Rabu, 28 Maret 2018

Ferry: Untuk Pemenangan Sudirman-Ida Kita Akan Bentuk Tim Pemenangan Sampai Tingkat TPS

Cawagub Ida Fauziyah bersama para pendukungnya dari komunitas
pegiat wanita. Foto: ISTIMEWA 
Surakarta-Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Ferry Juliantono mengatakan seluruh petinggi partai politik (parpol) pendukung dan pengusung pasangan calon (paslon) Sudirman Said-Ida Fauziyah, sudah menerapkan strategi perang gerilya untuk memenangkan pasangan tersebut.

Menurutnya, ia sudah melakukan komunikasi politik dengan partai koalisi dan sepakat membentuk tim pemenangan sampai ke tingkat desa/kelurahan.

Ferry menjelaskan, tim pemenangan untuk pasangan Sudirman-Ida pada sebulan ke depan akan dibentuk untuk tingkatan tempat pemungutan suara (TPS). 

Hanya saja, ia tidak bersedia menjelaskan proses pembentukan tim pemenangan sampai ke tingkat TPS.

"Kita ingin menguji metode perang gerilya yang kita lakukan, dan proses pembentukan tim pemenangan yang sudah dilakukan partai-partai koalisi. Sekarang sudah mencapai tingkat tim pemenangan di desa-desa. Satu bulan ke depan, mudah-mudahan kita sudah bentuk tim pemenangan di tingkat TPS-TPS. Saya sudah cek sarana prasarana yang mendukung metode tim pemenangan, dan ternyata sudah dilakukan dengan mantap dan bagus," kata Ferry di Surakarta.

Lebih lanjut Ferry menjelaskan, dengan pembentukan tim pemenangan itu diharapkan kemenangan Sudirman-Ida di Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018 bisa tercapai.

Sementara, Dewan Pembina DPP Partai Gerindra Sandiaga Uno menambahkan, pasangan yang diusungnya itu menawarkan program-program kerakyatan untuk masyarakat Jateng. Di antaranya adalah penciptaan lapangan kerja dan memercepat pembangunan di provinsi ini.

Oleh karena itu, bersama partai koalisi pihaknya ingin bergerak cepat mengenalkan Sudirman-Ida kepada masyarakat.

"Para relawan harus menjangkau daerah-daerah yang memang belum dijangkau Pak Dirman dan Bu Ida, untuk bisa menangkap aspirasi dari masyarakat," ucapnya. (K-08) 

Parpol Pendukung Ramai-ramai Amankan Suara Untuk Ganjar-Yasin di Pilgub Jateng 2018

Cagub Ganjar Pranowo (baju putih) berpoto bersama kader PDIP.
Foto: ISTIMEWA 
Semarang-Seluruh partai politik (parpol) pengusung dan pendukung pasangan calon (paslon) Ganjar Pranowo-Taj Yasin di Kota Semarang, menargetkan perolehan suara sebanyak 70 persen di Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018.

Target tersebut dicanangkan dalam rapat koordinasi belum lama ini antara DPC PDI Perjuangan, Partai Golkar, Demokrat, PPP dan Partai NasDem. Sehingga, dalam rapat itu ditargetkan bisa meraih 70 persen suara untuk Ganjar-Yasin. 

Ketua DPD II Partai Golkar Kota Semarang Petit Widiatmoko mengatakan target tersebut dianggap tidak muluk-muluk, karena dengan modal 29 kursi di DPRD Kota Semarang atau setara 460 ribu suara maka akan mampu meraihnya.

Khusus untuk Partai Golkar di Kota Semarang, jelas Petit, pihaknya menargetkan 70 ribu suara untuk Ganjar-Yasin. Jumlah suara itu, diakuinya merupakan perolehan dari Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014.

Guna maksimal perolehan suaranya untuk Ganjar-Yasin, partainya akan membentuk kader-kader penggerak sampai ke tingkat bawah.

"Di Pemilihan Gubernur nanti, kita mengawal sekitar 70 ribuan suara. Jadi, yang sekarang kita lakukan adalah melakukan konsolidadi dan sudah kita lakukan di tingkat kelurahan. Kader-kader kami di tingkat kelurahan kita tugasi untuk membentuk kader di tingkat RT dalam rangka pilgub ini," kata Petit di Semarang.

Sementara, Ketua DPC PPP Kota Semarang M Tafrikan menambahkan, tidak hanya pengurus partai yang bergerak tapi juga seluruh organisasi sayap dan basis massa idiologi juga ikut digerakkan.

Salah satu kekuatan dari PPP, jelas Tafrikan, adalah Forum Ulama Kabah dengan 200 kiai di Kota Semarang dan dukungan pondok pesantren seta majelis taklim.

"Kita targetnya mengamankan 32 ribu suara untuk Kota Semarang dan kita juga membidik basis-basis PPP yang dulu pernah memiliki sejarah terhadap koalisi nasionalime pada tahun 1997, saat itu Mega-Bintang," ujarnya.

