Jumat, 09 Maret 2018

Sudirman: Mulai Tumbuh Relawan-relawan di Luar Partai di Jateng

Cagub Sudirman Said bertemu dengan sejumlah relawan dari partai
pendukungnya di Hotel Grasia, belum lama ini. 
Semarang-Calon Gubernur (Cagub) Sudirman Said menghitung, setidaknya ada 33 elemen masyarakat di Jawa Tengah yang membentuk relawan pemenangan untuk dirinya dan pasangannya, Ida Fauziyah. Puluhan kelompok relawan nonpartai itu, tumbuh di setiap kabupaten dan kota di Jateng.

Menurutnya, kemunculan dari para relawan di luar struktur partai pendukung itu patut diapresiasi dan didukung. Sebab, para relawan mandiri tersebut siap bekerja dengan biaya swadaya. Kondisi tersebut dianggap menguntungkan, karena para relawan nonpartai itu paling mudah bersentuhan dengan masyarakat luas.

Oleh karena itu, jelas mantan menteri ESDM tersebut, dirinya menjadikan seluruh elemen relawan nonpartai sebagai bagian dari tim pemenangan dan siap bergandengan tangan bergerak bersama.

"Ada relawan di luar partai pendukung. Bahkan, ada relawan yang mengumpulkan puluhan ibu-ibu dan tekadnya luar biasa. Katanya, kita semua mau bikin sejarah bagaimana mengubah warna di Jawa Tengah. Kita mandiri dan tidak ngerepoti bapak, karena kita namanya juga relawan. Jadi tolong, kita juga diakui sebagai bagian dari tim pemenangan bapak," kata Sudirman, kemarin.

Lebih lanjut Sudirman menjelaskan, kebanyakan dari relawan nonpartai yang berasal dari masyarakat itu memiliki misi dan visi sama. Yakni, ingin membuat perubahan di Jateng. 

"Semangatnya adalah untuk mendorong perubahan di Jateng. Jadi, kita gandeng mereka sebagai mitra," pungkasnya. (K-08)

Ganjar: Sinematografi Indonesia Itu Luar Biasa Ternyata, Dan patut Diapresiasi

Cagub Ganjar Pranowo berswafoto bersama Komunitas Dilan Semarang
sebelum nonton film Dilan 1990. 
Semarang-Film Dilan 1990 ternyata mampu menyedot perhatian jutaan masyarakat Indonesia. Bahkan, demam film Dilan 1990 pun sampai ke pasangan Calon Gubernur (Cagub) Ganjar Pranowo dan wakilnya Taj Yasin yang ikut menonton bersama Komunitas Dilan Semarang dan anak-anak panti asuhan, Kamis (8/3) malam.

Menurut Ganjar, di dalam film itu menyajikan sejumlah adegan dan dialog yang sarat dengan tata krama dari anak-anak SMA puluhan tahun lalu. Meskipun juga menampilkan sisi negatifnya, tetapi tidak lantas membolehkan untuk ditiru.

Politikus PDI Perjuangan itu menjelaskan, pembuat film Dilan 1990 ataupun sinematografi lainnya di Indonesia yang mampu menyajikan tayangan menarik dan penuh sisipan edukasi patut diapresiasi.

"Yang pertama tentu seni kreatifnya dari para sinematografi Indonesia harus diapresiasi sangat luar biasa menurut saya. Ide-idenya brilian dan ternyata betul-betul dari sisi pasar bagus, masyarakat bisa melihat ada tata krama yang baik dan ada keramahan yang baik," kata Ganjar.

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, kehadiran dirinya di tengah Komunitas Dilan Semarang dan juga anak-anak dari panti asuhan tersebut tidak dalam rangka kampanye. Ia hanya sekadar menghadiri undangan untuk ikut menonton.

"Kalau kemudian ada dampak positifnya ke sana (anak-anak muda) ya syukur," tandasnya. (K-08)

Wiranto: Indonesia Ketinggalan Dalam Mengikuti Peralihan Televisi Analog ke Digital

Wiranto
Menko Polhukam
Semarang-Sudah ada kesepakatan di dunia internasional, bahwa perubahan dari televisi analog ke televisi digital dilakukan pada Juni 2015 lalu. Namun, saat ini di Indonesia belum mampu menyelesaikannya. Hal itu dikatakan Menteri Koordinator Bidang Politik, hukum dan Keamanan Wiranto, ketika menghadiri acara Forum Koordinasi dan Konsultasi Informasi Publik dan Media Massa di Crowne Plaza Hotel Semarang, kemarin.

Menurutnya, di seluruh negara di dunia saat sudah ada 85 persen beralih ke digital. Artinya, Indonesia masuk kategori negara yang tertinggal dalam peralihan televisi analog ke televisi digital.

Purnawirawan jenderal TNI itu menjelaskan, perlu adanya komitmen bersama untuk memercepat peralihan dari televisi analog ke televisi digital.

"Membicarakan masalah migrasi dari televisi analog ke televisi digital adalah suatu yang sudah dibicarakan cukup lama di negeri ini. Tidak hanya di Indonesia, tapi juga di seluruh dunia. Sebab, perubahan dari analog ke digital suatu keniscayaan, perubahan yang tidak terelakkan. Jadi, perubahan ini harus diikuti dan kalau tidak ketinggalan," kata Wiranto.

