Minggu, 29 Oktober 2017

Raih Nilai Maksimal, BPJS Ketenagakerjaan kembali Dapat Apresiasi Dari Indonesia Eximbank

Semarang, Upaya meningkatkan manfaat bagi pesertanya, BPJS Ketenagakerjaan diganjar apresiasi dari Indonesia Eximbank, Sabtu (28/10). Penyerahan apresiasi dilakukan bertepatan dengan peringatan Sewindu Indonesia Eximbank yang diselenggarakan di Aston Semarang Hotel and Convention Centre. Apresiasi diterima Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Semarang Pemuda Heri Purwanto. 

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto melalui rilis mengatakan kerja keras dan fokus utama di dalam memberi perlindungan dan manfaat kepada masyarakat sebagai pesertanya, diberi nilai maksimal. Karena, BPJS Ketenagakerjaan terus berupaya melakukan investasi yang aman dan menghasilkan nilai maksimal sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku.

Menurutnya, apresiasi yang diberikan dalam kategori Investor Surat Utang Terbesar. BPJS Ketenagakerjaan telah turut berpartisipasi dalam pengembangan ekspor nasional melalui sisi pendanaan, yaitu sebagai investor obligasi Rupiah yang diterbitkan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). 

"Penghargaan ini menjadi motivasi bagi semua pihak, baik internal maupun eksternal. Yakni mengedepankan pentingnya berinvestasi sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan, dan juga menyambut masa pensiun dan hari tua masyarakat pekerja Indonesia," kata Agus. 

Diketahui, sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 1 /PJOK.05/2016 Pasal 2, investasi bagi BPJS Ketenagakerjaan paling rendah 50 persen dari seluruh jumlah investasi Dana Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, dan paling rendah 30 persen dari seluruh jumlah investasi BPJS Ketenagakerjaan. Hingga posisi September 2017, BPJS Ketenagakerjaan memiliki total proporsi aset investasi obligasi mencapai 59,9 persen. (K-08) 

Bikin 3 Shif Kerja, Jasa Marga Kejar Target Pembangunan Tol Salatiga-Kartasura

Salatiga, Guna memenuhi target pembangunan proyek jalan tol Salatiga-Kartasura, PT. Jasa Marga menerapkan sistem kerja tiga shif atau 24 jam penuh. Sehingga, proyek pembangunan ruas jalan tol sepanjang kurang lebih 32 kilometer itu bisa rampung pada Juli 2018.

Direktur Utama PT. Solo Ngawi Jaya David Wijayatno mengatakan hingga akhir Oktober 2017, ruas jalan tol yang termasuk dalam jalan tol Semarang-Solo Seksi IV dan V telah terealisasi sekira 35 persen. Yakni dari segi progres pembangunan konstuksi. Sedangkan untuk pembebasan lahannya, proyek ruas jalan tol Salatiga-Kartasura sudah 100 persen lahan yang dibebaskan. 

David menjelaskan, konstruksi jalan tol Salatiga-Kartasura optimitis bisa menyelesaikan pembangunan yang telah ditetapkan. Dengan percepatan pembangunan konstruksi fisik yang dimulai sejak Januari 2017, sehingga operasional jalan tol bisa segera dimulai. 

"Targetnya harus operasional tahun depan. Jadi, konstruksi harus beres secepatnya. Maka dari itu, kami mengerahkan tiga shift. Kini, pengerjaan fokus terhadap pengolahan tanah dan infrastruktur penunjang. Yakni drainase, irigasi, struktur beton dan juga underpass," kata David dikutip dari rilis yang diterima kilas9.com.

Sementara, untuk memastikan perkembangan pembangunan ruas jalan tol Salatiga-Kartasura, Komisaris Utama Jasa Marga Refly Harun melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan, Minggu) 29/10). Kunjungan ini termasuk dalam rangkaian kegiatan monitoring tahunan rutin, diadakan dewan komisaris Jasa Marga ke seluruh ruas proyek pembangunan Jalan Tol Trans Jawa. (K-08) 

Proyek Pembangunan Tol Batang-Semarang Sudah Mencapai 54 Persen

Batang, Proyek pembangunan jalan tol Batang-Semarang sampai dengan saar ini sudah mencapai 54,185 persen. Sehingga, jalan tol Batang-Semarang dengan panjang 75 kilometer ditargetkan bisa beroperasi pada akhir 2018 mendatang. 

Komisaris Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Refly Harun mengatakan tahap konstruksi pembangunan jalan tol Batang-Semarang ini, sudah sesuai dengan jadwal yang ditetapkan. Selain dari segi konstruksi, tahapan pembebasan lahan juga tidak mengalami kendala serius. Hingga kemarin, realisasi progres pembebasan lahan untuk semua seksi telah mencapai 98,16 persen. 

"Sejauh pantauan kami, pembangunan berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Dengan progres pembangunan sejauh ini yang sudah memenuhi target, semoga jalan tol Batang-Semarang bisa selesai pada September 2018 dan segera beroperasi," kata Refly dikutip dari rilis yang kilas9.com.

Sementara, Direktur Utama PT. Jasamarga Semarang Batang Saut Simatupang menambahkan, memang progres pembangunan konstruksi tol Batang-Semarang berjalan sesuai rencana. Yakni, per 27 Oktober 2017 telah mencapai 54,185 persen. 

Saut menjelaskan, jalan tol Batang-Semarang merupakan bagian dari proyek jalan Tol Trans Jawa. 

Proyek Tol Trans Jawa dibagi menjadi lima seksi. Seksi satu Batang-Batang Timur sepanjang 3,20 kilometer, sedangkan Seksi dua ruas Batang Timur-Weleri sepanjang 36,35 kilometer. 

Seksi tiga ruas Weleri-Kendal sepanjang 11,05  kilometer, Seksi empat ruas Kendal-Kaliwungu sepanjang 13,50 kilometer dan Seksi lima ruas Kaliwungu-Krapyak sepanjang 10,10 kilometer. (K-08)