Selasa, 31 Juli 2018

OJK Temukan 20 Entitas Bodong, 2 Ada di Semarang

Semarang-Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Dugaan Tiindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi, menemukan 20 entitas atau perusahaan investasi abal-abal selama Juli 2018.

Beberapa perusahaan investasi atau entitas bodong itu, dua di antaranya berada di wilayah Semarang. Yakni PT Graha Sahabat Indomesia, yang bergerak semacam multi level marketing dengan bonus referral tanpa izin. Kedua adalah PT Ganesha Putra Indonesia, dengan modus penjualan produk kesehatan bernama "G4nesh coklat gingseng" dan produk kecantikan bernama "G4nesh Premium Soap and Beauty" secara multi level marketing tanpa izin.

Ketua Satgas Waspada Investasii Tongam L. Tobing mengatakan pihaknya menemukan ada 20 perusahaan investasi bodong, yang beroperasi menawarkan produknya atau menawarkan investasi kepada masyarakat.

Menurutnya, kegiatan ke-20 entitas itu berpotensi merugikan masyarakat. Sebab, keuntungan atau imbal hasil yang dijanjkan tidak masuk akal.

Tongam menjelaskan, ke-20 entitas tersebut sudah dipantau dan diidentifikasi Satgas Waspada Investasi sejak awal Juli 2018. Hal itu berdasarkan informasi yang diadukan masyarakat, dan pihaknya merespon untuk memberikan dua perlindungan.

"Selama Juli ini kami temukan 20 entitas bodong yang menawarkan investasi kepada masyarakat. Ke-20 entitas itu sudah terpantau dan diidentifikasi Satgas Waspada Investasi," kata Tongam dikutip dari rilis yang diterima kilas9.com.

Lebih lanjut Tongam menjelaskan, pihaknya sudah mencoba mendatangi entitas yang diketahui tidak berizin tersebut untuk segera mengurus izinnya sesuai ketentuan perundangan. Pihaknya siap untuk memerlancar proses perizinannya, sepanjang memenuhi persyaratan.

"Kami secara berkesinambungan melakukan tindakan preventif berupa sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, agar terhindar dari penawaran investasi ilegal. Peran masyarakat sangat dibutuhkan, apabila menemukan atau ditawari produk investasi tidak masuk akal," pungkasnya. (K-08)

Sambut Industri 4.0, Dinaskertrans Ajak Perusahaan Multi Nasional Benahi SDM Jawa Tengah

Para pekerja industri garmen sedang melipat baju sebelum dipacking.
Industri garmen menjadi sektir usaha, yang paling berdampak dengan
penerapan revolusi industri 4.0. 
Semarang-Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinakertrans) Jawa Tengah Wika Bintang mengatakan menyambut era industri 4.0 yang sudah di depan mata, para pekerja di provinsi ini harus bisa memersiapkan diri. Terutama, di bidang penguasaan bahasa asing dan teknologi modern.

Menurutnya, pada era tersebut akan lebih menonjolkan kecanggihan teknologi dan penguasaan alat canggih. Sehingga, tenaga kerja dalam negeri harus bisa menyesuaikan diri.

Wika menjelaskan, salah satu upaya untuk memersiapkan tenaga kerja yang terampil di era industri 4.0 adalah dengan melibatkan perusahaan multi nasional dalam membantu memberikan pelatihan kerja atau keterampilan. Salah satu perusahaan yang diajak dan ditawari untuk ikut membenahi tenaga kerja Jateng adalah PT Kievit Indonesia, perusahaan di yang berlokasi di Kota Salatiga itu.

Dengan ikut membantu menyiapkan SDM siap kerja di Jateng, jelas Wika, maka industri sekelas internasional yang membutuhkan tenaga kerja siap pakai diprovinsi ini tidak akan kesulitan.

"Di dalam era industri 4.0 saat ini, banyak hal mungkin yang ke depan kita bisa ambil contoh di perusahaan ini, PT Kievit Indonesia. Banyak hal, khususnya untuk memersiapkan SDM Jawa Tengah ke depan seperti apa. Perusahaan ini sendiri juga siap untuk memberikan wawasan kepada anak-anak SMK dan SMA serta masyarakat Jawa Tengah, tentang bagaimana bekerja di industri," kata Wika, Selasa (31/7).

Lebih lanjut Wika menjelaskan, perkembangan industri yang berubah, maka karakter pekerjaan dan tuntutan keterampilan kerja juga berubah. Apabila tidak mampu mengikuti perkembangan, bukan tidak mungkin tenaga kerja produktif di Jateng akan menjadi pengangguran.

"Era industri 4.0 mempunyai ciri otomasi dan ekonomi digital. Trennya tidak lagi bergantung pada tenaga manusia," tandasnya. (K-08)

Presiden Jokowi Akan Salat Id di MAJT dan Serahkan Hewan Kurban

Joko Widodo
Presiden RI
Semarang-Presiden Joko Widodo dijadwalkan akan melaksanakan salat Idul Adha di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Rabu (22/8). Selain mengikuti salat Id, Presiden Jokowi juga akan menyerahkan hewan kurban berupa seekor sapi berukuran cukup besar kepada masjid.

Ketua DPP MAJT Noor Ahmad mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan protokoler istana, terkait dengan kedatangan Presiden Jokowi untuk salat id di MAJT. Pihaknya juga sudah menyiapkan dan mengantisipasi, jika jumlah jamaah yang datang lebih banyak dari biasanya.

Menurutnya, untuk menyambut kedatangan presiden RI ke-7 itu sejumlah persiapan sudah dimatangkan. Bahkan, hewan kurban dari presiden yang nanti akan diserahkan kepada panitia juga akan ditempatkan terpisah.

Ia juga mengajak warga Kota Semarang bisa mengikuti salat id di MAJT bersama Presiden Jokowi. Sebab, momentum tersebut akan menjadi kebanggaan bagi warga Semarang dan sekitarnya.

"Terkait dengan kedatangan presiden ke MAJT, kami sudah memersiapkan segala sesuatunya. Mulai dari penyambutan dan antisipasi jamaah yang membludak," kata Noor Ahmad dikutip dari rilis yang diterima kilas9.com.

Lebih lanjut Noor Ahmad yang juga Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI itu menjelaskan, saat salat id nanti juga akan kedatangan tamu istimewa lainnya. Yakni Dr K.H Syamsi Ali, Imam Besar Masjid di New York, Amerika Serikat. Syamsi Ali akan didaulat menjadi khatib dalam salat Idul Adha nantinya.

"Terkait momentum istimewa ini, kami harap masyarakat muslim Jawa Tengah bisa berpartisipasi ikut salat berjamaah. Apabila mampu, bisa berkontribusi untuk berkurban di MAJT," ujarnya.

Sebelumnya, jelas Noor Ahmad, pada 20 Agustus 2018 di MAJT juga akan digelar konser amal untuk pembangunan pondok pesantren Indonesia di New York. Dalam konser amal itu, akan dimeriahkan dengan grup musik salawat Sabyan dan artis Melly Goeslaw. (K-08)

Yulianto: Ayo Bawa Anak ke Posyandu Berikan Imunisasi Lengkap Untuk Cegah Penyakit Menular

Petugas kesehatan sedang memberikan imunisasi campak pada anak
di wilayah Tandang, Kota Semarang. 
Semarang-Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit, yakni dengan rajin berolahraga dan pemberian imunisasi kepada anak. Hal itu dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah dr. Yulianto Prabowo, M.Kes, bahwa imunisasi diberikan kepada anak supaya memiliki kekebalan terhadap penyakit menular. 

