Jumat, 10 Januari 2020

Dapur Umum Korban Banjir Grobogan-Pati Dapat Dukungan Logistik Dari Pertamina MOR IV

Pertamina memgirim bahan pokok makanan dan tabung Bright Gas
ukuran 5,5 kg untuk dapur umum di Gubug, Grobogan dan Margoyoso,
Pati.
Semarang-Pertamina MOR IV mengirimkan bantuan berupa bahan makanan untuk keperluan dapur umum bagi korban banjir di wilayah Kabupaten Grobogan dan Pati, kemarin. 

Unit Manager Comm & CSR Pertamina MOR IV Anna Yudhiastuti mengatakan ada 33.820 jiwa warga yang terdampak akibat banjir, di wilayah Grobogan dan Pati. Ribuan pengungsi itu ditempatkan di kantor-kantor kecamatan, dan terdiri dari lansia, wanita dan anak-anak.

Anna menjelaskan, untuk meringankan beban masyarakat di pengungsian, pihaknya mengirimkan bantuan bahan pokok makanan di lokasi pengungsian. Yakni, dibagikan ke sejumlah dapur umum di titik-titik pengungsian.

Menurutnya, bahan makanan yang terdiri dari makanan olahan dan makanan kering serta susu bagi anak-anak itu diolah di dapur umum dan diharapkan bisa memenuhi kebutuhan gizi masyarakat.

"Di Kabupaten Grobogan sudah terbentuk dua dapur umum, dan kita berikan bantuan keperluannya. Bantuan yang kita salurkan adalah 13 sak beras, 18 dus mi instan, 20 kilogram gula pasir dan lima dus minyak goreng kemasan serta bahan-bahan sayuran lainnya. Kami juga tambahkan bantuan berupa 20 tabung Bright Gas ukuran 5,5 kilogram, untuk keperluan dapur umumnya saja," kata Ana, Jumat (10/1).

Lebih lanjut Anna menjelaskan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dalam menyalurkan bantuan kepada korban banjir. 

"Semoga, bantuan ini bisa bermanfaat dan bisa meringankan beban para pengungsi," pungkasnya. (K-08)

Polisi Patroli Wilayah Amankan Rumah Warga Yang Ditinggal Mengungsi

Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza menemui warga Desa Trimulyo
yang mengungsi ke kantor Kecamatan Guntur, Jumat (10/1).
Semarang-Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel mengatakan pihaknya sudah melakukan antisipasi adanya bencana alam, baik tanah longsor dan banjir dengan pengerahan personel ke lapangan. Pihaknya juga telah mendirikan posko kebencanaan bersama dengan TNI dan BPBD serta SAR dan pemerintah daerah.

Kapolda menjelaskan, personel yang bertugas di lapngan cepat tanggap dalam melakukan pengamanan dan penyelamatan warga. Namun, ada juga warga yang menolak diungsikan ke tempat aman.

Rycko menjelaskan, selain membantu upaya penyelamatan warga, personel kepolisian juga melakukan patroli rutin ke permukiman yang ditinggal penghuninya. Hal itu dilakukan, untuk mencegah adanya aksi pencurian.

"Tentunya kepolisian bersama dengan BPBD, SAR, pemda dan TNI, kami telah siap untuk mengantisipasi titik-titik kebencanaan yang ada Jawa Tengah. Tiga tempat yang terjadi banjir di Grobogan, Brebes dan Demak bisa kita antisipasi dengan baik. Masyarakat bisa mendapat pelayanan yang baik, dan merasa aman. Kami juga mengamankan aset masyarakat yang merupakan bagian daripada tugas kita. Kalau masyarakat mengungsi, tentu rumahnya harus kita lakukan pengamanan. Kita lakukan patroli," kata kapolda di sela peninjauan korban banjir di Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Demak, Jumat (10/1).

Lebih lanjut Rycko menjelaskan, jajaran Polda Jateng menyalurkan bantuan untuk korban banjir berupa selimut dan tikar serta bahan makanan dan obat-obatan. Untuk wilayah Desa Trimulyo yang terendam banjir, tercatat ada 2.700 jiwa mengungsi ke kantor Kecamatan Guntur. (K-08)

Lembaga Pembiayaan Syariah Garap Segmen UMKM

Manajemen Adira Finance Syariah menyerahkan bantuan berupa mobil
ambulan kepada Filantra, Jumat (10/1).
Semarang-Masyarakat masih belum mengenal pembiayaan syariah dalam mencari permodalan, dan masih menggantungkan harapan pada pembiayaan konvensional. Padahal, masih ada lembaga pembiayaan berbasis syariah yang memberikan penawaran suku bunga menarik dibanding konvensional.

Head of Adira Finance Syariah Yusron mengatakan selama ini masyarakat masih belum paham, dengan adanya lembaga pembiayaan berbasis syariah. Hal itu dikarenakan, literasi masyarakat mengenai lembaga pembiayaan syariah masih kurang. Pernyataan itu dikatakannya di sela pemberian bantuan mobil ambulan kepada Filantra, lembaga bantuan kemanusian, Jumat (10/1).

Menurutnya, pembiayaan berbasis syariah sangat tepat dalam membantu para pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya.

Oleh karena itu, jelas Yusron, pihaknya sepanjang tahun ini akan mendorong para pelaku UMKM bisa memanfaatkan lembaga pembiayaan syariah untuk mengembangkan usaha. Di samping itu, pihaknya juga akan mencoba mendekati pelaku UMKM bisa naik kelas.

