Kamis, 08 Februari 2018

Phapros Menangkan Tender E-Catalogue Senilai Rp2 Triliun

Jakarta-PT Phapros, Tbk kembali memenangkan tender obat e-catalogue untuk dua tahun ke depan, berdasarkan Rencana Kebutuhan Obat (RKO) fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia yang ditetapkan pemerintah.

Berdasarkan pengumuman dari Lembaga Kebijakan Pengadaan barang/jasa Pemerintah (LKPP) akhir 2017 kemarin, Phapros memenangkan tender e-catalogue untuk dua periode 2018 dan 2019 senilai Rp2 triliun. Sebanyak 27 jenis obat paket lelang yang dimenangkan Phapros, dan jumlah tersebut masih di luar sembilan jenis obat paket tambahan senilai lebih dari Rp40 miliar. Sehingga, total obat yang dimenangkan Phapros sebanyak 36 jenis.

Ke-36 jenis obat yang dimenangkan Phapros dalam e-catalogue, di antaranya adalah tablet tambah darah (TTD) dan fixed-dose combination (FDC) sebagai obat TB.

Dikutip dari rilis yang diterima kilas9.comDirektur Utama PT Phapros, Tbk Barokah Sri Utami mengatakan pada tahun ini, nilai e-catalogue yang dimenangkan Phapros naik 100 persen lebih dari total nilai yang didapat saat lelang e-catalogue tahun sebelumnya. 

Menurut Emmy, sapaan akrab Barokah Sri Utami, pada 2017 nilai e-catalogue yang dimenangkan sebesar Rp 498 miliar.  

"Ke depannya, kami akan pastikan suplai produk tetap baik dan terjaga, sehingga kami bisa memberikan yang terbaik untuk menyukseskan program JKN BPJS Kesehatan," kata Emmy.

Dirinya menilai, peluang Phapros untuk masuk ke pasar e-catalog dari tahun ke tahun semakin besar. Pada 2013 saja, nilai anggaran belanja negara terhadap produk e-catalog di sektor kesehatan mencapai lebih dari Rp4 triliun. Bahkan, angka tersebut semakin meningkat di 2017-2018 yang mencapai Rp9 triliun. Sehingga, hal itu mendorong Phapros untuk memberikan kontribusi positif di era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sekarang ini. (K-08) 

Ada Pilkada, Iklim Investasi Jateng Tak Terpengaruh

Seorang analisis BEI Semarang mengamati pergerakan investasi di
Jawa Tengah. 
Semarang-Jawa Tengah terkenal dengan wilayah yang sejuk dan adem ayem, sehingga memberi dampak positif terhadap iklim berusaha di provinsi ini. 

Data dari Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng menyebutkan, sepanjang 2017 kemarin saja realisasi investasi yang masuk di provinsi ini mencapai Rp51,5 triliun. Angka tersebut melebihi target yag ditetapkan sebesar Rp41,7 triliun.

Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi mengatakan cukup positif iklim berusaha di provinsi ini, tidak lepas karena pengaruh sosial budaya masyarakatnya. Yakni lebih mengedepankan gotong royong, saling menghormati dan mengutamakan pendekatan persuasif.

Menurutnya, meski di Jateng juga akan dihelat pemilihan kepada daerah (Pilkada) Serentak 2018 dan juga pemilihan gubernur (Pilgub), tetapi tidak sampai memengaruhi iklim investasi. Bahkan, nilai investasi yang masuk di Jateng juga terus mengalami peningkatan. 

"Meski di Jateng ada pilkada, tapi tidak memengaruhi iklim investasi di Jateng. Karena kan hanya memilih pemimpin terbaik di Jateng, bukan membuat keonaran. Yang penting, jangan kayak DKI. Sebab, yang namanya iklim sejuk itu kaitannya dengan aman," kata Rukma, Kamis (8/2).

Oleh karena itu, jelas Rukma, para calon kepala daerah yang sedang berkompetisi di Jateng diharapkan bisa mejaga iklim sejuk yang sudah terbangun lama. Termasuk, masyarakat juga ikut berpartisipasi mengamankan jalannya pilkada di Jateng.

"Kuncinya itu aman. Kalau aman, investor mau masuk," ujarnya.