Yulianto menjelaskan, pemberian imunisasi menjadi landasan penting untuk kekebalan tubuh manusia. Sebab, beberapa penyakit menular bisa dicegah sejak dini dengan imunisasi.

Terlebih lagi, lanjut Yulianto, pihaknya juga siap melakukan imunisasi siswa di 23.208 sekolah dasar di Jateng. Yakni di Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) pada Agustus 2018 nanti.

"Banyak penyakit menular yang masih mengancam kita dan anak-anak kita, maka imunisasi itu untuk mencegah supaya anak-anak tidak mudah tertular penyakit-penyakit. Misalnya difteri, TBC, polio, hepatitis, rubela dan batuk rejan bisa dicegah dengan imunisasi. Maka, bayi-bayi kita harus diimunisasi semuanya jangan ada yang ketinggalan," kata Yulianto, Selasa (31/7).

Lebih lanjut Yulianto menjelaskan, dalam kegiatan BIAS itu siswa kelas satu akan mendapatkan imunisasi campak pada Agustus nanti. Sedangkan imunisasi difteri, akan diberikan pada September untuk anak kelas dua.

Sementara itu, lanjut Yulianto, bagi anak balita di bawah dua tahun, orang tuanya bisa memberikan imunisasi ke puskesmas atau pelayanan kesehatan desa terdekat. (K-08) 

Gubernur Minta Pengoperasian Jembatan Timbang Tidak Rugikan Masyarakat

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat menyapa pedagang di pasar
tradisional di Klaten. Foto: ISTIMEWA 
Semarang-Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sudah mendengar, jika Kementerian Perhubungan akan kembali mengoperasikan jembatan timbang.

Dirinya berharap, jembatan timbang yang dibuka di beberapa titik sudah memertimbangkan berbagai aspek, agar tidak merugikan masyarakat. Bahkan, tidak menjadi sarang pungutan liar kembali.

Menurutnya, konteks dari mengaktifkan kembali jembatan timbang adalah untuk menertibkan angkutan barang yang kelebihan muatan.

Ganjar menjelaskan, para pengusaha angkutan juga harus berbenah diri terkait dengan akan dibukanya kembali beberapa jembatan timbang. Sehingga, para pengusaha bisa menghitung besaran biaya pengangkutan, agar nantinya tidak merugikan masyarakat.

"Ya saya hanya mengimbau saja, konsumen jangan dirugikan. Kan konteksnya kita ingin menertibkan. Saya berharap nanti dari Kemenhub juga membuat satu jeda waktu, di mana mereka bisa menyesuaikan. Sehingga, nanti tidak merugikan konsumen. Saya minta kepada pengusaha angkutan ini dihitung dengan baik, agar lagi-lagi konsumen tidak dirugikan," kata Ganjar, Selasa (31/7).

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, dengan pengusaha menghitung ulang biaya pengangkutan dan tidak terburu-buru menaikkan tarif, maka tidak akan menimbulkan gejolak harga komoditas di pasaran.

"Dampaknya kalau buru-buru tarif pengangkutan dinaikkan, maka terjadi inflasi yang luar biaya," ujarnya.

Diwartakan sebelumnya, Kementerian Perhubungan mulai 1 Agustus 2018 akan mengoperasikan kembali tiga jembatan timbang di Pulau Jawa. Yakni di Jembatan Timbang Losarang Indramayu, Jawa Barat, Balonggandu Kawarang, Jawa Barat dan Widang Tuban, Jawa Timur.

Ketiga jembatan timbang tersebut, merupakan konsentrasi dari pilot project Kementerian Perhubungan untuk ditiru jembatan timbang lainnya. Misalnya soal performa, sumber daya manusia, sistem, teknologi informasi, pengawasan dan sarana serta prasarananya.

Bagi angkutan barang yang kedapatan kelebihan muatan, akan mendapatkan sanksi pidana penjara setahun sesuai dengan UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. (K-08)

Senin, 30 Juli 2018

Kapolda Jateng Siap Amankan Kegiatan Ustadz Abdul Somad Selama di Semarang

Irjen Pol Condro Kirono
Kapolda Jateng
Semarang-Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono mengatakan kegiatan ustadz Abdul Somad selama dua hari di Semarang, yakni pada 30-31 Juli 2018 tetap berjalan.

Pihaknya, jelas kapolda, sudah menerima surat pemberitahuan kegiatan dari Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang. Sehingga, perizinan sudah dikeluarkan.

Menurutnya, munculnya keberatan dan penolakan dari sejumlah organisasi massa Islam di Semarang dianggap sebagai bentuk dari perbedaan pendapat saja. Namun demikian, ia tetap meminta tidak ada pemaksaan kehendak atau pendapat.

"Hari ini dari Unissula itu mengundang penceramah ustadz Abdul Somad, temanya rahmatan lil alamin. Memang ada beberapa elemen yang menolak, namun itu merupakan wacana yang berbeda pendapat tapi tidak boleh memaksakan kehendak. Oleh karenanya, surat tanda terima pemberitahuan kegiataan yang di Unissula tetap kita keluarkan dan kita berikan pengamanan," kata kapolda, Senin (30/7).

Lebih lanjut Condro menjelaskan, ustadz Abdul Somad dipersilakan memberi ceramah di beberapa tempat di Kota Semarang. Hanya saja, tetap diminta materi dakwahnya sejuk dan mendorong penguatan ukhuwah islamiyah, wathoniyah dan basyariah.

"Yang saya tahu materi dakwahnya masih dalam koridor, tentang rahmatan lil alamin," ujarnya.

Diwartakan sebelumnya, ustadz Abdul Somad akan menggelar ceramah di tiga tempat di Kota Semarang. Yakni di kampus Unissula Semarang, Lapangan Leboh Raya Pedurungan dan Masjid Jami Jatisari Kecamatan Mijen. (K-08)

Tarik Calon Investor Datang, Jateng Kembangkan Kawasan Industri

Prasetyo Aribowo
Kepala DPMPTSP Jateng
Semarang-Pengembangan kawasan industri untuk meningkatkan investasi di Jawa Tengah terus didorong, agar calon investor semakin tertarik.

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng Prasetyo Aribowo mengatakan dibutuhkan banyak pengembangan kawasan industri di provinsi ini, agar calon investor yang tertarik semakin banyak. Sebab, Jateng menjadi provinsi yang prospektif bagi pengembangan industri. Baik relokasi industri dari Jakarta atau Jawa Barat, maupun pembukaan industri baru.

Menurutnya, sudah ada calon investor yang antre untuk masuk ke provinsi ini untuk membuka industri baru. 

Dengan membuka usaha di kawasan industri, jelas Prasetyo, akan memberikan nilai tambah bagi pengusaha. Sebab, beberapa perizinan sudah tidak perlu diurus lagi. Misalnya Izin Mendirikan Bangunan (IMB) maupun izin lingkungan sudah termasuk ketika mengurus izin masuk ke kawasan industri.

Saat ini, jelas Prasetyo, ada dua kabupaten di Jateng yang akan mengembangkan kawasan industrinya. Yakni Kabupaten Cilacap dan Kebumen. 

