Rabu, 08 Agustus 2018

Kejar Target RPJMD 2018, Dinkes Jateng Kumpulkan Semua Kepala Dinas Kesehatan se-Jateng

Kepala Dinkes Jateng dr Yulianto Prabowo (kanan) meminta seluruh
kepala Dinas Kesehatan se-Jateng, untuk bersama mewujudkan pen-
capaian target RPJMD 2013-2018, Rabu (8/8).
Semarang-Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah dr. Yulianto Prabowo. M. Kes mengumpulkan seluruh kepala Dinas Kesehatan kabupaten/kota se-Jateng bersama kepala rumah sakit, untuk mengevaluasi tengah tahun rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2018, di Patra Convention and Hotel Semarang, Rabu (8/8).

Yulianto mengatakan kegiatan tersebut didasarkan, untuk mengevaluasi pencapaian kinerja RPJMD 2013-2018 dan kebijakan strategi percepatan pembangunan kesehatan 2018.

Menurut Yulianto, dari indikator RPJMD bidang kesehatan 2013-2018 sebanyak 50 indikator itu, 44 indikator di antaranya diampu Dinkes Jateng.

Pada pertengahan 2018 ini, jelas Yulianto, dari 50 indikator pembangunan kesehatan itu, 42 di antaranya sudah diselesaikan pada 2017 kemarin. Sehingga, pada tahun ini sebagai akhir dari tahun RPJMD masih menyisakan delapan indikator pembangunan kesehatan.

Lebih lanjut Yulianto menjelaskan, kedepalan indikator itu adalah angka penemmuan kasus baru TB yang tercatat, angka penemuan kasus baru kusta, angka penemuan kasus diare balita dan angka penemuan kasus ISPA balita. Kemudian indikator lainnya adalah angka kesakitan malara, proporsi puskesmas yang memiliki izin operasional, proporsi puskesmas PONED sesuai standar dan proporsi TPM yang memenuhi syarat.

"Kita mengevaluasi tengah tahun. Dengan evaluasi ini, diharapkan tengah tahun ke depan itu nanti yang nilainya itu masih kurang-kurang itu bisa kita kejar. Kan ini tahun terakhir RPJMD, tahun terakhir di kepemimpinan Pak Ganjar dan Pak Heru d periode pertama ini. Supaya 2018 ini nanti benar-benar target RPJMD itu tercapai," kata Yulianto.

Mengingat masih ada delapan indikator yang belum tercapai, jelas Yulianto. Maka perlu ada evaluasi kinerja pembangunan kesehatan, agar pada akhir 2018 bisa tercapai 100 persen. (K-08) 

Hino Fokus Garap Kendaraan Bisnis Yang Aman dan Efisien

Presiden Joko Widodo ketika mengunjungi booth milik Hino di ajang
GIIAS 2018 di ICE BSB City Tangerang Selatan, belum lama ini.
Foto: ISTIMEWA 
Semarang-PT. Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) terus berkomitmen, sebagai pabrikan otomotif yang selalu menyediakan kendaraan komersial. Baik truk maupun bus di Indonesia. 

Pada ajang ke-26 Gaikindo Indonesia International Auto Show 2018 (GIIAS), Hino membawa delapan unit kendaraan unggulan. 

Presiden Direktur HMSI Hiroo Kayanoki mengatakan Hino selalu menampilkan truk dan bus, yang bisa membantu menjadikan dunia sebagai tempat kehidupan yang lebih baik. Yakni, dengan membantu kelancaran transportasi yang lebih aman dan lebih ekonomis untuk masa depan pelanggan dan masyarakat.

Dikutip dari rilis yang diterima, Hiroo menjelaskan, Hino hadir membantu memenuhi kebutuhan masyarakat melalui kendaraan-kendaraan yang produktif, efisien dan memberi nilai lebih. Bahkan, wajib bagi Hino untuk memberikan truk-truk dan bus yang bisa beroperasi mendekati 100 persen waktu bekerja.

"Hal ini yang menjadi dasar bagi kami untuk mengembangkan kendaraan bisnis yang lebih aman, lebih kuat dan lebih tangguh. Sehingga, bisa lebih memaksimalkan profit para pengusaha," kata Hiroo. 

Lebih lanjut Hiroo menjelaskan, untuk layanan purna jual, Hino selalu menerapkan prinsip memberikan waktu tercepat dalam perawatan kendaraan. Sehingga, kendaraan para pelanggan bisa segera digunakan untuk bekerja.

