Jumat, 26 Januari 2018

Tim Sudirman-Ida Bekerja Kumpulkan Relawan di 6 Karesidenan

Cagub Sudirman Said (kiri) berkunjung ke kediaman rumah mantan
Wagub Jateng Achmad. 
Semarang-Calon gubernur (Cagub) Sudirman Said mengatakan pihaknya terus mematangkan strategi, untuk pemenangan di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah 2018.

Menurut Sudirman, pematangan struktur tim pemenangan tersebut menggabungkan kekuatan kader partai politik (parpol) pengusung dengan tim relawan. Sehingga, gerakan gerilya menjadi intisari dari gerakan yang akan dilakukan.

Sudirman menjelaskan, dengan semakin banyak yang bekerja untuk pemenangan dirinya di Pilgub, maka masyarakat akan semakin dekat dan mengenalnya.

"Sebetulnya strukturnya sudah terbentuk dan formalnya sudah kita sampaikan ke KPU. Tim kerja sedang kita tata, tapi yang penting semua tim sedang bergerak sekarang. Baik yang ada di partai maupun dari relawan," kata Sudirman.

Lebih lanjut mantan menteri ESDM itu menjelaskan, tim pemenangannya itu akan menerapkan strategi yang pernah dipakai Panglima Jenderal Sudirman dalam perang gerilya. Yakni strategi supit udang, artinya untuk memompa semangat masyarakat meraih perubahan.

Diketahui, Sudirman Said-Ida Fauziyah diusung Partai Gerindra, PAN, PKS dan PKB. Koalisi parpol pengusung Sudirman-Ida memiliki 42 kursi di parlemen, dan dianggap memenuhi persyaratan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng. (K-08)

Ganjar Siap "Tinggalkan" Puri Gedeh Cari Kontrakan

Ganjar Pranowo
Gubernur Jawa Tengah
Semarang-Ganjar Pranowo yang menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah sudah mengajukan cuti di luar tanggungan negara, ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Cuti tersebut diajukan, dalam rangka untuk mengikuti Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018.

Menurut Ganjar, cuti diambil karena sesuai aturan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan untuk menghadapi masa kampanye.

Ganjar menjelaskan, karena mengajukan izin cuti ke Kemendagri dengan alasan maju di Pilgub Jateng 2018, maka dirinya harus meninggalkan rumah dinas gibernur "Puri Gedeh". 

"Surat cuti sudah dikirimkan ke Kemendagri dan tinggal menunggu. Soal rumah kontrakan nanti akan dicari, sudah ada yang menangani dari temen-temen," kata Ganjar.

Sementara itu, untuk menghadapi masa kampanye yang akan digelar mulai 15 Februari 2018, pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin melakukan koordinasi dan konsolidasi seluruh kekuatan yang ada. Mulai dari kader partai politik (parpol) pengusung, tim relawan hingga kalangan santri.

"Kita dapat tambahan amunisi dari 50 ribuan santri alumni Sarang. Gus Yasin kan ketuanya, dan alumni tersebar di sejumlah daerah," pungkasnya. (K-08)

Springbed Medium Up Paling Laku di Pasaran

Seorang pengunjung Mal Ciputra tengah bertanya tentang produk yang
ditawarkan dalam Bazaar Springbed. 
Semarang-Meskipun masuk kategori barang yang bukan kebutuhan pokok, namun keberadaan springbed dengan mudah ditemukan di beberapa rumah.

Masyarakat membeli springbed sesuai kebutuhan mereka, walau terkadang ada juga yang mengikuti gaya hidup. Misalnya springbed yang memiliki daya tarik tersendiri, salah satunya mengurangi risiko pembengkokan tulang belakang karena tekstur pegas springbed merata dan fleksibel.

Pengusaha sekaligus pemilik RumahKita Jiimmy Jati Utomo mengatakan penjualan springbed pada tahun kemarin, bisa dibilang cukup fluktuatif. Artinya, tidak terlalu jatuh atau meningkat permintaannya. Namun demikian, secara umum penjualannya lebih baik dari tahun sebelumnya.

Menurutnya, penjualan springbed pada 2017 kemarin berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. 

"Ada tiga bulan dalam setahun yang paling tinggi angka penjualannya. Setelah Lebaran naik hingga akhir tahun dan di awal tahun kembali tinggi. Fluktuasinya cukup drastis, jika di rata-rata overall dengan 2016 masih oke dan relatif tidak mengalami penurunan. Jadi, bisa dibilang stabil," kata Jimmy.

Lebih lanjut Jimmy menjelaskan, dari seluruh penjualan springbed yang terjadi pada tahun kemarin, kelas medium up hingga premium paling laku di pasaran. Springbed dengan harga di atas Rp10 juta tersebut, ternyata mendominasi penjualan dan cukup diminati masyarakat. 

Oleh karena itu, ia memprediksi jika di tahun ini penjualan springbed kelas medium up hingga premium masih menjadi primadona.

"Tahun ini harapannya penjualan akan tumbuh antara 15-20 persen. Prediksi saya kelas medium up hingga premium masih punya pasar," pungkasnya. (K-08)

Smartfren Tahun Ini Tambah 10 Ribu BTS Untuk Penuhi Kebutuhan Pelanggan

Deputy CEO Smartfen Djoko Tata Ibrahim menunjukkan paket unlimited
yang ditawarkan kepada masyarakat. 
Semarang-Perusahaan jasa komunikasi di Tanah Air terus berlomba, untuk meningkatkan pelayanan jaringan berkualitas kepada pelanggannya. Salah satunya adalah PT Smartfen Telecom.

