Selasa, 14 November 2017

Pertamina Dorong Masyarakat Konsumsi BBM RON 92 ke Atas

Seorang petugas SPBU sedang mengisi BBM ke mobil pelanggan. Pada
tahun depan, masyarakat sudah banyak menggunakan BBM Ron 92 ke
atas. 
Semarang, Sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 20 Tahun 2017 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru Kategori M, N dan O, maka mulai tahun depan pemerintah menetapkan bahan bakar minyak (BBM) Euro 4. Pemakaian BBM Euro 4 dimulai pada 2018 dan secara bertahap hingga 2021 mendatang. 

Berdasarkan ketentuan itu, maka BBM dengan nilai oktan di bawah 92 secara regulasi tidak diperbolehkan digunakan kembali. Artinya, BBM RON 88 atau Premium tidak sesuai dengan Euro 4.

Manager External Communication Pertamina Arya Dwi Permana mengatakan dengan keluarnya regulasi dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan itu, maka akan memengaruhi para produsen otomotif di dalam negeri untuk memproduksi kendaraan berstandar mesin Euro 4 yang mengonsumsi BBM RON 92 ke atas. 

Menurutnya, sekarang pabrikan kendaraan mulai memproduks mesin dengan teknologi yang membutuhkan BBM minimal beroktan 92. Sehingga, BBM dengan oktan 88 sudah tidak bisa lagi dipakai pada kendaraan keluaran baru bermesin Euro 4. 

Arya menjelaskan, masyarakat sebagai konsumen sebaiknya tidak lagi menggunakan BBM dengan RON 88 dan beralih ke BBM ramah lingkungan. Salah satunya adalah Pertamax. Sebab, Pertamax sudah berangka Oktan 92 dan memiliki keunggulan pada proses pembakaran lebih sempurna dan menghasilkan tenaga lebih besar. Selain itu, membuat ruang mesin lebih bersiih dan gas buang lebih ramah lingkungan karena tidaak mengandung timbal.

"Coba teman-teman cermati aturan dari Menteri Lingkungan Hidup itu terkait dengan mesin Euro 4. Kita diharapkan bahan bakarnya itu minimal RON 92. Kalau sekarang konsumsinya masih banyak yang RON 88. Padahal, BBM dengan angka Oktan 88 dampak emisi gas buangnya sudah semakin memprihatinkan," kata Arya.

Lebih lanjut Arya menjelaskan, guna memenuhi regulasi yang telah dikeluarkan itu maka Pertamina akan memproduksi BBM berstandar Euro 4 secara bertahap. Saat ini, beberapa kilang milik Pertamina sudah bisa memproduksi BBM setara Euro 4. Di antaranya Pertamax Turbo. Yakni di Kilang Refinery Unit (RU) VI Balongan Indramayu, Jawa Barat, Kilang RU IV Cilacap, Jawa Tengah dan RU V Balikpapan.

"Sesuai penugasan dari pemerintah, Premium tetap masih ada di wilayah Jamali (Jawa, Madura dan Bali)," tandasnya. (K-08)

Polda Jateng Intens Pantau Perkembangan 34 Warga Demak Yang Disandera KKB di Papua

Irjen Pol. Condro Kirono
Kapolda Jateng 
Semarang, Warga Kabupaten Demak sebanyak 34 orang yang disandera kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua, sampai saat ini belum diketahui keberadaannya. Warga asal Desa Kedondong itu, sebelumnya bekerja di Tembagapura dan keluarga di Demak tidak bisa menghubungi.

Kapolda Jateng Irjen Pol. Condro Kirono mengatakan pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan kepolisian setempat, terkait warga Demak yang disandera KKB. Namun, karena kasus itu merupakan kasus nasional, maka Mabes Polri ikut turun tangan.

Jajarannya, terutama dari Polres Demak sudah menghubungi keluarga yang disandera untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya kepada aparat berwajib. Yang terpenting, setiap perkembangan di Papua akan segera diinformasikan kepada pihak keluarga.

Saat ini, jelas Condro, pihaknya juga masih berkomunikasi dengan kepolisian dan jajaran TNI di Papua terkait penyanderaan warga Demak di sana.

"Saat ini, di sana personel kepolisian setempat dan dibantu dari TNI serta melibatkan tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh ada setempat untuk bernegosiasi membebaskan para sandera. Kita doakan saja, mudah-mudaahan segera bisa dibebaskan. Sejauh ni, perkembangannya terus intens dari pemerintah daerah setempat diback up dari Mabes Polri," kata Condro.

Kapolda menjelaskan, karena saat ini kasus penyanderaan sudah ditangani Mabes Polri langsung pihaknya hanya menunggu instruksi dari pusat. 

Terpisah, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyatakan sudah mendengar soal warga Demak yang ikut disandera di Papua. Pemprov terus melakukan pemantauan dari berbagai informasi yang ada.

"Kita akan pantau terus, kan aparat sedang bertindak untuk pembebasan para sandera. Jika dibutuhkan tindakan dari pemprov atau pemkab, kita akan sampaikan," jelasnya.