"Nanti dibangun di sini industri dan industri turunannya pasti sangat banyak, sehingga akan mendorong perkembangan Cilacap dari sisi industri dan turunannya. Kebumen juga sudah mengajukan konsep pengembangan kawasan industri, bahkan tanahnya milik pemda seluas 150 hektare akan ditambah menjadi 300 hektare. Untuk sarana di Kebumen saya kira cukuplah untuk luas 300 hektare, kalau di Semarang tentu kurang dan langsung habis," kata Prasetyo, Senin (30/7).

Lebih lanjut Prasetyo menjelaskan, investasi di Jateng dalam tiga tahun terakhir ini terus tumbuh dan melampaui target yang ditetapkan. Untuk di triwulan pertama 2018 saja, nilai investasi tumbuh menggembirakan. Yakni dari target Rp47,18 triliun, saat ini sudah terealisasi Rp16 triliun.

Sampai dengan saat ini, lanjut Prasetyo, nilai investasi terbesar masih didominasi sektor energi. Sebab, di Jateng banyak pembangunan PLTU. Yaitu PLTU di Batang, Jepara dan Cilacap.

"Sektor energi itu nilai investasinya besar-besar. Mulai pembelian tanah, pematangan tanah, pembangunan fisiknya dan produksinya," tandasnya. (K-08)

Kurangi Penggunaan Gawai Pada Anak, Balkesmas Klaten Bentuk Kader Muda Kesehatan

Kepala Dinkes Jateng dr Yulianto Prabowo mengajak anak-anak belajar
tidak terlalu sering menggunakan gawai, dan memilih bermain di luar
permainan tradisional bersama teman. Foto: ISTIMEWA 
Klaten-Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah dr. Yulianto Prabowo, M.Kes mengatakan dalam upaya mengampanyekan program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), maka penggunaan gawai bagi anak-anak memang harus dikurangi. Sehingga, dalam momentum Hari Anak Nasional tahun ini akan lebih bermakna dengan mengarahkan anak pada kegiatan positif berupa olah fisik.

Menururnya, dalam rangka memeringati Hari Anak Nasional tahun ini, pihaknya mengapresiasi langkah Balai Kesehatan Masyarakat (Balkesmas) Wilayah Klaten yang meluncurkan Organisasi Kader Muda Kesehatan Masyarakat, kemarin. Balkesmas Wilayah Klaten ingin mengedukasi penggunaan gawai bagi anak-anak.

Yulianto menjelaskan, upaya pengenalan permainan tradisional kepada anak-anak zaman sekarang akan melatih motorik anak dan olah tubuh secara sehat.

"Program Germas yang dikemas dengan tujuan pengurangan penggunaan gadget bagi anak itu sangat penting. Ini yang harus diketahui si anak dan orang tuanya, kalau kebanyakan main HP tidak baik," kata Yulianto saat memerankan tokoh "Pak De" untuk mengajak anak bermain permainan tradisional di Halaman Kantor Balkesmas Wilayah Klaten, kemarin.

Pelaksana tugas Kepala Balkesmas Wilayah Klaten Agus Tri Cahyono menambahkan, program Germas dengan menyasar anak-anak kali ini untuk membatasi penggunaan gawai. Karena, belakangan ini semakin banyak anak bermain gawai dibanding bermain di luar rumah bersama teman-temannya.

"Kita ajak mereka melakukan gerak tubuh untuk kesehatan dan lupakan gadget. Kita juga kenalkan kepada mereka permainan tradisional untuk melatih motorik anak," ujarnya.

Menurut Agus, pihaknyaa juga mengajak generasi muda dengan pembentukan Organisasi Kader Muda Kesehatan Masyarakat, agar ikut mengenalkan gaya hidup sehat di tengah masyarakat. (K-08) 

OJK Akan Terus Kembangkan Bank Wakaf Mikro di Seluruh Pesantren se-Indonesia

Pengasuh Ponpes Futuhiyah Hilmi Wafa (baju putih) serahkan dana 
pinjaman ke nasabah BWM Futuhiyah, disaksikan Kepala Eksekutif 
Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiana dan Kepala Kanreg 3 OJK 
Jateng-DIY Bambang Kiswono. 
Semarang-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus merealisasikan pembangunan dan pendirian bank wakaf mikro (BWM) di seluruh pondok pesantren di Tanah Air.

Pondok Pesantren di wilayah Jawa Tengah yang disasar OJK untuk pendirian BWM adalah di Ponpes Futuhiyah di Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak pekan kemarin.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiana mengatakan bank wakaf mikro hadir, untuk memeratakan kesejahteraan masyarakat kecil yang belum tersentuh lembaga keuangan formal.

Dengan didirikan bank wakaf mikro di lingkungan pondok pesantren, jelas Heru, akan memberikan kemudahan kepada masyarakat sekitar untuk mendapatkan piinjaman. Sebab, pinjaman tidak dibebani dengan bunga.

Menurutnya, OJK bersama pemerintah berusha mewujudkan kesejahteraan melalui bank wakaf mikro. Karena, skema pembiayaan bank wakaf mikro bisa membantu usaha-usaha mikro di sekitar pondok.

Pada tahun ini, jelas Heru, ditargetkan bisa terbangun 40 bank wakaf mikro di seluruh pondok pesantren di Indonesia.

"Target 40 bank wakaf mikro seluruh Indonesia itu saya kira bukan akhir di tahun ini, kita akan terus mengusahakan berkembang ke mana-mana. Sehingga, semua pondok pesantren ini mendapatkan kesempatan yang sama. Selain itu, masyarakat sekitar juga bisa mendapatkan manfaat yang sama. Tujuannya, kita ingin pemberdayaan umat berjalan dan masyarakat semakin produktif. Pada akhirnya, kesejahteraan akan tumbuh dan berpengaruh pada perekonomian nasional," kata Heru.

Lebih lanjut Heru menjelaskan, pinjaman modal yang bersumber dari bank wakaf mikro bisa membantu masyarakat mendapatkan bantuan permodalan secara mudah. 

"Kami berharap, cara ini bisa memberi tambahan penghasilan dan kehidupan masyarakat sekitar pondok menjadi lebih baik," ujarnya.

Sementara itu, Pengasuh Ponpes Futuhiyah Hilmi Wafa menambahkan, Bank Wakaf Mikro Futuhiyah terdaftar sejak 30 Mei 2018. Saat ini, sudah ada 40 nasabah yang menjalani pelatihan wajib kelompok.

"Ada 20 nasabah yang telah mengakses pembiayaan dengan nominal Rp1 juta. Pinjamannya tanpa agunan dengan plafon maksimal Rp3 juta," ucap Hilmi. (K-08)

Cegah Penyakit Kronis, BPJS Kesehatan Semarang Ajak Warga Rutin Berolahraga

Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Utama Semarang Bimantoro
(dua dari kiri) mengikuti senam kolosal di Lapangan Banteng Raider,
Minggu (29/7) kemarin. 
Semarang-Berperilaku hidup sehat dan mudah dan murah itu gampang, hanya tinggal niat dari masing-masing pribadinya. Hal itu dikatakan Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Utama Semarang Bimantoro ketika mengikuti senam kolosal di Lapangan Banteng Raider, Minggu (29/7).

Menurut Bimo, panggilan akrabnya, dengan menerapkan pola hidup sehat dengan senam rutin setiap pagi, maka akan meningkatkan kebugaran dan sistem imun tubuh. Sehingga, tubuh tidak mudah sakit.

