Jumat, 15 Juni 2018

Sudirman: Upah Buruh Jateng Akan Kita Tingkatkan Dengan Prinsip Berkelanjutan

Cagub Sudirman Said (dua dari kiri) ketika mengunjungi salah satu
industri logam di wilayah Jateng. Foto: ISTIMEWA 
Semarang-Calon Gubernur (Cagub) Sudirman Said mengaku prihatin, jika upah buruh di Jawa Tengah dikatakan paling murah. Sehingga, dirinya bersama pasangannya, Ida Fauziyah berjanji membawa buruh Jateng sejahtera. 

Menurutnya, dengan kesejahteraan buruh yang meningkat maka akan berpengaruh pada perekonomian Jateng. Sehingga, ekonomi di provinsi ini juga akan ikut dorong.

Sudirman menjelaskan, untuk mewujudkan kesejahteraan buruh dan mendorong ekonomi Jateng tumbuh, maka harus diciptakan iklim hubungan industrial yang sehat dan saling mendukung. Sehingga, keduanya harus saling bersinergi.

Mantan menteri ESDM itu menjelaskan, khusus untuk upah kelayakan dari buruh di Jateng akan dilakukan penghitungan melalui survei kebutuhan hidup dasar buruh untuk menilai kelayakan dan kepatutan upah di provinsi ini.

"Buruh kita akan dampingi untuk meningkatkan kesejahteraannya, tapi dengan cara dan prinsip-prinsip yang berkelanjutan. Artinya, kita tidak ingin membuat pengusaha kemudian kaget tapi kita juga ingin menjadi jembatan antara pengusaha dan kaum buruh. Untuk meningkatkan kesejahteraan buruh, tentu yang pertama kita lakukan survei kebutuhan buruh. Dengan hasil itu, kita bisa menghitung kelayakan atau kepatutan dari upah buruh," kata Sudirman di Semarang.

Lebih lanjut Sudirman menjelaskan, ada beberapa langkah yang disiapkan dalam upaya peningkatan kesejahteraan buruh di Jateng. Di antaranya adalah peningkatan kompetensi buruh. Bahkan, dirinya juga mengaplikasikan penciptaan wrausahawan baru di provinsi ini, agar tidak selalu tergantung bekerja menjadi buruh.

"Kalau buruh sejahtera, dunia usaha sejahtera, maka target utama pengentasan kemiskinan bisa tercapai," tandasnya. (K-08) 

Ganjar: Hasil Survei Kita Kawal Sampai Jadi Kenyataan

Cagub Ganjar Pranowo dan Cawagub Taj Yasin ketika tampil di acara
debat kandidat tahap kedua di Kabupaten Sukoharjo. Foto: ISTIMEWA 
Semarang-Sejak awal digulirkan kampanye Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah 2018 hingga mendekati masa hari tenang, sejumlah lembaga survei melakukan pendekatan dan penghitungan prediksi perolehan suara dari kedua pasangan calon (paslon).

Calon Gubernur (Cagub) Ganjar Pranowo mengatakan dari beberapa hasil survei yang dikeluarkan, memang menempatkan dirinya berada di posisi puncak. Bahkan, elektabilitasnya tidak terkejar dari kubu lawan.

Menurutnya, dari tiga lembaga survei, semuanya menunjukkan hasil kemenangan bagi dirinya dan pasangannya, Taj Yasin.

Hasil survei terakhir, jelas Ganjar, elektabilitasnya mencapai 72,4 persen. Hal itu menunjukkan, jika warga Jateng masih mau memercayakan dirinya untuk memimpin provinsi untuk periode kedua. 

Sehingga, jelas politikus PDI Perjuangan itu, upaya yang dilakukan di sisa waktu terakhir ini adalah mengamankan hasil survei, agar saat hari pemungutan suara bisa menjadi kenyataan.

"Sudah ada beberapa survei yang dilaunching, termasuk survei internal kita. Sebenarnya, hasilnya sih engga jauh beda. Tugas saya sekarang bersama partai pendukung, partai pengusung dan relawan mengawal suara ini sampai tanggal 27 Juni besok. Syukur-syukur dalam waktu terakhir ini temen-teme sudah bergerak lebih cepat dan semangatnya lari marathon. Jadi, menjelang finish bukan makin melambat," kata Ganjar di Semarang.

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, meski dari tiga hasil survei mengunggulkan dirinya, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan. Terutama, untuk daerah-daerah yang masih dekat dengan kubu lawan.

"Kuasai dahulu basis masing-masing, dan rebut daerah yang masih dekat dengan pihak lawan," ujarnya.

Diwartakan sebelumnya, pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin di Pilgub Jateng 2018 ini diusung empat partai politik (parpol). Masing-masing adalah PDI Perjuangan, PPP, NasDem dan Demokrat serta Partai Golkar sebagai partai pendukung. (K-08)