Rabu, 06 Desember 2017

Kredit Pembiayaan Otomotif Masih Moncer Tahun Ini

Sejumlah pengunjung melihat pameran
otomotif yang diadakan Mandiri Utama
Finance di Atrium Java Supermall, Rabu
(6/12).
Semarang-Lembaga pembiayaan otomotif di Tanah Air pada tahun ini, masih menunjukkan prospektif pasar yang cukup bagus. Karena, beberapa vendor kendaraan, baik mobil maupun sepeda motor sepanjang tahun ini terus mengeluarkan produk terbarunya.

Keluarnya produk-produk baru di dunia otomotif, menjelang akhir tahun semakin bertebaran. Sehingga, turut mendongkrak penyaluran kredit pemilikan kendaraan bermotor (KPB) dan imbasnya lembaga pembiayaan kecipratan untung.

Direktur Mandiri Utama Finance Kuki Kadarisman mengatakan pembiayaan kredit kendaraan bermotor sepanjang tahun ini, memang diakuinya sedang baik. Baik pembiayaan kendaraan bermotor baru maupun bekas, serta pembiayaan mobil maupun motor.

Menurutnya, baik pembiayaan mobil maupun motor pada tahun ini hampir seimbang. 

Pertumbuhan kredit pembiayaan kendaraan bermotor, jelas Kuki, juga cukup bagus. Hingga November 2017, secara nasional pertumbuhan pembiayaan mencapai Rp6,5 triliun dan di akhir tahun ini ditargetkan bisa mencapai Rp7,3 triliun.

Dirinya optimistis, jika target pencapaian pembiayaan kredit kendaraan tahun ini sebesar Rp7,3 triliun bisa tercapai. Karena, pasar otomotif di dalam negeri juga sedang tumbuh baik.

"Untuk tahun ini kita optimistis bisa mencapai target. Apalagi, kita sering mengatakan pameran di beberapa kota. Selain sering menggelar pameran, strategi lainnya untuk mendongkrak pertumbuhan kredit jika juga menjalin kerja sama dengan perbankan besar," kata Kuki di sela pembukaan Mandiri Utama Finance Automotive di Atrium Java Supermall Semarang, Rabu (6/12).

Regional Credit and Business Development Head Bank Mandiri Bambang Sadnur Cahyo menambahkan, para pameran pembiayaan otomotif di Semarang ini pihaknya menargetkan bisa tercapai transaksi hingga Rp30 miliar. Untuk menarik minat masyarakat bertransaksi, pihaknya menawarkan bunga ringan dan diskon angsuran hingga dua bulan.

Menurutnya, di Jawa Tengah pembiayaan kredit kendaraan memberi kontribusi sebesar 15 persen terhadap nasional. Yakni untuk sepeda motor sebesar 517 ribu unit, dan 79.100 unit untuk mobil.

"Kami berikan penawaran spesial kepada masyarakat. Yakni, bunga 2,5 persen," ujarnnya. (K-08)

Pengembang Rumah Akui 2017 Tahun Buruk Untuk Properti

Pameran perumahan sepanjang tahun ini dianggap para pengembang
tidak menggembirakan dan cenderung lesu. Terbukti, setiap pameran
yang digelar sepi pengunjung dan tidak sesuai dengan target penjualan. 
Semarang-Para pengembang perumahan di Jawa Tengah, khususnya di Kota Semarang mengakui ada penurunan transaksi penjualan rumah sepanjang 2017 ini. Karena, selama menggelar pameran di beberapa pusat perbelanjaan di Kota Semarang selalu tidak pernah menutup target penjualan.

Padahal, dalam setiap pameran perumahan dipatok transaksi sebesar 60 unit. Namun, pada pameran kesembilan di November 2017 hanya mampu menjual 21 unit rumah saja.

Ketua Property Expo Semarang Dibya Hidayat mengatakan kondisi perekonomian pada tahun ini, memang diakui sejumlah pengembang tidak sebagus tahun sebelumnya.

Pencapaian pada tahun sebelumnya, jelas Dibya, bisa mendekati target selama setahun. Yakni sebesar 460-an unit, selama digelar pameran.

Menurutnya, merosotnya penjualan properti pada tahun ini karena persaingan ketat dengan penjualan kendaraan bermotor. Bahkan, dari sisi kredit perbankan, penyaluran terbesar adalah kredit pemilikan kendaraan bermotor.

"2017 bisa dikatakan tahunnya tidak bagus untuk penjualan properti. Kondisi ini hampir sama dengan 2013 atau 2014 lalu, namun masih lebih baik tahun ini. Cuma, kalau tidak bisa capai 80 persen itu jelek sekali," kata Dibya di sela pameran Property Expo Semarang kesepuluh di Mal Ciputra, Rabu (6/12).

