Minggu, 27 Mei 2018

Soal Banjir Rob Pekalongan, Ganjar: Saya Minta Pembangunan Tanggul Dipercepat

Cagub Ganjar Pranowo meninjau pembangunan tanggul laut di Panjang
Kota Pekalongan, belum lama ini. Foto: ISTIMEWA 
Pekalongan-Calon Gubernur (Cagub) Ganjar Pranowo meminta, pembangunan tanggul laut di Kelurahan Panjang Baru bisa dipercepat. Sehingga, bencana banjir rob bisa teratasi. Pernyataan itu dikatakan Ganjar, ketika meninjau salah satu daerah terparah yang diterjang banjir rob di Kota Pekalongan, kemarin.

Menurutnya, proyek paket ketiga pembangunan tanggul laut sedang berlangsung dan saat ini sedang pengerjaan pengurugan dengan alat berat. Nantinya, tanggul penahan rob akan memiliki panjang 8,5 kilometer dengan konstruksi beton setinggi tiga meter.

Ganjar berharap, pekerjaan pembangunan tanggul penahan rob bisa dipercepat. Sebab, bencana banjir rob semakin tahun semakin tinggi.  

"Memang mereka butuh bantuan ada percepatan tanah urugan bisa masuk. Kalau ini bisa diselesaikan, dan kalau itu selesai harapan saya minimal ada pemberesan yang ada di kota. Nanti kita lanjutkan lagi dampak-dampak yang ada di sekitarnya," kata Ganjar di Pekalongan.

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, dalam penanganan bencana banjir rob di wilayah Pekalongan dibutuhkan kerja sama dari beberapa kepala daerah. Sehingga, tidak bisa diselesaikan secara parsial satu daerah saja. 

Namun demikian, jelas politikus PDI Perjuangan itu, untuk mengimbangi pembangunan tanggul laut, masyarakat diminta juga ikut peduli dengan lingkungan sekitar. Salah satunya dengan tidak membuang sampah sembarangan dan mengelola drainase dengan baik.

"Sistem drainase kita kelola, kita pelihara. Termasuk, yang ada di Kota Pekalongan ini. Limbah jangan dibuang ke sungai," pungkasnya. (K-08)

Sudirman: Setiap Tahun di Desa Tersedia 180 Lapangan Kerja Untuk Warga

Cagub Sudirman Said memamerkan kado pemberian dari Ganjar
Pranowo di hari ulang tahunnya, belum lama ini. 
Semarang-Calon Gubernur (Cagub) Sudirman Said mengatakan berdasarkan data kalkulasi PDRB, ada 22 lapangan kerja yang menyangga pertumbuhan ekonomi. Artinya, dari 22 lapangan kerja itu bila dimaksimalkan akan mampu mengurangi tingkat kemiskinan di Jawa Tengah.

Menurutnya, program lima juta lapangan pekerjaan yang dicanangkan bersama pasangannya, Ida Fauziyah bukan sesuatu yang bombastis. Program tersebut diyakininya bisa tercapai dalam lima tahun kepemimpinannya.

Mantan menteri ESDM itu menjelaskan, bila lima juta lapangan kerja dibagi dengan jumlah desa yang ada di Jateng, akan diperoleh 180 lapangan kerja untuk satu desa setiap tahunnya.

Sudirman menjelaskan, dirinya optimistis penciptaan lima juta lapangan kerja akan tercapai jika menang di Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018.

"Konsekuensi dari ingin menurunkan dengan drastis kemiskinan adalah harus bisa menciptakan lapangan kerja yang lebih baik. Karena itu, kita targetkan lima juta lapangan kerja. Kalau pakai hitungan mikro, sepertinya bukan hal yang bombastis. Lima juga dibagi 8.569 jumlah desa di Jateng. Jadi, satu desa selama lima tahun harus tersedia rata-rata 500 lapangan kerja dibagi lima tahun sama dengan 180 lapangan kerja," kata Sudirman di Semarang.