Bimo menjelaskan, dengan meningkatkan kesadaran masyarakat berperilaku hidup sehat, maka penyakit bisa dicegah. Bahkan, penyakit dengan risiko kematian semisal penyakit kronis bisa dicegah melalui pengelolaan hidup sehat.

"Kita biasakan memang di setiap faskes primer, baik puskesmas, klinik maupun dokter keluarga itu ada program pengelolaan penyakit kronis dan kita biayai. Setiap minggu kita kumpulkan orang-orang yang menderita penyakit kronis sambil berolahraga bersama dan komitmen mengubah pola hidup sehat," kata Bimantoro.

Lebih lanjut Bimo menjelaskan, beberapa penyakit kronis berbahaya semacam hipertensi, stroke dan diabetes militus setiap tahun terjadi peningkatan yang cukup tajam. Bahkan, karena terlambat penanganannya menyebabkan penderita meninggal dunia.

"Dengan adanya program pengelolaan penyakit kronis ini, bisa meminimalkan penderita meninggal dunia. Program pengelolaan penyakit kronis di faskes primer sudah diselenggarakan sejak lama," ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Widoyono menambahkan, penyakit tidak menular seperti penyakit jantung, hipertensi dan gagal ginjal menjadi penyakit berbahaya akibat pola hidup tidak sehat.

Oleh karena itu, pihaknya mendukung upaya BPJS Kesehatan Kantor Cabang Utama Semarang untuk mengolahragakan masyarakat secara rutin dan masal.

"Dan berharap, olahraga masal ini menjadi sebuah gerakan masal. Olahraga adalah satu upaya pencegahan yang paling efektif," ucapnya.

Diketahui, pada 2017 kemarin BPJS Kesehatan membiayai penyakit kataspropik sebesar Rp18,4 triliun atau 21,8 persen dari total biaya pelayann kesehatan yang dikeluarkan. (K-08)

Sabtu, 28 Juli 2018

Cegah Stunting dan TBC, Dinkes Sukoharjo Gelar Jambore Kesehatan

Kader kesehatan Kabupaten Sukoharjo sedang mengikuti kegiatan
Jambore Kader Kesehatan, dalam rangka mengkampanyekan program
Germas di Obyek Wisata Tawangmangu, Sabtu (28/7).
Tawangmangu-Ratusan kader kesehatan dan kader pemuda siaga sehat (Dasiat) se-Kabupaten Sukoharjo, mengikuti Jambore Kader Kesehatan di Obyek Wisata Tawangmangu, Sabtu (28/7). 

Kegiatan tersebut dalam rangka memasyarakatkan program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo.

Jambore Kader Kesehatan ke-13 tersebut mengambil tema "Cegah Stunting dan Stop TBC".

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah dr. Yulianto Prabowo, M.Kes mengatakan mencegah penyakit lebih baik daripada mengobati, dan program Germas menjadi solusi untuk mengubah perilaku masyarakat ke arah lebih baik dan sehat.

Para kader kesehatan, jelas Yulianto, mendapat pelatihan dan pendampingan mater kesehatan dari Dinas Kesehatan setempat. Mulai dari respon tentang kesehatan, pemetaan permasalahan kesehatan di wilayah masing-masing dan juga ikut membantu menyukseskan program Germas kepada masyarakat Sukoharjo.

Dirinya mengapresiasi langkah dari Dinkes Sukoharjo melalui kegiatan Jambore Kader Kesehatan, yang dikemas dengan cara menarik.

"Germas menjadi fokus pemerintah untuk mewujudkan Indonesia sehat. Ada berbagi cara mengkampanyekan perilaku hidup sehat dalam program Germas ini," kata Yulianto.

Sementara, Kepala Dinkes Sukoharjo dr. Nasruddin, M.Kes menambahkan, pada jambore kali ini diikuti kader Dasiat. Yakni berasal dari pemuda dan pemuda Sukoharjo, atau yang biasa disebut kalangan milenial.

Menurutnya, keterlibatan kader muda dalam ikut mengkampanyekan program Germas sangat dibutuhkan. Sebab, generasi milenial dianggap lebih melek teknologi informasi, sehingga penyampaikan kepada masyarakat atau teman-teman sebaya lebih mengena.

"Kader Dasiat ini sudah terbentuk kurang lebih enam tahun, dan kontribusi mereka luar biasa. Sudah cukup banyak yang mereka bantu dari kegiatan kita, dalam memberikan informasi tentang hidup sehat kepada orang sekitarnya," ujarnya.

Saat ini, jelas Nasruddin, kader Dasiat sudah terbentuk di 280 desa se-Kabupaten Sukoharjo. Kader Dasiat sekarang sedang menggalakkan program "Road to Kampung", untuk memetakan persoalan kesehatan di wilayah yang dikunjungi. (K-08) 

Jumat, 27 Juli 2018

Asisten Kapolri Ingatkan Calon Taruna Tetap Pegang Teguh Integritas Hingga Lulus Pendidikan

Seorang calon taruna Akpol ditemani kerabatnya keluar dari gedung dan
melintas ratusan taa milik calon taruna lainnya, Jumat (27/7).
Semarang-Asisten Kapolri Bidang SDM Irjen Pol Arief Sulistyanto mengatakan para calon taruna (catar) yang dinyatakan lulus ujian dan masuk ke Akademi Kepolisian (Akpol), diminta tetap bisa menjaga integritas hingga selesai menjalani proses pendidikan selama empat tahun. Pernyataan itu dikatakan Arief, usai mengembalikan 92 catar kepada orang tua atau wali masing-masing, Jumat (27/7).

Arief menyatakan, integritas adalah yang utama menjadi seorang perwira Polri. Sehingga, janji integritas yang pernah diucapkan saat menjadi catar tetap dipegang teguh.

Menurutnya, akan percuma menjadi perwira terbaik jika sudah tidak memiliki integritas. Oleh karenanya, para catar selama menempuh pendidikan di Akpol harus terus menjaga integritasnya.

Arief menjelaskan, pada proses seleksi masuk taruna Akpol di tingkat pusat bebas dari praktik percalonan dan penipuan. Karena, proses seleksi mendapat pengawasan ketat dari internal dan eksternal.

"Tanggal 1 Agustus nanti mereka akan langsung berangkat ke Akmil Magelang, untuk mengikuti latihan dasar bersama dengan taruna dari tiga angkatan. Selama tiga bulan di Akmil, nanti kembali ke sini. Alhamdulillah selama 25 hari proses seleksi di pusat tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Apakah itu penipuan terhadap orang tua, apakah ada yang nyalo dan lain sebagainya," kata Arief.

Lebih lanjut Arief menjelaskan, khusus bagi catar yang tidak lolos di tahap akhir dirinya memberikan penilaian khusus. Terutama untuk tes akademik, karena hampir sebagian besar catar nilai ujian akademiknya rendah.

Namun, untuk tes kesehatan dan kesamaptaan justru pada tahun ini nilai terbaik di atas rerata cukup banyak. Yakni mencapai 20 persen.

