Sabtu, 11 Agustus 2018

PLN Nyalakan Listrik di Lombok Setelah Gempa

Dua petugas PLN sedang memerbaiki jaringan listrik di wilayah Gili,
Nusa Tenggara Barat (NTB). Foto: ISTIMEWA 
Semarang-Direktur Bisnis Regional Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara PLN Djoko R. Abumanan mengatakan fasilitas listrik yang ada di Gili Air, Gili Meno dan Gili Trawangan, Nusa Tenggara Barat (NTB) sudah bisa menyala kembali usai gempa besar, Minggi (5/8) kemarin. Warga sudah bisa menikmati kembali listrik PLN, yang sebelumnya padam karena rusaknya jaringan dan infrastruktur listrik karena terdampak gempa. 

Menurutnya, PLN secara bertahap memerbaiki gardu-gardu listrik yang ada di wilayah Gili. Sehingga, gardu yang sudah beroperasi normal di Gili Trawangan sebanyak 11 dari 81 gardu. 

"Kami fokus memerbaiki dan mengamankan infrastruktur kelistrikan di sana, agar aktivitas masyarakat bisa terbantu. Tadi siang, tim PLN berhasil menyalakan listrik di tiga Gili setelah tiga hari bekerja keras," kata Djoko, Sabtu (11/8).

Lebih lanjut Djoko menjelaskan, para petugas dikerahkan untuk mengamankan dan memerbaiki jaringan. Mulai dari Jaringan Tegangan Menengah (JTM), Jaringan Tegangan Rendah (JTR), Sambungan Rumah (SR) hingga kWh meter pelanggan. Di samping itu, PLN juga mengirimkan dua buah trafo 100 kilo Volt Ampere (kVA) dan dua buah trafo 50 kVA untuk perbaikan di Gili Air dan dua buah trafo 250 kVA untuk di Gili Trawangan. Pengirimian alat-alat kelistrikan menggunakan kapal milik TNI. 

"Seluruh perbaikan ini memerlukan upaya masif dan berkelanjutan, mengingat banyaknya infrastruktur kelistrikan yang rusak parah usai gempa. Upaya ini juga kami lakukan bersama TNI AL dan kepolisian," tandasnya. (K-08) 

650 Ribu Anak SD Akan Diimunisasi di Program BIAS

Kepala Dinkes Jateng dr Yulianto Prabowo mengaku optimistis, BIAS
akan berhasil dilaksanakan. 
Semarang-Dinas Kesehatan Jawa Tengah pada bulan ini bersiap menggalakkan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS), yang dilakukan aerentak di seluruh Indonesia.

Kepala Dinkes Jateng dr Yulianto Prabowo, M.Kes mengatakan untuk di Jateng, akan dilakukan di 24.117 sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) negeri maupun swasta.

Menurutnya, pihaknya sudah siap 100 persen untuk melakukan imunisasi terhadap anak-anak sekolah dasar (SD) se-Jateng. Khususnya untuk kelas 1 dan kelas 2.

Yulianto optimistis, program BIAS di Jateng akan berhasil memberikan imunisasi kepada sasaran. 

"Kita Agustus ini mengadakan BIAS, Bulan Imunisasi Anak Sekolah. Untuk kelas 1 SD diberikan imunisasi campak, nanti November diberi difteri-tetanus. Yang kelas 2 SD diberi imunisasi tetanus-difteri. Diharapkan nanti se-Jawa Tengah dengan jumlah 650 ribu anak bisa selesai diberi imunisasi semua," kata Yulianto, kemarin.

Lebih lanjut Yulianto menjelaskan, imunisasi merupakan langkah pemerintah dalam mencegah adanya penyakit menular dan berbahaya. Oleh karena itu, dibutuhkan juga peran orang tua untuk memberi pengertian kepada anaknya agar mau diimunisasi di sekolah.

"Kepada Anda para orang tua, beri pengertian anak biar mau diimunisasi," ujarnya. (K-08) 

Habis Imunisasi Badan Anak Demam, Orang Tua Jangan Panik

Kepala Dinkes Jateng dr Yulianto Prabowo (baju hitam) memerahkan
tokoh pakdhe di acara Warung Germas di TVRI Jawa Tengah, kemarin.
Semarang-Dokter spesialis anak RSUP dr Kariadi Semarang, dr Hapsari mengatakan apabila badan anak menjadi demam setelah diimunisasi, jangan langsung panik. Sebab, hal itu efek vaksin yang masuk ke tubuh si anak. Pernyataan itu dikatakannya, ketika menjadi narasumber dalam acara Warung Germas Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Jumat (10/8).

Hapsari menjelaskan, jika anak usai diberi imunisasi dan demam sampai tiga hari tidak perlu khawatir. Karena, setelah diimunisasi anak akan mempunyai kekebalan terhadap serangan penyakit.

Yang perlu diperhatikan, jelas dr Hapsari, para orang tua harus rajin membawa anaknya untuk diberikan imunisasi secara rutin. Baik yang diprogramkan pemerintah maupun imunisasi tambahan.

"Jadi kemungkinan yang lupa bagi orang tua itu pada anak usia 18 bulan. Pada saat umur setahun imunisasinya lengkap, tapi saat ulangan lupa," kata dr Hapsari.

Sementara itu, Kasi Surveillance dan Imunisasi Dinkes Jateng Subur Hadi Marhaento, SKM, M.Kes menambahkan, pada Agustus 2018 ini dilakukan imunisasi campak bagi anak kelas satu SD dan imunisasi difter bagi siswa SD kelas dua di bulan berikutnya. 

