Jumat, 30 Maret 2018

Ganjar Harap Mesin Partai Dan Relawan Bersatu Untuk Kemenangan

Ganjar Pranowo
Cagub Jateng
Semarang-Calon Gubernur (Cagub) Ganjar Pranowo mengaku optimistis, jika kemenangan di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah 2018 bisa tercapai.

Menurutnya, pencapaian kemenangan itu bisa diraih jika seluruh mesin partai politik (parpol) penggusung dan pendukung serta relawan bersatu. Sehingga, upaya kerja bersama akan membuahkan hasil.

Ganjar menjelaskan, yang diperlukan sekarang ini adalah strategi kerja dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat pemilih.

"Gampang kalau seluruh kekuatan, baik dari partai maupun relawan bersatu. Itu teorinya, akan gampang sekali kita kerjakan. Tapi itu menjad tidak mudah kalau kita tidak bekerja. Maka sebenarnya setelah mereka berkumpul seperti ini, kekuatan partai politik dan masyarakat bersatu. Mulai dari menyiapkan di tiap TPS, sosialisasi ke masyarakat sampai dengan menjemput pemilih untuk datang ke TPS untuk memilih," kata Ganjar di Semarang.

Lebih lanjut politikus PDI Perjuangan itu menjelaskan, optimisme juga terbangun karena adanya tiga hasil survei yang menempatkan dirinya berada di posisi teratas.

"Dari tiga hasil survei sebagai pembanding, hasil semuanya 11-12. Dari Kompas, Indobarometer dan internal partai," ujarnya.

Diwartakan sebelumnya, seluruh parpol pengusung dan pendukung pasangan calon (paslon) Ganjar Pranowo-Taj Yasin di Kota Semarang menargetkan perolehan suara sebanyak 70 persen di Pilgub 2018.

Target tersebut dicanangkan dalam rapat koordinasi belum lama ini antara DPC PDI Perjuangan, Partai Golkar, Demokrat, PPP dan Partai NasDem. Sehingga, dalam rapat itu ditargetkan bisa meraih 70 persen suara untuk Ganjar-Yasin. (K-08)

Sudirman: Kita Akan Bangun BUMD Pangan di Jateng Agar Lebih Sejahtera

Sudirman Said
Cagub Jateng
Semarang-Jawa Tengah akan dijadikan lumbung pangan nasional, dan hal itu ditegaskan Calon Gubernur (Cagub) Sudirman Said untuk pengentasan kemiskinan dan menyejahterakan masyarakat.

Menurutnya, upaya yang dituangkan dalam 22 janji kerja itu mendasari pada masih luasnya lahan persawahan di Jateng. Ditambah lagi, volume produksi sawah juga masih mungkin ditingkatkan secara maksimal. 

Mantan menteri ESdM itu menjelaskan, salah satu program yang akan dijalankan adalah menghidupkan gerakan lumbung desa di seluruh desa di Jateng. Dengan program itu, para petani tidak perlu lagi takut akan harga panenya jatuh di musim panen.

Melalui program lumbung desa, hasil panen petani akan dibeli dengan harga yang pantas dan menguntungkan petani.

Selain itu, lanjut Sudirman, yang akan dikerjakan berikutnya untuk mengangkat kesejahteraan masyarakat Jateng adalah pembentukan badan usaha milik daerah (BUMD) pangan dengan bekerjasama provinsi lain.

"Kita akan bangun lumbung-lumbung desa, baik pangan maupun ternak. Jadi, desa-desa mandiri secara pangan dan protein kita upayakan. Kalau itu bsa dilakukan, kami tidak muluk-muluk seribu lumbung pangan dan ternak dalam lima tahunlah dan itu suatu yang bisa dikerjakan. Sekarang tinggal yang kita pikirkan adalah membentuk BUMD pangan. Bisa kerja sama dengan provinsi lain nanti," kata Sudirman di Semarang.

Lebih lanjut Sudirman menjelaskan, penjajagan BUMD Pangan di Jateng akan menggandengkan dua BUMD milik Jawa Tengah dan DKI Jakarta. Dengan bersinergi membangun perekonomian Jateng, maka stabilitas harga bahan pokok bisa terjaga.

