Jumat, 26 Oktober 2018

Pemprov Siap Cari Sumber Pendanaan Lain di Luar APBD Untuk Pembangunan Jateng

Ganjar Pranowo
Gubernur Jawa Tengah
Semarang-Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan ada banyak sektor ekononi yang bisa ditumbuhkan, untuk mendukung pembangunan di provinsi ini.

Menurutnya, untuk mengungkit sektor ekonomi di Jateng dan mendorong pertumbuhan daerah, maka model-model pengelolaan keuangan bisa mencari sumber pendanaan non-APBD. Misalnya dengan pinjam bank atau penerbitan obligasi daerah.

Ganjar menjelaskan, untuk penerbitan obligasi daerah, maka akan dibuatkan peraturan daerahnya. Kemudian, pemprov akan menyusun pilihan pembangunan yang bisa dibiayai dengan obligasi daerah.

Ganjar menyebut, untuk penerbitan obligasi daerah akan dihitung keuntungan yang didapat setara dengan pertumbuhan ekonomi atau tidak. Sehingga, semuanya dihitung secara hati-hati karena menyangkut hutang yang harus dibayar.

"Banyak potensi ekonomi yang mesti ditumbuhkan. Ada satu harapan yang bisa diberikan kepada daerah, dari model-model pengelolaan keuangan dan pencarian sumber anggaran non-APBD. Jadi, bisa dibicarakan pola-pola pembiayaan dengan pinjam bank atau model menerbitkan obligasi daerah juga boleh," kata Ganjar belum lama ini.

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, untuk menyusun perda tentang obligasi daerah itu, pemprov akan berkoordinasi dan didampingi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Karena, penyusunan perda tentang obligasi daerah juga sudah mendapat lampu hijau dari dewan.

"Sebelum menerbitkan obligasi, kami akan hitung secara rinci dulu untung dan ruginya. Kami juga akan melihat terlebih dulu pekerjaan yang butuh dana besar yang mana," pungkasnya. (K-08)

Dinkes Jateng Klaim Warga Yang BAB Sembarangan Tinggal 12 Persen

Semarang-Dinas Kesehatan Jawa Tengah mengklaim, jika setiap tahun jumlah warga Jateng yang buang air besar (BAB) sembarangan terus mengalami penurunan.

Kepala Dinkes Jateng dr Yulianto Prabowo, M.Kes mengatakan penurunan jumlah warga yang BAB sembarangan itu tidak lepas dari upaya yang sudah dilakukan Dinkes kabupaten/kota melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk BAB di jamban sehat. Yakni, jamban yang dilengkapi septic tank.

Yulianto menjelaskan, upaya lainnya untuk meminimalkan jumlah warga BAB sembarangan dengan melakukan verifikasi Open Defecation Free (ODF) di 35 kabupaten/kota di Jateng. Sehingga, bisa diketahui rumah-rumah warga yang belum memiliki jamban.

"Kita di Jawa Tengah ini yang buang air besar sembarangan sudah mulai turun jumlahnya. Kalau tiga tahun yang lalu yang BAB sembarangan itu masih 40 persen dari penduduk Jawa Tengah, sekarang tinggal 12 persen. Setiap tahun semakin menurun jumlahnya. Jadi, kesehatan lingkungan kita harapannya semakin baik," kata Yulianto, baru-baru ini.

Lebih lanjut Yulianto menjelaskan, bila masyarakat Jateng sudah tidak lagi BAB sembarangan, maka lingkungan menjadi bersih dan bebas dari persebaran penyakit menular.

"Kalau masih BAB di sungai atau di kebun, itu kan mengotori lingkungan. Nanti muncul penyakit menular yang bisa mewabah," jelasnya.

Selain itu, lanjut Yulianto, rumah-rumah yang memiliki jamban juga harus masuk kategori jamban sehat permanen. Artinya, harus dilengkapi dengan septic tank.

"Kalau ada warga di satu lokasi kesulitan membuat septic tank karena mahal, maka bisa membuat santitasi komunal. Yaitu melalui sanitasi total berbasis masyarakat," tandasnya. (K-08)

Dinporapar Jateng Akan Tetapkan 100 Event Wisata Sebagai Wonderful Event 2019

Sejumlah pejabat Bank Indonesia menikmati pemandangan di Desa
Wisata yang ada di Kawasan Candi Borobudur Kabupaten Magelang
dengan naik sepeda.
Semarang-Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Jawa Tengah Alamsyah mengatakan pada akhir tahun nanti, pihaknya akan mencatatkan 100 event wisata bersanding dengan 100 agenda wisata milik Kementerian Pariwisata.

Menurutnya, saat ini ada enam agenda wisata Jateng yang sudah masuk di 100 Wonderful Event 2018.

Alamsyah menjelaskan, keenam agenda wisata itu adalah Dieng Culture Festival, Festival Cheng Ho, Solo International Performing Arts, Festival Lima Gunung, Borobudur Marathon dan Festival Payung Indonesia.

Untuk Jateng, lanjut Alamsyah, agar kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) juga meningkat, akan menetapkan 100 agenda wisata sejajar dengan agenda wisata Kemenpar. Sehingga, target wisman pada tahun ini bisa tercapai. 

"Mudah-mudahan, di tahun 2019 kita upayakan naik dua kali lipat menjadi sekitar 15 event wisata di Jawa Tengah yang bisa masuk di Wonderful Indonesia eventnya Kemenpar. Event itu sendiri, sangat berpengaruh signifikan terhadap kunjungan wisatawan di Jawa Tengah. Sebetulnya, kami sendiri nanti di akhir tahun akan menetapkan sama 100 Wonderful Jawa Tengah. Nanti ada tim kurasi. Jadi, kalau di total itu hampir sekitar 200an event, tapi kami akan ambil 100 event saja," kata Alamsyah belum lama ini.

Alamsyah lebih lanjut menjelaskan, pada tahun ini ditargetkan jumlah kunjungan wisman ke Jateng bisa menembus angka sejuta orang naik dibanding tahun sebelumnya yang hanya 780 ribu orang.

"Sampai 2019 nanti kan target Kemenpar yang ditetapkan dua juta wisatawan mancanegara, dan Jawa Tengah dibebankan 1,2 juta wisatawan mancanegara. Mudah-mudahan bisa tercapai," ujarnya.

Guna mencapai target wisman yang ditetapkan, jelas Alamsyah, kabupaten/kota di Jateng diharapkan bisa memberikan atau membuat agenda wisata yang menjadi unggulannya. Hal itu sesuai dengan program Presiden Joko Widodo, yang menyebutkan pariwisata menjadi primadona unggulan ke depan untuk mendongkrak pendapatan negara. (K-08)