"Anak-anak ini dari kekuatan fisiknya cukup baik. Untuk ujian akademik hampir sama. Kalau tahun depan akan mendaftar kembali bisa memersiapkan, di mana letak kekurangannya," pungkasnya. (K-08)

Banyak Mobil Plat Merah Tak Lolos Uji Emisi

Bus milik Pemprov Jateng sedang menjalani uji emisi di halaman kan-
tor gubernuran, Jumat (27/7).
Semarang-Ratusan mobil milik Pemprov Jawa Tengah mengikuti uji emisi yang dilakukan Balai Pengujian dan Laboratorium Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jateng, Jumat (27/7). Hasilnya, puluhan armada mobil plat merah di lingkungan Setda Jateng dinyatakan tidak lolos uji emisi.

Kepala Balai Pengujian dan Laboratorium Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jateng Evi Dharmiyanti mengatakan pengujian emisi gas buang kendaraan bermotor atau uji ambang batas tersebut, berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2006 tentang Ambang Batas Emisi. 

Menurutnya, berdasarkan peraturan tersebut, pihaknya melakukan pemeriksaan dan pengecekan terhadap kendaraan dinas di lingkungan Setda Jateng. Baik kendaraan dinas milik pejabat struktural, eselon maupun kendaraan dari biro umum berupa bus dan kendaraan boks.

Evi menjelaskan, kendaraaan dinas plat merah yang dilakukan perawatan atau servis rutin berkala tidak akan bermasalah. Artinya, emisi gas buangnya masuk kategori aman. Namun, bila dinyatakan tidak lolos uji emisi, maka pihaknya akan membuatkan rekomendasi kepada pejabat yang bersangkutan untuk segera dilakukan perawatan rutin.

"Kita mengukur emisi gas buang untuk gas CO, gas NO. Kita lakukan ke mobil pemerintah yang memang ada biaya perawatannya. Jadi, kalau memang perawatannya baik dia akan lolos uji. Tapi kalau tidak lolos uji harus ada perbaikan lebih rutin lagi," kata Evi.

Lebih lanjut Evi menjelaskan, dengan pengecekan gas buang kendaraan bermotor plat merah itu sebagai upaya pengendalian efek rumah kaca. Karena, gas pembuangan kendaraan bermotor yang berupa CO itu juga salah satu penyebab perubahan iklim.

"Saya berharap, ada perawatan rutin bagi kendaraan yang jam terbangnya tinggi. Kalau servisnya rutin walaupun umur kendaraan sudah lebih dari 10 tahun, maka bisa jadi lolos uji emisi," pungkasnya. (K-08)

Satpam PLN Raih Juara 2 Kompetisi SMP Tingkat Nasional

Para personel satpam PLN Distribusi Jateng-DIY sedang mengikuti apel
rutin setiap pagi. Foto: ISTIMEWA 
Semarang-Tenaga satuan pengamanan (Satpam) di lingkungan PLN Distribusi Jateng-DIY, meraih penghargaan pada kompetisi Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) 2017 tingkat nasional. 

Manajer representatif SMP Budi Pratomo mengatakan kegiatan tersebut diadakan di kantor pusat, dan diuji kompetisinya dengan personel satpam di seluruh unit PLN se-Indonesia.

Pada ajang kompetisi itu, jelas Budi, pihaknya berhasil meraih posisi kedua untuk kategori unit nonsertifikasi. 

Menurutnya, pencapaian tersebut tidak terlepas dari peran PLN di dalam menjalankan fungsi pengawasan untuk mengawal setiap kegiatan para personel pengaman.

"Faktor keamanan menjadi suatu aspek penting yang harus diperhitungkan, demi kelangsungan bisnis yang dijalani. Serta, untuk keamanan dan kenyamanan semua pihak yang terlibat di dalamnya," kata Budi dikutip dari rilis yang diterima Radio Idola. 

Lebih lanjut Budi menjelaskan, ada empat langkah yang dijalani untuk mencapai penghargaan tersebut. Yakni penyusunan kebijakan, formulir dan prosedur. Kedua, implementasi SMP yang didasarkan pada sistem dan prosedur yang telah ditetapkan perusahaan, termasuk juga evaluasi.

Langkah pengamanan ketiga, lanjut Budi adalah peningkatan kompetensi personel SMP dengan sertifikasi Gada Pratama dan Gada Madya. Serta, sertifikasi SMP yang dilakukan pihak eksternal melalui audit. (K-08) 

Cegah Penyakit, Yulianto: Ayo Mari Sukseskan Germas

Sejumlah orang di Jakarta mengikuti senam bersama dengan maskot
Asian Games 2018. Foto: ISTIMEWA 
Semarang-Program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dicanangkan, untuk mencegah penyakit menular atau tidak menular. Baik dengan menjaga pola makan yang sehat, olahraga teratur atau pemberian imunisasi bagi balita.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah dr Yulianto Prabowo, M.Kes mengajak masyarakat, agar selalu berperilaku hidup sehat melalui kegiatan Germas. 

Menurutnya, mencegah penyakit lebih baik daripada mengobati. Sehingga, jargon itu terus didengungkan para penyuluh kesehatan di lingkungan Dinkes Jateng kepada masyarakat, agar selalu menjaga kesehatan sejak dini.

Yulianto menjelaskan, masyarakat Jateng bisa melakukan pencegahan terhadap penyakit, baik secara individu maupun berkelompok. Baik beraktivitas fisik bersama, maupun melakukan pengecekan kesehatan rutin setiap enam bulan sekali minimal.

"Pak Presiden sudah mengeluarkan Inpres Nomor 1 Tahun 2017 tentang Germas, dan Pak Gubernur menindaklanjuti dengan Pergub Nomor 35 Tahun 2017 tentang Germas. Jadi, pemerintah sudah mengajak masyarakat untuk berperilaku hidup sehat," kata Yulianto, kemarin.

Lebih lanjut Yulianto menjelaskan, program Germas bisa dilakukan dengan kegiatan sederhana di lingkungan sekitar. Misalnya berolahraga minimal 30 menit setiap hari, dan selalu mengonsumsi buah dan sayuran.

Sementara, untuk menggalakkan Germas di Jateng, lanjut Yulianto, selain fokus pada pencegahan penyakit menular dan tidak menular, juga peningkatan cakupan dan mutu imunisasi. (K-08) 

Kamis, 26 Juli 2018

30 Mahasiswa Diajak PLN Ikut Ekspedisi Papua Terang

Sebanyak 30 mahasiswa UGM akan dikirim ke Papua, untuk mengikuti
Ekspedisi Papua Terang yang diselenggarakan PLN. Foto: ISTIMEWA 
Semarang-Sebanyak 30 mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) diajak PLN, tergabung dalam program Ekspedisi Papua Terang. Para mahasiswa yang dikirim itu berasal dari bermacam fakultas. Mulai dari Fakultas Teknik, MIPA, Ilmu Budaya dan Fakultas Filsafat yang tergabung dalam Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) UGM. 

Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Kemahasiswaan UGM Prof. Dr. Ir. Djagal Wiseso Marseno, M.Agr mengatakan Ekpedisi Papua Terang merupakan upaya PLN yang bersinergi dengan stakeholder, untuk mewujudkan percepatan pemerataan pembangunan di Indonesia Timur. Yakni dalam upaya elektrifikasi desa-desa di Papua. Sebab, saat ini rasio elektrifikasi di Papua dan Papua Barat masih sekira 53,62 persen.

Djagal menyatakan, PLN menggandeng UGM untuk melaksanakan Program Listrik Desa, agar semakin banyak daerah di Indonesia mendapatkan layanan listrik.