Lebih lanjut Sudirman menjelaskan, faktor untuk mendukung penciptaan lima juta lapangan kerja itu adalah pemimpinnya benar-benar mau bekerja dengan sungguh-sungguh untuk mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran. Di samping itu, kalangan akademisi atau kampus juga perlu dilibatkan agar ikut memikirkan lapangan kerja baru yang bisa diciptakan.

"Saya kira, dengan mengundang semua elemen termasuk kalangan perguruan tinggi itu akan berhasil. Karena, kampus adalah sumber norm tertinggi dan pengetahuan," pungkasnya. (K-08)

Jasa Marga Semarang Prediksi Puncak Arus Mudik Pada H-5 Lebaran

Sejumlah kendaraan terlihat memadati Gerbang Tol Tembalang. 
Semarang-General Manager Jasa Marga Cabang Semarang Johannes Mancelly mengatakan pada masa arus mudik dan balik Lebaran tahun ini, diperkirakan akan terjadi pada H-5 Lebaran. Hal itu dikarenakan hari libur yang lebih lama, dan dimulai pada 9 Juni 2018.

Kendaraan pemudik dari arah barat, baik Jakarta dan Bandung serta sekitarnya, jelas Johannes, diperkirakan sudah masuk wilayah Semarang pada Minggu 10 Juni 2018 mendatang.

Menurutnya, untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan yang masuk wilayah Semarang terutama di Gerbang Tol Manyaran, sudah diambil langkah antisipasi.

Johannes menjelaskan, pada masa arus mudik Lebaran nanti akan dibuka 12 gardu di Gerbang Tol Manyaran dan sebelumnya delapan gardu. 

Nantinya, dengan penerapan tarif merata di semua gerbang tol di Cabang Semarang akan semakin memudahkan pengguna jalan tol melakukan transaksi. Sehingga, diharapkan tidak terjadi kepadatan antrean di gerbang tol.

"Di Manyaran diperkirakan bisa 40 ribu sampai 42 ribu unit kendaraan pemudik yang melintas. Tahun lalu itu antara 36 ribu sampai 38 ribu unit kendaraan. Puncak arus mudik tahun ini kami perkirakan pada H-5 Lebaran. Secara keseluruhan, total volume kendaraan yang melintas di tol Semarang seksi A-B-C sebanyak 144 ribu unit kendaraan," kata Johannes.

Lebih lanjut Johannes menjelaskan, pada H-5 Lebaran nanti diperkirakan ada 42 ribu unit kendaraan yang melintas di Gerbang Tol Manyaran. Sedangkan di periode yang sama tahun sebelumnya, pada H-5 Lebaran hanya 38 ribu kendaraan yang melintas dari arah Jakarta.

Sementara, total kendaraan yang melintas di jalan tol Cabang Semarang pada saat arus mudik diperkirakan mencapai 144 ribu unit kendaraan.

"Kami sudah siapkan personel dan kendaraan operasional yang akan mendukung pelaksanaan arus mudik dan balik Lebaran tahun ini. Kami juga akan menyiapkan mobile reader di gerbang tol, untuk memudahkan pelayanan transaksi pemudik. Jadi, nanti ada petugas yang mendatangi kendaraan saat antre masuk gerbang tol," tandasnya. (K-08)

Pertamina Sediakan 26 SPBU Kantong di Jalur Mudik

GM Pertamina MOR IV Yanuar Budi Hartanto (kanan) berdialog dengan
sejumlah sopir armada mobil tangki sebelum bertugas mengawal keter-
sediaan pasokan BBM melalui SPBU kantong. 
Semarang-Masyarakat pemudik yang masuk wilayah Jawa Tengah tidak perlu khawatir kehabisan bahan bakar minyak (BBM). Pertamina Marketing Operation Region (MOR) IV sudah menjamin pasokan dan ketersediaan BBM, baik gasoline maupun gasoil.

General Manager Pertamina MOR IV Yanuar Budi Hartanto mengatakan untuk memberikan rasa aman dan nyaman akan ketersediaan BBM, pihaknya sudah menyiagakan SPBU khusus yang bertugas menyuplai SPBU-SPBU terdekat yang kehabisan stok BBM.

