Kamis, 08 November 2018

Butuh Branding Wisata Untuk Gaet Wisatawan Datang ke Jateng

Salah seorang pengunjung sedang bertanya tentang obyek wisata yang
ada di Kota Semarang kepada penjaga stand di Bursa Wisata Indonesia
ke-5 di Hotel Patra Semarang, Kamis (8/11).
Semarang-Kabid Pengembangan SDM Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Jawa Tengah Trenggono pada tahun ini, jumlah wisatawan yang dibidik masuk ke Jateng sebanyak satu juta orang. Sedang wisatawan nusantara, untuk tahun ini ditargetkan tercapai 42 juta orang.

Guna bisa mencapai target yang telah ditetapkan Kementerian Pariwisata, jelas Trenggono, diperlukan adanya perluasan jejaring antara pelaku pariwisata di provinsi ini dengan dunia luar. Hal itu ditekannya, saat membuka pameran Bursa Wisata Indonesia (BWI) ke-5 di Hotel Patra Semarang, Kamis (8/11).

Menurutnya, untuk bisa menggaet wisatawan masuk ke Jateng bukan perkara mudah. Dibutuhkan sinergi dari seluruh elemen, tidak hanya pemerintah, tapi juga pelaku pariwisata dan masyarakat.

Trenggono menjelaskan, obyek-obyek wisata yang sudah ada dan telah masuk dalam kalender event wisata juga perlu dikemas ulang. Tujuannya, agar wisatawan tidak merasa bosan dan bisa kembali lagi di lain waktu.

"Membranding Jawa Tengah, khususnya Kota Semarang. Event ini kan dalam upaya membangun jejaring antara pelaku wisata Jawa Tengah dan tentunya buyer dari luar Jawa Tengah. Ketika sudah terjadi transaksi, goalnya adalah meningkatkan jumlah lama tinggal dan belanja wisatawan yang muaranya untuk kesejahteraan masyarakat," kata Trenggono.

Lebih lanjut Trenggono menjelaskan, di dalam membranding obyek wisata yang ada di Jateng juga harus memerhatikan potensi di sekitarnya.

"Kalau obyek wisata itu dikemas ulang lebih menarik lagi, maka akan makin banyak wisatawan yang datang," ujarnya.

Sementara itu, Ketua BWI ke-5 Eko Arief Wibowo menambahkan, pihaknya sebagai penyelanggara juga mempunyai tanggung jawab moral untuk mengangkat dan menjual potensi wisata di Jateng.

Event BWI yang merupakan event tahunan dari Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Jateng, jelas Eko, mencoba memertemukan para pelaku pariwisata di provinsi ini dengan agen wisata di luar Jateng maupun luar negeri.

"Adapun saat ini, seller yang terdaftar ikut berpartisipasi dalam BWI ke-5 sebanyak 103 seller. Terdiri dari komponen wisata mulai dari hotel, restoran dan obyek wisata. Kebetulan juga ada travel agent dari Korea, Batam, Malaysia dan Bangka Belitung," ujar Eko. (K-08)

DPRD Jateng Sepakat Tolak Politik Uang Selama Kampanye Pileg 2019

Semarang-Kampanye Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 yang berbarengan antara Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres), waktu pelaksanaannya cukup lama hingga 6,5 bulan ke depan. Terhitung sejak September 2018, hingga memasuki hari tenang di April 2019.

Ketua DPRD Jawa Tengah Rukma Setiabudi mengatakan agar pelaksanaan kampanye yang waktunya cukup panjang itu dirasakan efektif, dan mampu mendulang suara banyak bagi para calon anggota legislatif (caleg), maka perlu ada langkah strategis pemenangannya.

Menurutnya, para caleg bisa lebih masif turun menyapa masyarakat di daerah pemilihannya (Dapil). Sehingga, para pemilih bisa lebih dekat mengenal calon yang nantinya duduk di parlemen sebagai wakilnya.

Namun demikian, jelas Rukma, dirinya dan juga seluruh anggota DPRD Jateng sepakat, tidak menggunakan cara-cara kotor demi mendapatkan suara pemilih. Salah satunya, dengan melakukan politik uang atau bagi-bagi uang di setiap kunjungan kampanye.

"Sehingga, kalau ada yang bermain-main kayak gitu, ya percuma. Kasih sekarang ya besok sudah lupa. Kita sepakat untuk ngomong kita anti politik uang, artinya ya sudah lomba berbuat baik dan adu program. Selain itu, track recordnya bagaimana, komitmen gak orang itu," kata Rukma, Kamis (8/11).