"Untuk memertahankan Papua, kita harus membangun secara cepat, sehingga masyarakat Papua tidak merasa dianaktirikan. Sekarang pemerintah sedang membangun infrastuktur yang baik di sana, mulai dari jalan, pelabuhan dan bandara. Sekarang disusul kelistrikan melalui program Papua Terang. Ini merupakan suatu langkah yang sangat positif," kata Djagal dikutip dari rilis yang diterima kilas9.com

Mahasiswa UGM yang akan dikirim ke Papua. 
Lebih lanjut Djagal menjelaskan, kepada mahasiswa yang dikirim ke Papua sebagai peserta ekspedisi, harus segera beradaptasi. Baik lingkungan maupun budayanya. 

Nantinya, ke-30 mahasiswa UGM itu akan bergabung dengan tim lainnya dari kampus berbeda di seluruh Indonesia. Totalnya mencapai 165 mahasiea dari lima perguruan tinggi. Yakni Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, UGM, Institute Teknologi Sepuluh November dan Univeristas Cenderawasih.

Para mahasiswa itu akan bergabung dengan 130 relawan dari PLN. Peserta Ekspedisi Papua Terang akan melakukan survei geografi, demografi, potensi energi baru terbarukan maupun sistem jaringan evakuasi daya di 415 desa di 24 kabupaten di Papua dan satu kabupaten di Papua Barat. (K-08) 

Pemprov Jateng Dorong Kabupaten/Kota Terus Petakan Warga Miskin di Wilayahnya

Ganjar Pranowo
Gubernur Jawa Tengah
Semarang-Upaya Pemprov Jawa Tengah di dalam menurunkan angka kemiskinan, terus dilakukan secara masif dan terstruktur. Tujuannya, warga miskin di provinsi ini terus berkurang dan masuk kategori keluarga sejahtera.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan pengentasan kemiskinan tidak bisa dilakukan secara instan, dan harus bertahap serta melibatkan banyak pihak. Mulai dari level provinsi sampai dengan pemerintahan di desa.

Menurutnya, untuk level pemerintahan di dalam menerapkan program pengentasan kemiskinan dibutuhkan ketepatan data warga miskin. Sehingga, program atau kebijakan yang diambil tidak meleset.

Ganjar menjelaskan, ada tiga hal yang akan dijadikan fokus penurunan angka kemiskinan di Jateng dalam lima tahun mendatang. Yakni bidang pendidikan, kesehatan dan program pendampingan. 

Oleh karena itu, semua kabupaten/kota di Jateng hingga pemerintah desa harus bisa memetakan warga miskin di daerahnya, agar program penggentasan kemiskinan bisa terarah.

"Kabupaten/kota bahkan level desa ada kesadaran penuh, tidak malu dan mengerti bahwa di tempatnya warga kemiskinan masih banyak. Tugas provinsi sebenarnya merangsang dan memberikan data, termasuk berbagi program, apakah itu rumah tidak layak huni atau yang lainnya," kata Ganjar, Kamis (26/7).

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, pemprov akan bersinergi dengan pemerintah pusat di dalam "mengeroyok" warga miskin dengan pendampingan program padat karya. Namun demikian, yang lebih penting adalah mampu mendorong masyarakat untuk bisa memiliki kemandirian ekonomi.

"Padat karya itu salah satu dan tidak bisa hanya itu. Ke depan, harus ada program yang bisa menolong mereka mandiri secara ekonomi," pungkasnya. (K-08)

Gandeng USAID-Jalin, Dinkes Jateng Upayakan Penurunan Kematian Ibu dan Bayi

Yulianto Prabowo
Kepala Dinas Kesehatan Jateng
Semarang-Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yulianto Prabowo mengatakan pihaknya terus berupaya, untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi pada tahun ini. Salah satunya, dengan menjalin kemitraan dengan USAID-Jalin.

Yulianto menjelaskan, program menurunkan angka kematian ibu dan bayi merupakan fokus pemerintah di bidang kesehatan.

Menurutnya, ada beberapa faktor yang bisa menyelamatkan ibu dan bayi. Salah satunya adalah faktor pelayanan kesehatan.

Dengan program kemitraan bersama USAID-Jalin itu, jelas Yulianto, diharapkan bisa memercepat upaya untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Jateng pada khususnya dan Indonesia pada umumnya.

"Jalin ini bukan singkatan tapi Jalin merupakan kolaborasi dan gotong royong dengan beberapa elemen. Jalin, salah satu yang kita butuhkan adalah kemitraan," kata Yulianto saat membuka pertemuan dengan USAID-Jalin di Wisma Perdamaian, kemarin.

Lebih lanjut Yulianto menjelaskan, di Jateng ada beberapa perkembangan terkait angka kematian ibu dan bayi dari 2017 hingga semester pertama 2018. Sampai dengan saat ini, angka kematian ibu mencapai 227 kasus.

Sementara itu, Direktur Partnership USAID-Jalin Sri Kusuma Hartani menambahkan, program kemitraan untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi ini akan mengedepankan pendekatan kolaboratif.

"Kami akan merangkul semua pihak, baik dari pemerintah, masyarakat, media dan stakeholder. Kami akan fokus untuk menurunkan kematian ibu dan anak," ujar Sri Kusuma. (K-08) 

Cegah MERS, Menkes Ingatkan Jamaah Calhaj Tak Dekati Unta Saat di Tanah Suci

Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek meminta para
jamaah calon haji, untuk mencegah virus MERS selama
di Tanah Suci tidak mendekati unta. 
Semarang-Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek mewanti-wanti kepada para jamaah calon haji (calhaj), agar tidak berinteraksi atau berdekatan dengan unta selama berada di Arab Saudi. Peringatan itu disampaikan, untuk mengantisipasi terjangkitnya virus Middle East Respiratory Syndrome atau MERS. Sebab, virus itu salah satu penularannya lewat air liur unta.

Menurutnya, imbauan untuk tidak berinterasi dengan unta walaupun sekadar foto bersama sudah disampaikan melalui sejumlah embarkasi. Tujuannya, agar seluruh jamaah calhaj tahu dan paham bahaya dari MERS. Ia juga menganjurkan kepada jamaah calhaj, agar selalu menggunakan masker saat di Tanah Suci ketika sedang melaksanakan kegiatan apapun.

Nila Moeloek menjelaskan, virus MERS hingga kini masih menjadi kewaspadaan dalam penyelenggaraan ibadah haji. Karena, virus itu menyerang sistem pernapasan dan menyebabkan kematian bagi penderitanya bila terlambat penanganan medisnya.

Menkes juga mengimbau jamaah calhaj, agar selalu menyediakan obat-obatan pribadi yang dibutuhkan. Terutama, bagi jamaah yang memiliki riwayat sakit. Pihak Kementerian Kesehatan juga tetap menyiagakan tim kesehatan, untuk mendampingi kelompok jamaah calhaj saat di Tanah Suci.

"Kita sudah membuat namanya tim promotif dan preventif. Jadi, setiap kelompok dikawal untuk selalu diingatkan makan dan minum obat bagi jamaah lansia dan menderita sakit. Tim akan dibekali peralatan kesehatan sederhana, termasuk semprotan air untuk membasahi wajah, karena di sana cukup panas. Kami juga siagakan tim kesehatan cepat tanggap kalau diperlukan tindakan darurat," kata menkes saat di Semarang.

