Kilas9.com

Media merupakan perantara, atau pengantar pesan dalam sebuah proses komunikasi. Media online merupakan hal yang berkaitan dengan komunikasi, terutama pesan yang ingin disampaikan ke pembacanya. Harapannya, kehadiran kilas9.com bisa menambah informasi kepada masyarakat sebagai pembacanya. Salam.

Harga Properti Residensial di Jateng Masih Tertahan

Firdauz Muttaqin
Deputi Kepala KPw BI Jateng
Semarang-Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah Firdauz Muttaqin mengatakan harga properti residensial tumbuh melambat pada triwulan II/2021, dan harga properti tipe rumah kecil serta menengah mengalami perlambatan masing-masing 0,69 persen dan 0,33 persen. Pernyataan itu dikatakannya secara virtual, kemarin.

Fidauz menjelaskan, meskipun pada sektor rumah tipe kecil dan menengah mengalami perlambatan pertumbuhan tetapi untuk harga sektor properti tipe besar cenderung stabil antara triwulan pertama dengan kedua. 

Firdauz menyatakan, peningkatan harga properti residensial pada triwulan kedua tumbuh terbatas karena penjualan properti terhambat akibat pandemi COVID-19. Kondisi ini akan berpengaruh pada triwulan ketiga, yang diprediksi juga mengalami perlambatan.

Menurutnya, pada triwulan ketiga diperkirakan tumbuh hanya 0,68 persen year on year.

"Harga properti residensial di pasar primer, pada triwulan II/2021 tumbuh melambat. Hal ini tecermin dari indeks harga properti residensial, pada triwulan II tumbuh 0,17 persen lebih rendah dari triwulan sebelumnya sebesar 0,39 persen. Secara tahunan, terpantau tumbuh terbatas sebesar 0,83 persen year on year yang relatif sama dibandingkan pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 0,8 persen. Peningkatan harga properti residensial yang relatif terbatas tersebut, disebabkan oleh harga properti residensial yang terhambat akibat pandemi COVID-19," kata Firdauz.

Lebih lanjut Firdauz menjelaskan, ditinjau dari sisi pembiayaan maka KPR pada triwulan kedua 2021 yang disalurkan bank umum di Jateng justru meningkat dibanding triwulan pertama 2021. Yakni, dari Rp24,64 triliun menjadi Rp25,13 triliun. (K-08)
Share on Google Plus

About kilas9.com

0 komentar:

Posting Komentar