Minggu, 08 April 2018

Ganjar: Kegiatan Pondok Pesantren Bisa Jadi Bisnis Yang Tumbuhkan Ekonomi Kerakyatan

Cagub Ganjar Pranowo berbicara tentang ekonomi kerakyatan yang
sedang dibangun masyarakat Desa Sidorejo, Kecamatan Sedan.
Foto: ISTIMEWA 
Rembang-Calon Gubernur (Cagub) Ganjar Pranowo mengaku takjub dengan kegiatan bisnis di sekitar pondok pesantren di Kabupaten Rembang. Sebab, dari hasil produksi kerudung yang dibuat ibu-ibu di sekitar pondok pesantren di Desa Sidorejo, Kecamatan Sedan mampu beromzet Rp1 miliar.

Menurutnya, bisnis kerudung dan bordir dianggap kegiatan ekonomi yang mampu menangkap peluang karena berada di sekitar pondok pesantren. Sehingga, warga mengerti produk apa yang bisa dikembangkan di sekitar pondok pesantren. Dampaknya, mampu menumbuhkan ekonomi kerakyatan.

"Ya ini sebenarnya ada satu produksi masyarakat yang sangat bagus. Di Rembang ada banyak pondok pesantren, dan mereka mengerti apa bisnis yang bisa dikembangkan. Ternyata, ini kerudung dengan berbagai bentuk dijual di sini dan cukup laku keras. Ekonomi bisa tumbuh dan menumbuhkan ekonomi kerakyatan," kata Ganjar.

Politikus PDI Perjuangan itu menyatakan, usaha berbasis pesantren selaras dengan program yang akan dikembangkan pasangannya, Taj Yasin. Yakni program ekoten. Sehingga, selain bisa sebagai penguat kemandirian pesantren, usaha itu juga efektif sebagai sarana berdakwah.

"Secara khusus, dakwah juga bisa disusupkan melalui produk kaos dengan desain sablon moderen," ujarnya.

Sementara, salah satu pemilik uusaha kerudung di Desa Sidorejo, Yoyok Widodo menyatakan, usaha yang dibangun memang mengonsolidasikan kekuatan ekonomi kreatif santri dengan ibu-ibu sekitar pondok pesantren. 

Saat ini, jelas Yoyok, pembelinya selain dari Rembang juga berasal dari Surabaya, Makassar hingga Nusa Tenggara Timur.

"Sekarang omzet per bulan bisa tembus Rp1 miliar, tapi kalau sepi Rp600an jutan," ujarnya. (K-08)

Sudirman: Dukungan Yang Datang Kepada Kami Seperti Magnet

Cagub Sudirman Said dan Cawagub Ida Fauziyah berfoto bersama tim
dari Perempuan Mukti usai deklarasi di Semarang, kemarin.
Foto: ISTIMEWA 
Semarang-Dukungan kepada pasangan calon (paslon) nomor urut dua, Sudirman Said-Ida Fauziyah terus berdatangan. Dukungan dari kelompok perempuan yang menamakan diri "Perempuan Mukti", diberikan pada Sabtu (7/4) kemarin.

Calon Gubernur (Cagub) Sudirman Said mengatakan kelompok "Perempuan Mukti" tersebut berasal dari Perempuan Indonesia Raya (PIRA) Gerindra, Perempuan Bangsa PKB, Perempuan PKS dan Perempuan PAN.

Menurutnya, datangnya dukungan dari kelompok perempuan tidak lepas dari pasangannya, Ida Fauziyah yang dianggap mampu membawa aspirasi bagi kaum perempuan.

Terlebih lagi, jelas mantan menteri ESDM itu, di Jawa Tengah jumlah pemilih perempuan lebih banyak dibanding laki-laki. Yakni mencapai 13.727.434 pemilih perempuan, dari 27.348.878 jiwa di Daftar Pemilih Sementara (DPS).

Oleh karena itu, melalui dukungan yang terus datang kepada dirinya di Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018 menjadi magnet untuk mengajak kelompok lainnya di Jateng.