Menurutnya, di wilayah Jateng-DIY akan disiagakan 26 SPBU yang disebar di sejumlah ruas jalan. Terutama, untuk jalur yang biasa dilalui para pemudik. Mulai dari arah barat, selatan dan timur serta tengah.

Tujuan disiagakan SPBU kantong, jelas Yanuar, agar tidak terjadi ketersendatan atau keterlambatan pengiriman BBM dari Depo Pertamina ke SPBU. Sebab, di masa arus mudik Lebaran jalan-jalan diperkirakan akan padat dan macet. Sehingga, antisipasi dengan menyiagakan armada mobil tangki di SPBU kantong menjadi solusinya.

"Kami menyediakan 26 SPBU kantong untuk melayani kebutuhan BBM bagi pemudik. Jadi, kita siapkan satu armada mobil tangki di satu titik SPBU tertentu untuk melayani SPBU terdekat yang membutuhkan karena stok BBM menipis," kata Yanuar.

Lebih lanjut Yanuar menjelaskan, dari sisi stok BBM jenis gasoline akan ditambah sebesar 30 persen menjadi 15 ribu Kilo Liter (KL) dari biasanya 9.974 KL. Sedangkan untuk BBM jenis gasoil dikurangi 15 persen pasokannya dari hari biasa, dari sebelumnya 4.860,72 KL menjadi 4.109,36 KL.

"Biasanya, ada pembatasan kendaraan besar tidak boleh melintas di saat arus mudik dan balik Lebaran," pungkasnya. (K-08)

Jasa Marga Tambah Lokasi Top Up Uang Elektronik di Gerbang Tol

Gerbang Tol Manyaran akan ditambah layanan top up uang elektronik
guna memudahkan para pengguna jalan tol, sebelum bertransaksi di
gerbang tol. 
Jakarta-Guna melancarkan transaksi elektronik di semua gerbang tol, PT Jasa Marga menambah lokasi top up uang elektronik. 

AVP Corporate Communication Dwimawan Heru mengatakan dalam rangka memersiapkan sarana dan prasarana menjelang arus mudik dan balik Lebaran 2018, PT Jasa Marga menambah 43 lokasi top up uang elektronik yang tersebar di gerbang-gerbang tol yang dikelola Jasa Marga maupun anak usahanya.

Menurutnya, Jasa Marga sudah memiliki 13 lokasi top up uang elektronik yang tersebar di berbagai ruas jalan tol yang dikelolanya.

Dengan penambahan 43 lokasi top up  tersebut, jelas Heru, Jasa Marga memiliki total 56 lokasi top up di seluruh Indonesia. Di antaranya Tol Jakarta-Cikampek 10 lokasi, Tol Cipularang-Padaleunyi delapan lokasi, Tol Palikanci, Tol Semarang dan Tol Semarang-Solo masing-masing satu lokasi serta Tol Surabaya-Gempol tiga lokasi. 

"Yang kami lakukan itu untuk meningkatkan layanan bagi para pengguna jalan tol yang dikelola Jasa Marga dan anak usahanya," kata Heru dikutip dari rilis yang diterima kilas9.com

Selain menambah lokasi top up, lanjut Heru, pihaknya telah bekerjasama dengan sejumlah perbankan untuk menyediakan 24 lokasi layanan gerak di beberapa rest area di jalan tol pada Juni 2018. Di antaranya Rest Area KM19A Tol Jakarta-Cikampek ada dua unit pada periode 7-14 Juni 2018, Rest Area KM38A Tol Jagorawi pada periode 7-16 Juni 2018 dan Rest Area KM208B Tol Palikanci pada periode 19-24 Juni 2018.

"Penambahan lokasi top up dan layanan gerak ini diperuntukkan bagi kenyamanan para pengguna jalan tol yang akan melakukan perjalanan arus mudik dan balik Lebaran," ujarnya. 

Meski demikian, jelas Heru, Jasa Marga mengimbau kepada seluruh pengguna jalan tol untuk selalu memastikan kecukupan saldo uang elektronik sebelum memasuki jalan tol. (K-08)