"Memang secara pemakaian, hampir sebagian besar kalau melihat sejarah pembiayaan konvensional masih didominasi konsumtif. Tapi pada tahun ini, kita akan dorong dan mencari peluang-peluang baru. Karena, salah satu tujuan kita untuk membantu UMKM agar mereka bisa berdaya dan naik kelas. Kalau saat ini mungkin 80:20, dan dominan pemakaian dana untuk konsumtif," kata Yusron.

Lebih lanjut Yusron menjelaskan, pihaknya pada tahun ini juga akan menggenjot pembiayaan di sektor perjalanan ibadah umrah. Karena, masyarakat Indonesia merupakan kelompok muslim terbesar yang paling banyak melakukan perjalanan ibadah umrah.

"Saat ini, Adira Finance Syariah sudah memiliki 40 kantor cabang unit, yang tersebar di seluruh Indonesia," pungkasnya. (K-08)

OJK Buka BWM di Ponpes Roudlatut Thalibin Rembang

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menyerahkan
buku tabungan ke nasabah BWM Bangkit Nusantara Rembang,
kemarin.
Semarang-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sepanjang 2019 kemarin, telah membuka 56 bank wakaf mikro (BWM) di seluruh Indonesia dengan total pembiayaan mencapai Rp33,92 miliar. 

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan kali ini pihaknya menyasar wilayah timur Jawa Tengah di Kabupaten Rembang, membuka BWM Bangkit Nusantara di Ponpes Roudlatut Thalibin, Kamis (9/1) kemarin. 

Menurutnya, skema BWM dirancang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat kecil. Pembiayaannya juga tanpa bunga, hanya membayar biaya administrasi sebesar tiga persen per tahun. 

Dengan pembiayaan yang murah, jelas Wimboh, nasabah bisa mengangsur sebesar Rp20 ribu per pekannya dan tidak memerlukan jaminan atau agunan. Bahkan, calon nasabah dan nasabah juga akan diberikan pendampingan dan pemberdayaan untuk mengembangkan usahanya. 

"Masyarakat yang punya kegiatan ekonomi informal dan skalanya kecil, susah kalau nyari pinjaman ke perbankan atau lembaga pembiayaan yang formal. Makanya, melalui bank wakaf mikro ini kita harapkan masyarakat bisa terfasilitasi soal pembiayaannya," kata Wimboh.

Bupati Rembang Abdul Hafidz menambahkan, jika kesejahteraan di wilayahnya belum merata. Padahal, pemerintah sudah berusaha meningkatkan perekonomian warga.

Dengan hadirnya BWM ini, jelas bupati, akan memberi angin segar bafi peningkatan ekonomi Rembang lebih baik.

"Ini bagian untuk bisa menumbuhkan ekonomi di Kabupaten Rembang secara merata. Memang, kita sadar bahwa kondisi perekonomian yang ada di Rembang ini belum merata. Karena, masyarakat kecil belum terjamah secara menyeluruh untuk mengakses pinjaman dari perbankan," kata Abdul. (K-08)

Dewan Minta Pemprov Jateng Optimalkan Ketersediaan Transportasi Masal

Transportasi masal berupa Trans Jateng menjadi upaya pemprov, me-
nyediakan transportasi murah, mudah dan aman bagi masyarakat.
Semarang-Ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah Alwin Basri mengatakan moda transportasi yang mudah, murah dan aman bagi masyarakat harus disediakan pemerintah.

Pengadaan transportasi masal bagi masyarakat di provinsi ini, jelas Alwin, menjadi hal yang harus dipenuhi pemerintah. Terutama, dalam rangka mengatasi kemacetan lalu lintas di kota-kota besar.

Selama ini, lanjut Alwin, Pemprov Jateng memang sudah berupaya dalam penyediaan transportasi masal bagi masyarakat. Salah satunya adalah transportasi algomerasi Trans Jateng, yang menghubungkan kota-kota dengan mobiltas masyarakat cukup tinggi.

Namun, pengadaan transportasi masal yang disediakan pemerintah masih belum maksimal. Sehingga, pihaknya akan terus mendorong Pemprov Jateng dalam hal penyediaan transportasi masal bagi masyarakat di provinsi ini.

"Ya kalau transportasi masal ya harus kita dorong, karena terus terang sekarang kan zamannya transportasi masal. Terus terang untuk mengurangi pemakaian bahan bakar, dan kedua mengurangi kesemrawutan lalu lintas. Kita kan punya algoremasi Trans Jateng yang dari Ambarawa ke Semarang, terus juga ada yang dari Kendal kita hidupkan. Juga ada yang di Sragen. Yang jelas, menghidupkan transportasi masal ke pusat-pusat pariwisata," kata Alwin, Jumat (10/1).

Lebih lanjut Alwin menjelaskan, upaya mengurangi transportasi masal juga harus terus dikembangkan ke sejumlah wilayah di Jateng. Termasuk, ke wilayah pantura bagian timur hingga ke perbatasan Jawa Timur.

"Wilayah timur ke Rembang itu kan belum tersedia transportasi masal. Sehingga, wilayah Rembang dan sekitarnya tidak terjangkau adanya transportasi masal. Tapi, tahun depan sudah kita bersyukur, kalau pemerintah pusat akan mereaktivasi jalur kereta api hingga ke Rembang," pungkasnya. (K-08)