"Selalu saya katakan, dukungan ini terus berdatangan. Dari elemen petani, nelayan, budayawan dan sebentar lagi kaum buruh juga akan melakukan hal yang sama. Rasanya akan jadi tren yang tidak bisa dibendung, karena tumbuh dari masyarakat yang mandiri bukan karena mobilisasi dan itu istilah Jawanya getok tular dan menjadi magnet dukungan bagi kami berdua," kata Sudirman di Semarang.

Lebih lanjut Sudirman menjelaskan, sesuai dengan program kerja lewat 22 janji kerja yang telah disusun, menegaskan komitmennya untuk membangun perempuan di provinsi ini.

"Di janji kerja nomor 21, lewat APBD kita akan bangun sektor peempuan," ujarnya.

Sementara itu, Pengurus Perempuan DPP Partai Gerindra Rahayu Saraswati menambahkan, kekuatan perempuan sangat ampuh untuk mendulang suara. Bahkan, melalui koalisi "Perempuan Mukti" pihaknya siap mengamankan 10 juta suara dari kaum perempuan.

"Karena ibu-ibu ini jarang pindah ke lain hati, maka gerakan emak-emak ini sangat dibutuhkan," ucapnya. (K-08)

Lebaran, Dinas Perhubungan Jateng Siapkan Posko Khusus Untuk Antisipasi Kemacetan di Jalur Ampel Boyolali

Satriyo Hidayat
Kepala Dinhub Jateng
Semarang-Dinas Perhubungan Jawa Tengah pada masa arus mudik Lebaran tahun ini, sudah memetakan sejumlah jalan yang dianggap berpotensi menyebabkan kemacetan lalu lintas. Salah satunya di wilayah Ampel, Kabupaten Boyolali.

Kepala Dinas Perhubungan Jateng Satriyo Hidayat mengatakan pada tahun ini, jembatan Bakalan di Ampel masih menjadi salah satu titik kemacetan ketika arus mudik Lebaran. Karena, sampai dengan saat ini masih ada penyempitan jalur di jembatan itu.

Menurutnya, jalur yang semula empat ruas sekarang hanya dibuka dua ruas saja. Karena, masih ada perbaikan jembatan.

Oleh karena itu, jelas Satriyo, untuk mengantisipasi kemacetan yang cukup parah saat arus mudik Lebaran nanti, pihaknya akan membuka posko pengaturan lalu lintas bekerjasama dengan pihak kepolisian. 

"Bila mana terjadi stag di Bawen, maka kami akan melakukan buka tutup di wilayah Boyolali. Sebab, di Boyolali di sekitar Ampel ada penyempitan jembatan yang sampai hari ini hanya untuk dua lajur dan dua jalur saja. Artinya, simpangan hanya bisa untuk satu kendaraan saja. Jadi, di sana nanti kami akan buka posko untuk pengaturan arus lalu lintas," kata Satriyo.

Lebih lanjut Satriyo menjelaskan, pada masa arus mudik Lebaran tahun ini jalan tol Trans Jawa yang melintas di Jawa Tengah belum semuanya dibuka secara penuh. Untuk jalan tol Semarang-Solo, sampai saat ini hanya sampai di Salatiga saja, sedangkan arah Salatiga-Boyolali belum selesai dikerjakan. Namun, untuk ke arah Jawa Timur dari Solo jalan tolnya sudah bisa dilalui.

"Yang di pantura juga masih sama. Sesuai arahan menteri PUPR, baru fungsional dari Batang sampai Semarang," tandasnya. (K-08)

Pegadaian Semarang Targetkan Jumlah Nasabah Jadi 1,4 Juta Tahun ini

Sejumlah pengunjung di Java Supermal Semarang memadati stan
Pegadaian, untuk bertanya tentang produk terbaru. Foto: ISTIMEWA 
Semarang-Pegadaian Kantor Wilayah XI Semarang pada tahun ini menargetkan pertumbuhan jumlah nasabah menjadi 1,4 juta, dari sebelumnya 1,1 juta nasabah di 2017.

Peningkatan jumlah nasabah itu diharapkan, bisa menggenjot pendapatan Pegadaian dari sebelumnya Rp4 triliun menjadi Rp4,4 juta.