Lebih lanjut Rukma menjelaskan, yang dibutuhkan masyarakat pemilih harus bisa dipahami para caleg. Baik caleg tingkat pusat, maupun provinsi hingga kabupaten/kota.

"Tawarkan saja kepada mereka program yang nyata, jika memang menghendaki suaranya untuk si caleg," ujarnya.

Sementara itu, terkait dengan kasus adanya bagi-bagi uang atau kasus politik uang, Bawaslu Jateng saat ini sedang memproses caleg asal Partai Golkar bernama Siti Ambar Fathonah.

Ketua Bawaslu Jateng Fajar SAKA menyatakan, yang bersangkutan diduga melakukan pelanggaran UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Berkas kasusnya, juga sudah dilimpahkan ke kejaksaan setempat.

Siti Ambar Fathonah yang maju sebagai anggota DPRD tingkat provinsi itu, lanjut Fajar, diduga melakukan bagi-bagi uang saat acara wayangan di Desa Pakopen, Kabupaten Semarang, akhir September 2018 kemarin.

"Yang bersangkutan diduga melakukan politik uang saat acara wayangan. Berkasnya juga sudah dilimpahkan ke pengadilan, dan kami tinggal menunggu jadwal sidangnya saja," ucap Fajar.

Menurut Fajar, kasus yang menjerat caleg DPRD dari Partai Golkar itu termasuk kategori pidana cepat dengan batas waktu tertentu. Sehingga, harus ada keputusan yang cepat. Hal itu berbeda dengan kasus pidana saat Pilkada Serentak 2018, yang terjadi di Kabupaten Kendal dan Temanggung. (K-08)

Tol Bawen-Yogya Bakal Punya 4 Simpang Susun, 2 Ada di Magelang

Semarang-Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) menyebutkan, ada dibangun empat simpang susun di ruas jalan tol Bawen-Yogya. Hal itu disampaikan Direktur Program KPPIP Rainier Haryanto, di sela audiensi di gedung Bappeda Jawa Tengah, belum lama ini.

Menurut Haryanto, pembangunan jalan tol Bawen-Yogya itu direncanakan memiliki panjang kurang lebih 75 kilometer. Tol tersebut juga dirancang akan melintasi wilayah Ambarawa, Pringsusat, Mungkid, Magelang dan Sleman.

Haryanto mengatakan untuk mengakomodasi pengembangan kawasan yang dilintasi, beberapa simpang susun sudah ditentukan lokasinya. Terutama, yang menghubungkan kawasan segitiga emas antara Yogyakarta, Solo dan Semarang.

"Dari situ akan ada empat simpang susun. Yang pertama ada di Ambarawa, kedua di Pringsurat dan ketiga di Magelang serta keempat ada di Borobudur. Untuk Magelang dibuat exit tol, karena ada pertimbangan pengembangan kawasan industri di Magelang. Ada dua kawasan industri yang akan dikembangkan, dan simpang susun Magelang diletakkan serta diberi perpanjangan akses supaya bisa mengangkat pertumbuhan dari kawasan industri," kata Haryanto.

Lebih lanjut Haryanto menjelaskan, ada banyak pertimbangan yang dilakukan untuk menentukan lokasi simpang susun.

"Kalau mendengarkan aspirasi banyak pihak dan kemudian mengakomodasinya, tentu tidak mungkin. Sehingga, perlu dipilih simpang susun yang strategis letaknya," ujarnya.

Menurutnya, untuk pembangunan jalan tol Bawen-Yogya dibutuhkan investasi sebesar Rp13,86 triliun. Besarnya anggaran, karena konsep jalan tol Bawen-Yogya berupa jalan layang atau elevated.

Diwartakan sebelumnya, pembangunan jalan tol Bawen-Yogya dianggap penting dan masuk proyek strategis nasional (PSN), karena mampu memercepat pertumbuhan ekonomi daerah sekitar dan juga sektor pariwisata. (K-08)

Timur Tengah Jadi Pasar Baru Ekspor Ikan Patin

Kapus Standarisasi Sistem dan Kepatuhan BKIPM Teguh Samudro me
nyebutkan jika pasar Timur Tengah akan dijajaki ekapor ikan Patin.
Semarang-Ekspor ikan Patin yang biasanya ke wilayah Amerika dan Eropa, mulai tahun depan menjajal pasar baru di Timur Tengah. Potensi ekspor dari ikan Patin itu cukup besar, yakni mencapai US$5 juta per tahun.