"Kami terus berusaha, setiap kendaraan Hino bekerja dengan optimal dan lebih berkontribusi bagi bisnis pelanggan kami. Pada akhirnya, berkontribusi secara luas kepada masyarakat," tandasnya. (K-08) 

Gencarkan Program SWADAYA, Go-Jek Siap Bantu Mitra Driver Kelola Keuangan

Stategic Regional Head Go-Jek Jawa Tengah Delly Nugraha (kanan)
menunjukkan platform Go-Jek SWADAYA yang diharapkan mampu me-
ningkatkan kesejahteraan mitra driver, Rabu (8/8).
Semarang-Program dari Go-Jek SWADAYA sudah berjalan selama dua tahun, dan hadir di 66 kota di seluruh Indonesia. Dalam program itu, para mitra driver Go-Jek bisa mengakses ke sejumlah program SWADAYA. Di antaranya proteksi diri, pembelian kuota internet hingga pengajuan kredit pemilikan rumah (KPR).

Stategic Regional Head Go-Jek Jawa Tengah Delly Nugraha mengatakan melalui program SWADAYA itu, pihaknya berupaya mewujudkan komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan mitra Go-Jek. Melalui program itu, para mitra driver bisa mendapatkan akses dalam pengelolaan keuangan. Misalnya layanan jasa keuangan perbankan dan asuransi, cicilan KPR serta akses penghasilan tambahan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Menurutnya, Go-Jek membantu para mitra driver di dalam menekan pengeluaran operasional. Sebab, Go-Jek sudah bekerjasama dengan sejumlah pihak, mulai operator seluler hingga bengkel kendaraan.

"Sudah lebih dari sejuta mitra driver yang bergabung melalui platform yang kami sediakan. Kami terus berupaya dan mengusahakan, para mitra driver bisa meningkatkan kesejahteraan melalui program SWADAYA," kata Delly, Rabu (8/8).

Lebih lanjut Delly menjelaskan, di dalam merancang program SWADAYA, Go-Jek sudah melakukan survei di lapangan serta diskusi untuk mengetahui aspirasi dan kebutuhan utama para mitra drver.

"Yang kerja sama adalah Telkomsel dan Indosat. Telkomsel bisa memangkas harga paket internet hingga 50 persen, hanya membayar Rp75 ribu. Shop and Drive juga begitu, ada potongan untuk ganti oli setengah harga, sehingga meringankan pengeluaran mereka. Kalau KPR kita sama BTN, dengan cicilan Rp48 ribu per hari bisa dapat rumah," pungkasnya. (K-08)

Festival Cheng Ho Kembali Digelar Dengan Target 1.300 Wisatawan

Penampilan naga doreng dari Arhanudse-15 saat memeriahkan acara
Festival Cheng Ho tahun lalu. Foto: ISTIMEWA 
Semarang-Tahun ini Festival Cheng Ho kembali digelar selama 11 hari, mulai 9-19 Agustus 2018. Festival Cheng Ho digelar, sebagai peringatan kedatangan Laksamana Cheng Ho atau Sam Poo Kong di Semarang.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah Ida Bagus Ketut Alamsyah mengatakan Festival Cheng Ho menjadi salah satu wisata tradisi tahunan, yang sekarang menjadi unggulan di provinsi ini. Bahkan, Festival Cheng Ho sudah masuk dalam 100 kalender event di Kementerian Pariwisata.

Menurutnya, dengan adanya Festival Cheng Ho maka akan mewujudkan kebersamaan dalam keberagaman. Sebab, warga Semarang yang keturunan Tionghoa sudah menyatu dengan warga asli melalui berbagai akulturasi budaya dan tradisi.

Melalui Festival Cheng Ho, jelas Ida, maka wisatawan domestik maupun mancanegara yang datang ke Jateng akan mengalami kenaikan. Karena, selama kegiatan ditargetkan bisa mengundang kurang lebih 1.300 wisatawan. 

"Kami ditargetkan Kemenpar itu jumlah wisatawan yang datang sampai 2019 adalah dua juta wisatawan mancanegara, dan Jawa Tengah diberi jatah 1,2 juta wisatawan mancanegara. Saat ini, di Jawa Tengah di 2017 baru tercapai 780 ribu wisatawan mancanegara. Mudah-mudahan sampai 2018 nanti, satu juta wisatawan mancanegara kami dapatkan," kata Ida, Rabu (8/8).

