Selasa, 30 Oktober 2018

Gelar Operasi Zebra, Kapolda Ingatkan Pengendara Jaga Emosi Saat di Jalan

Irjen Pol Condro Kirono
Kapolda Jateng
Semarang-Pelaksanaan Operasi Zebra Candi 2018 yang dimulai pada 30 Oktober hingga dua pekan ke depan, bertujuan untuk mengurangi angka kecelakaan maupun pelanggaran lalu lintas. 

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono mengatakan melalui Operasi Zebra Candi 2018, pihaknya berupaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat selalu tertib berlalu lintas.

Menurutnya, Operasi Zebra Candi 2018 juga untuk mendukung Operasi Lilin Candi pada akhir tahun nanti. 

Condro menjelaskan, dengan adanya Operasi Zebra Candi 2018 diarahkan untuk ketertiban berkendara bagi masyarakat. Sehingga, upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas bisa tercapai.

"Saya imbau masyarakat untuk lebih dapat mengendalikan emosi selama berada di jalan. Hati-hati, patuhi rambu-rambu dan tertib berlalu lintas. Supaya selamat untuk diri sendiri maupun pengguna jalan yang lain. Sasaran operasi adalah pelanggaran lalu lintas yang potensi penyebab kecelakaan. Polisi yang melakukan tilang dan penegakan hukum itu dalam rangka mencegah terjadinya laka lantas," kata kapolda, Selasa (30/10).

Condro lebih lanjut menjelaskan, selama pelaksanaan Operasi Zebra Candi 2018 juga akan dilakukan penindakan berupa tilang dan teguran. 

"Tindakan tilang lebih diarahkan pada pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kecelakaan," jelas Condro.

Selama Operasi Zebra Candi 2018, lanjut Condro, Polda Jateng menurunkan kurang lebih 2/3 dari personel Ditlantas Polda Jateng. (K-08)

Terkait Kebakaran Pasar Legi, Gubernur Minta Pemkot Solo Bangun Pasar Darurat Untuk Pedagang

Gubernur Ganjar Pranowo minta Pemkot Solo segera dibangun
pasar darurat untuk tampung korban kebakaran Pasar Legi.
Semarang-Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta kepada Pemkot Solo, agar segera membuat pasar darurat bagi pedagang Pasar Legi yang menjadi korban kebakaran. Hal itu dilakukan, agar pedagang bisa berjualan kembali di sekitar Pasar Legi.

Ganjar menjelaskan, saat ini yang dilakukan adalah upaya pemadaman di sekitar lokasi kebakaran. Sehingga, tidak ada lagi titik api yang masih tersisa.

Menurutnya, proses penanganan berikutnya sama dengan Pasar Johar dan Pasar Klewer yang pernah terbakar beberapa waktu lalu.

"Yang penting, buatkan pasar darurat untuk mereka yang menjadi korban kebakaran. Itu saja, itu yang paling penting. Nanti selebihnya biar Pak Wali Kota menghitung bagaimana satu tanggap daruratnya, dan keduanya adalah menyiapkan kembali pembangunan pasar itu. Tapi tolong dulu para pedagangnya," kata Ganjar, Selasa (30/10).

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, untuk bantuan keuangan dari pemprov akan dibicarakan dengan Pemkot Solo setelah penghitungan kerugian dari Pasar Legi. 

"Nanti, pembangunan kembalinya menunggu informasi dari Pak Wali Kota. Yang penting urusi dulu pedagangnya," ujarnya.

Diwartakan sebelumnya, pada Senin (29/10) sore, Pasar Legi Solo terbakar. Sejumlah saksi menyebutkan, jika api mulai muncul dari sisi selatan pasar dan dalam waktu singkat membesar.

Diduga, titik api kali pertama muncul dari salah satu kios yang berada di lantai dua milik pedagang bahan makanan.

Akibat dari kejadian tersebut, sekira 250 kios hangus terbakar dan tak bisa diselamatkan. (K-08)

Kapolda Tunggu Hasil Labfor Terkait Penyebab Kebakaran Pasar Legi Solo

Irjen Pol Condro Kirono
Kapolda Jateng
Semarang-Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono belum bisa memastikan penyebab, dari kebakaran Pasar Legi Solo yang terjadi Senin (29/10) kemarin.

Menurutnya, Polda Jateng sudah mengirimkan Puslabfor Mabes Polri Cabang Semarang dan Inavis untuk menyelidiki penyebab dari kebakaran yang menghanguskan kurang lebih 250 kios.

Selain itu, jelas Condro, pihaknya juga mengerahkan personel untuk mengamankan barang-barang milik pedagang dari aksi penjarahan. Termasuk, mengirimkan sejumlah mobil water cannon untuk ikut memadamkan api.

"Polri juga mengamankan barang-barang yang di situ untuk mencegah penjarahan. Selain itu juga, polda mengirimkan puslabfor dan Inavis untuk mencari tahu penyebab kebakaran. Sementara ini kan dari lantai dua itu salah satu saksi menyebutkan karena korsleting listri. Akan lebih akurat nanti apabila puslabfor sudah ke sana," kata Condro di Mapolda, Selasa (30/10).

Lebih lanjut kapolda menjelaskan, para personel Inavis dan Puslabfor yang turun ke lokasi kejadian akan mencari sejumlah barang bukti untuk menentukan penyebab sebenarnya.

Diwartakan sebelumnya, pada Senin (29/10) sore, Pasar Legi Solo terbakar. Sejumlah saksi menyebutkan, jika api mulai muncul dari sisi selatan pasar dan dalam waktu singkat membesar.

Diduga, titik api kali pertama muncul dari salah satu kios yang berada di lantai dua milik pedagang bahan makanan.

Akibat dari kejadian tersebut, sekira 250 kios hangus terbakar dan tak bisa diselamatkan. (K-08)