Dirinya juga menyebut, untuk menggaet massa dan suara di lapisan masyarakat bawah, pihaknya juga membangun sejumlah posko pemenangan di sejumlah wilayah di Kota Semarang. (K-08) 

Tingkatkan Konsumsi Bright Gas, Pertamina Tunjuk Istri Wali Kota Semarang Jadi Brand Ambassador

GM Pertamina MOR IV Yanuar Budi Hartanto (kiri) menyematkan slem
pang brand ambassador kepada Ketua Pembina PKK Krisseptiana di
Balaikota, Rabu (28/3).
Semarang-Meski belum terlalu populer dan belum banyak masyarakat menggunakannya, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) IV terus melakukan sosialisasi dan edukasi tentang produk Bright Gas 5,5 kilogram kepada masyarakat. Salah satunya dengan menggandeng Tim Penggerak PKK Kota Semarang untuk turut mengenalkan dan mengedukasi pemakaian Briight Gas 5,5 kilogram, khususnya kepada masyarakat mampu.

General Manager Pertamina MOR IV Yanuar Budi Hartanto mengatakan tidak hanya menggandeng ibu-ibu PKK, namun juga menunjuk Ketua Pembina PKK Kota Semarang Krisseptiana Hendrar Prihadi, Rabu (27/3).

Menurutnya, untuk meningkatkan penggunaan Bright Gas 5,5 kilogram secara langsung, maka sasaran potensialnya adalah ibu-ibu rumah tangga. Dengan bantuan dari Tim Penggerak PKK Kota Semarang, maka bisa memberikan edukasi penggunaan Bright Gas 5,5 kilogram.

"Upayanya macem-macem ya, termasuk hari ini kita tunjuk ibu pembina PKK Kota Semarang sebagai brand ambassador Bright Gas. Kita juga lakukan berbagai macam kegiatan lainnya untuk lebih mengenalkan lagi Bright Gas kepada masyarakat," kata Yanuar.

Yanuar menjelaskan, masih adanya over kuota konsumsi elpiji bersubsidi tiga kilogram di Kota Semarang sebesar lima persen diharapkan akan tertangani pada tahun ini. Melalui peran aktif dari ibu-ibu PKK itu, paling tidak bisa menggeser masyarakat mampu ke elpiji nonsubsidi.

"Lewat ibu-ibu PKK ini dan Bu Tia yang kami tunjuk sebagai brand ambassador Bright Gas bisa mengarahkan pakai nonsubsidi," ujarnya.

Sementara, Ketua Pembina PKK Krisseptiana menambahkan, dengan ditunjuknya ia menjadi brand ambassador diharapkan bisa mendorong keluarga mampu menggunakan produk elpiji nonsubsidi.

"Saya senang menjadi bagian dari Bright Gas. Sebagai brand ambassador, saya akan bekerjasama untuk menyebarluaskan bagi pengguna, agar memilih yang nonsubsidi," ucapnya. (K-08) 

Hendi: Silakan Lapor Kalau Temukan Warga Mampu Pakai Elpiji Melon

Sejumlah ibu-ibu PKK Kota Semarang mengikuti lomba memasak meng
gunakan elpiji Bright Gas 5,5 kilogram di Balaikota, Rabu (28/3).
Semarang-Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengaku prihatin, karena setiap tahun konsumsi elpiji bersubsidi tiga kilogram terus mengalami peningkatan. Pada tahun kemarin, konsumsi elpiji berwarna hijau di Kota Semarang itu mengalami over kuota hingga lima persen.

Menurut Hendi, sapaan akrabnya, pihak Pertamina sudah mengeluarkan elpiji Bright Gas ukuran 5,5 kilogram untuk mengalihkan konsumsi elpiji bagi masyarakat lebih mampu. Namun kenyataannya, konsumsi elpiji bersubsidi tidak mengalami pengurangan.

Hendi menjelaskan, pemkot sebenarnya sudah berulang kali ikut melakukan sosialisasi tentang penggunaan tabung elpiji Bright Gas ukuran 5,5 kilogram. Bahkan, melalui pegawai negeri sipil (PNS) dan organisasi perangkat daerah (OPD) juga sudah mengedukasi masyarakat mampu untuk menggunakan elpiji nonsubsidi.

"Gas bersubsidi semestinya diberikan pemerintah kepada masyarakat yang memang membutuhkan. Dengan adanya Bright Gas ini, saya berharap bisa menekan penggunaan gas elpiji bersubsidi di Kota Semarang," kata Hendi saat peringatan Hari PKK, Rabu (28/3).

Lebih lanjut Hendi menjelaskan, memang diakui jika penggunaan elpiji melon di Kota Semarang sudah berlebih. Sebab, bukan hanya masyarakat kurang mampu saja yang memakai tetapi juga masyarakat mampu dan pelaku usaha.

