Rabu, 30 Mei 2018

Ganjar: Pabrik Saos di Boja Bisa Gandeng Petani Ketela Rambat Sebagai Mitra Penyuplai Bahan Baku

Cagub Ganjar Pranowo mengajak swapoto karyawan pabrik saos dan
sambal Niki Harum di Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal.
Foto: ISTIMEWA 
Kendal-Calon Gubernur (Cagub) Ganjar Pranowo berkesempatan melihat proses pembuatan saos, di pabrik saos dan sambal Niki Harum milik Haji Sungeb di Desa Kaligading, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal belum lama ini. Dalam kunjungan tersebut, Ganjar mengaku terkesan karena ada industri asal Jawa Tengah yang pasarnya sampai wilayah Jakarta dan Surabaya.

Menurutnya, dalam sesi dialog bersama pemilik pabrik, ada kendala yang menjadi perhatiannya. Yakni, soal ketersediaan pembuatan saos di pabrik tersebut.

Ganjar menjelaskan, ada salah satu bahan baku yang stoknya terbatas. Yaitu suplai ketela rambat sebagai salah satu bahan baku utama, dari pembuatan saos dan sambal.

Padahal, lanjut politikus PDI Perjuangan itu, kebutuhan ketela rambat per harinya bisa mencapai 32 ton. Sedangkan pasokan yang didapat, sering dari luar Jateng.

Oleh karena itu, jelas Ganjar, pemilik pabrik saos bisa menjalin kerja sama dengan petani ketela rambat di sekitar Kendal untuk diajak bermitra. Sehingga, nantinya akan meningkatkan kesejahteraan petani tersebut. Sebab, ketela rambat biasanya hanya dijual di pasar dan diolah hanya untuk panganan tertentu.

"Ada satu yang menarik, ternyata di Boja ini ada pabrik saos. Dan yang menarik lagi, ternyata bahan bakunya adalah ketela rambat. Sedangkan untuk kebutuhan ketela rambat ternyata masih kurang. Bahkan, dari pabrik saos ini dia masih membutuhkan suplai dari luar Jawa Tengah. Yakni dari Jawa Timur. Artinya, sebenarnya apa, buat petani yang menanam ketela rambat, pabrik ini butuh suplai bahan baku. Jadi, bisa menyejahterakan petani ketela rambat di sekitar Boja dan Kendal," kata Ganjar di Kendal.

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, kerja sama antara pemilik pabrik dan petani ketela rambat menjadi peluang menjanjikan untuk menumbuhkan perekonomian sekitar. Termasuk, bisa bermitra dengan Dinas Pertanian untuk membantu pendataan petani ketela rambat.

"Jadi, peluangnya masih besar untuk petani menyuplai ketela di sini. Ini bisa jadi kerja sama yang saling menguntungkan," pungkasnya. (K-08)

Sudirman Makin Yakin Jateng Butuh Perubahan

Cagub Sudirman Said menyebut, warga Jateng mayoritas mengingin-
kan ada perubahan di Jawa Tengah. Foto: ISTIMEWA 
Semarang-Mendekati hari pemungutan suara Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah 2018, Calon Gubernur (Cagub) Sudirman Said makin optimistis jika akan terjadi perubahan di Jateng.

Setelah berkeliling ke seluruh Jateng dalam setahun terakhir ini, jelas Sudirman, ia menangkap ada keinginan perubahan di tingkat masyarakat.

Menurutnya, tren popularitasnya juga terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Hal itu juga ditunjukkan dari sejumlah survei yang ada.

Mantan menteri ESDM itu menjelaskan, tren positif tersebut tidak lepas dari hasil kerja keras para pimpinan dan kader partai politik (parpol) pendukung dan relawan yang ikut bergerak ke lapisan bawah. Terlebih lagi, para kader dan relawan memiliki inisiatif mengenalkan kepada masyarakat.

"60 persen warga Jawa Tengah butuh pemimpin baru, dan kita terus optimistis on the track karena seluruh gerakan partai tetap sesuai dengan rencana. Dan dari waktu ke waktu menghasilkan perbaikan dari sisi popularitas maupun elektabilitas kami berdua," kata Sudirman di Semarang.

Sementara, Ida Fauziyah menambahkan, dirinya juga telah melakukan hal yang sama berkeliling ke seluruh wilayah di Jateng dan menyerap aspirasi masyarakat.

Memang diakui, jika dari semua kalangan yang ditemui mayoritas menginginkan adanya perubahan. 

"Banyak silent majoriti yang belum terbaca suvei, dan saya tak melihat ada celah kekalahan. Meski bukan berarti saya unggul segalanya," ujarnya. 