Lebih lanjut politikus Partai Hanura itu menjelaskan, apabila Indonesia sudah menerapkan televisi digital di seluruh wilayah, maka siaran-siaran dari media publik bisa menjangkau ke seluruh wilayah.

Sementara itu, anggota Komisi I DPR RI Nurdin Tampubolong menambahkan, dengan keterlambatan dari peralihan televisi analog ke televisi digital itu negara mengalamii kerugian sebanyak Rp2,8 triliun per tahun.

"Negara sudah banyak dirugikan karena peralihan ke televisi digital tidak segera dilaksanakan," ujarnya. (K-08)

Arief: KPU di Daerah Harus Bisa Berinovasi Pada Pilkada Serentak 2018

Ketua KPU RI Arief Budiman membuka rapat pimpinan nasional KPU
se-Indonesia di Hotel Novotel Semarang, kemarin. Foto: ISTIMEWA
Semarang-Setiap tahapan dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018 di 171 daerah di seluruh Indonesia, harus bisa dilakukan dengan cara-cara yang inovatif. Tujuannya, agar pesta demokrasi rakyat lima tahunan itu bisa berjalan dengan lebih baik. Hal itu ditekankan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Arief Budiman, saat membuka Rapat Pimpinan (Rapim) KPU RI dan KPU se-Indonesia di Hotel Novotel Semarang, kemarin.

Menurutnya, terkait dengan pelaksanaaan Pilkada Serentak 2018 maupun nanti saat pelaksanaan Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang bisa memunculkan ide-ide dan inovasi baru dari masing-masing KPU di daerah.

Arief menjelaskan, untuk rapim tersebut dihadiri masing-masing ketua dan sekretaris KPU tingkat provinsi di seluruh Indonesia dan merupakan agenda rutin setiap empat bulan sekali.

"Rapim adalah agenda rutin setiap empat bulan sekali kita lakukan rapat pimpinan KPU RI dengan KPU se-Indonesia. Tujuannya kita memang evaluasi apa yang sudah kita kerjakan dan menyusun rencana untuk tiga bulan ke depan. Jadi, sebetulnya lebih pada monitoring dan pelaksanaan kegiatan rutin kita," kata Arief.

Lebih lanjut Arief menjelaskan, kegiatan rapim juga untuk membahas kegiatan di tiga bulan berikutnya guna diterapkan di masing-masing daerah. Nantinya, di pertemuan berikutnya akan dibahas kembali evaluasi dari pelaksanaan kegiatan.

Sementara itu, Ketua KPU Jawa Tengah Joko Purnomo menyebutkan, di provinsi ini digelar tujuh Pilkada Serentak di enam kabupaten dan satu kota serta ditambah satu pemilihan gubernur (Pilgub). (K-08)

Lewat CSR, Indofood Dampingi Warga Kalipancur Kelola Limbah Rumah Tangga Dengan Bank Sampah

Dua petugas bank sampah di Kelurahan Kalipancur melayani nasabah
yang menyetorkan barang-barang bekas untuk disimpan. 
Semarang-Bekerjasama dengan Badan Lingkungan Hidup Kota Semarang dan Kelurahan Kalipancur, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk Noodle Division Cabang Semarang mengelola limbah rumah tangga agar bisa menghasilkan nilai ekonomi bagi warganya.

Melalui bank sampah yang merupakan program corporate social responsibility (CS) dari Indofood, mampu mengkolaborasikan pengelolaan sampah secara holistik dan terintegrasi dengan melibatkan semua pihak.

Head of CSR PT Indofood Sukses Makmur Tbk Deni Puspahadi mengatakan kegiatan tersebut melibatkan semua pihak, mulai dari pemerintah, industri dan masyarakat. Hal itu merupakan bentuk komitmen dari pihaknya sebagai perusahaan pangan, untuk ikut peduli dengan kebersihan dan kelestarian lingkungan.

"Masalah sampah itu semakin menjadi problem yang menyesakkan dada. Untuk itu, kita sebagai produsen pangan di Indonesia punya tanggung jawab yang mampu mendorongg upaya pengelolaan sampah," kata Deni, kemarin.

Melalui bank sampah itu, jelas Deni, mampu mewujudkan lingkungan yang lebih baik. Bahkan, diharapkan mampu meningkatkan kesehatan masyarakat sekitar.

"Bank sampah juga akan meningkatkan interaksi sosial masyarakat dengan rutin bertemu di bank sampah," ujarnya.

Sementara, Branch HRM PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk Noodle Division Cabang Semarang Bezaliel Pakke menambahkan, untuk mengedukasi masyarakat Kalipancur pihaknya menggandeng LSM Bintari.

"Kami dibantu LSM Bintari terus melakukan sosialisasi kepada pemerintah tentang pengelolaan bank sampah dan mengedukasi masyarakat setempat. Kegiatan bank sampah ini mampu melibatkan banyak pihak, terutama kalangan industri untuk ikut ambil peran dalam pengelolaan sampah," ujar Sahal.

Saat ini, lanjut Sahal, panggilan akrab Bezaliel, pengelolaan bank sampah yang sudah dilakukan dan berjalan ada di Jakarta, Lampung dan Surabaya. (K-08)