Senin, 12 November 2018

Relawan Prabowo-Sandi Saweran Untuk Pilpres 2019

Sejumlah relawan PADI eks Karesidenan Semarang melakukan aksi
saweran untuk kampanye Pilpres 2019 Prabowo-Sandi, Minggu (11/11).
Semarang-Relawan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang terdiri dari 25 komunitas se-eks Karesidenan Semarang, menggalang dana atau saweran untuk aksi kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Aksi saweran itu dilakukan, pada saat deklarasi mendukung pasangan nomor urut 02 di Hotel Muria Semarang, Minggu (11/11) kemarin.

Dari hasil saweran yang dilakukan secara spontan tersebut, terkumpul dana sebanyak Rp5.617.000. Uamg hasil saweran itu, kemudian diserahkan kepada Penanggungjawab Pemenangan Prabowo-Sandi Jateng Sudirman Said.

Sudirman Said yang juga Direktur Materi Debat dan Kampanye Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi mengatakan uang hasil saweran tersebut diakuinya murni inisiatif dari relawan, untuk pergerakan Prabowo-Sandi di Pilpres. Namun, uang tersebut lantas dikembalikan untuk kegiatan relawan PADI eks Karesidenan Semarang.

Menurutnya, kekuatan relawan adalah kekuatan mandiri yang akan memberikan sumbangsih besar bagi pemenangan Prabowo-Sandi. Sehingga, ia mengapresiasi saweran yang dilakukan para relawan tersebut.

"Kami tidak melihat jumlahnya berapa, tapi semangatnya mendukung perjuangan yang patut diapresiasi. Sebab, yang namanya demokrasi adalah partisipasi dari warga. Tentu saja ini menjadi energi untuk Prabowo-Sandi," kata Sudirman dikutip dari rilis.

Lebih lanjut Sudirman menjelaskan, dengan semakin banyak relawan yang bergabung, maka perjuangan akan semakin mudah. Bahkan, tugas partai politik (parpol) juga tidak terlalu berat untuk mendulang suara bagi Prabowo-Sandi.

"Lokomotifnya makin banyak makin bagus. Tugas kita merespon, mengakomodasi seluruh elemen untuk bekerja bersama," ujarnya.

Selain relawan di eks Karesidenan Semarang yang sudah mendeklarasikan, relawan PADI eks Karesidenan Padi juga melakukan hal sama pada Sabtu (10/10) di Gedung Haji Kabupaten Rembang. (K-08)

Pemerintah Minta Profesi Penilai Bisa Ikuti Perkembangan Zaman Yang Makin Modern

Plh Gubernur Jateng Taj Yasin saat membuka diskusi tentang urgensi
Undang-Undang Penilai di Hotel Gumaya, Senin (12/11).
Semarang-Obyek penilaian dari para tenaga profesi penilai di masa lalu, adalah aset perusahaan dan juga modal yang dimiliki pengusaha. Namun, di masa sekarang dan mendatang, obyek penilaian dari penilai sudah mengalami perubahan. Hal itu dikatakan Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo di sela membuka diskusi tentang Urgensi Undang-Undang Penilai Dalam Akselerasi Pembangunan Untuk Kemaslahatan Negeri di Hotel Gumaya Semarang, Senin (12/11).

Menurutnya, pada masa lalu itu para tenaga profesi penilai melakukan pekerjaannya menilai sesuatu yang terlihat. Mulai dari barang-barang bergerak maupun tidak bergerak.

Mardiasmo menjelaskan, dengan menilai barang yang terlihat itu, para penilai tidak terlalu pusing. Namun, karena kondisi zaman yang sudah berubah, maka profesi penilai juga harus mengikuti perubahan zaman.

Oleh karena itu, lanjut Mardiasmo, dengan perkembangan zaman yang berkembang, terutama di sektor industri e-commerce, para penilai juga harus mengembangkan kompetensinya.

"Dunia sudah berubah. Orang berdagang atau punya usaha tidak perlu harus ke kantor atau gudang yang besar. Cukup lewat handsetnya, dia bisa memenuhi kebutuhan pelanggannya. Kan banyak sekarang perusahaan startup transportasi misalnya, kantornya kecil tapi tidak punya armada mobilnya. Atau jualan barang, tapi gudangnya tidak punya dan cukup menggerakkan kapal harus ke mana dengan handsetnya," kata Mardiasmo.

Lebih lanjut Mardiasmo menjelaskan, dengan perkembangan zaman yang sudah canggih itu, maka profesi penilai juga harus meningkatkan kemampuannya.