Lebih lanjut Dibya menjelaskan, untuk mengejar target pameran akhir tahun ini pihaknya berharap bisa mendapatkan penjualan secara maksimal. Karena, di akhir pameran tahun ini diikuti 17 pengembang dan menawarkan sejumlah promosi serta diskon khusus. (K-08)

Akhir Tahun, Pemprov Akan Pantau Kenaikan Harga Tarif Angkutan

Ganjar Pranowo
Gubernur Jawa Tengah 
Semarang-Pada November 2017 kemarin, kelompok transportasi bersama jasa komunikasi dan keuangan menyumbang terjadinya inflasi di Jawa Tengah sebesar 0,17 persen. Sehingga, di Jateng terjadi inflasi sebesar 0,29 persen pada November 2017.

Kelompok tarif angkutan ini, jarang dipantau Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Tim Pengawasan Inflasi Daerah (TPID). Sehingga, ketika terjadi kenaikan pada tarif angkutan luput dari pengamatan.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan menjelang tutup tahun ini, pihaknya akan memantau pergerakan tarif angkutan, agar tidak menyumbang kenaikan inflasi cukup tinggi. Karena, biasanya menjelang akhir tahun, banyak orang yang melakukan perjalanan liburan.

Menurut Ganjar, yang paling banyak dicari di akhir tahun adalah moda angkutan udara dan laut. Karena, masyarakat cenderung memilih liburan ke luar pulau atau luar negeri.

Pada penghitungan laju inflasi mendatang, jelas Ganjar, poin jasa transportasi akan masuk dalam pemantauan.

"Mungkin akhirnya, salah satu indikator jalan tol bisa kita masukkan. Dulu kan kita tidak pernah menghitung hal-hal yang seperti itu. Ternyata, tarif angkutan itu bisa menyebabkan inflasi. Maka, cara paling gampang ya itu dimasukkan menjadi indikator inflasi," kata Ganjar.

Lebih lanjut mantan anggota DPR RI itu menjelaskan, ke depan tim dari Dinas Perhubungan akan dilibatkan, agar tidak kecolongan dengan kenaikan tarif angkutan umum.

Sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng Margo Yuwono menyatakan laju inflasi pada November 2017 sebesar 0,29 persen. Angka tersebut lebih tinggi, bila dibandingkan dengan laju inflasi nasional yang hanya 0,20 persen. 

Menurutnya, terjadinya inflasi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkann naiknya sejumlah kelompok pengeluaran masyarakat. Yakni kelompok bahan makanan sebesar 0,96 persen, kelompok kesehatan (0,51 persen), kelompok transportasi-komunikasi dan jasa keuangan (0,17 persen).

Lebih lanjut Margo menjelaskan, penyebab utama terjadinya inflasi pada November 2017 adalah naiknya harga bawang merah, cabai merah, telur ayam ras dan beras. Sedangkan yang menahan laju inflasi adalah turunnya harga bahan bakar rumah tangga, apel, kacang panjang, gula pasir dan wortel. (K-08)

Pertamina Dorong Pemda Bikin Perda Distribusi Elpiji 3 Kg

Dua orang menurunkan tabung elpiji 3 kilogram di sebuah agen di Kota
Semarang. 
Semarang-Menjelang tutup tahun, di sejumlah daerah di Jawa Tengah masih ada masyarakat yang kesulitan mendapatkan tabung elpiji ukuran tiga kilogram. 

Warga di Kabupaten Semarang misalnya, yang tinggal di perbatasan dengan Kabupaten Boyolali. Mereka kesulitan mendapatkan tabung gas bersubsidi tersebut, dalam beberapa hari. Diduga, langkanya gas elpiji ukuran tiga kilogram tersebut karena mendekati akhir tahun dan berbarengan dengan perayaan hari raya Natal 2017.

Unit Manager Communication and CSR Jawa Bagian Tengah (JBT) Andar Titi Lestari mengatakan untuk kelangkaan gas elpiji ukurann tiga kilogram di wilayah Kabupaten Semarang, pihaknya sudah menjalin komunikasi dengan Dinas Perdagangan setempat. Bahkan, Pemkab Semarang siap untuk turun ke lapangan dan mengawasi pendistribusian secara ketat dan terukur. 

Menurutnya, pihaknya berupaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan tabung elpiji bersubsidi tersebut sesuai permintaan dari pemkab setempat. Karena, terjadinya kelangkaan tabung elpiji melon itu bukan karena adanya pembatasan distribusi.

