Sabtu, 15 Juni 2019

Pengembangan Wisata Candi Borobudur Juga Perlu Libatkan Masyarakat Sekitar

Candi Borobudur ramai dikunjungi wisatawan.
Semarang-Dalam pengembangan kawasan wisata di Candi Borobudur, pemerintah sudah membentuk tim khusus yang melibatkan sejumlah instansi terkait. Baik dari kementerian terkait, maupun dari pemerintah daerah setempat.

Deputi Bidang Pengembangan Regional Bappenas Rudi Prawira mengatakan pihaknya terus berupaya, untuk menjadikan kawasan Candi Borobudur menjadi obyek wisata unggulan. Sebab, kawasan wisata Candi Borobudur merupakan satu dari empat destinasi pariwisata superprioritas nasional.

Menurutnya, pemerintah sangat serius menggarap Candi Borobudur sebagai destinasi wisata unggulan berskala dunia.

Rudi menjelaskan, saat ini pihaknya telah menyiapkan masterplan untuk pengembangan kawasan wisata Candi Borobudur. Dengan melibatkan masyarakat dan elemen lainnya di dalam membantu pengembangan kawasan Candi Borobudur sangat diperlukan, karena tidak hanya berbicara pembangunan infrastruktur saja tapi juga menyiapkan sumber daya manusia untuk menyambut dan melayani wisatawan yang datang.

"Kita bicara pariwisata tidak hanya bagaimana menyiapkan infrastrukturnya, bagaimana menarik orang untuk datang. Tapi, bagaimana menyiapkan masyarakat untuk betul-betul bisa melayani para wisatawan yang datang. Mendatangkan wisatawan kan perlu promosi yang bagus. Jadi, pariwisata itu satu potensi yang tidak akan bisa berkembang kalau tidak ada promosi yang bagus," kata Rudi, belum lama ini.

Lebih lanjut Rudi menjelaskan, selain infrastruktur dan SDM, promosi juga dianggap penting dalam pengembangan kawasan wisata Candi Borobudur. Sehingga, penataan dan pengembangan tidak hanya berpusat pada Candi Borobudur saja tapi juga kawasan di sekitarnya.

"Kawasan Joglosemar yang meliputi Yogyakarta, Solo dan Semarang menjadi sangat penting untuk pengembangan kawasan wisata Candi Borobudur," ujarnya.
Gubernur Ganjar Pranowo menyambut baik pelibatan masyarakat sekitar, dalam upaya pengembangan kawasan wisata Candi Borobudur. Sebab, dengan melibatkan masyarakat sekitar sebagai pendukung pariwisata sangat penting untuk kemajuan dunia usaha.

"Apabila masyarakat sekitar tidak memiliki kemampuan untuk mendukung pariwisata, maka akan sia-sia upaya mengembangkan kawasan Candi Borobudur. Beri pendampingan dan pelatihan kepada masyarakat lokal, tentang bagaimana memberi pelayanan kepada wisatawan," ucap Ganjar. (K-08)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar