Kamis, 15 Februari 2018

Sekda: Cegah Politik SARA, Media Bisa Mainkan Peran Edukasi Masyarakat

Para pasangan calon berfoto bersama dengan komisioner KPU dan
Bawaslu Jateng usai pengambilan nomor urut di Hotel Patra, Selasa
(13/2).
Semarang-Sekda Jawa Tengah Sri Puryono mengatakan meskipun di provinsi ini belum ditemukan indikasi adanya politik yang mengarah kepada SARA atau politik identitas, namun pihaknya tetap mewaspadainya. Sehingga, di Jateng pesta demokrasi rakyat lima tahunan bisa berjalan aman dan tertib.

Guna mencegah munculnya politik SARA dan politik identitas tersebut, sekda sudah berkoordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jateng. Termasuk, juga telah meminta para pasangan calon (paslon) untuk menjaga iklim kondusif dengan tidak memainkan isu SARA sebagai materi kampanyenya.

Namun demikian, jelas Sri Puryono, yang memiliki peran cukup besar untuk mencegah terjadinya politik SARA adalah media massa. Baik media cetak maupun elektronik. Sebab, dari kalangan media massa itu masyarakat diedukasi untuk tidak mudah percaya dengan isu yang dihembuskan.

"Media cetak, elektronik dan termasuk juga medsos saya berharap bisa mengedukasi kepada masyarakat. Masyarakat itu perlu tahu sebenarnya, pilkada ini bukan sekadar pesta demokrasi tapi memilih pemimpin," kata Sri Puryono, Kamis (15/2).

Lebih lanjut Sri Puryono menjelaskan, apabila semua pihak bisa menciptakan dan menjaga iklim aman dan tertib di Pilkada Jateng, maka tidak akan terjadi persoalan politik yang meluas.

"Kalau sudah menjadi kesepakatan bersama siapa pemimpinnya, ya harus didukung. Proses pilkada usai, maka lupakan semuanya," tandasnya. (K-08)

Tol Semarang-Demak Siap Konstruksi Agustus 2018

Petugas kepolisian memasang tanda peringatan kepada kendaraan
untuk menghindari Jalan Kaligawe karena tergenang banjir rob. 
Semarang-Proyek pembangunan jalan tol Semarang-Demak akan segera memasuki proses tender, setelah proses pengadaan dan pembebasan lahannya selesai. Hal itu ditegaskan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, menanggapi proyek pembangunan jalan tol penahan banjir dan rob di Kota Semarang itu. 

Menurut Basuki, proses lelang diperkirakan akan dilakukan pada Maret 2018 dan saat ini sedang dipersiapkan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal), penetapan lokasi dan dilanjutkan lelang.

Nantinya, jalan tol ini akan dibangun sepaket dengan tanggul sebagai penahan banjir dan rob.

"Apalagi kalau kita nanti bikin tol Semarang-Demak melalui laut, itu pasti selesai (rob dan banjir) karena itu tanggul. Saat ini lagi proses pembebasan lahan, kalau sudah baru tender," kata Basuki, Senin (12/2).

Sementara, Sekda Jateng Sri Puryono menambahkan, pembangunan fisik jalan tol itu akan bisa dimulai pada Agustus 2018 mendatang. Apabila tidak ada kendala yang berarti, maka persiapan pembangunan proyek jalan tol bisa dilakukan.

"Kami sudah menjadwalkan nanti tanggal 8 Agustus sudah bisa konstruksi. Insyaallah, doakan sajalah," ujarnya.

Diketahui, ruas jalan tol Semarang-Demak akan membentang kurang lebih 24 kilometer dan tiga kilometer di antaranya sebagai tanggul pencegah rob. Anggaran yang dialokasikan pemerintah pusat mencapai Rp9 triliun, dan tidak hanya mencakup jalan tol tetapi juga proyek terkait lainnya. 

Nantinya, jalan tol Semarang-Demak akan dibangun di tepi laut dan mempunyai dua fungsi. Yakni sebagai penghubung Kota Semarang dan Kabupaten Demak serta menjadi pembendung limpasan air laut (rob).

Jalan tol Semarang-Demak dibagi menjadi dua seksi, yakni seksi satu Kota Semarang meliputi Kecamatan Genuk yang mencakup Kelurahan Trimulyo, Terboyo Wetan dan Terboyo Kulon. Sedangkan seksi dua Kabupaten Demak meliputi empat kecamatan, yakni Kecamatan Sayung, Karangtengah, Wonosalam dan Demak Kota. (K-08)

Parpol Pendukung Sudirman-Ida Mulai Gerilya Galang Kekuatan Dari Bawah

Ahsin Makruf
Kader PAN Jateng
Semarang-Para partai politik (parpol) pendukung Sudirman Said-Ida Fauziyah mulai bergerak ke lapisan masyarakat, untuk menggalang dukungan demi kemenangan pasangan yang diusung. 

Salah satu parpol pengusung Sudirman-Ida, Partai Amanat Nasional (PAN) juga sudah mengumpulkan sejumlah kader se Jawa Tengah, untuk melakukan konsolidasi dan soliditas mengamankan suara Sudirman-Ida.

Anggota Fraksi PAN DPRD Jateng Ahsin Ma'ruf mengatakan pihaknya sebagai salah satu parpol pendukung, akan mengoptimalkan mesin partai yang ada di tengah masyarakat. Sehingga, nantinya akan menambah kekuatan dalam memenangkan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng 2018.

Menurutnya, semua dilakukan sesuai dengan instruksi pimpinan pusat dan hasil kesepakatan dengan semua pimpinan parpol pengusung.

"Saya melihat, empat partai ini sudah mulai melakukan gerilya politik untuk memenangkan pasangan Sudirman Said-Ida. Gerilya politik yang dilakukan mulai dari struktur partai di desa-desa, dan PAN sudah mengumpulkan ranting-ranting se Jawa Tengah kurang lebih 13 ribu kader. Hasilnya, setiap ranting harus mencari kader inti di setiap TPS ada dua orang," kata Ahsin, Jumat (9/2).

Lebih lanjut, Ahsin yang duduk sebagai legislator di DPRD Jateng itu menyatakan, Sudirman-Ida juga diarahkan bisa merangkul dua organisasi masyarakat (ormas) berbasis agama Islam di Jateng untuk menggalang kekuatan. Yakni Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Baik yang ada di tingkat provinsi maupun di level kabupaten/kota.

"Kita bersyukur, dua figur ini ternyata bisa bergerak luwes dan diterima kedua ormas Islam terbesar," ujarnya.

Saat ini, lanjut Ahsin, yang sedang dibangun adalah membina relawan-relawan dari kalangan masyarakat untuk mengenalkan pasangan Sudirman-Ida. Sehingga, warga Jateng yang mengharapkan adanya perubahan kepemimpinan tahu sosok pilihannya. (K-08)

KPU Tetapkan Batas Dana Kampanye Pilgub Jateng Rp64,7 Miliar

Ketua KPU Jateng Joko Purnomo (tengah) menjelaskan tentang sistem
kampanye Pilgub 2018 kepada media, Selasa (13/2).
Semarang-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah sudah menetapkan batasan dana kampanye di Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018. Dana yang disepakati mencapai Rp64.788.000.000.

Ketua KPU Jateng Joko Purnomo mengatakan besaran batasan dana kampanye tersebut diambil, setelah pihaknya berkoordinasi dan bersepakat dengan para pasangan calon (paslon) dan juga pimpinan partai politik (parpol) pengusungnya.

Menurutnya, batasan maksimal dana kampanye itu lebih sedikit bila dibanding dana kampanye yang diatur dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU).

"Untuk batas maksimal dana kampanye sudah kita sepakati, yakni Rp64.788.000.000. Saya kira ini untuk tingkat Provinsi Jawa Tengah. Kalau mengacu PKPU dana sebesar itu terlalu kecil. Bandingkan kalau dihitung menggunakan rumus yang ditentukan aturan perundangan. Kalau dihitung itu bisa mencapai Rp450 miliar," kata Joko, Kamis (15/2).

Joko menjelaskan, dengan batasan dana kampanye dan juga panjangnya proses kampanye hingga empat bulan, diharapkan kedua pasangan bisa memaksimalkan keuangannya.

"Semoga kedua pasangan betul-betul bisa, kalau orang Jawa bilang ngirit dan mampu menciptakan Pilgub Jateng becik tur nyenengke," ujarnya.

Sementara itu, terkait dengan masa kampanye yang dimulai 15 Februari 2018, pihaknya tidak membuat jadwal kampanye. Baik dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. 

Pihaknya hanya akan mengatur jadwal jadwal debat pasangan dan juga rapat terbuka. Khusus untuk debat kandidat, masih dibahas media penyiarannya. Sedangkan untuk rapat terbuka disepakati satu hari sebelum bulan Ramadan dan satu hari setelahnya. (K-08)