Sementara itu, Pelaksana harian Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin menambahkan, tenaga profesi penilai merupakan keahlian yang juga sangat dibutuhkan. Terutama untuk mendukung pembangunan daerah. Sebab, tenaga penilai atau yang disebut apprasial itu harus mampu memberikan penilaian kaitannya dengan ganti untung.

Terkait dengan rintisan undang-undang tentang profesi penilai, Yasin menyatakan, pemprov siap mendorong realisasinya.

"Pemprov mendorong, ya. Apalagi tadi juga didatangkan anggota DPR RI, semoga RUU ini bisa cepat lah dan semua kerjanya enak," ucap Taj Yasin. (K-08)

DPRD Jateng Minta Kasus Video Siswa "Keroyok" Guru Diusut

Video yang tengah viral dan memerlihatkan para siswa seolah-olah
sedang "mengeroyok" gurunya di dalam kelas.
Semarang-Ketua DPRD Jawa Tengah Rukma Setyabudi meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng serta kepolisian setempat, untuk mengusut video yang sedang viral tentang pengeroyokan siswa kepada gurunya di dalam kelas. Hal itu ditegaskan Rukma, di sela menjadi narasumber tentang Hari Pahlawan, Senin (12/11).

Menurutnya, tindakan yang dilakukan para siswa untuk mengeroyok gurunya tersebut dipandang tidak pantas.

Rukma menjelaskan, pihak sekolah dan Dinas Pendidikan setempat harus bisa bertindak untuk menangani persoalan tersebut. Apabila hal itu dibiarkan, akan menjadi preseden buruk bagi dunia pendidikan di Jateng.

"Kasus ini harus ada penanganan dan perhatian serius. Kalau dibiarkan saja dan dianggap sebagai lelucon, tentu ini bukan hal yang pada tempatnya," kata Rukma.

Rukma lebih lanjut menjelaskan, perbuatan yang dilakukan para siswa itu tidak bisa ditolerir. Meskipun dilakukan untuk bercanda, namun bukan pada tempatnya siswa mengeroyok gurunya di dalam kelas.

"Bercandanya para siswa itu sudah kelewat batas. Bukan seperti itu kalau mau bercanda," ujarnya.

Diketahui, sebuah video menjadi viral karena menampilkan beberapa siswa mengepung dan saling menendang dengan target gurunya di dalam kelas. Dalam video yang berdurasi 24 detik dan tersebar luas di jejaring media sosial, dilakukan para siswa SMKm NU 03 Kaliwungu, Kabupaten Kendal.

Kepala SMK NU 03 Kaliwungu, Muhaidin membantah, jika ada siswanya yang mengeroyok guru kelas bernama Joko Susilo. (K-08)

2021, PLN Targetkan Rasio Elektrifikasi Bisa Sampai 100 Persen

Petugas PLN tengah mensimulasikan penanganan gangguan listrik di
rumah tangga.
Semarang-Senior Manager General Affair PLN Unit Induk Distribusi Jawa Tengah-DIY Audi Damal mengatakan upaya untuk meningkatkan jumlah rumah tangga di seluruh Indonesia bisa menikmati jaringan listrik, terus dilakukan PLN. Sebab, pada 2021-2022 mendatang pihaknya menargetkan rasio elektrifikasi bisa di angka 99,9 persen.

Menurutnya, ada pertumbuhan positif antara tahun ini dengan tahun sebelumnya. Yakni, pertumbuhan yang telah dicapai sebesar dua persen. 

"Pada saat 75 tahun Indonesia merdeka, 100 persen rasio eletrifikasi di seluruh Indonesia. Kan rasio elektrifikasi itu perbandingan antara jumlah pelanggan yang berlistrik dengan jumlah rumah tangga. Jumlah rumah tangga terus bertambah setiap tahunnya. Artinya, kita boleh menyatakan di tahun 2021-2022 dengan rasio eletrifikasi 99,9 persen," kata Audi belum lama ini.

Lebih lanjut Audi menjelaskan, untuk di wilayah Jateng, rasio elektrifikasinya sudah mencapai 97,9 persen. Sedang di tahun ini, akan ditargetkan ada sambungan baru sebanyak 500 ribu rumah tangga. Sedangkan saat ini, baru terealisasi 300 ribu sambungan baru.

"Total pelanggan PLN di Jateng-DIY itu ada 11.063.913 rumah tangga. Kalau Jawa Tengah saja, itu ada 9,9 juta pelanggan," tandasnya. (K-08)