"Kalau yang tidak punya hak jangan memakai, itu saja. Budayakan malu. Bila lihat ada orang mampu, pengusaha restoran atau rumah makan pakai subdisi laporkan saja, biar temen-temen bertindak," pungkasnya. (K-08) 

Ingin Nikmati Teppanyaki Dengan Nuansa Berbeda, Datang Saja ke Teppan-Q

Dua pelayan Resto Teppan-Q di Semarang sedang melayani pembeli
dengan memasak langsung di hadapan tamu. 
Semarang-Anda pecinta makanan Jepang, terlebih lagi Teppanyaki, mungkin perlu mampir ke Resto Teppan-Q yang ada di Jalan Sisingamangaraja Semarang.

Saat berkunjung ke resto itu, sang pemilik, Faleri Susanto menyambut dengan hangat dan memilihkan meja agak di tengah.

Faleri mengatakan saat ini memang cukup menjamur restoran-restoran bernuansa atau menyajikan masakan Jepang, bahkan kebanyakan berada di pusat kota.

Menurutnya, dari sekian banyak restoran Jepang yang ada di Kota Semarang tidak semuanya mengusung konsep Teppanyaki. Yakni cara memasak makanan Jepang di atas plat besi (teppan), dan juru masaknya mengolah makanan sesuai dengan permintaan pembeli.

Faleri Susanto
Owner
Faleri menjelaskan, meski hampir mirip dengan restoran yang menyajikan masakan Jepang, namun ia menjamin jika pengunjung akan mendapatkan nuansa yang berbeda.

"Kalau saya lihat di Semarang kan belum terlalu banyak resto teppanyaki. Jadi, kita bawa konsep tepanyaki ke Semarang supaya orang Semarang boleh mengenal makanan tepanyaki. Kita juga punya cita rasa teppanyaki yang spesifik dan lebih lengkap penyajiannya," kata Faleri, Selasa (27/3).

Lebih lanjut Faleri menjelaskan, dalam sehari restoran yang baru buka sebulan itu bisa dikunjungi antara 50-75 orang. Namun, ketika weekend dari kapasitas 160 orang bisa terisi penuh di lantai satu maupun dua.

"Memang kalau weekday tidak terlalu banyak yang datang. Biasanya orang-orang kantor sekitar resto atau yang janjian makan siang bersama teman," ujarnya.

Berbicara soal harga, Faleri menyebut tidak jauh berbeda dengan restoran Jepang lainnya di Kota Semarang. Bahkan, pada waktu-waktu tertentu ada paket promo yang bisa dinikmati dengan harga terjangkau.

"Kita memang mau menjual makanan yang enak dan terjangkau bagi masyarakat Semarang," pungkasnya. (K-08)

Cegah Kecurangan Mitranya, Grab Kampanyekan Program Lawan Order Fiktif

Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng saat gelar perkara
hacker dan mitra Grab yang melakukan kecurangan dengan memakai
aplikasi Fake GPS. 
Semarang-Kampanye Grab Lawan Order Fiktif yang diluncurkan sejak Januari 2018 kemarin terus didengungkan, untuk mencegah perilaku curang dari mitra perusahaan transportasi online itu.

Heead of Public Affairs Grab Indonesia Tri Sukma Anreianno mengatakan dalam beberapa waktu ke belakang, beberapa mitra yang bekerjasama dengan hacker ditangkap karena menjalankan operasi order fiktif dan menggunakan Fake GPS atau biasa dikenal dengan "tuyul".

Menurutnya, penggagalan operasi order fiktif dilakukan di Medan, Surabaya dan Pemalang.

Sukma menjelaskan, melalui kampanye Grab Lawan Order Fiktif itu, pihaknya mengajak miitra pengemudi berpartisipasi dalam memberantas praktik kecurangan tersebut. 

Tidak hanya mengajak mitranya memerangi order fiktif, lanjut Sukma, masyarakat sebagai pengguna juga bisa melaporkan jika menemukan tindak kecurangan tersebut ke pihak Grab. 

"Secara umum Grab itu menyatakan bahwa kita sangat berkomitmen untuk menjaga layanan kita selalu produktif kepada mitra-mitra. Dalam hal ini kita sampai membuat campaign yang namanya Grab Lawan Order Fiktif. Secara fiktif, Grab punya siistem yang sudah mumpuni untuk bisa mengetahui apakah mitra-mitra kita menjalankan prosesnya secara kode etik atau curang," kata

Lebih lanjut Sukma menjelaskan, pihaknya terus berkomitmen untuk memberantas praktik kecurangan melalui order fiktif. Pihaknya terus bergerak, hingga tidak ada lagi kasus peretasan sistem miliknya.

"Kami tidak akan ragu untuk memberikan hukuman kepada mitra pengemudi yang kedapatan berlaku curang. Mulai dari peringatan, suspend sampai pemutusan mitra pengemudi jika melanggar kode etik Grab," pungkasnya. (K-08)