"Harga naik dan turun itu hal biasa, yang penting jangan terlalu ekstrim," pungkasnya. (K-08)

Ketersediaan Komputer Sekolah Cukup Untuk Gelar UNBK Tahun Ini

Sejumlah peserta UNBK serius mengerjakan soal ujian. Foto: Antara
Semarang-Sekolah di Jawa Tengah sudah 100 persen siap melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) pada tahun ini. Untuk jenjang SMK sudah 100 persen melaksanaan mandiri, dan 98 persen SMA belum siap karena beberapa kendala.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng Mulyono mengatakan untuk jenjang sekolah menengah atas (SMA) dan sederajat, persiapan UNBK di provinsi ini sudah final semua. Termasuk data pokok pendidikan (dapodik) dan dafta nominasi tetap (DNT) peserta UN.

Bahkan, simulasi untuk pelaksanaan UNBK sudah beberapa kali dilakukan pihak sekolah. Sehingga, sudah bisa diukur kesiapan siswa dalam mengerjakan UNBK pada tahun ini.

Mulyono menjelaskan, untuk mengantisipasi kendala kekurangan infrastruktur akan dibagi dalam tiga shif. Bahkan, jika masih kurang bisa meminjam dari sekolah SMP terdekat. Sehingga, pihak sekolah tidak harus menyediakan perangkat komputer sesuai jumlah peserta UNBK.

"Prinsip komputer itu relatif cukup. Jadi nanti, kalau misalkan terjadi kekurangan komputer silakan pinjam ke SMP. Begitu juga sebaliknya, pinjam di sekolah terdekat di situ. Kalau masih kurang, laptop juga bisa dipakai. Sekarang kan siswa SMA/SMK sudah punya laptop," kata Mulyono di Semarang.

Pesoalan yang sekarang perlu diantisipasi, lanjut Mulyono adalah jaringan wifi di sekolah. Pihak sekolah harus mengecek kesiapan jaringan wifi, agar saat pelaksanaan UNBK bisa digunakan maksimal.

"Biar peserta lancar mengerjakan ujiannya," ujarnya.

Diwartakan sebelumnya, pelaksanaan UNBK untuk jenjang SMK dilaksanakan pada 2-5 April dan dilanjut pada 9-12 April untuk tingkatan SMA dan madrasah aliyah (MA). Sedangkan ujian susulan dilakukan pada 17-18 April 2018. (K-08)

9 RS di Semarang Terapkan Pendaftaran Online Untuk Peserta JKN-KIS

Pegawai BPJS Kesehatan Cabang Utama Semarang mendata calon pe
serta baru di kantor. 
Semarang-Sebanyak sembilan rumah sakit di Kota Semarang menerapkan pendaftaran online, untuk peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Kesembilan rumah sakit itu adalah RSUP Dr. Kariadi, RSUD Tugurejo, RSUD Kota Semarang, RS Telogorejo, RS. St Elisabeth, RSI Sultan Agung, RS. Panti Wilasa Dr. Cipto, RS Hermina Pandanaran dan RS Hermina Banyumanik.

Dikutip dari rilis yang diterima kilas9.comKepala Humas BPJS Kesehatan Nopi Hidayat mengatakan memasuki penerapan program JKN-KIS di tahun kelima, berbagai kualitas layanan sudah ditingkatkan. 

Saat ini, sejumlah fasilitas kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan mulai mengembangkan inovasi dalam upaya meningkatkan kualitas layanan guna memermudah peserta JKN-KIS mendapatkan pelayanan.


Nopi menjelaskan, di seluruh Indonesia sudah ada 485 rumah sakit menerapkan pendaftaran online. Baik yang berbasis website, aplikasi, melalui SMS atau WhatsApp bisa melayani pendaftaran online yang terkomputerisasi.

"Ini merupakan kabar gembira, dan sesuai dengan amanat dari Presiden Jokowi terkait dengan implementasi program JKN-KIS. Dengan terobosan yang dibuat rumah sakit dalam layanan kesehatan melalui pendaftaran online, maka masyarakat semakin lebih dimudahkan," kata Nopi. 

Lebih lanjut Nopi menjelaskan, dari 485 rumah sakit itu, sebanyak 121 rumah sakit mengembangkan sistem aplikasi yang bisa diunduh untuk pendaftaran melalui website. Kemudian, 135 rumah sakit membuka pendaftaran melalui SMS dan WhatsApp dan sebanyak 202 rumah sakit sudah menggunakan sistem antrean terkomputerisasi di loket pendaftaran langsung.

