Minggu, 05 Januari 2020

RNI Bangun Pabrik Baru Produk Alkes di Brebes

Dirut RNI Didik Prasetyo melakukan peletakan batu per-
tama pembangunan pabrik alkes di brebes
.
Semarang-Guna mendukung percepatan pertumbuhan industri alat kesehatan nasional, Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) membangun pabrik baru produk alat kesehatan (Alkes) di Kecamatan Kersana, Brebes.

Direktur Utama RNI Didik Prasetyo mengatakan pembangunan pabrik baru produk alkes merupakan hasil dari kerja sama antara anak perusahaan RNI Group, yaitu Mitra Rajawali Banjaran dengan PG Rajawali II sebagai pemilik aset lahan eks Pabrik Gula Ketanggungan. Pabrik baru produk alkes itu, rencananya akan menempati lahan seluas 25 hektare dan Mitra Rajawali Banjaran bertindak sebagai leader. 

Didik menjelaskan, pabrik tersebut dipersiapkan untuk memproduksi kebutuhan alkes jenis bahan medis habis pakai (BMHP). Sebab, BMHP merupakan produk yang paling banyak digunakan untuk keperluan pengobatan pasien di rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya. 

Menurutnya, produk BMHP yang akan diproduksi di antaranya sejenis catheter, tube dan kantung darah.  

"Produk sejenis catheter, tube dan kantung darah termasuk kebutuhan rutin. Sehingga, persediaan produknya harus dalam posisi ready stock jika sewaktu-waktu digunakan," kata Didik dikutip dari rilis.

Lebih lanjut Didik menjelaskan, pembangunan pabrik baru produk alkes juga akan menggunakan skema kerja sama dengan investor asing. Dengan masuknya investasi dari luar negeri, akan membuka peluang ekspor produk alkes RNI ke beberapa negara.

"Dengan masuknya investor asing ke dalam negeri, bisa memberikan kontribusi bagi tumbuhnya iklim investasi di Jawa Tengah. Sehingga, bisa berkontribusi dalam meningkatkan pendapatan daerah dan membuka lapangan kerja baru di Kabupaten Brebes," jelasnya.
Sementara itu, Bupati Brebes Idza Priyanti mendukung penuh rencana RNI membangun pabrik alkes di wilayahnya. Dengan adanya pabrik alkes di lahan bekas Pabrik Gula Kersana, akan memberikan nilai tambah dan kebermanfaatan bagi kesejahteraan masyarakat sekitar. (K-08)

Harga Pertamax Turun Jadi Rp9.200 Per Liter

Sejumlah pengendara antre membeli BBM jenis Pertamax Series di
SPBU Sultan Agung Semarang.
Semarang-Memasuki awal tahun, Pertamina melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin dan solar. Hal itu sesuai dengan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM 187K/10/MEM/2019 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar, yang disalurkan melalui SPBU atau SPBBN.

Dalam rilisnya, Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan penyesuaian harga tersebut berlaku di seluruh Indonesia, mulai Minggu 5 Januari 2020 pukul 00.00 waktu setempat. 

Penyesuaian harga yang dimaksud, jelas Fajriyah, untuk jenis BBM Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamina Dex dan Dexlite. Harga baru yang berlaku di beberapa daerah bisa berbeda-beda, karena dipengaruhi perbedaan besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) di masing-masing daerah.

Menurutnya, untuk wilayah Jawa Tengah-Yogyakarta Pertamax dari semula Rp9.850 per liter menjadi Rp9.200 per liter. Sedangkan Pertamax Turbo semula Rp11.200 per liter menjadi Rp9.900 per liter.

Penurunan harga juga berlaku untuk Pertamina Dex dari Rp11.700 per liter menjadi Rp10.200 per liter, dan Dexlite dari Rp10.200 per liter menjadi Rp9.500 per liter.

"Penyesuaian harga BBM Umum merupakan aksi korporasi, yang mengacu pada ketentuan yang berlaku yang ditetapkan pemerintah. Kami telah berkoordinasi dengan instansi terkait, dan memastikan pelayanan kepada masyarakat terus berjalan dengan baik. Terutama, pelanggan setia produk-produk unggulan Pertamina," kata Fajriyah.

Lebih lanjut Fajriyah menjelaskan, dengan adanya penyesuaian harga ini diharapkan bisa meningkatkan loyalitas masyarakat yang telah menjadi pelanggan setia produk Pertamina. Sekaligus, sebagai upaya perusahaan mengajak masyarakat menggunakan produk-produk BBM berkualitas.

"Untuk detail harga BBM, bisa dilihat di www.pertamina.com," tandasnya. (K-08)