Lebih lanjut Nila Moeloek menjelaskan, para jamaah calhaj juga diminta selalu menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah haji. Serta, selalu memerhatikan pola makan dan mengonsumsi buah dan sayur ditambah minum air untuk menghindari dehidrasi.

"Jangan lupa selalu berkoordinasi dengan pendampingnya, jika ada keluhan kesehatan," tandasnya. (K-08)

Rabu, 25 Juli 2018

Pemprov Dorong Bupati/Wali Kota Jadikan Wilayahnya Ramah Anak

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (kanan) menerima penghargaan dari
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana
Yembise sebagai penggerak pengembangan kabupaten/kota layak anak. 
Semarang-Pemprov Jawa Tengah mendorong 35 bupati/wali kota untuk bisa mewujudkan wilayahnya, menjad kota ramah anak. Hal itu dikatakan Gubernur Ganjar Pranowo, usai menerima penghargaan sebagai penggerak pengembangan kabupaten/kota layak anak (KLA) terbaik nasional dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise di Surabaya, baru-baru ini.

Menurut Ganjar, pihaknya terus mendukung program KLA agar naik kelas. Sehingga, seluruh kabupaten/kota di Jateng bisa masuk kategori layak dan ramah anak. Yakni melalui berbagai kebijakan dan kegiatan, yangg menjamin hak anak terpenuhi. 

Ganjar menjelaskan, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan untuk mewujudkan KLA dan berimbas pada provinsi layak anak. Di samping itu, masyarakat juga diminta semakin paham pada upaya pemenuhan hak anak.

"Saya pengen 35 kabupaten/kota, agar provinsinya bisa disebut provinsi layak anak karena ini agregat dari seluruh kabupaten/kota. Maka sekarang provinsi mendorong terus menerus kepada kabupaten/kota, agar anak-anak bisa seneng gitu. Kita cari metode dan cara, agar mereka bsa bahagia dan tumbuh kembang tanpa takut," kata Ganjar, Rabu (25/7).

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, dengan predikat layak anak itu maka masyarakat dan pemerintah bersinergi, agar anak-anak bisa bermain dan merasa terlindungi serta terbebas dari kekerasan seksual maupun fisik.

Diketahui, pada 2030 mendatang Indonesia mendeklarasikan menjadi negara layak anak. Sehingga, seluruh provinsi di Indonesia harus bisa mewujudkan perlindungan dan pemenuhan hak anak. (K-08)

Mahfud MD Datangi Kediaman Ganjar Pranowo, Ada Apa?

Gubernur Ganjar Pranowo (kiri) bertemu Mahfud MD (kanan) ditemani
Wakil Gubernur terpilih Taj Yasin di Puri Gedeh, kemarin. 
Semarang-Mantan Ketua Mahmakah Konstitusi (MK) Mahfud MD tiba-tiba datang ke rumah dinas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Puri Gedeh, Selasa (24/7) kemarin. Mahmud menjadi tokoh politik nasional pertama, yang datang dan mengucapkan selamat atas kemenangan Ganjar di Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018 kemarin.

Menteri Pertahanan di era Presiden Abdurrahman Wahid itu sengaja datang, usai mengisi pengajian di Kabupaten Demak dan sekadar melepas rindu karena sudah lama tidak bertemu.

Menurut Mahfud, Ganjar adalah teman lama saat bersama di Komisi III DPR RI.

Sejumlah wartawan yang menunggu di halaman Puri Gedeh menanyakan perihal kedatangannya bertemu dengan Gubernur Ganjar, apakah ada kaitannya dengan calon wakil presiden (cawapres) untuk mendampingi Presiden Joko Widodo. Sebab, nama Mahfud MD merupakan salah satu bakal cawapres potensial mendampingi petahana di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

"Saya hanya silaturahim dengan Pak Ganjar, kemarin pilgub saya belum ucapkan selamat. Tidak ada kaitannya dengan cawapres. Ini fungsinya gubernur dan cawapres urusan yang lain. Enggak ada kaitannya," kata Mahfud.

Sementara, setali tiga uang dengan Mahfud MD, Ganjar Pranowo juga tidak membuka suara perihal pertemuannya dengan guru besar hukum tata negara Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta itu.

Ia menyebut, jika pertemuan tersebut sekadar menagih janji Mahfud MD.

"Cerita tentang pilkada di Jawa Tengah, gitu. Beliau cerita politik nasional. Soal cawapres, saya hanya lihat di koran saja gitu. Saya kira beliau ya salah satu nama yang terpapar di dalam nama-nama penting," ujarnya.

Ganjar menjelaskan, soal nama Mahfud MD yang menguat menjadi cawapres, merupakan hal biasa. Sebab, Mahfud MD adalah tokoh nasional besar. (K-08)

Angkasa Pura I Beberkan Syarat Bagi Perusahaan Taksi Yang Ingin Gabung di Bandara Ahmad Yani

Dua armada taksi berargo sedang ngetem di Bandara Ahmad Yani, dan
menunggu calon penumpang yang akan diantar. 
Semarang-Pada Agustus 2018 nanti, PT Angkasa Pura I akan membuka lelang untuk penyediaan armada taksi di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang. Sebab, taksi bandara yang saat ini beroperasi akan selesai kontrak kerjanya pada akhir 2018.

Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT Angkasa Pura I Devy Suradji mengatakan jika lelang sudah berjalan, maka akhir tahun bersamaan dengan operasional Bandara Internasional Ahmad Yani 100 persen, armada taksi penunjang sudah tersedia.

Menurutnya, proses pelelangan transportasi dibuka berdasarkan kebutuhan dari hasil survei masyarakat pengguna layanan di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang. Namun, ia mengingatkan kepada para perusahaan taksi yang akan mengikuti lelang untuk tidak sekadar menjual brand saja tetapi ada persyaratan lain harus dipenuhi.

Devy menjelaskan, persyaratan tersebut di antaranya adalah bisa menjaga dan meningkatkan kualitas armada taksi, menjaga ketersediaan armada di lingkungan bandara dan yang terpenting adalah keamanan bagi para penumpang pengguna jasa.

"Taksi-taksi ini kita harus minta cek identitas dan izinnya, baik untuk argo atau zona. Sehingga, payung hukumnya jelas dan jangan sampai ada persoalan mereka engga bisa bertanggungjawab. Jadi, semua kendaraan yang masuk sini kita minta izinnya jelas, kualitasnya jelas dan keamanannya jelas. Jadi, safety tidak hanya saat di bandara tapi sampai ke tempat tujuan," kata Devy saat di Semarang, kemarin.

Lebih lanjut Devy menjelaskan, pihaknya akan menyusun rencana transportasi yang terintegrasi setelah Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang 100 persen beroperasi penuh. Sehingga, tidak hanya membangun bandara saja tetapi juga destinasi.

"Kita akan bangun transportasi terintegrasi di Bandara Ahmad Yani. Masyarakat nanti akan banyak pilihan untuk menggunakan transportasi lanjutan, apakah pakai taksi, sewa mobil atau bus umum," tandasnya. (K-08)

KPU Coret Satu Bacaleg Karena Mantan Napi Kasus Korupsi

Joko Purnomo
Ketua KPU Jawa Tengah
Semarang-Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah Joko Purnomo mengatakan ada seorang bakal calon anggota legislatif (bacaleg) DPRD Jateng, yang dianggap tidak memenuhi syarat (TMS) dan harus dicoret. Alasannya, yang bersangkutan merupakan mantan napi kasus korupsi.