Pemberian imunisasi, jelas Subur, adalah hal penting dan tidak boleh sampai terlewati.

"Kita kenal ada imunisasi rutin, imunisasi tambahan dan imunisasi khusus. Imunisasi rutin itu mulai bayi, dan kalau imunisasi tambahan untuk anak umur 8-24 bulan," ucap Subur.

Menurutnya, paradigma tentang penolakan suntik imunisasi harus diubah. Karena, imunisasi adalah cara pencegahan dini terhadap penyakit menular berbahaya. Misalnya difteri, campak, rubella dan lainnya. (K-08) 

BPS Jateng Siapkan Format Untuk Sensus Penduduk 2020

Sentot Bangun Widoyono
Kepala BPS Jateng
Semarang-Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah Sentot Bangun Widoyono mengatakan pada 2020 mendatang, akan kembali dilakukan sensus penduduk yang merupakan agenda 10 tahunan. Hal itu dikatakannya, usai menggelar pisah sambut dengan Margo Yuwono, kepala BPS Jateng yang lama di Hotel Harris Semarang, kemarin.

Menurut Sentot, karena pentingnya sensus penduduk 2020 itu, maka BPS akan memersiapkan diri dengan baik.

Sentot menjelaskan, persiapan yang dilakukan dengan menyusun modul atau metodologi dengan tiga prinsip dasar dari BPS. Yakni accurate, benchmark dan compreshensive.

Saat ini, lanjut Sentot, BPS RI menunjuk tujuh provinsi di Indonesia, tidak termasuk Jateng sebagai pilot project dari sensus penduduk 2020. Namun demikian, jika pusat meminta Jateng untuk membantu dalam mini sensus penduduk, pihaknya akan memersiapkan.

"SP 2020 tahapannya masih persiapan. Tahun depan kami ada namanya gladi bersih, mengujicobakan metodologi dan questioner dan sebagainya. Tapi itu tidak semua provinsi juga melakukan, kita membantu implementasinya. Saat ini kami susun yang namanya manajemen risiko dari segala kemungkinan yang terjadi, kemudian diidentifikasi dan mitigasinya seperti apa," kata Sentot.

Lebih lanjut Sentot menjelaskan, untuk tahun depan direncanakan akan dilakukan gladi resik persiapan sensus penduduk 2020. 

Namun demikian, pihaknya tetap akan memetakan risiko dalam melaksanakan kegiatan sensus penduduk 2020. Hal itu dilakukan, untuk mengantisipasi kesalahan dan ketidakkonsistenan yang mungkin bisa terjadi di pelaksanaan sensus penduduk 2020. 

Selain itu, lanjut Sentot, pada sensus penduduk 2020 akan dicoba dengan metode digital dan meminimalkan penggunaan kertas.

"Dulu pakai paper, nanti sebagian paperless. Yaitu pakai Computer Assisted Web Interview yang dikombinasikan dengan pendataan tradisional," pungkasnya. (K-08)

Sumbang 22 Sapi, Bangsawan Asal Malaysia Temui Ganjar

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menerima kunjungan dari rom-
bongan keluarga bangsawan asal Kelantan, Malaysia di Puri Gedeh.
Foto: ISTIMEWA 
Semarang-Yayasan Raja Sakti At Thomim Sunan Kalijaga milik keluarga Raja Sakti At Thomim Yang Mulai Datu Tuan Raja Azhar Bin Yang Mulia Datu Raja Wahab dari Kelantan, Malaysia, akan menyumbangkan 22 ekor sapi bagi warga Jawa Tengah. 

Salah satu putra dari Raja Sakti At Thomim Yang Mulai Datu Tuan Raja Azhar Bin Yang Mulia Datu Raja Wahab, Mohamad Sahrulnizam Bin Mat Rashid, menemui Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Jumat (10/8).

Sahrulnizam mengatakan pada Idul Adha tahun ini, keluarganya akan menyumbangkan 22 ekor sapi. Ke-18 ekor sapi akan diberikan kepada Pemkab Demak, dan dibagikan kepada warga setempat. Sedangkan sisanya yang empat ekor, diserahkan kepada Gubernur Ganjar Pranowo untuk dibagikan ke wilayah lain.

Sahrulnizam menjelaskan, dipilihnya Demak karena masih ada kekerabatan kesultanan. Sehingga, dengan jalinan kekerabatan yang dimiliki, pihaknya merasa perlu adanya rasa saling berbagi.

Selain menyumbangkan 18 ekor sapi, lanjut Sahrulnizam, pihaknya juga akan menggelar "Keduri Rakyat" yang akan digelar di Pelataran Makam Sunan Kalijaga di Kadilangu, Demak.

"Tidak lain kita ke sini merintis kembali silaturahim antara dulu negeri-negeri di Malaysia dan di Jawa Tengah. Nanti pada 25 Agustus kita sumbangkan 18 ekor sapi di Demak. Kami juga akan menyantuni anak yatim dan mereka yang tidak mampu di Demak," kata Sahrulnizam.

Sementara itu, Gubernur Ganjar Pranowo mengaku berterima kasih atas sumbangan hewan kurban untuk warga Demak pada khususnya. Ia juga tak lupa menitip salam dan ucapan terima kasih kepada Raja Sakti At Thomim Yang Mulai Datu Tuan Raja Azhar Bin Yang Mulia Datu Raja Wahab.

"Kira-kira ini CSR dari keluarganya dan diberikan kepada masyarakat di Jawa Tengah. Bahkan, sampai membuat yayasan di Demak dan setiap Jumat membagikan makanan kepada masyarakat di sekitar yayasan," ucapnya. (K-08)