Kepala Pusat Standarisasi Sistem dan Kepatuhan Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kementerian Kelautan dan Perikanan Teguh Samudro mengatakan pasar Timur Tengah akan dijajaki, untuk ekspor ikan Patin asal Indonesia. Terutama ke wilayah Arab Saudi, untuk konsumsi bagi jamaah haji tahun depan.

Menurutnya, Indonesia siap mengirimkan produk ikan Patin ke Arab Saudi sesuai permintaan dari negara tujuan.

Teguh menjelaskan, biasanya pengiriman ikan Patin ke Amerika mencapai 437 ribu ton per tahunnya. Sedangkan untuk pasar baru ke Arab Saudi, masih baru diuji coba pada musim haji tahun depan.

"Produk-produk kita bisa menembus pasar internasional. Ekspansinya ini terus berkembang. Yang terakhir pasar ikan Patin terbuka ke Timur Tengah. Timur Tengah sekarang akan digenjot dengan ikan Patin dari Indonesia, khususnya untuk konsumsi haji 2019 sudah ditarget menggunakan Patin dari Indonesia," kata Teguh, Kamis (8/11).

Lebih lanjut Teguh menjelaskan, selama ini ikan Patin banyak dibudiyakan di Pulau Sumatera. Sedangkan untuk Pulau Jawa, banyak dikembangkan di wilayah Jawa Timur dan Jawa Barat serta Yogyakarta.

"Semoga, pasar baru untuk ikan Patin ini bisa terus berkelanjutan," ujarnya.

Sementara itu, untuk ikan air tawar lainnya yang sudah menembus pasar Eropa adalah Bandeng, Lele dan Nila. Tujuan ekspor terbesar, masih didominasi Amerika Serikat.

"Andalan ekspor kami tetap udang, tuna dan cakalang. Kebanyakan permintaannya adalah fillet untuk konsumsi rumah tangga dan restoran," pungkasnya. (K-08)

Masuk Musim Hujan, Pemprov Jateng Ingatkan Daerah Langganan Banjir Bersihkan Saluran Air

Gubernur Ganjar Pranowo mengingatkan kepada kabupaten/kota di
Jateng, agar mewaspadai bencana banjir di musim hujan.
Semarang-Memasuki musim hujan, Pemprov Jawa Tengah meminta kepada seluruh pemkab/pemkot dan lapisan masyarakat peduli terhadap lingkungannya masing-masing. Terlebih lagi, bagi daerah yang langganan banjir di musim hujan.

Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan pemprov dengan melibatkan seluruh stakeholder yang ada, sudah berupaya melakukan penanggulangan bencana di musim hujan. Di antaranya adalah bencana banjir dan tanah longsor.

Menurutnya, hal-hal yang perlu diantisipasi dengan melibatkan masyarakat adalah gerakan gotong royong membersihkan saluran-saluran air yang sudah dipenuhi sampah.

Ganjar menjelaskan, dengan menggiatkan gerakan bersih sampah di saluran air, maka potensi bencana banjir bisa diminimalkan. Yakni, dengan rutin setiap Jumat bergerak bersama warga melakukan kebersihan di sungai dan saluran air.

"Setiap hari Jumat setelah olahraga, ketia minta resik-resik. Resik-resik ini kebersihan yang di atas dan di bawah yang tidak terlihat. Kota Semarang menyambut dengan baik, yaitu pekerjaan pembuatan gorong-gorong dipercepat. Sekarang kan gorong-gorongnya gede-gede sedang dibangun itu. Di kabupaten lain juga sudah mulai berjalan. Saya juga mengingatkan daerah rawan banjir yang langganan, seperti Kudus, Pati terus kemudian Kebumen. Kita selalu waspada, tapi BPBD kita minta untuk menggerakkan tim penanggulangan risiko bencana dan kelompok untuk siaga," kata Ganjar, Kamis (8/11).

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, bagi daerah yang langganan terjadinya banjir, untuk selalu siaga menggerakkan tim risiko bencana. Sehingga, ketika hujan turun dengan intensitas tinggi, sudah melakukan antisipasi dan deteksi sejak dini.

"Antisipasi dan deteksi dini ini sangat penting, terutama untuk di daerah rawan banjir," ujarnya.

Sementara itu, lanjut Ganjar, upaya serupa juga perlu dilakukan bagi daerah yang rawan terjadinya bencana tanah longsor. Di antaranya Kabupaten Banjarnegara, Wonosobo, Karanganyar dan Pemalang. (K-08)