Lebih lanjut Ida menjelaskan, dengan adanya Festival Cheng Ho ini maka efek turunannya juga akan terasa. Misalkan kunjungan ke Lawang Sewu atau Kota Lama juga semakin banyak wisatawan yang datang.

Sementara itu, Manager Operasional Kelenteng Sam Poo Kong Anandita Rinaldie menambahkan, Festival Cheng Ho akan diisi dengan berbagai hiburan. Salah satunya adalah mengarak patung Cheng Ho dari Kelenteng Tay Kak Sie, ke Kelenteng Sam Poo Kong. Rencananya, akan ada lima patung Cheng Ho yang akan dikirab.

"Ini merupakan ritual tahunan dan sudah menjadi budaya, terutama untuk teman-teman Tionghoa di Kota Semarang. Kegiatan ini rutin setiap tahun mengarak patung Dewa Cheng Ho, yang kebetulan di Semarang itu ada di dua kelenteng," ucapnya.

Nantinya, lanjut Anandita, setelah sampai di Kelenteng Sam Poo Kong, patung Cheng Ho dari Kelenteng Tay Kak Sie dengan patung asli Cheng Ho di goa Gedung Batu. (K-08)

Polda Jateng Bongkar Pemalsuan Air Zam-zam di Batang Yang Beromzet Hampir Rp2 Miliar

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono (dua dari kanan) menunjukkan
botol plastik berisi air zam-zam palsu yang dijual ke wilayah Jawa Barat.
Semarang-Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah membongkar praktik pemalsuan air zam-zam, yang ada di wilayah Pagilaran, Desa Blado, Kecamatan Blado Kabupaten Batang. 

Pengungkapan kasus pemalsuan air zam-zam bermula dari laporan masyarakat, yang melaporkan adanya produk air zam-zam palsu dijual di sejumlah toko perlengkapan haji dan umrah di wilayah Jawa Barat.

Kapolda Jateng Irjen Pol. Condro Kirono mengatakan berbekal laporan masyarakat tersebut, petugas langsung melakukan penyelidikan ke beberapa lokasi yang diduga sebagai tempat produksi air zam-zam di wilayah Batang.

Hasilnya, jelas kapolda, sebuah rumah yang dikontrak CV. Moya Janna menjadi tempat produksi air zam-zam palsu dengan merek Al Lattul Water.

Menurut Condro, isi dari kemasan berupa jeriken maupun botol plastik ukuran kecil diketahui berasal dari air minum isi ulang biasa. Sehingga, produk yang dihasilkan tidak memiliki izin edar dari BPOM.

Oleh karena itu, lanjut kapolda, aksi pemalsuan yang sudah berlangsung sejak Oktober 2017 tersebut dianggap merugikan masyarakat karena bukan air zam-zam asli dari Tanah Suci.

"Polda Jateng telah mengungkap pemalsuan air zam-zam yang berasal dari air isi ulang, kemudian dikemas dalam berbagai kemasan. TKP-nya di Pagilaran Batang, dan peredarannya di wilayah Jawa Barat. Kebanyakan di toko-toko penjualan perlengkapan haji dan umrah, termasuk juga di travel-travel. Selama ini omzetnya mencapai Rp1,8 miliar," kata kapolda usai gelar perkara, Rabu (8/8).

Lebih lanjut Condro menjelaskan, meskipun proses produksi dilakukan di Batang, namun tidak ada yang dijual di wilayah Jateng. Sampai dengan saat ini, total kemasan air zam-zam palsu sudah terjual ke sejumlah toko di Jabar mencapai 1.100 kardus.

"Sudah 30 kali melakukan pengiriman ke wilayah Bandung dan sekitarnya. Sekali pengiriman, antara 200 sampai 300 kardus," ujarnya.

Sementara itu, selain menangkap dua orang pelaku yang menjalankan usaha pemalsuan air zam-zam palsu, polisi juga mengamankan ratusan jeriken kosong ukuran 10 liter, 5 liter dan seliter serta ribuan lembar stiker serta label botol bertulis merek Al Lattul Water.

"Kedua tersangka dijerat dengan UU Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian, UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan konsumen," tandas kapolda. (K-08)