Kilas9.com

Media merupakan perantara, atau pengantar pesan dalam sebuah proses komunikasi. Media online merupakan hal yang berkaitan dengan komunikasi, terutama pesan yang ingin disampaikan ke pembacanya. Harapannya, kehadiran kilas9.com bisa menambah informasi kepada masyarakat sebagai pembacanya. Salam.

Pemprov Jateng Dorong Balai Litbang Vektor Salatiga Bisa Tes Genome

Kepala Balai Litbang Vektor Salatiga Joko Waluyo memberikan
penjelasan kepada Gubernur Ganjar Pranowo terkait cara kerja
alat di laboratorium, kemarin.

    Semarang-Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan Balai Litbang Vektor Salatiga merupakan salah satu tempat tes PCR terbesar di Jateng, sebab dalam sehari mampu menyelesaikan 600 hingga 700 sampel PCR. Pernyataan itu dikatakannya saat mengunjungi Balai Litbang Vektor Salatiga, kemarin.

    Ganjar menjelaskan, keberadaan tempat atau laboratorium yang bisa melakukan pengujian varian baru COVID-19 di Jateng sangat diperlukan. Terlebih lagi, saat ini kasus COVID-19 di Jateng mengalami peningkatan dan harus segera diketahui adakah varian baru atau tidak.

    "Saya kira penting. Mungkin menteri kesehatan untuk bisa membantu peralatan-peralatan baru ya di tempat ini, sehingga nantinya tidak harus dikirim ke Jakarta atau dikirim ke UGM. Sehingga bisa diselesaikan di sini. Karena sebenarnya tenaganya sangat profesional, dan tempatnya bagus serta infrastrukturnya sangat mendukung. Karena di PCR test sangat bagus," kata Ganjar.

    Lebih lanjut Ganjar akan mendorong Balai Litbang Vektor Salatiga, agar bisa menjadi pusat tes genome di Jateng. Pemprov akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat, agar dibantu peralatan tambahan untuk mendukung pemeriksaan genome squencing.

    Sementara itu Kepala Balai Litbang Vektor Salatiga Joko Waluyo menambahkan, pihaknya membutuhkan alat khusus untuk bisa melakukan tes genome terhadap varian baru dari COVID-19. 

    Menurut Joko, pihaknya sebenarnya memiliki peralatan sejenis untuk melakukan tes genome. Namun, alat itu harus diperbarui karena sistem kerjanya tidak bisa menyeluruh. 

    "Siap. Sangat siap. Kita hanya kurang alatnya saja. Alatnya itu perlu dilengkapi dengan whole genomic squencing. Alat kita hanya parsial. Jadi ya nyambung-nyambung gitu," kata Joko.

    Lebih lanjut Joko menjelaskan, Balai Litbang Vektor Salatiga sebenarnya sudah cukup mumpuni dalam hal sarana penunjang infrastruktur maupun sumber daya manusianya. Namun, untuk membantu percepatan pengetesan varian baru COVID-19 yang dibutuhkan adalah peralatan baru. (K-08)
Share on Google Plus

About kilas9.com

0 komentar:

Posting Komentar