Diwartakan sebelumnya, KKB menyandera 1.300 orang di Desa Kimbely dan Desa Banti, Tembagapura. Saat ini, hanya perempuan yang diperbolehkan meninggalkan wilayah kampung untuk mencari kebutuhan pangan. (K-08)

Brimob Dituntut Tingkatkan Pelayanan ke Masyarakat Sesuai Bidang Tugasnya

Personel Brimob Polda Jateng mendemonstrasikan kemampuannya
dalam melintasi halang rintang. 
Semarang, Brimob sebagai satuan pemukul dari kepolisian, dituntut untuk bertindak profesional guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Pernyataan itu dikatakan Kapolda Jateng Irjen Pol. Condro Kirono, di sela peringatan HUT ke-72 Brimob di Mako Brimobda Srondol, Selasa (14/11).

Menurut kapolda, Brimob sebagai salah satu satuan di tubuh Polri harus terus bekerja dengan sungguh-sungguh, ikhlas dan penuh bertanggungjawab. 

Sebagai pasukan elit dari kepolisian, jelas Condro, anggota Brimob harus bisa menyiapkan langkah-langkah antisipatif terhadap potensi kerawanan yang muncul. Di samping itu, anggota Brimob ditekankan selalu bertindak profesional dan tidak bersifat reaktif atau menunggu terjadinya kejahatan tetapi harus proaktif.

Oleh karenanya, dalam perayaan ulang tahun Brimob pada tahun ini yang paling penting ditekankan adalah pelayanan bermutu dan berkualitas kepada masyarakat.

"Di HUT ke-72 Brimob tahun ini, ditekankan bahwa Brimob harus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Pelayanan yang dimaksud tentunya yang sesuai bidang tugasnya, yaitu sebagai anggota Polri yang menangani kasus-kasus berintensitas tinggi dan menjadi perhatian masyarakat. Misalnya terorisme, penyanderaan dan kriminal bersenjata serta penanganan SAR," kata Condro.

Lebih lanjut kapolda menjelaskan, untuk mewujudkan personel Brimob yang profesional perlu adanya program pelatihan yang intens. Selain latihan kelompok secara rutin, juga latihan perorangan sangat diperlukan. Sehingga, mental dan moral personel Brimob semakin tertata dan profesional.

"Latihan perorangan yang intens akan menyebabkan personel siap bertugas dan ditugaskan di mana saja," tandas Condro. (K-08)

Wow...8.351 Surat Tilang Dikeluarkan Satlantas Polrestabes Semarang Selama 13 Hari Operasi Zebra Candi

Kompol Sumiarta
Wakasat Lantas Polrestabes Semarang
Semarang, Sepanjang menggelar Operasi Zebra Candi 2017 sejak 1 November kemarin, hingga hari ke-13 jajaran Satuan Lalu Lintas Polrestabes Semarang sudah mengeluarkan 8.351 surat tilang. Surat tilang yang keluar itu, diberikan kepada para pelanggar lalu lintas, mulai dari tidak membawa surat-surat kendaraan sampai pelanggaran berpotensi kecelakaan lalu lintas.

Sementara, untuk usia pelanggar lalu lintas masih didominasi usia produktif. Yakni, rentang usia antara 17-30 tahun.

Pada hari terakhir Operasi Zebra 2017, jajaran Satlantas Polrestabes dengan dibantu petugas Dinas Perhubungan dan aparat TNI menggelar razia kendaraan di Jalan Pandanaran dan kawasan Taman Menteri Supeno, Selasa (14/11). Tidak kurang dari seratusan pengendara kendaraan terjaring Operasi Zebra Candi 2017. Termasuk, dua kendaraan berpelat merah ikut terjaring razia karena kelengkapan kendaraan tidak memenuhi standar dan memakai strobo yang tidak sesuai peruntukkannya.

Wakasat Lantas Polrestabes Semarang Kompol Sumiarta yang memimpin razia mengatakan pada saat kali pertama digelar Operasi Zebra Candi 2017, pihaknya menargetkan surat tilang yang dikeluarkan sebanyak 7.856 lembar. Namun, hingga 13 hari pelaksanaan di lapangan melebihi target yang ditetapkan sebanyak 1.755 surat tilang. Hal itu mengindikasikan, jika kesadaran masyarakat dalam berlalulintas masih rendah.

Oleh karenanya, pada hari terakhir pelaksanaan Operasi Zebra Candi 2017, jelas Sumiarta, pihaknya secara gencar memaksimalkan razia kendaraan di sejumlah ruas jalan di Kota Semarang. Termasuk, di jalan-jalan yang dikategorikan rawan kecelakaan lalu lintas karena pelanggaran melawan arah.

"Selama 13 hari kemarin, sudah ada 8.351 surat tilang yang kami keluarkan untuk pelanggar lalu lintas. Surat tilang itu diberikan kepada masyarakat pelanggar lalu lintas. Kalau mau bayar lewat bank, maka kami berikan nomor BRIVA atau jika mengikuti sidang tilang bayarnya Jumat besok," kata Sumiarta.

Nantinya, lanjut Sumiarta, setelah Operasi Zebra Candi 2017 usai digelar akan dilakukan evaluasi mengenai pelaksanaannya. Sehingga, pada pelaksanaan Operasi Lilin Candi 2017 mendatang masyarakat sudah mulai sadar dan tertib berlalulintas.

"Harapannya, masyarakat sudah sadar akan keselamatan berlalulintas. Tujuan akhirnya, angka kecelakaan bisa ditekan," pungkasnya. (K-08)