Terpisah, Ketua DPW PKB Jateng Yusuf Chudlori meminta kepada semua pengurus partai bergerak memenangkan pasangan Sudirman-Ida. (K-08)

Terminal Baru Bandara Ahmad Yani Layani Penerbangan Perdana Pada 6 Juni Besok

Para pekerja sedang menyelesaikan ruang tunggu terminal baru di
Bandara Ahmad Yani Semarang. 
Semarang-Kepastian terminal baru bisa operasional untuk melayani arus mudik Lebaran tahun ini, terjawab sudah. Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi memberikan kepastian itu, setelah mengajak sejumlah media berkeliling ke terminal baru Bandara Ahmad Yani Semarang, Selasa (29/5).

Faik Fahmi mengatakan jika semula direncanakan operasional pada 2 Juni 2018 nanti, setelah dilakukan pertimbangan secara matang rencana itu mundur empat hari.

Keputusan itu diambil, karena mendapatkan masukan dari tim verifikasi Kementerian Perhubungan yang berada di lapangan melakukan penilaian terhadap terminal baru Bandara Ahmad Yani Semarang tersebut. 

Menurut Faik, dengan sisa waktu sebelum operasional perdana itu pihaknya terus melakukan perbaikan dan penyempurnaan terhadap terminal baru itu. Bahkan, pihaknya akan menggelar simulasi pelayanan perdana kepada para penumpang, agar saat hari H operasional tidak terjadi kendala yang merugikan penumpang dan calon penumpang.

"Kami operasikan bandara ini pada 6 Juni dan 5 Juni boyongan dari bandara lama. Penerbangan perdananya 6 Juni. Kami prediksi, Lebaran ini akan tumbuh delapan persen jumlah penumpang dari hari normal," kata Faik.

Lebih lanjut Faik menjelaskan, puncak arus mudik Lebaran ini diprediksi terjadi pada H-3 Lebaran dengan jumlah penumpang mencapai 18 ribu orang. "Kapasitas terminal ini 19 ribu penumpang per hari," ujarnya.

Sementara, Pimpinan Proyek terminal baru Bandara Ahmad Yani Semarang Tony Alam menambahkan, sampai dengan saat ini progres pembangunan terminal baru sudah mencapai 95 persen. Lima persen sisanya, merupakan kegiatan finishing dan arsitekturnya.

"Progresnya sekarang 95 persen. Lantai satu dan lantai dua terminal sudah bisa digunakan saat Lebaran," ucapnya. (K-08)

KPU Akan Kirim Kembali Surat Suara Rusak ke Percetakan Minta Penggantinya

Semarang-Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah Joko Purnomo mengatakan saat ini sedang berlangsung proses pelipatan surat suara Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018, dan terus dikebut agar bisa selesai sesuai jadwal.

Menurut Joko, pelipatan suara suara yang dilakukan KPU masing-masing kabupaten/kota di Jateng itu melibatkan relawan masyarakat sekitar.

Joko menjelaskan, dalam proses pelipatan surat suara pilgub memang ditemukan banyak surat suara rusak. Baik robek, tinta tidak jelas maupun lembaran tidak terpotong semua.

Namun demikian, lanjut Joko, pihaknya belum bisa mencatat secara keseluruhan jumlah surat suara yang rusak di seluruh Jateng. Hanya saja, ada satu daerah yang tercatat jumlah surat suara rusak mencapai 18 ribu lembar.

"Sampai hari ini baru 20 kabupaten/kota sudah selesai, lainnya masih proses. Yang baru dilaporkan ada kerusakan surat suara 18 ribu lembar, yang kecil ada lima ribu lembar surat suara rusak. Setelah semua dikumpulkan dan dihitung kita kirimkan ke percepatan minta gantinya. Suara suara pengganti akan kita kirim paling lambat pada 14 Juni 2018," kata Joko.

Lebih lanjut mantan ketua KPU Kabupaten Wonogiri itu menjelaskan, selain surat suara, logistik pilgub lain yang diperhatikan adalah formulir, sampul, segel, hologram dan tinta. Seluruh logistik pilgub diserahkan kepada rekanan yang memenangkan lelang.

Diwartakan sebelumnya, KPU Jateng akan menggelar Pilgub 2018 pada 27 Juni mendatang. Pilgub diikuti dua pasangan calon (paslon), yaitu Ganjar Pranowo-Taj Yasin dan Sudirman Said-Ida Fauziyah. (K-08)

Antisipasi Macet, Pertigaan Krapyak Akan Dilakukan Rekayasa Lalu Lintas

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono bersama jajaran meninjau tol
Batang-Semarang dan melihat progres pembangunan jembatan Kali-
kuto. Foto: ISTIMEWA 
Semarang-Kementerian Perhubungan bekerjasama dengan kepolisian dan Jasa Marga, akan memberlakukan rekayasa lalu lintas di pertigaan Krapyak saat arus mudik Lebaran tahun ini.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengatakan rekayasa lalu lintas yang dilakukan, yakni dengan memberlakukan contraflow dari arah Jakarta. 