"Sistem antrean ini sebagian besar memuat informasi dan fasilitas untuk pendaftaran rawat jalan, mengecek ketersediaan kamar, jadwal dokter, alamat dan lain-lain. Peserta JKN-KIS diharapkan tidak perlu repot mengantre, cukup langsung daftar dan menunggu di rumah sakit karena jadwal pelayanan sudah ditetapkan melalui sistem tersebut," ucapnya. 

Diketahui, jika BPJS Kesehatan sejak tahun kemarin telah mengembangkan aplikasi pencarian fasilitas kesehatan yang bernama" aplicare". Aplikasi berbasis website tersebut berfungsi mencari lokasi dan informasi, tentang fasilitas kesehatan yang diinginkan. Bahjan, bisa memandu menuju lokasi yang dipilih dan digunakan untuk seluruh peserta JKN-KIS melalui website resmi BPJS Kesehatan www.bpjs-kesehatan.go.id. (K-08) 

Sudah Dibuka, Pengguna Ruas Tol Ngawi-Wilangan Digratiskan Sampai 9 April Besok

Presiden Jokowi ditemani Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono dan Menteri Keuangan Sri
Mulyani serta Gubernur Jatim Soekarwo meresmikan penggunaan jalan tol ruas Ngawi-Wilangan. Foto: ISTIMEWA 
Madiun-Penggunaan jalan tol Ngawi-Kertosono ruas Ngawi-Wilangan diresmikan Presiden Joko Widodo, Kamis (29/3) kemarin.

Dikutip dari rilis yang diterima kilas9.com menyebutkan, ruas tol Ngawi-Wilangan dibangun PT Ngawi Kertosono Jaya meliputi seksi seksi Klitik-Simpang Susun Madiun sepanjang 20 kilometer, seksi dua Simpang Susun Madiun-Simpang Susun Caruban (8,45 km) dan Simpang Susun Caruban-Nganjuk (Wilangan) sepanjang 21,06 kilometer. 

Sedangkan sisanya sepanjang 37,5 kilometer, dibangun pemerintah pusat sebagai bagian dari viability gap funding terhadap jalan tol Ngawi-Kertosono. 

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengatakan jika negara yang lamban pembangunannya akan tertinggal.

Pada 1977 silam, Indonesia membangun jalan tol Jagorawi dan saat itu banyak negara yang melihat.

"Malaysia nengok Jagorawi seperti apa, proses konstruksi seperti apa, manajemen seperti apa. Vietnam juga melihat (kita). Filipina melihat kita. Tiongkok melihat kita. Setelah itu, total 40 tahun sampai 2014, kita hanya membangun 780 kilometer jalan tol. Bandingkan dengan Tiongkok yang dulunya belajar ke kita sekarang sudah memiliki 280 ribu kilometer jalan tol. Betapa kita sangat tertinggal jauh," katanya. 

Lebih lanjut Jokowi menjelaskan, kondisi tersebut ingin diperbaiki Indonesia. Tidak hanya jalan tol, tetapi juga jalan nasional, bandara atau pelabuhan dan juga berbagai proyek infrastruktur lainnya.

Apabilan Indonesia tidak segera bangkit, lanjutnya, maka akan semakin tertinggal dengan negara-negara tetangga lainnya.

"Tahapan besarnya adalah investasi di bidang infrastruktur. Dan, tahapan besar berikutnya adalah investasi di bidang SDM," tegas Presiden.

Dengan dioperasikannya jalan tol ruas Ngawi-Wilangan, maka semakin menambah panjang daftar pembangunan jalan tol Trans Jawa yang membentang dari Merak hingga Banyuwangi. Sehingga, konektivitas wilayah melalui pembangunan jalan tol bisa mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di wilayah sekitar jalan tol.

Sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, pengguna jalan tol bisa menikmati jalan tol ruas Ngawi-Wilangan secara gratis mulai 31 Maret sampai 9 April 2018. Setelah itu, pengenaan tarif tol akan diatur kemudian. 

Dengan sudah dioperasikannya jalan tol ruas Ngawi-Wilangan bisa memangkas biaya logistik. Bahkan, ruas tol Ngawi-Kertosono juga bisa memangkas waktu tempuh. Bila menggunakan jalan arteri Ngawi-Wilangan, maka waktu yang diperlukan 1,5 jam. Namun, bila lewat jalan tol hanya butuh waktu sekira 35-40 menit. (K-08)