Namun, saat didesak nama bacaleg dan dari partai politik (parpol) mana, Joko enggan menyebutkan dengan alasan lupa.

Menurutnya, KPU sudah berkoordinasi dengan semua partai yang bacalegnya dinyatakan TMS atau syaratnya kurang lengkap. Karena, KPU Jateng memberikan masa perbaikan dokumen syarat calon sampai dengan 31 Juli 2018 mendatang.

Khusus untuk partai yang calonnya dinyatakan TMS, KPU sudah menginformasikan untuk dilakukan penggantian.

"Karena ada yang diduga salah satu bakal calon itu mantan napi kasus korupsi. Langsung kiita nyatakan TMS dan partai yang bersangkutan harus mengganti. Tidak hanya di provinsi, tapi juga ada di DPRD kabupaten/kota. Ada di Brebes, Blora, Sragen dan Kebumen kalau tidak salah. Totalnya ada lima orang bakal calon mantan napi kasus korupsi," kata Joko, Rabu (25/7).

Lebih lanjut Joko menjelaskan, tidak hanya di tingkat provinsi saja ada bacaleg dicoret karena mantan napi kasus korupsi. Di Kabupaten Blora, Brebes, Sragen dan Kebumen juga ditemukan ada satu bacaleg karena merupakan mantan napi kasus korupsi.

"Total bacaleg di Jateng yang dinyatakan TMS karena mantan napi korupsi ada lima orang," ujarnya.

Mantan ketua KPU Wonogiri itu menjelaskan, selain bacaleg mantan napi kasus korupsi yang dicoret, ada juga bacaleg dicoret karena masih berusia di bawah umur. Yakni, kurang dari 21 tahun pada 19 September 2018 saat ditetapkan menjadi calon legislatf (caleg).

Sementara itu, secara keseluruhan dari proses verifikasi berkas syarat calon hampir 80 persen diketahui kurang lengkap dan harus melakukan perbaikan. Di antaranya, syarat keterangan kesehatan dari rumah sakit dan ijazah belum dilegalisir.

"Ternyata ada mis komunikasi antara pihak rumah sakit dengan bakal calon. Kita akan bantu komunikasikan," pungkasnya. (K-08)

Selasa, 24 Juli 2018

Peringati Hari Anak Nasional, PLN Jateng-DIY Ajak Siswa SD Negeri 01 Kalipancur Mengenal Lingkungan

Plh Manager APD Jateng-DIY Gede Ayusta (kanan) secara simbolis
menyerahkan bantuan konservasi tanaman lokal kepada Kepala SD
Negeri 01 Kalipancur, Mukri, Selasa (24/7). Foto: ISTIMEWA 
Semarang-Dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional, PLN APD Jawa Tengah dan DIY mengajak siswa SD Negeri 01 Kalipancur Ngaliyan belajar edukasi lingkungan, penghijauan dan konservasi tanaman lokal, Selasa (24/7). 

Pelaksana harian Manajer APD Jateng-DIY Gede Ayusta mengatakan dalam mengedukasi para siswa tentang lingkungan sekitar, pihaknya mengajak finalis puteri Indonesia terfavorit Megawati Prabowo. 

Menurutnya, kegiatan itu dilaksanakan, untuk mengedukasi para siswa mengenai pentingnya lingkungan hidup. Sekaligus, untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian siswa untuk menjaganya. 

Gede menjelaskan, para siswa diajak praktik langsung lewat penanaman pohon bersama. Beberapa jenis pohon ditanam untuk penghijauan di lingkungan sekolah, di antaranya adalah pohon lokal asli Semarang yaitu Pohon Asem dan Pohon Kantil. 

Pihaknya, jelas Gede, juga memberikan bantuan berupa konservasi tanaman lokal untuk sekolah, agar lebih hijau dan menjadi sekolah adiwiyata tingkat nasional.
"Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian PLN terhadap masyarakat, dengan menanamkan karakter sejak dini mengenai kepedulian terhadap lingkungan. Kami berharap, dengan adanya sosialisasi ini adik-adik bisa termotivasi untuk menjaga lingkungan yang ada di sekitar kita. Mulai dengan membuang sampah pada tempatnya, sehingga tercipta lingkungan yang bersih dan sehat," kata Gede dikutip dari rilis yang diterima kilas9.com

Sementara itu, Kepala SD Negeri 01 Kalipancur Mukri menambahkan, kegiatan ini menjadi pembelajaran efektif bagi para siswa untuk memeroleh pengetahuan baru. 

"Anak-anak sangat senang bisa belajar dengan PLN dan puteri Indonesia favorite Jawa Tengah mengenai lingkungan. Saya berharap, akan tertanam dalam diri anak-anak mengenai pentingnya menjaga atau melestarikan lingkungan yang ada di sekolah," ujarnya. (K-08) 

Musnahkan 7,6 Kg Sabu, BNN Sebut Jateng Masih Jadi Pasar Potensial Pengedar Narkoba

BNN Provinsi Jateng msmusnahkan sabu asal Thailand dengan disak-
sikan tersangka, di halaman kantor BNN Provinsi Jateng, Selasa (24/7).
Semarang-Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah Brigjen Pol Tri Agus Heruprasetyo mengatakan sampai dengan saat ini, wilayah Jateng masih menjadi sasaran potensial bagi para pengedar narkoba jaringan internasional. Baik narkotika asal Tiongkok, Malaysia maupun Thailand.

Menurutnya, BNN Provinsi Jateng terus menjalin sinergi dengan pihak terkait melalui operasi interdiksi terpadu di dalam mencegah masuknya narkotika masuk wilayah Indonesia.

Tri Agus menjelaskan, dalam rentang waktu Desember 2017 sampai dengan Juli 2018 pihaknya sudah menyita dan memusnahkan kurang lebih 7,65 kilogram sabu. 

"Dengan hari ini mulai Januari sampai Juli 2018, kami sudah memusnahkan barang bukti jenis methavitamin sebanyak 7,6 kilogram. Jumlahnya cukup banyak, dengan tersangka 22 orang. Mereka bervariasi, ada yang dikendalikan dari dalam lapas dan ada juga bandar langsung ke kurir," kata Tri Agus usai memusnahkan sabu asal Thailand di kantornya, Selasa (24/7).

Lebih lanjut Tri Agus menjelaskan, dalam penanganan kasus narkotika di rentang waktu itu pihaknya juga menangani dua kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang berasal dari bisnis transaksi narkoba dengan enam orang tersangka. Petugas juga berhasil mengamankan sejumlah aset yang diduga hasil pencucian uang, di antaranya adalah tanah dan rumah, emas batangan serta properti lainnya senilai Rp1,6 miliar.

"Semua kasusnya sudah ada yang berkuatan hukum tetap dan ada juga masih dalam proses persidangan," ujarnya.

Diketahui, sebelumnya BNN Provinsi Jateng bersama Bea Cukai Tanjung Emas pada 1 Juli 2018 menangkap penyelundupan sabu asal Thailand yang akan diselundupkan lewat Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang. Petugas menangkap seorang kurir berkewarganegaraan Thailand, karena kedapatn membawa sabu seberat 1,16 kilogram. (K-08)