Pimpinan Wilayah XI Pegadaian Semarang Mulyono mengatakan untuk mencapai target usaha yang telah dicanangkan itu, pihaknya mencoba mengaplikasikan berbagai langkah. Mulai dari program yang sudah berjalan maupun program baru lainnya, sesuai dengan kebijakan kantor pusat.

Menurutnya, lini bisnis Pegadaian sampai dengan saat ini masih didominasi dari usaha gadai. Bahkan, persentasenya mencapai 90 persen pendapatan dari sektor gadai.

"Target bisnis Pegadaian pada 2018 adalah Rp4,42 triliun dengan jumlah nasabah 1,4 juta. Kalau fortopolio kredit kita masih 90 persen adalah gadai, baik gadai konvensional maupun gadai syariah. Sedangkan yang 10 persen adalah produk pembiayaan usaha mikro, pembiayaan kredit, haji dan kepemilikan emas," kata Mulyono.

Lebih lanjut Mulyono menjelaskan, Pegadaian saat ini sudah terjun ke berbagai lini bisnis selain gadai. Mulai dari penyaluran kredit miko sampai kredit konsumtif lainnya.

"Yang tercatat sampai dengan saat ini, serapan kredit dari usaha mikro di Kanwil Semarang sebesar Rp6,4 miliar," pungkasnya. (K-08)

Kakorlantas Sebut Tol Batang-Semarang Bisa Fungsional Saat Lebarang Nanti

Salah satu ruas di jalan tol Batang-Semarang yang sedang dalam tahap
penyelesaian. Tol Batang-Semarang pada Lebaran nanti masih belum
dibuka resmi, hanya fungsional saja. Foto: ISTIMEWA 
Semarang-Jalan tol Batang-Semarang meskipun belum 100 persen rampung pengerjaannya, namun saat arus mudik Lebaran nanti bisa difungsionalkan. Hal itu dikatakan Kakorlantas Mabes Polri Irjen Pol Royke Lumowa, saat melakukan pemantauan sejumlah proyek jalan tol di Pulau Jawa, kemarin.

Kakorlantas bersama rombongan melakukan pemantauan mulai dari Surabaya menyusuri Jombang, Kertosono, Ngawi sampai Surakarta dan tembus Boyolali (Ngasem). Kemudian ke Salatiga menyusuri pantura Jawa Tengah sampai Jakarta.

Dalam pantauan itu, Royke mengaku optimistis jika jalur tol Batang-Semarang sudah bisa dilalui secara fungsional pada Lebaran tahun ini.

Menurutnya, jalan tol Batang-Semarang akan difungsionalkan dari arah Jakarta menuju Semarang satu jalur. Sehingga, kendaraan yang melintas di jalur pantura bisa berkurang.

Sementara, lanjut Royke, fungsional jalan tol Batang-Semarang bisa dilakukan pada H-10 Lebaran atau pada 4-6 Juni 2018.

"Sejauh ini memang pembangunannya cukup lancar, walaupun memang ada spot yang perlu diatasi. Misalnya masih ada masjid dan beberapa rumah, tapi sudah diatasi dan tinggal negosiasi untuk eksekusinya. Kami semua optimistis, mudik Lebaran tahun ini dapat digunakan, karena targetnya adalah H-10 diupayakan semaksimal mungkin," kata

Direktur Utama Jasa Marga Semarang-Batang Arie Irianto menambahkan, sebenarnya target penyelesaian konstruksi masih cukup lama. Yakni pada 25 September 2018.

"Target konstruksi selesai di 25 September 2018. Namun demikian, untuk Lebaran rencananya bisa difungsionalkan satu jalur untuk dua lajur. Kami akui konstruksi memang prosesnya lambat, karena kekurangan pasir dan faktor cuaca," ujarnya.

Lebih lanjut Arie menjelaskan, saat ini yang sedang dilakukan adalah pembangunan jembatan Kalikuto, perbatasan antara Kabupaten Batang dengan Kendal dan dalam tahap pemasangan tiang penyangga jembatan.

Rencananya, pemasangan girde penghubung akan dilaksanakan pada pekan ketiga April 2018. (K-08)