Namun demikian, lanjut Andar, pihaknya mendorong pemkab/pemkot di Jawa Tengah maupun Yogyakarta bisa ikut melakukan pengawasan terhadap pendistribusian gas elpiji bersubsidi kepada masyarakat. Sehingga, baik kuota yang ada dengan jumlah penerima tidak terjadi perbedaan. 

Pihaknya juga mendorong, pemkab/pemkot bisa membuat peraturan daerah (perda) yang mengatur soal distribusi hingga harga eceran tabung elpiji tiga kilogram di masyarakat.

"Yang sudah bikin perda khusus distribusi elpiji bersubsidi itu Pemkot Semarang dan Pemkab Kebumen, yang saya tahu. Kalau Pemkot Semarang itu lebih spesifik lagi, dia mengatur sampai ke pengecer. Bahkan, sudah ditentukan harganya sampai ke pengecer itu Rp17.700 per tabung," kata Andar.

Lebih lanjut Andar menjelaskan, untuk memantau ketersediaan dan penyaluran elpiji bersubsidi, pihaknya mengandalkan sistem monitoring penyaluran elpiji tiga kilogram (Simolek). Pihaknya juga tidak pernah mengurangi kuota menjelang akhir tahun, karena memang biasanya permintaan meningkat memasuki tutup tahun.

"Kami imbau masyarakat bisa membeli elpiji bersubsidi di pangkalan resmi, bukan pengecer atau toko kelontong. Pembelian maksimal dua tabung," pungkasnya. (K-08)

Wali Kota Ingatkan Personel BPBD Siaga di Daerah Rawan Banjir

Personel BPBD Kots Semarang menggelar simulasi pertolongan korban
banjir di Sungai Banjir Kanal Barat, Rabu (6/12). 
Semarang-Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengingatkan kepada para personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), tim relawan bencana, petugas Basarnas Semarang dan personel lain yang peduli dengan kebencanaan untuk selalu sigap dan siaga menghadapi bencana di Kota Semarang. Terutama, untuk bencana banjir, tanah longsor dan angin puting beliung. Termasuk, dari anggota yang telah ditunjuk dalam kelurahan siaga bencana (KSB) yang telah terbentuk di 35 kelurahan di Kota Semarang. 

Pernyataan hendi, sapaan akrabnya, disampaikan ketika memimpn apel siaga bencana dan uji lapang yang diikuti 10 ribu personel, di Bantaran Sungai Banjir Kanal Barat, Rabu (6/12).

Menurutnya, data dari Badan Nasional Penangulangan Bencana (BNPB) sepanjang 2016 kemarin, bencana yang paling sering terjadi adalah banjir, tanah longsor dan angin puting beliung. Sedangkan di Kota Semarang, potensi kebencanaan yang terjadi adalah banjir dan tanah longsor.

Hendi menjelaskan, gejala alam dari badai siklon tropis Cempaka yang melintas selatan Jawa Tengah, harus diantisipasi. Karena, dampak dari badai siklon tropis itu memengaruhi perubahan cuaca. Dari semula daerah yang tidak pernah terjadi banjir, ketika dilintasi badai siklon tropis Cempaka menimbulkan bencana alam berupa banjir dan air pasang.

Oleh karenanya, melalui apel kesiapsiagaan yang digelar, setiap elemen harus siaga dan bergerak. Terutama, siaga di daerah-daerah rawan banjir. Misalnya di kawasan Mangkang, Sawah Besar, Kaligawe dan Dinar Indah.

"Di Semarang khususnya, sangat rawan dengan potensi-potensi bencana. Di sejumlah media ada badai Cempaka dan Dahlia, apapun itu. Itu menunjukkan sebuah gejala alam yang semakin hari semakin meningkat. Dampaknya, hujannya tambah lebat dan air pasang melebihi dari standar hari-hari biasanya," kata Hendi.

Oleh karena itu, lanjut Hendi, terkait dengan penanggulangan bencana dibutuhkan kecepatan penanganan yang ditentukan dari seberapa cepat informasi yang masuk. Sehingga, masyarakat perlu disosialisasikan emergency call center yang bisa dihubungi dan terintergerasi dengan instasi langsung.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Semarang Agoes Hermunanto menambahkan, pihaknya sudah menyiapkan antisipasi kebencanaan yang berkoordinasi dengan instansi terkait. Pihaknya juga bersiaga penuh menghadapi kemungkinan terburuk, yang tejadi di musim hujan.

'Saya imbau kepada masyarakat, untuk segera melapor ke petugas terkait jika terjadi bencana," ujarnya. (K-08)