Kilas9.com

Media merupakan perantara, atau pengantar pesan dalam sebuah proses komunikasi. Media online merupakan hal yang berkaitan dengan komunikasi, terutama pesan yang ingin disampaikan ke pembacanya. Harapannya, kehadiran kilas9.com bisa menambah informasi kepada masyarakat sebagai pembacanya. Salam.

Jokowi: KRL Yogya-Solo Lebih Cepat dan Ramah Lingkungan

Presiden Joko Widodo saat berada di KRL Yogya-Solo didampingi
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Gubernur Jateng 
Ganjar Pranowo, kemarin.
    Semarang-Kereta Rel Listrik (KRL) Yogya-Solo menggantikan penggunaan KA Prambanan Ekspress (Prameks), yang telah beroperasi selama lebih dari 27 tahun.

    Presiden Jokowi mengatakan KRL Yogya-Solo ini memiliki keunggulan dibandingkan dengan KA Prameks, baik dari sisi kecepatan maupun biaya operasional. Selain itu, KRL juga lebih ramah lingkungan. Pernyataan Presiden Joko Widodo itu dikatakan saat meresmikan penggunaan Kereta Rel Listrik (KRL) Yogya-Solo di Stasiun Tugu Yogyakarta, Senin (1/3) kemarin.

    Presiden Jokowi berharap, dengan kehadiran KRL Yogya-Solo ini bisa memermudah mobilitas masyarakat dari Yogyakarta ke Solo maupun sebaliknya. Selain itu, diharapkan juga mampu meningkatkan sektor pariwisata di kedua kota tersebut.

    "Ini adalah sebuah transportasi masal yang ramah lingkungan. Disampaikan bahwa KRL ini lebih cepat dibandingkan Prameks, terpaut 10 menit lebih cepat. Dari sisi biaya operasional juga jauh lebih murah. Ini sebuah efisiensi yang bagus sekali, dan juga yang paling penting KRL ini ramah lingkungan," kata Jokowi.

    Sementara itu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang mendampingi Presiden Jokowi saat peresmian KRL Yogya-Solo mengaku senang, karena komuter ini bisa menyelesaikan persoalan transportasi di dua provinsi tetangga ini. Dengan adanya KRL ini, maka orang Solo yang bekerja di Yogyakarta maupun sebaliknya bisa memanfaatkan fasilitas tersebut.

    Menurutnya, tidak hanya warga Solo dan Yogya yang terbantu saja tetapi juga warga Klaten juga merasakan dampak dari kehadiran KRL Yogya-Solo itu.

    "Saya dulu orang naik kereta api sembilan tahun. Jadi merasakan menarik dan enak. Enak pertamanya bersih gitu ya, yang kedua enggak suk-sukan. Keretanya enak. Cuma saya diledek sama presiden, gubernur sundul ya gitu. Ternyata palangnya tadi pas kepala. Wah kurang duwur," ujar Ganjar. (K-08)
Share on Google Plus

About kilas9.com

0 komentar:

Posting Komentar