Deputy CEO Smartfen Djoko Tata Ibrahim mengatakan koneksi internet pada masa sekarang ini merupakan kebutuhan mutlak, yang selalu dibutuhkan masyarakat. Baik untuk bermedia sosial maupun melakukan aktivitas pekerjaan.

Guna memerlancar jaringan telekomunikasi, jelas Djoko, pada tahun ini pihaknya bakal menambah perluasan jaringan 4G LTE melalui pembangunan base transceiver station (BTS) di seluruh Indonesia. Sehingga, pelanggan tetap dimanjakan dengan jaringan 4G LTE tanpa putus.

"Tahun ini kami melipatgandakan kapasitas. Kalau dulu ada 10 ribuan BTS, tahun ini akan mulai digelar tambahan 10 ribuan BTS lagi. Mudah-mudahan akhir tahun bisa selesai," kata Djoko.

Sementara, untuk penetrasi pasar, lanjut Djoko, pihaknya membentuk tim khusus yang menyasar pangkalan ojek online. Sebab, mereka lebih banyak berinteraksi dengan dunia internet.

Menurut Djoko, dari hasil survei selama dua tahun terakhir, para pengemudi ojek online paling banyak melakukan pembelian produk Smartfren. Baik perangkat handset dengan kartu perdananya, ataupun pembelian modem.

"Kalau dilihat pangsa pasar Smarfren di line online ini paling besar. Bukan hanya handphone, mereka ini investasinya cukup dengan modem," pungkasnya. (K-08)

Menag Minta Tokoh Agama Rangkul Kaum LGBT Arahkan ke Jalan Benar

Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin ketika menandatangani 32
prasasti peresmian penggunaan kantor KUA se Jateng di Wisper. 
Semarang-Kaum lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) harus mendapat bimbingan dari para tokoh agama dan masyarakat, agar para pelaku bisa kembali ke jalan yang benar. Pernyataan itu dikatakan Menteri Agama Lukman Hakiim Syaifuddi, menyikapi tren penolakan dari masyarakat terkait keberadaan para kaum LGBT.

Menurut Lukman, para tokoh agama dan masyarakat diharapkan bisa melakukan pendekatan persuasif kepada pelaku LGBT. Sehingga, penolakan dari masyarakat terhadap keberadaan kaum LGBT bisa dikikis dan tidak dijauhi.

"Terkait dengan LGBT itu yang harus kita pahami adalah yang kita tolak dan tidak setujui adalah tindakannya, perilakunya melakukan tindakan seks menyimpang sejenis yang melanggar ketentuan agama. Jadi tindakan perilaku hubungan sesama jenis ini yang harus dihindari," kata Lukman.

Lebih lanjut Lukman menjelaskan, peran para ulama atau tokoh agama di dalam mengarahkan para pelaku LGBT sangat dibutuhkan. Upaya yang bisa dilakukan, dengan memberikan bimbingan spiritual keagamaan agar tidak mengulang perilaku menyimpang dan bisa kembali ke jalan yang benar.

Lukman menyebut, kebanyakan para pelaku LGBT jarang mendapatkan bimbingan keagamaan, sehingga melanggar ketentuan agama.

"Pelakunya jangan dijauhi, tapi harus diarahkan kembali ke jalan yang benar," pungkasnya. (K-08)

BNPB Waspadai Jalur Seismic Gap Sebagai Daerah Rawan Gempa

Sutopo Purwo Nugroho
Kepala Pusdatin BNPB 
Semarang-Sepanjang 2017 kemarin, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat terjadi 6.893 kejadian pergerakan tanah di seluruh Indonesia. Sebanyak 208 kali gempa di antaranya memiliki kekuatan di atas lima skala richter (SR).

Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan di sepanjang tahun kemarin, gempa dirasakan 573 kali dan beberapa kali gempa dengan potensi merusak.

Menurutnya, kemunculan gempa tidak bisa diprediksi secara pasti datangnya. Sehingga, beberapa wilayah yang berpotensi terjadi gempa sudah dilakukan mitigasi. Salah satunya di jalur selatan Pulau Jawa.  

Sutopo menjelaskan, di jalur selatan Jawa ada daerah yang disebut sebagai seismic gap. Yakni, kawasan yang aktif secara tektonik namun jarang terjadi gempa dalam jangka waktu lama.

Terjadinya gempa di Tasikmalaya pada akhir 2017 kemarin dengan kekuatan 6,9 SR diharapkan tidak memicu gempa-gemp besar di selatan Jawa.

"Jadi, kalau melihat data potensi gempa yang perlu kita waspadai terutama di jalur-jalur sepi atau rawan longsor yang tidak pernah terlepaskan energinya. Selatan Jawa, termasuk selatan Jawa Tengah ini bergerak rata-rata tujuh sentimeter per tahun. Yang lepas energinya itu hanya di selatan Pangandaran dan selatan Banyuwangi. Di antara Pangandaran-Banyuwangi belum ada data tentang kejadian-kejadian gempa yang besar. Jalur sepi ini yang saya sebut seismic gap," kata Sutopo.

Lebih lanjut Sutopo menjelaskan, untuk di wilayah jalur seismic gap tersebut belum ada data yang pasti tentang kejadian bencana gempa bumi. Namun, pihaknya menemukan adanya jejak tsunami raksasa di selatan Jawa dan merupakan kejadian besar. Jejak tsunami raksasa tersebut umurnya diketahui 500 ribu tahun, seribu tahun dan 1.800 tahun yang lalu.

"Potensi gempa di selatan Jawa itu mencapai 8,7 SR sampai 9,2 SR. Oleh karenanya, masyarakat perlu waspada ketika muncul warning gempa yang disertai potensi tsunami," tandasnya. (K-08)