Menurutnya, kondisi itu diberlakukan jika terjadi kepadatan ketika masuk Gerbang Tol Manyaran dan antreannya sampai ke pertigaan Krapyak. Sehingga, perlu ada langkah antisipasi yang harus diambil, agar tidak mengganggu kelancaran lalu lintas di Kota Semarang.

"Di Krapyak nanti karena itu pertemuan dari jalan nasional dengan jalan tol, karena saat arus mudik banyak kendaraan dari jalan nasional masuk tol kemungkinan akan kita berlakukan contra flow. Untuk melaksanakan itu, kita akan siapkan rekayasanya, baik personel maupun sarana dan prasarananya," kata 

Lebih lanjut Budi menjelaskan, untuk menerapkan contraflow di pertigaan Krapyak saat arus mudik nanti akan ada simulasi sebelumnya. Sehingga, saat diberlakukan tidak ada masalah.

Selain pertigaan Krapyak yang menjadi fokus perhatian saat arus mudik, lanjut Budi, exit tol Gringsing juga akan dilakukan rekayasa untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan. Yakni, kendaraan dari Jakarta dikeluarkan ke Kalikuto ruas tol Batang-Semarang. Sebab, ada titik pertemuan dari arteri atau jalan nasional dan tol fungsional. 

"Kita koordinasi dengan Satlantas Polres Batang dan Kendal. Mungkin dari arah Jakarta tga lajur," ujarnya.

Selain rekayasa lajur, jelas Budi, pengaturan lampu pengatur lalu lintas juga akan dilakukan. Kendaraan dari Jakarta dan akan kembali ke tol, bisa berbelok ke kanan dan masuk ke tol fungsional menuju Krapyak. (K-08)

Produsen AC Mobil Fujicool dan Yariku Terus Penetrasi Pasar Jateng

Seorang mekanik sedang memerbaiki mobil sebelum
dipakai untuk mudik. 
Semarang, Idola 92,6 FM-Menjelang arus mudik Lebaran sekarang ini, penjualan mobil bekas mengalami peningkatan. Sebab, masyarakat membutuhkan alat transportasi yang murah untuk pulang ke kampung halaman.

Menggeliatnya pasar mobil bekas, ternyata berdampak pada penjualan spare part AC mobil. Karena, para pembeli mobil bekas atau pemilik mobil bekas akan mengecek kemampuan pendingin udara mobilnya, sebelum digunakan untuk perjalanan jauh. Sehingga, kondisi itu menimbulkan berkah bagi para pemilik bengkel servis AC.

Direktur Fujicool dan Yaruki Indonesia Antonius Lie mengatakan memang mendekati arus mudik Lebaran, selalu ada peningkatan permintaan spare part AC mobil. Mulai dari evaporator, kondensor sampai bagian terkecil dari AC mobil.

Menurutnya, untuk di wilayah Jawa Tengah menjadi pasar potensial, karena semakin banyak pemilik bengkel AC melalui paguyuban yang bermitra dan menjual produk pabrikan asal Jepang tersebut.  

Oleh karena pasar spare part AC mobil di Jateng sudah terbentuk, jelas Antonius, pihaknya melalui bengkel-bengkel servis AC terus melakukan penetrasi terhadap para konsumen. Salah satunya, melalui pelayanan dan produk yang berkualitas. 

"Di Jateng sudah 70 persen bengkel AC mobil yang menjadi mitra kami, tapi untuk konsumennya baru sekitar lima persen. Tapi, kalau dilihat dari segi marketnya dibandingkan dengan merek lain, kita porsi market sharenya mencapai 40 persen secara nasional. Sebab, di setiap kota di Indonesia sudah ada distributornya," kata Antonius saat menggelar gathering dengan mitra bengkel AC mobil di Semarang.

Lebih lanjut Antonius menjelaskan, dengan kondisi pasar di Jateng yang semakin bertumbuh itu diharapkan mampu meningkatkan penguasaan pasar di provinsi ini.

""Apalagi Jateng ini kan menyumbang 15 persen penjualan produk spare part AC mobil secara nasional," ujarnya.

Ke depan, jelas Antonius, pihaknya akan membangun jaringan ke seluruh Indonesia, sehingga konsumen akan semakin mudah mendapatkan pelayanan dan jaminan produk. (K-08)