Lebih lanjut politikus PDI Perjuangan itu menjelaskan, hasil koordinasi dengan DPMPTSP Jateng menyebutkan investasi yang masuk di provinsi ini terdiri dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA). Sedangkan negara asing yang paling banyak berinvestasi di Jateng adalah Jepang, kemudian disusul Korea Selatan dan India serta Singapura. Investasi asing mayoritas bergerak di sektor gas, listrik dan air. (K-08)

Industri Baru Masih Tahap Konstruksi, Penyerapan Tenaga Kerja Alami Penyusutan

Seorang pekerja pabrik sedang menyelesaikan pemotongan kain di
pabrik garmen. 
Semarang-Sejak 2013 sampai semester pertama 2017 kemarin, terdapat 5.583 usaha baru yang masuk di Jawa Tengah. Bahkan, mampu menyerap tenaga kerja hingga 541.520 orang dan tersebar di sejumlah wilayah di Jateng. Di antaranya di Kota Semarang, Kabupaten Semarangg dan Sukoharjo.

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintuu (DPMPTSP) Prasetyo Aribowo mengatakan sepanjang 2017 kemarin, terjadi penurunan penyerapan jumlah tenaga kerja di sektor industri baru yang masuk di Jateng. Hal itu terjadi, karena industri baru yang sudah memiliki izin usaha dan konstruksi sedang dalam tahap pembangunan fisik pabriknya. Sehingga, penyerapan tenaga kerja dibatasi hanya untuk pekerjaan konstruksi saja.

"Tenaga kerja pada tahun kemarin turun penyerapannya, karena banyak industri baru yang dalam tahap realisas konstruksi. Misalnya di Jepara dan Batang yang sedang dalam proses pembangunan PLTU. Mungkin yang terserap kurang lebih 129 ribu tenaga kerja, padahal tahun sebelumnya bisa mencapai 175 ribu penyerapannya," kata Prasetyo ketika menghadiri diskusi "Jateng Ramah Investasi" di DPRD Jateng, belum lama ini.

Menurutnya, penyerapan tenaga kerja akan kembali meningkat ketika industri baru tersebut mulai beroperasi. Sehingga, banyak tenaga kerja yang akan terserap.

Sementara itu, untuk perizinan proyek baru di Jateng, jelas Prasetyo, pada tahun kemarin lebih banyak bila dibandingkan 2016. Untuk di 2016, jumlah perizinan proyek yan masuk sebanyak 2.068 proyek dan meningkat menjadi 2.358 proyek di 2017. "Total investasinya mencapai Rp51,5 triliun," pungkasnya. (K-08)

Kapolda: Keamanan Terus Ditingkatkan di Semua Wilayah Antisipasi Aksi Terorisme

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono menjabat tangan kepada salah
satu anggota Linmas, usai memimpin upacara apel kesiapan pasukan
dalam rangka pengamanan Pilkada Serentak 2018, belum lama ini. 
Semarang-Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono mengatakan dalam sepekan kemarin, anggota Densus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap sejumlah orang di provinsi ini terkait dengan jaringan terorisme Thamrin Jakarta dan Filipina.

Guna mengantisipasi ancaman dan tindakan terorisme di wilayah Jateng, jelas kapolda, jajarannya akan meningkatkan keamanan dan patroli anggota yang ditingkatkan. Terlebih lagi, di Jateng akan digelar pemilihan kepala daerah (Pilkada) Serentak di tujuh kabupaten/kota ditambah pemilihan gubernur (Pilgub). Sehingga, keamanan yang intensif, baik secara terbuka maupun tertutup akan dimaksimalkan.

"Kita tetep tidak underestimate. Peningkatan kewaspadaan di semua wilayah untuk antisipasi adanya terorisme maupun munculnnya kegiatan-kegiatan radikal ini," kata kapolda.

Menurut kapolda, jajarannya juga telah berkoordinasi dengan instansi samping, yakni aparat TNI untuk membantu pengamanan wilayah mengantisipasi aksi-aksi terorisme di Jateng. Pihaknya juga telah memetakan daerah-daerah yang berpotensi rawan, baik selama pilkada maupun setelahnya dan ketika menghadapi pemilihan legislatif (Pileg) dan pemilihan presiden (Pilpres).

"Peningkatan keamanan yang pasti tidak kita kendorkan," tegas Condro.

Diwartakan sebelumnya, anggota Densus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap lima orang yan diduga tersangkut jaringan terorisme Thamrin dan Filipina. Yakni di Kabupaten Temanggung dan Banyumas, masing-masing ditangkap satu orang. Kemudian di wilayah Solo Raya, yaitu di Surakarta dan Karanganyar ditangkap tiga orang yang masih dalam satu jaringan. Ketiganya terlibat dalam jaringan yang melakukan pengeboman di pos polisi Gladag pada 2012 lalu. (K-08)