Evakuasi Warga Terdampak Banjir

Gubernur Ganjar Pranowo bersama Kalahar BPBD Jawa
Tengah Sudaryanto memeriksa peralatan di gudang.
Semarang-Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan pada prinsipnya pihaknya siap, untuk membantu daerah-daerah yang sedang terkena bencana alam. Tidak terkecuali di wilayah Jakarta, Depok dan Tangerang yang saat ini sedang diterjang banjir.

Ganjar menjelaskan, karena wilayah yang terdampak banjir di Jakarta cukup luas, maka bantuan personel dan peralatan paling memungkinkan. Hal itu sama dengan kejadian bencana alam di Lombok, Sigi dan Palu beberapa waktu lalu juga dikirimkan personel dan bantuan lainnya.

Menurutnya, yang dibutuhkan sekarang adalah upaya saling tolong menolong kepada sesama.

"Kita sifatnya standby. Waktu Lombok, kita siap dan kita kirimkan pasukan. Sama dengan di Sigi dan Palu, juga kirimkan pasukan dan bantuan. Nanti seandainya di DKI membutuhkan, kita standby dan kita siap. Insya Allah. Jaraknya juga tidak terlalu jauh. Kalau nanti dibutuhkan, kita siap sebagai satu bentuk bahwa bencana ini sakitnya kita semua. Maka, kita perbanyak gotong royong untuk tolong menolong," kata Ganjar, kemarin.

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, karena Jakarta dengan Jateng tidak terlalu jauh, maka pengiriman personel dan bantuan lainnya tidak membutuhkan waktu terlalu lama. Bahkan, personel dari BPBD Jateng juga telah siap jika sewaktu-waktu di berangkatkan ke DKI Jakarta.

Diwartakan, bencana banjir menerjang wilayah Jakarta dan Depok serta Tangerang. Ribuan orang, terutama anak-anak dan lansia serta wanita hamil diungsikan ke tempat yang aman.

Sementara itu, ketinggian air banjir yang menggenang di sejumlah wilayah terdampak bervariasi. Tergantung dengan kedekatan jarak antara sungai, atau di daerah cekungan. (K-08)